Menulis Konten

Panduan Cara Memilih Niche Terbaik Untuk Blog

(Jika Anda sedang malas membaca, ‘nikmati’ artikel ini dalam format audio yang disediakan di ujung artikel)

panduan memilih niche blog

PortalUang bukanlah blog pertama saya. Bukan juga yang kedua atau yang ketiga, nyatanya PortalUang adalah blog kelima saya!

Seperti kebanyakan orang yang baru ‘berkenalan’ dengan dunia blogging, saya pun melakukan banyak kesalahan ketika memulai ngeblog.

Tapi dari kesalahan itu, justru saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran. Yang pada gilirannya, pengalaman serta hasil pembelajaran tersebut, saya terapkan untuk membangun blog-blog lainnya, termasuk blog ini, yaitu: Portal-Uang!

Memang, belum banyak yang sudah saya capai dari blog ini, tapi setidaknya ada perubahan dan peningkatan yang sangat signifikan dibanding dengan blog-blog saya sebelumnya. Salah satu yang paling jelas terasa adalah keinginan mendapatkan uang dari blog dengan hasil yang cukup memuaskan, akhirnya dapat saya raih melalui blog ini.

Untuk itu, kali ini saya mencoba ingin berbagi pengalaman. Pengalaman yang berangkat dari kegagalan saya membangun blog pertama saya. Juga bagaimana saya memulai membangun blog PortalUang, yang sejauh ini, saya anggap cukup memberikan hasil memuaskan.

Kesalahan paling umum dilakukan oleh blogger pada saat memulai blogging

Ketika pertama kali dulu saya membuat sebuah blog, saya tidak tahu topik apa yang ingin saya angkat. Akhirnya saya menulis semaunya. Saya menulis tentang apa saja yang terlintas dalam benak. Hari ini saya menulis tentang buku favorit yang saya baca, besoknya saya menulis tentang olahraga, besoknya lagi saya menulis tentang desain. Begitu seterusnya. Melompat dari satu topik ke topik lainnya.

Dan ternyata ini adalah sesuatu yang salah! Langkah pertama untuk mencapai sukses dalam blogging adalah, kita harus memilih dan menentukan niche terbaik terlebih dahulu!

Nah, melalui tulisan ini saya ingin berbagi bagaimana memilih niche yang baik dan benar. Tentu saja, ini bersifat subyektif, karena berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri.

Inilah kesalahan terbesar yang dilakukan banyak blogger pada saat memulai blogging!

Apakah Anda melakukan hal yang sama?

Nyatanya, memposting berbagai ide secara acak, tidak akan banyak membantu untuk mengembangkan blog Anda mencapai level lebih tinggi.

Namun, sebelum kita membahas lebih jauh, saya ingin mengajukan satu pertanyaan:

“Bagaimana Anda mengartikan blogging itu sendiri?

Menulis konten untuk mesin pencari, memasang iklan semisal Adsense, mendapatkan klik iklan dari pengunjung, lalu mengharapkan mengalir uang banyak dari Adsense?”

Apakah seperti itu? Jika Anda mengartikan ‘blogging’ seperti itu, maka Anda boleh berhenti membaca tulisan saya sampai di sini, karena saya bukan orang yang tepat untuk memberi panduan kepada Anda.

Alasan saya menyampaikan hal ini, adalah karena pengalaman saya selama blogging adalah melakukan banyak hal:

  • memilih niche yang kuat
  • menulis konten yang berkualitas
  • menyajikan konten dalam format lain (seperti video)
  • mengindentifikasi sumber trafik potensial untuk niche yang dipilih
  • mencari trafik dari sumber yang belum tersentuh
  • membangun brand dan nama blog, dan
  • dan memilih sumber penghasilan alternatif (kita semua ingin mendapatkan uang bukan?) 
Bagaimana?

Jika Anda memiliki ‘pemikiran’ yang sama, saya berharap kita bisa melanjutkan pembahasan ini bersama-sama dan jalan bareng mencapai kesuksesan.

Sebuah saran yang tidak berguna!

Jika Anda pernah membaca beberapa postingan blog tentang tips memilih sebuah niche untuk memulai membangun sebuah blog, saya yakin minimal Anda pernah menemukan tips-tips berikut ini:

  1. Gunakan Google Adwords Keyword Tool (sekarang telah diganti dengan Keyword Planner) atau alat riset keyword lainnya.
  2. Melakukan analisa terhadap thread terbaru mengenai topik tersebut pada forum-forum terkemuka.
  3. Memeriksa suatu keyword di Google Search, apakah ada cukup pengiklan terhadap keyword tersebut.

Sekilas, 3 tips di atas tampak oke untuk dijalankan. Tapi, ketika saya bertanya kepada mereka yang menyarankan tips ini, apakah mereka melakukannya dulu sewaktu memulai blogging? Kebanyakan dari mereka, anehnya menjawab: tidak!

Nah loh! Bagaimana bisa saran tersebut dapat mengantarkan kesuksesan? Jika bahkan mereka sendiri tidak melakukannya!

Sungguh menurut saya sebuah tips yang tidak berguna. Dan saya: sangat, sangat, sangat tidak menyarankan tips tidak berguna tersebut!

Lalu, bagaimana cara yang benar untuk memilih sebuah niche?

Saya harap Anda ikuti uraian berikut dengan seksama. Hampir di setiap artikel yang pernah saya baca tentang cara memilih sebuah niche, semua adalah melulu tentang ‘gairah’. Tentang Passion!

Semua blogger senior mengatakan: Anda harus memilih niche yang Anda bergairah di dalamnya. Dimana Anda bersemangat, Anda berantusias tinggi, Anda sangat meyukai topik tersebut. Dan memang, dalam banyak hal, ini adalah benar.

Mengerjakan sesuatu yang Anda sangat bergairah di dalamnya, sesuatu yang begitu Anda sukai, pastinya akan memberikan hasil akhir yang luar biasa.

Jika saat ini, Anda telah memiliki gairah terhadap suatu topik atau niche tertentu, maka Anda tidak lagi butuh melanjutkan membaca artikel ini sampai tuntas.

Mari kita ambil contoh, misalnya Anda benar-benar sangat menyukai kucing peliharaan Anda, maka Anda sungguh tidak butuh riset apapun untuk memulai blogging. Anda dapat segera membuat blog mengenai segala hal tentang kucing peliharaan Anda, beserta segala aspeknya. Atau contoh lain. Misalkan Anda sangat menyukai kegiatan bersepeda, maka Anda dapat segera memulai blogging tentang itu.

Kesimpulannya: jika Anda telah memiliki gairah, kecintaan, kegemaran, semangat, terhadap suatu topik tertentu, maka Anda tidak perlu melakukan pencarian apapun!

Tapi tunggu dulu! Saya tahu (karena saya juga mengalaminya), betapa sulitnya bagi kebanyakan orang untuk menemukan suatu topik, dimana kita memiliki gairah yang cukup di bidang itu dan segera memulai membangun blog.

Selain itu, apakah benar gairah dan kecintaan luar biasa dalam suatu hal, merupakan satu-satunya cara sukses membangun blog?

Mari kita lanjutkan pembahasan. Saya anggap Anda, saat ini, adalah orang yang belum memiliki gairah yang cukup untuk memulai blogging (mohon maaf dengan asumsi saya ini).

Namun, jika Anda masih membaca tulisan saya sampai sejauh ini, saya harap kesimpulan saya bisa menjadi penuntun yang benar untuk menemukan niche Anda. Niche terbaik yang ingin Anda geluti.

Nah, inilah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan secara runut.

1. Jangan mencari gairah, cukup ciptakan saja gairah untuk belajar

Jika saat ini, Anda belum memiliki topik yang Anda bergairah di dalamnya, Anda tetap dapat sukses dan menjadi blogger profesional. Dari pengalaman saya pada saat memulai blogging, seperti yang telah saya singgung di atas, saya tidak memiliki topik yang benar-benar membuat saya bersemangat di dalamnya. Karenanya, memang terbukti saya gagal.

Lalu bagaimana saya menemukan jalan keluar dari kebuntuan itu dan memulai PortalUang? Inilah yang saya lakukan; saya menciptakan gairah untuk belajar segala sesuatunya!

Ya, cuma itu. Satu hal yang sangat sederhana, namun sangat efektif. Satu hal yang dapat meningkatkan trafik 1000%, bila dibandingkan dengan blog-blog saya sebelumnya.

Satu hal lagi. Jika Anda dapat terus menjaga gairah mempelajari segala sesuatunya, maka Anda dapat memilih topik apapun yang Anda inginkan! Karena dengan terus menambah pengetahuan di satu bidang tertentu, maka otomatis Anda akan mampu menyajikan konten yang luar biasa., konten yang menginspirasi, konten yang dicari banyak orang.

Dalam kasus saya sendiri. Pada awalnya saya tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang Google Adsense, meskipun saya telah menjalankan Adsense jauh sebelum membuat blog PortalUang. Tentu saja, akibatnya saya gagal mendapatkan hasil maksimal dari situ.

Kemudian saya memutuskan, menciptakan gairah untuk belajar banyak tentang Adsense, lalu menerapkannya dan menyampaikannya kembali kepada orang lain melalui blog ini.

Hasilnya, penghasilan Adsense saya naik lebih dari 50 kali lipat dari sebelumnya. Begitu pula halnya mengenai topik Youtube, dan topik blogging for money secara umum.

Mungkin ada satu pertanyaan di benak Anda saat ini: 
Apakah memiliki gairah untuk mempelajari satu topik tertentu dapat membuat saya sukses di topik yang sebelumnya tidak begitu saya sukai? Apakah dengan itu, menjamin saya bisa menyajikan tulisan secara konsisten? Jawabannya adalah: Ya. Anda bisa!

Pada tulisan berikutnya, Insya Allah saya akan membahas mengenai cara menulis konten pada topik yang sebelumnya tidak begitu kita sukai. Tapi, untuk hari ini, cukuplah Anda membuat pilihan menentukan topik blog Anda.

Bagaimana?

Saya berharap, sekarang Anda tidak lagi bingung dan takut untuk memilih sebuah topik yang sebelumnya Anda tidak begitu menyukai atau bergairah di dalamnya. Katakanlah pada diri sendiri, mulai saat ini, hanya dengan bekal gairah, semangat dan kecintaan untuk terus belajar, saya dapat sukses menjadi blogger profesional.

Sampai disini, berarti Anda telah menyelesaikan 25% tahapan dalam memilih niche blog Anda dengan benar.

2. Membuat daftar topik

Sekarang saatnya membuat daftar topik. Tulislah 5 – 10 topik tertentu. Tidak perlu terburu-buru. Bila perlu, habiskan waktu 2 – 3 jam untuk melengkapi daftar topik Anda.

Memang butuh sedikit ‘perjuangan’ untuk membuat daftar lebih dari 3 – 4 topik. Kenapa? Karena, setiap kali Anda memilih sebuah topik, otak Anda langsung berpikir bahwa Anda sedang memilih topik untuk tujuan blogging, sehingga Anda lalu berpikir, nanti darimana saya belajar tentang ini, apakah nanti saya bisa konsisten menulis, dan sebagainya.

Itu salah! Ini adalah penghalang pertama bagi keberhasilan Anda. Anda harus bebaskan pikiran. Anda saat ini hanya perlu memilih topik saja. Tidak perlu memikirkan dulu tentang blogging!

Oke, sekarang cobalah untuk lihat sekeliling Anda. Lihat acara TV favorit Anda. Lihat website yang paling Anda sukai, dan lain sebagainya. Buatlah daftar topik dari apa yang Anda lihat tadi. Tulislah semua topik yang menurut Anda mungkin populer dan menarik. Dan, mungkin daftar topik Anda akan seperti ini:

Dari hasil melihat sekeliling diri Anda sendiri:

1. Hewan peliharaan kesukaan Anda
2. Perabotan rumah tangga
3. Handphone (gadget)

Dari hasil melihat websites atau blog favorit:
4. Facebook
5. Youtube
6. Portal Uang?

Dari hasil melihat apa yang Anda cari terakhir di Google:
7. Bagaimana menghilangkan jerawat?
8. Video lucu?

Atau Anda keluar rumah, dan Anda mendapatkan topik:
9. Mobil dan Sepeda
10. Berkebun

Sekarang, Anda sudah memiliki daftar 10 topik, hanya dengan cara melihat sekeliling dan sedikit pikiran kreatif.

Nah, sampai di sini, Anda telah mencapai 50% proses memilih niche blog Anda. Selamat, saatnya membuat teh hangat untuk menyegarkan badan, hehehe….

3. Mempersempit topik Anda

10 topik yang telah Anda pilih tadi, saya yakin masih terlalu lebar, terlalu luas. Anda akan mengalami kesulitan untuk memenangkan ‘persaingan’ dengan mengangkat topik yang terlalu melebar.

Anda butuh keahlian dan semangat lebih untuk sukses blogging dengan topik yang lebar dalam waktu singkat. Dan saya berani memastikan, jika Anda memiliki keahlian lebih (juga gairah lebih tentunya), maka Anda tidak butuh persiapan apapun untuk memulai blogging. Tidak pula perlu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membuat daftar topik. Bukan begitu?

Jadi sekarang, Anda perlu dan harus mempersempit daftar topik Anda tadi. Semakin spesifik dan mengerucut topik Anda, semakin lempang jalan meraih sukses dalam blogging.

Lalu, bagaimana cara mempersempit topik tadi?

Sebagai contoh, dari daftar diatas, akhirnya Anda memilih topik handphone (gadget). Jika Anda menulis tentang gadget secara umum, maka Anda akan kesulitan mendapatkan pembaca setia. Tapi, sebelum Anda melakukannya, mungkin Anda akan berpikir:

“Jika saya mempersempit topik, maka saya nanti tidak akan mendapatkan pengiklan secara maksimal, karena lebih sempit jangkauannya. Dan itu berarti potensi pendapatan saya akan berkurang.”

Masih ingat ‘penghalang pertama’ di atas?

Nah, ini adalah penghalang kedua yang akan membatasi Anda. Saya berani bertaruh, jika pun Anda ngeblog dengan topik yang melebar, tidak spesifik, penghasilan Anda tidak akan lebih besar, bahkan jika dibandingkan dengan penghasilan terendah, jika Anda blogging dengan topik yang spesifik. Jika Anda membaca banyak artikel-artikel saya sebelumnya, Anda akan mudah menemukan jawabannya.

Jadi?

Ya Anda harus mempersempit topik yang Anda pilih. Sekali Anda telah memulai blogging dengan topik yang sempit selama 3 – 6 bulan pertama, maka pembaca setia Anda ingin tahu lebih jauh tentang diri Anda.

Nah, pada saat itu lah, Anda dapat memperluas topik Anda sedikit demi sedikit secara perlahan.

Mari kita lanjutkan!

Dari 10 daftar topik di atas, saya mencoba untuk mempersempitnya. Membuatnya lebih spesifik lagi. Contohnya seperti ini:

1. Hewan peliharaan kesukaan Anda > Kucing

2. Perabotan rumah tangga > Televisi, atau lebih sempit lagi > HD Televisi, LED Televisi

3. Hanphone (gadget) > Samsung (merk pabrikan handphone), Telkomsel (operator selular)

4. Facebook > Membuat, desain, promo fanpage facebook untuk blogger

5. Youtube > Pemasaran produk melalui Youtube

6. Portal Uang > Sukses menjalankan afiliasi

7. Bagaimana menghilangkan jerawat? > Mencegah, mengobati jerawat dengan herbal

8. Video lucu? > Bayi lucu > Kejadian kecelakaan lucu

9. Mobil dan Sepeda > Kegiatan bersepeda

10. Berkebun > Mesin pemotong rumput

Anda dapat meneruskan membuat sub-topik lainnya, yang lebih sempit dan lebih spesifik.

Sudah? Bagus sekali, berarti Anda telah menyelesaikan 75% proses pemilihan niche blog Anda. Yuk, kita lanjutkan.

4. Membuat pilihan akhir

Saatnya Anda memutuskan pilihan terbaik. Di tahap ini ada 2 hal yang mesti menjadi pertimbangan, yaitu:

1. Ketersediaan konten dari masing-masing topik yang dipilih
Ketika Anda memilih sebuah topik, tidak perlu mempertimbangkan seberapa populer topik tersebut. Saya melakukan eksperimen hal ini pada PortalUang, dengan mengawali menulis 2 topik berbeda, yaitu topik Google Adsense dan Youtube. Keduanya adalah topik yang sangat populer.

