Blogging Dasar

Hotlink: Alasan Kenapa Tidak Boleh Dilakukan

Apakah Anda melakukan hotlink?

Bagi Anda yang baru membangun blog / situs, dan memerlukan image untuk dipasang di blog biasanya akan mencari-cari gambar melalui mesin pencari.

Setelah menemukan dan Anda tertarik untuk memasangnya di blog Anda, maka kemungkinannya ada dua:

1. Anda mengunduh file gambar tersebut, kemudian mengunggahnya kembali untuk postingan Anda (tentunya setelah memastikan bahwa hal tersebut dibolehkan oleh si pemilik file).

2. Anda memasangnya langsung di blog Anda, tanpa mengunggahnya lagi.

Jika Anda menggunakan cara yang pertama, itu bagus. Tapi, jika Anda menggunakan cara yang kedua, sebaiknya melanjutkan untuk membaca artikel ini, karena berarti Anda telah melakukan apa yang dinamakan dengan hotlink!

Apa itu hotlink?

Ada juga yang menyebutnya dengan istilah inline link atau remote link, yang berarti suatu cara mengambil suatu image atau pun file media lainnya dengan cara menyematkan langsung di situs milik Anda. Ini berarti, Anda secara tanpa ijin menggunakan bandwidth milik orang lain. Kenapa? Karena dengan cara begitu, file yang tampil di situs Anda tidak berada pada server Anda sendiri, melainkan berada server milik orang lain. Contoh hotlink adalah tampak seperti ini:

<img scr=”http://www.situsoranglain.com/gambaroranglain.jpg”>

Kenapa hotlink tidak boleh dilakukan?

Jika pemilik media tersebut mengijinkan Anda untuk melakukannya, maka tidak lah menjadi soal. Tapi, jika tidak, me-remote link terhadap suatu file media, baik berupa gambar, musik, video, program dan sebagainya, dengan tegas saya mengatakan bahwa itu sama dengan mencuri!

Ya, bukan hanya melakukan copy-paste artikel orang lain saja yang dapat dikategorikan dengan mencuri, pun demikian dengan melakukan remote link. Meskipun misalnya, clipart yang diambil adalah berupa free images, musik yang disematkan juga adalah free tunes dan program yang dipasang adalah freeware, jika pemilik media tersebut tidak menyebutkan sebaliknya, menyematkannya di situs milik Anda sendiri tanpa ijin, tetap sama dengan mencuri.

Mungkin Anda bertanya: ‘Loh? Kok mencuri? Saya kan tidak mengambil apapun. File tersebut tetap berada di tempatnya semula, bahkan saya sama sekali tidak berusaha men-download-nya!’

Baik, mari saya jelaskan sedikit. Setiap kali file tersebut ‘dipanggil’ oleh situs Anda, maka terjadilah apa yang dinamakan permintaan transfer data. Setiap transfer data tentu memakan bandwidth. Dengan kata lain, Anda menggunakan bandwidth orang lain tanpa ijin.

Seperti kita tahu, jika suatu situs web diibaratkan mobil, maka bandwidth dapat diibaratkan sebagai bensinnya. Mungkin Anda dapat berkilah: ‘Ah, kan bandwidth yang dipakai cuma sedikit, tidak akan berpengaruh banyak.’ Hmmm… ok. Bagaimana kalau halaman Anda diakses 10.000 kali dalam sehari? Bagaimana ada 10.000 orang lain yang berpikiran sama seperti Anda? Bukan hal yang mustahil, semua bandwith habis tersedot tak tersisa untuk pemilik medianya itu sendiri.

Melayani transfer file media, gambar, video, musik dan web program, adalah hal yang paling menguras bandwidth. Dan, Anda tentunya paham bahwa bandwidth tidaklah gratis. Dan pemilik asli file yang Anda ambil akan membayar lebih karena Anda melakukan remote link. Bukankah itu sama dengan mencuri?

Hotlink itu berbeda dengan membuat link ke suatu situs

Ketika seseorang membuat link langsung ke file media (gif, jpg, mov dan lain-lain), pemilik situs asli akan membayar bandwidth-nya. Dan ketika orang membuat link ke halaman yang sama, pemilik situs asli tetap akan membayar, namun konten akan tampil seperti yang dikehendaki olehnya, dan besar kemungkinan biaya tersebut akan tertutup dari iklan yang ada misalnya. Secara sederhana dapat saya katakan:

Hotlink ke file media orang lain tanpa ijin = buruk!

Link ke halaman = bagus!

Alasan lain kenapa Anda tidak boleh melakukan remote link

Ketika admin situs pemilik media mengetahui bahwa konten miliknya disematkan tanpa ijin di situs Anda, misalnya, maka ada beberapa kemungkinan yang akan mereka lakukan:

1. Mengganti nama file dan memberikan broken link. Anda tentu paham akan yang terjadi jika terjadi.

2. Menggantinya dengan gambar yang ‘menjijikkan’. (coba bayangkan gambar yang paling tidak Anda inginkan tampil di situs / blog Anda, dan saya menjamin admin situs tersebut dapat melakukan 10 kali lipat lebih buruk lagi).

3. Menggantinya dengan peringatan bahwa Anda telah melanggar hak cipta, sekaligus menampilkan iklan situs mereka sendiri).

4. Mengontak host situs / blog Anda, dan melapokan tindakan pelanggaran hak cipta. Pada kebanyakan kasus, Anda akan kehilangan blog Anda.

Nah, dilihat dari berbagai sisi, ternyata hotlink, inline link atau remote link, sama sekali bukanlah hal yang bagus untuk dilakukan. Jika tertarik terhadap suatu image, lebih baik download, lalu unggah ke host Anda sendiri. Itu lebih menjamin kenyamanan, karena berada dalam ‘kekuasaan’ Anda sendiri.

Meskipun demikian, selalu perhatikan mengenai hak cipta. Jangan hanya karena Anda menemukan file tersebut di internet, bukan berarti Anda bebas menggunakannya semaunya. Tetap ada hukum dan peraturan hak cipta di dunia online.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini. Harapan saya, kita bisa menjadi blogger atau pengelola situs yang lebih bertanggung jawab ke depannya. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

2 Komentar

%d blogger menyukai ini: