Monetisasi Blog

5 Alasan ‘Bodoh’ Gagal Mendapatkan Uang Online

Seringkali saya mengobrol dengan teman-teman yang pada akhirnya menyerah untuk terus berusaha menjalankan blognya sebagai sumber pendapatan uang.

Ada banyak alasan yang mereka ajukan. Beberapa di antaranya mungkin masih bisa saya terima, masih masuk akal seperti: tidak punya cukup waktu untuk mengelola blog atau tidak enjoy dalam mengelola topik yang dipilih karena kurang ‘mencintai’ topik tersebut.

Dua hal tersebut masih bisa saya terima sebagai alasan. Namun, beberapa alasan lain, saya anggap tidak masuk akal, bahkan lebih berupa alasan “bodoh” yang dibuat-buat. Dan setidaknya saya mencatat ada 5 alasan paling tidak masuk akal untuk berhenti dan menyerah di tengah jalan.

Inilah 5 alasan yang tidak masuk akal tersebut:

1. Saya tidak punya pengalaman

Alasan ini terdengar aneh bagi saya. Lalu siapa yang memiliki pengalaman? Hampir semua yang sukses mendapatkan uang dari internet adalah mereka yang sama sekali tidak memiliki pengalaman sebelumnya di bidang SEO, desain website, marketing dan lain sebagainya.

Saya menyukai belajar, setelah itu saya menyukai untuk mengajarkannya kembali kepada orang lain. Itulah yang saya lakukan.

Pada saat memulai, yang saya lakukan hanyalah:

  • Berlangganan newsletter dari blog / situs yang lebih dulu mencapai sukses.
  • Menggunakan search engine untuk mencari informasi dan artikel bagaimana melakukan sesuatu hal. Sampai sekarang saya masih menggunakannya (hampir semua pertanyaan bisa saya temukan di internet).
  • Bertanya di forum-forum untuk mendapatkan jawaban dari sesuatu yang belum saya ketahui.
  • Try and Error. Try and Error. Try and Error. Terus. Sampai saya menemukan yang benar-benar bekerja untuk saya.

Kebanyakan orang yang sukses mendapatkan uang online bukanlah seorang ahli desain web, bukan seorang yang sebelumnya telah memiliki pengalaman dan keahlian SEO, bukan pula orang yang sangat berpengalaman di bidang marketing dan sebagainya. Mereka hanyalah orang yang:

  • Rela menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar dan belajar.
  • Berguru kepada yang lebih sukses dengan berlangganan situsnya untuk menambah pengetahuan.
  • Terus memilih dan memantau metode mana yang bekerja dan mana yang tidak.
  • Memilih topik yang benar-benar mereka sukai sehingga mereka menikmati sepanjang prosesnya.
  • Tidak membiarkan kegagalan menghalangi dan menghentikan langkah mereka mencapai sukses.

Semua poin diatas, menurut saya, adalah jauh lebih dahsyat, lebih berguna dibandingkan segudang pengalaman dan keahlian di masa lampau.

2. Saya melihat semua topik yang ‘bagus’ telah mencapai titik jenuh

Sebuah alasan yang aneh. Tidak ada yang mencapai titik jenuh jika selalu disajikan dalam perspektif yang berbeda. Roman cinta, semenjak peradaban mencatat sejarah, telah ada dan terus dibuat sampai saat ini. Jutaan film laga telah diproduksi, tapi apakah berarti saat ini tidak ada peluang untuk membuat film laga baru? Anda pasti menjawab tidak, bukan?

Nah, begitu pula dengan sebuah niche yang ingin Anda jadikan topik blog Anda. Ya, betul. Saat ini hampir mustahil menemukan sebuah topik yang belum diekspos oleh orang lain. Namun, saya ingat pernah membaca bahwa 90% blog / situs baru akhirnya tenggelam dalam waktu 3 bulan pertama.

Jadi, meskipun ada jutaan blog di luar sana, namun kebanyakan dari mereka ‘mati suri’ dalam 90 hari pertama. (Terdengar seperti peluang?)

Jadi, apakah saya harus memulai blogging tanpa harus melakukan riset keyword untuk menentukan niche?

Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Tapi, saya tetap menyarankan untuk melakukan riset keyword, itu adalah satu hal yang sangat menentukan dan sangat penting. Saya hanya menyarankan, jangan biarkan riset tersebut menahan Anda untuk segera memulai karena Anda takut salah dalam memilih niche.

Satu hal yang saya yakini: jika Anda melakukan pendekatan berbeda, unik dan menyajikan dengan perspektif berbeda terhadap satu topik, itu sudah lebih dari cukup sebagai modal mencapai sukes dalam blogging. Mulailah dan yakin Anda siap terjun ke dalam persaingan.

3. Saya terlambat untuk memulai

“Kalau saja saya memulainya 4 tahun yang lalu, saat ini blog saya pasti telah mencapai kesuksesan, sekarang persaingan sudah terlalu ketat.”

Halo! Buka mata Anda. Lihat banyak sekali blogger sukses di luar sana. Mereka tidak memulai tidak dari 10 tahun, 5 tahun yang lalu. Kebanyakan mereka bertahan dalam 2 tahun terakhir.

Kuncinya adalah konsistensi. Konsistensi dalam menyajikan konten yang bagus. Meskipun Anda memulainya 3 tahun yang lalu, tanpa ada konsistensi, maka saat ini pun Anda tidak akan mendapatkan apa-apa. Benar, bahwa beberapa niche mungkin lebih mudah jika dimulai 3 – 4 tahun yang lalu. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa memulainya hari ini. Alasan yang sama dengan poin dua di atas.

Tidak perduli niche apapun yang Anda pilih, selalu ada ruang lebih untuk Anda. Menyajikan sesuatu secara konsisten, setia kepada topik, membangun kepercayaan dari pembaca, melakukan promosi dengan benar, adalah jalan lempang menuju kesuksesan.

4. Tidak banyak pilihan mendapatkan uang dari niche saya

Biar saya tegaskan di sini:
Jika Anda bisa mendatangkan pengunjung yang tertarik dengan konten yang Anda sajikan, selalu ada cara untuk mendapatkan uang!

Memang betul ada beberapa topik yang ‘kurang’ sesuai untuk menjalankan satu metode monetisasi blog seperti Google Adsense, misalnya. Tapi juga harus diingat, mendapatkan uang dari blog bukan melulu dengan menjalankan Adsense!

Anda bisa menawarkan kursus online, menulis buku, menjual periklanan, freelance, membuat video dan lain sebagainya.

Jangan membatasi diri Anda sendiri

Jangan hanya karena Anda melihat orang lain sukses dengan satu cara, Anda harus melakukan hal yang sama. Selalu ada cara lain yang lebih sesuai untuk niche blog Anda.

Saya melihat begitu banyak blogger yang terlalu terobsesi dengan Adsense. Memang itu adalah peluang yang sangat bagus, tapi tidak perlu Anda memaksakan jika memang topik Anda tidak begitu sesuai untuk Adsense.

5. Saya tidak pandai menulis

Dengan begitu banyak sumber tulisan gratis, rasanya tidak ada alasan untuk hal yang satu ini.

Jika Anda tidak menyukai menulis, Anda dapat menyajikan konten lain, video, podcast misalnya. Anda bisa fokus memasarkan konten milik orang lain. Dan banyak lagi peluang lain.

Intinya, ketika Anda tidak memiliki kemampuan dalam satu hal, tidak cukup menjadi alasan untuk berhenti, menyerah dan kalah!

Kesimpulan:
Tidak perduli apapun latar belakang Anda. Tidak perduli seberapa banyak pengalaman Anda. Tidak perduli berapa waktu yang Anda miliki dan bagaimana frustasinya Anda saat ini: selalu ada harapan di depan sana. Raihlah itu!

Selama Anda menemukan cara untuk dapat menikmati seluruh prosesnya, tetap memegang komitmen dan terus bersedia belajar dan belajar, Anda telah berada pada jalur yang benar dalam mencapai kesuksesan dalam blogging. Dan Anda akan segera menyadari bahwa pembelajaran jauh lebih berharga dibandingkan dengan uang.

Saya ingin mendengar pengalaman Anda. Kiranya sudi untuk berbagi. Semoga bermanfaat.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

12 Komentar