Pertama 30 hari pertama, saya menulis tentang mendapatkan uang dari Adsense. Kemudian saya lanjutkan dengan menulis tentang mendapatkan uang dari Youtube hanya dalam waktu 5 hari!

Bagaimana hasilnya? Ternyata rata-rata kunjungan dari search engine (Google) pada topik Adsense (yang 6 kali lipat lebih banyak menghabiskan waktu) sama dengan kunjungan pada artikel dengan topik Youtube. Terdengar aneh?

Dua-duanya adalah topik yang sangat populer. Tapi, ada perbedaan besar dalam kunjungan dari Google.

Kenapa bisa begitu?

Setelah saya meneliti lebih jauh, akhirnya saya menemukan alasan yang masuk akal di sini, yaitu: perbandingan antara ketersediaan konten yang ada terhadap suatu topik tertentu dengan banyaknya permintaan terhadap konten tersebut.

Dan nyatanya, Google Adsense memiliki ketersediaan sumber yang sangat banyak, baik berupa artikel atau pun video. Sehingga agak sulit untuk memenangkan persaingan.Sebaliknya, masih sedikit yang menyediakan sumber referensi tentang mendapatkan uang dari Youtube, jadi tidak aneh dalam waktu 1 minggu, artikel ‘mendapatkan uang dari Youtube’ memberi trafik cukup besar, dan berhasil nongkrong di posisi puncak pencarian Google.

Nah, kesimpulannya: buatlah analisa topik mana yang memiliki ketersediaan paling sedikit. Lalu, pilihlah topik tersebut untuk memulai blogging.

2. Bagaimana cara Anda menghasilkan uang dari blog?
Ini faktor kedua, yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan akhir dalam memilih topik blog. Apakah Anda berencana membuat dan menjual e-book setelah sukses blogging dalam 6 bulan ke depan? Apakah Anda berniat mengeluarkan produk fisik untuk dijual? Atau Anda hanya ingin menjalankan bisnis afiliasi? Atau mungkin Anda ingin ingin meraih pengiklan langsung di blog Anda?

Tentukan metode yang akan Anda gunakan untuk mendapatkan uang dari blog, kemudian tentukan niche mana yang memberikan peluang lebih besar untuk tujuan tersebut.

Sebagai contoh, jika Anda berniat menjual produk fisik, maka Anda dapat menulis tentang ‘kucing dan pembelian, stok dan alat bantu untuk kucing yang cacat’, misalnya.Jika Anda lebih memilih menggunakan periklanan model PPC, Anda bisa memilih untuk blogging dengan topik merk gadget tertentu. Jika ingin menjalankan afiliasi, maka Anda bisa memilih blogging tentang produk-produk online mereka.

Nah, jika Anda telah menyelesaikan tahap ini, maka selesai sudah 100% tahapan dalam memilih niche blog Anda. Jangan terlalu membuat proses ini menjadi sesuatu yang sulit. Kerja keras Anda nanti, pada gilirannya akan menentukan kesuksesan Anda dengan sendirinya.

Jika saat ini, Anda telah memiliki blog, dan terlanjur mempunyai beberapa artikel yang ‘tidak sukses’, buang saja. Ganti dan mulailah fokus dengan topik yang barusan Anda pilih. Atau pun mungkin saat ini Anda memiliki cukup banyak artikel ‘tidak sukses’, dan Anda ingin tetap mempertahankannya, itu tidak jadi masalah, Anda tetap bisa melanjutkannya dengan topik spesifik yang baru Anda tentukan tadi..

Kesimpulan akhir

Jangan memilih topik yang ‘mudah’ untuk ditulis setiap harinya, yang tidak ada tantangan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan. Karena, jika yang Anda sajikan sesuatu yang ‘terlalu mudah’, maka tidak ada nilai lebih yang diberikan kepada pembaca.

Saya pun tidak menulis panduan ini untuk mereka yang (maaf) ‘malas’ dan ingin kerja sedikit saja. Blogging sungguh membutuhkan kerja keras. Bahkan jujur saya katakan, mungkin blogging adalah pekerjaan paling berat, paling melelahkan dan paling banyak menyita waktu yang pernah saya jalani.

Rasa malas, dapat dengan cepat menghentikan Anda kapan saja.

