Monetisasi Blog

Hitungan Sederhana di Balik CPM dan CPC

Memahami istilah-istilah yang sering digunakan dalam dunia periklanan internet, adalah hal yang cukup penting bagi siapapun yang berniat mencari uang online, termasuk bagi seorang blogger.

Di antaranya adalah pengertian CPM dan CPC.

Nah, kali ini saya coba menjelaskan, bukan hanya pengertian dari istilah itu, tapi juga membicarakan tentang rumus dan hitungan di balik istilah tersebut. Sebagai blogger yang akrab dengan dunia periklanan tentu saja kita dituntut lebih memahami hal-hal yang berkaitan dengan internet advertising.

Mari kita bahas satu-satu:

Rumus CPM

CPM adalah kependekan dari Cost per Mille. Mille sendiri berasal dari Bahasa Latin yang berarti seribu, jadi CPM jika diterjemahkan menjadi bayar per seribu.

Dalam hal periklanan ini berarti pengiklan akan membayar per 1000 impresi (atau tampilan iklan) dari setiap unit iklan yang ditampilkan di situs/blog kita. Ini adalah salah satu metode yang paling banyak digunakan dalam dunia periklanan internet.

Besaran nilai dari CPM berkisar dari mulai $0,1 – $25 atau lebih, tergantung dari ukuran, penempatan dan nilai situs/blognya sendiri.

Mari ambil sebuah contoh. Misalkan Anda mengikuti program jaringan periklanan yang menawarkan iklan dengan nilai $5 CPM untuk sebuah banner berukuran 300×250 untuk ditampilkan di bagian atas situs/blog Anda. Kemudian Anda memasangnya di blog Anda dan mendapatkan 100.000 impresi sebulan, maka Anda akan mendapatkan bayaran sebesar $5 x 100.000 / 1.000.

Rumusnya:

Pendapatan = CPM x (total impresi / 1.000)

Yang perlu diingat adalah, kita harus membagi total tayangan halaman dengan 1.000, karena harga CPM adalah per 1.000 tayangan iklan. Jadi dalam contoh di atas, mudahnya adalah $5 x 100 = $500.

Sekarang mari kita balik rumus tersebut. Andaikan Anda menawarkan space 125×125 untuk sidebar blog Anda, dan Anda menetapkan harga tetap sebesar $100 per bulan.

Blog Anda sendiri memiliki page view sebanyak 100.000 kali per bulan. Dan pada suatu hari, ada seorang advertiser (yang tertarik memasang iklan di blog Anda), menanyakan berapa CPM untuk space yang Anda tawarkan.

Bagaimana Anda memberikan jawaban?

CPM = harga yang ditetapkan / (total impresi / 1.000)

Sederhana. Anda tinggal membagi harga yang Anda tetapkan ($100) dengan total impresi dalam ribuan (100), sehingga $100 / 100, jadi harga efektif untuk space iklan 125×125 di sidebar blog Anda senilai $1.

Rumus CPC

CPC adalah kependekan dari Cost per Click, jika diterjemahkan menjadi Bayar per Klik (BPK). Ini juga salah satu model periklanan yang sangat populer dan paling banyak digunakan.

Program periklanan semisal Google Adsense juga menggunakan model ini. Dalam model periklanan CPC, pemasang iklan akan membayar sejumlah nilai uang untuk setiap klik yang diterima dari publisher. Nilainya bervariasi, antara $0,1 – $50 atau lebih, tergantung dari niche, kompetisi keyword, dan darimana klik tersebut berasal.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sistem yang digunakan oleh Adsense, misalnya, silakan baca artikel saya sebelumnya, mengenal penetapan harga cerdik oleh Adsense.

Kita kembali ke CPC, rumusnya sangat-sangat sederhana:

Pendapatan = CPC x jumlah klik

Jika rata-rata nilai CPC blog Anda sebesar $0,1 dan Anda mendapatkan sebanyak 1000 klik per bulan, maka penghasilan Anda sebesar $0,1 x 1000 = $100.

Sekarang, mari kita balik seperti contoh untuk CPM. Andaikan Anda menawarkan space 728×90 (leaderboard) di header blog Anda senilai $500 dan biasanya rata-rata space tersebut mendapatkan sebanyak 2.500 klik per bulan.

Suatu hari ada seorang advertiser menawar space tersebut dan menanyakan berapa harga rata-rata CPC blog Anda? Kembali ke rumus:

CPC = harga tetap per bulan / jumlah banyaknya klik

Sekali lagi, yang harus diingat adalah ‘cost per click’ atau bayar per klik, jadi Anda tinggal membagi harga yang ditetapkan dengan jumlah rata-rata klik per bulan. Sehingga hitungannya $500 / 2.500 = $0,2 jadi nilai rata CPC-nya sebesar $0,2.

Selain 2 model di atas, masih ada lagi model lainnya, seperti CPA (Cost per Action), CPL (Cost per Lead) dan CPS (Cost per Sale) yang kesemuanya itu sangat mirip dengan perhitungan CPC.

Insya Allah suatu hari saya juga akan mengulas tentang model periklanan tersebut.

Semoga setelah membaca artikel ini, kita menjadi lebih paham dengan istilah dan perhitungan di balik model periklanan yang sehari-hari kita geluti. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

77 Komentar