Akhir kata, saya ingin mendengar pengalaman Anda semua tentang pokok bahasan tulisan ini. Atau mungkin Anda memiliki tips dan strategi yang lebih baik? Silakan berbagi melalui kolom komentar. Sukses untuk kita semua.

Update: Saya telah menulis lanjutan artikel ini, yaitu Strategi Jitu Membuat Konten Segera Setelah Memilih Niche

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

163 Komentar

  • Saya masih bingung di pemilihan penyempitan topik,gimna maksud nya itu.misal jika saya memilih topik tech,apakah saya harus memperkecil atau mempersempit lagi mengenai technology.saya butuh jawaban nya please jawab pertanyaan saya

  • wah..bener semua tuh..sy beberapa kali bikin blog..semuanya mati di tengah jalan..gara2 niche nya gak sesuai sm passion..skrg mau nyoba lg lebih fokus..

  • terimakasih bang admin artikel nya sangat dalam bagi saya sungguh membuat saya terharu hehe(bukan cerita sdih y). maksud saya memberikan banyak pelajaran buat saya karna setelah dipikir pikir blog saya terlalu acak acakan. gak jelas apa topik nya, tapi saya akan tetap mempertahan kan blog yang itu dan saya ingin memulai lagi membuat blog yang baru dengan petunjuk yang telah di beberkan bang admin portal uang.. terimakasih bang admin.. heee

  • Halo mas Gee… Berjumpa lagi dengan saya mas… Kebetulan saya datang membawa masalah. Tapi bukan kebetulan juga mas. Karena saya memang sengaja membawa masalah saya ke sini, untuk mendiskusikannya dengan mas Gee… 😀

    Jadi begini mas, saya punya masalah dengan CTR yang terbilang rendah dan juga CPC yang bisa dikatakan kecil. Untung saja saya tertolong dengan impresi yang cukup baik. Jadi ya masih ada yang ngeklik.

    Untuk CTR, saya rasa saya perlu melakukan eksperimen 4 minggu menaikan earning 2 kali lipat seperti yang sudah di tulis mas Gee. Tapi untuk yang CPC, sepertinya saya sudah tidak sabar untuk menanyakan sesuatu ke mas Gee…

    Saya mengamati kata-kata mas Gee seputar CPC, kurang lebih intinya adalah “CPC akan cenderung tinggi jika kita mengulas tentang hal-hal yang berbau produk”. Baik di artikel ini, maupun di artikel yang lain saya sempat merekam kata-kata tersebut.

    Jujur saya masih baru di dunia Adsense. Sejauh ini, saya hanya menulis tentang kegiatan sehari-hari. Yah, blog gado-gado yang isinya lebih banyak curhatan mas. Pengunjung lumayan banyak… Tapi rasanya masih perlu banyak optimisasi. Salah satunya tetang topik yang saya ulas. Mengenai hal-hal berbau produk, kira-kira contoh pembahasannya seperti apa ya mas?

    Pandangan saya masih buram… Apakah tentang review-review? Review gadget? Review produk kecantikan? Hmm… Hal-hal apa lagi ya yang berbau produk, ada pencarinya, dan mungkin punya iklan yang relevan…

    Mungkin mas Gee bisa sharing? Terimakasih mas. Salam Sukses!

      • Yah… Kok tidak dibales yah… Padahal komentar di artikel yang lain mendapatkan jawaban… 🙁

      • waduh.. maaf sekali bos Indra. tidak ada maksud untuk tidak membalasnya. Tapi memang saking banyaknya komentar yg masuk, terkadang ada saja yang terlewatkan, apalagi bila yg nulis sudah pernah atau punya akun PortalUang, jadi komentarnya langsung muncul, tidak dimoderasi. Jadi lah akhirnya terlewatkan.

        baiklah, saya coba jawab pertanyaannya.

        Tentang CPC, untuk lebih jelasnya, silakan coba buka KeywordPlanner -nya AdWords. Ketik beberapa keyword yang berhubungan dengan produk, seperti misal: mainan bayi, gadget terbaru, dan seterusnya. dan lihat berapa nilai CPC rata2 nya. Dari situ bos Indra bisa dapat gambaran besaran cpc.

        Selain itu, yg dimaksud dengan konten berbau produk adalah konten yang terkait (langsung maupun tidak langsung) dengan suatu produk. Isinya, ya bisa berupa review, pengalaman menggunakannya, tutorial, dan banyak lagi. COntoh seperti misalnya: cara merawat mainan bayi yang aman. meskipun isinya misal adalah pengalaman pribadi seorang ibu, tapi ia bisa dikatakan terkait dengan suatu produk. Itulah yg dimaksud konten berbau produk / layanan.

        Tapi ingat, bahwa sesungguhnya kita tidak bisa sepenuhnya mengakali nilai cpc, karena 90% nilai cpc ditentukan di sisi pengiklan, bukan di sisi kita sebagai publisher. Ingat pula bahwa Adsense memiliki berbagai sistem yg secara otomatis menentukan nilai CPC berbeda untuk website berbeda, yang biasa disebut dengan istilah smart pricing.

        Jadi kesimpulannya, utk urusan CPC, hanya sedikit yang bisa kita lakukan. Mak dari itu, fokus kita harus kepada trafik dan ctr.

  • jujur om, saya sangat menikmati artikel di atas. entah kenapa saya dengan mudah bisa menetukan niche untuk blog setelah membaca 50% dari artikel diatas.

    saya juga punya pengalaman buruk menjadi newbie, yang membuat banyak blog tapi tidak ada yang jadi.

    Saya yakin saya bisa menyusul gee jhon kejalan sukses. tapi entah kapan. Saya Akan PerJuangkan… Terima Kasih untuk pengalaman dan pengarahannya.

  • Wow !!!

    Sudah lama saya mencari “cara memilih topik blog”, tapi entah kenapa rasanya artikel ini begitu segar, jelas, mudah dipahami, dan kena banget lah bagi saya.
    Pokoknya artikel ini yang benar-benar mencerahkan saya.

    Terima kasih atas bimbingannya..
    Semoga makin sukses… 😉

      • Makasih om…
        Boleh minta saran atau petunjuk gak om?

        Menurut bos Gee Jhon apakah topik yang saya angkat tidak cocok untuk pemula seperti saya ?

        Trus apakah artikel yang saya tulis ini tidak berkualitas?

        Mohon bimbingannya master…

        Terima kasih sebelumnya 😀

  • Sangat termotivasi dengan kata-kata Anda “blogging adalah pekerjaan paling berat, paling melelahkan dan paling banyak menyita waktu yang pernah saya jalani”. Membuktikan bahwa menjadi blogger sejati sebenarnya tidaklah mudah. Terima kasih.

  • Saya sangat sepakat dengan kata2 : Blogging sungguh membutuhkan kerja keras. Bahkan jujur saya katakan, mungkin blogging adalah pekerjaan paling berat, paling melelahkan dan paling banyak menyita waktu yang pernah saya jalani.
    Rasa malas, dapat dengan cepat menghentikan Anda kapan saja.

    ngeblog memang butuh kerja keras, dan rasa malas cepat sekali merusak semuanya,

  • salam kenal pak gee jhon.

    Mungkin pengalaman dari pak gee yang membuat postingan ini berbobot.
    Sehingga saya merasa nyaman dan mendapat sebuah pelajaran ngeblog yang langsung bisa saya terapkan.

    Untuk infonya terimakasih pak gee

  • nah ini baru artikel yang berkualitas, kebanyakan blog hanya memberi pilihan niche yang ramai, tapi tidak menjelaskan bagaimana cara memilihnya. jujur saya suka artikel ini mas.

  • mas saya juga sudah pernah sebenernya pengen nyoba posting dan di bawahnya dikasih audio, tapi saya tidak tahu gimana masangnya hehehe. saya nyari” di google malah widget untuk lagu di blog. mau tanya gimana pasangnya, thx.

    • pasangnya gampang kok, tuk blogspot, bisa melalui archive.org. Buat akun, upload file-nya disana, dan ambil kode embed-nya. lalu pasang di blog.

  • adminnya begitu ramah..semoga berkah dan bermanfaat ilmunya..saya mau tanya hos blog ini apa ya apa blogger..saya senang dengan uang hehee

  • @sugiatto.
    ya, nama domain sgt penting, krn itu salah satu faktor penting dari sebuah blog yg tidak bisa dirubah seenaknya selamanya. 🙂

  • @sugiatto.
    itu sesuatu yg tidak baik mas, knp 1 artikel harus dipublish di banyak blog? itu jelas dianggap duplicate content, yg sangat tidak disukai oleh Google. Jadi menurut sy tidak boleh dilakukan.

    @black.
    mm…. justru itulah saya menulis artikel ini mas…. coba ikuti petunjuk di artikel ini dg seksama dan benar, sy yakin akan menemukan topik terbaik untuk Anda.

  • saya tu orang ya pemalas.. ngapain-ngpain ja kalau ga disuruh ga bakal mau jalan. tetapi kalau udah disuruh q jalanin dengan antusias.. q mau jalanin blog pertamaku tetapi gagal. q gak tau topik yang akan aku bahas. mohon pencerahanya.

  • terimah kasih mas gee:) sekarang mas saya memiliki 4 blog dari 1 email, kemudian saya memasukkan bebrapa artikel saya yang sama dalam 4 blog tersebut, apakah ada masalah nantinya mas? yang nulisnya tetap saya sendiri.

  • @jesica.
    sama2, salam sukses juga…

    @sugiatto.
    hmm…. sebaiknya tidak dilakukan. klo pun harus mengambil ide dari tulisan org lain, itu sah2 saja, adalah dg cara membacanya, memahaminya, lalu menuliskannya kembali dg bahasa kita sendiri. 🙂

  • terimakasih mas infonya sangat berguna, saya mau nnya lagi nh mas, terkadang untuk menulis artikel saya meng copy tulisan orang lain, tapi saya edit dulu sebelum dipublikasikankan, apakah ini jadi masalah mas?

  • akhirnya habis juga kebaca.. heheh
    yang menurutsaya intinya konsisten!
    konsisten berarti tidak mau tau tentang hal-hal lain
    seperti misalkan blog sya hanya akan terfokuskan pada soal puisi dan menulis menulis. Dan tentu bukan berarti agar kita menutup mata, untuk mau membaca tulisan-tulisan semacam ini.
    salam adsens bang.

  • @paul.
    ini adalah jebakan no.3 mas Paul… hehe.. ada banyak org mengira dg menulis (katakanlah) tentang mendapatkan uang dari internet, padahal ia sendiri masih berjuang dan blm berhasil mendapatkan uang dari internet, akan berhasil. Saya yakin tidak bisa mas Paul. karena pembaca akan segera tahu, siapa Anda sebenarnya.

    Sy katakan bahwa cukup dg gairah utk belajar adalah bagaimana kita bisa menerapkan sendiri, setelah berhasil, baru kita bisa 'bicara' kepada orang lain, ttg keberhasilan juga kegagalan yg kita alami. itu cara terbaik untuk blogging.

    pelajari affiliate marketing dg baik, terapkan terlebih dahulu, sampai mas paul benar2 mampu menghasilkan. hasil dari itu semua adalah hal yg sangat berharga untuk dibagikan kepada semua orang melalui blog. nah, itulah yg saya maksud….

    sukses selalu ….

  • Saya sudah baca pedoman ini bang gee..menarik sekali..terutama di penghalang2 itu..kok bisa pas dengan apa yang saya pikirkan selama ini ya??sepertinya memang saya harus berguru ke bang gee nih..hehehe..ada satu pertanyaan yang mendasar yang timbul di benak saya bang gee..dikatakan tadi bahwa cukup dengan memiliki gairah untuk belajar maka topik yang kita tidak suka pun bisa berhasil..contohnya saya tertarik dengan membuat blog tentang affiliate marketing, sementara saya belum berhasil menerapkannya..itu gimana ya?mohon pencerahannya..!thanks..

  • @sugiatto.
    sama2…. topik itu pun banyak yg mencarinya. jadi layak tuk terus dikelola.

    @website.
    maksudnya jelas, kita cari dan pelajari hal yg sedang ramai dibicarakan di forum-forum berkaitan dg topik kita. dari situlah kita bisa dapat inspirasi atau ide bagus dalam menentukan niche blog.

  • Alhamdulillah saya mulai memahami tentang membangun blog dari blog portal uang punya mas Gee,semoga saja saya bisa tambah memahami pelajaran tentang blogging yang bermutu,berhubung waktu sudah saatnya istirahat besok saya lanjutkan membaca artikel tentang blogging yang lain…