Menulis Konten

Cara Menulis Artikel Lebih Banyak, Waktu Lebih Sedikit, Hasil Luar Biasa

Biarkan saya mengawali tulisan ini dengan beberapa pertanyaan.

Apakah Anda selalu merasa tidak mampu menulis dengan baik?

Apakah Anda merasa frustasi setiap kali memulai membuat artikel?

Apakah Anda menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat sebuah tulisan berukuran ‘sedang’, dan tetap berakhir dengan rasa tidak puas terhadap tulisan Anda?

Sekarang, bagaimana kalau saya kasih tahu bahwa ada suatu cara untuk menulis artikel lebih banyak, dengan waktu lebih sedikit, dengan hasil maksimal yang membuat Anda puas?

Nah, inilah yang ingin saya sampaikan kali ini. Dulu, saya pun mengalami hal serupa seperti pertanyaan-pertanyaan di atas. Tapi sekarang tidak lagi. Dan saya pun yakin, jika Anda melakukan panduan dalam tulisan ini, Anda akan mampu keluar dari kesulitan Anda selama ini, persis seperti apa yang telah saya lalui.

Lalu, dimana letak permasalahannya, dan bagaimana cara saya mengatasinya?

Dari pengalaman, saya sekarang telah mengambil kesimpulan, bahwa menulis (writing) dan melakukan pengeditan (editing), adalah dua proses yang berbeda. Yang sayangnya seringkali dicampuradukkan, sehingga membuat produktivitas dan kreatifitas menjadi mandek, tidak mengalir yang akhirnya membuat kita kesulitan menghasilkan tulisan yang bagus.

Mari saya jelaskan lebih jauh.

cara menulis artikel hebat

Menulis ada sebuah proses kreatif. Dimana aliran ide-ide kreatif yang bermunculan di otak harus segera dituangkan dalam bentuk nyata. Jika tidak, maka akan segera lenyap, menguap, ditindih oleh berbagai ‘jutaan’ pemikiran lain. Dalam proses ini, otak kanan seyogyanya berperan aktif lebih dominan.

Editing, di lain pihak lebih memerlukan pedekatan pemikiran analisa logis. Ini adalah proses dimana Anda menganalisa tulisan Anda secara rasional, memperbaiki berbagai kesalahan yang ada (dan kesalahan itu pasti ada, seperti kesalahan ejaan, penggunaan kata yang tidak tepat, dan sabagainya) yang berasal proses kreatif tadi. Dalam proses ini, otak kiri lebih memegang peranan.

Jadi, jika kedua proses ini dilakukan pada saat bersamaan. Kedua belah otak akan terjadi konflik. Akhirnya Anda akan kehilangan fokus. Dan jika Anda kehilangan fokus, maka aliran kreatif akan berhenti, macet, mandek dan bubar!

Nah, inilah problem utamanya. Sekarang, mari kita lihat lebih jauh. Apakah Anda terdengar akrab dengan kebiasaan seperti di bawah ini:

  • Anda tidak bisa segera memulai untuk menulis. Anda cuma ‘memelototi’ layar komputer selama 15 menit atau lebih, merasa bosan, tidak bergairah, akhirnya Anda memutuskan menunda sementara untuk memulai menulis. Karena, merasa tidak ada ide apapun yang cukup menggerakkan Anda untuk segera menulis.
  • Anda kembali ke depan komputer, beberapa jam kemudian. Tapi? Keadaan tetap sama.
  • Anda merasa frustasi. Tapi di sisi lain, tetap berkeinginan untuk menulis. Anda merasa harus untuk segera menulis.
  • Akhirnya, Anda terpaksa memulai mengetik sederetan kalimat, dan setelah baru menghasilkan beberapa baris, Anda segera merasa gagal membuat artikel yang bagus.
  • Terakhir, Anda berusaha mengedit, memperbaiki kesalahan ketik, ejaan yang tidak tepat, mengganti susunan kalimat dan lain sebagainya.Pada akhirnya, Anda telah menghabiskan banyak waktu, berjam-jam lamanya untuk men

ghasilkan beberapa paragraf, mengedit banyak kesalahan, sementara Anda tetap ‘mengomel’ dalam hati karena tidak puas dengan hasilnya. Sangat menyedihkan bukan?

Lalu, bagaimana mengatasi ini semua? Inilah yang harus Anda dilakukan?

  • Pertama, buang jauh-jauh sikap perfeksionis Anda. Kesempurnaan, tidak langsung jadi. Yang Anda butuhkan adalah segera menulis, terus menulis, tuangkan terus ide Anda, jangan berhenti sampai otak Anda benar-benar kosong!
  • Setelah itu, edit seperlunya. Lalu, tekan tombol Publikasikan (publish).

Simpel. Sederhana sekali!

Apa yang saya lakukan adalah, benar-benar memisahkan antara proses menulis (writing) dengan proses pengeditan (editing), dan itu benar-benar bekerja luar biasa bagi saya. Inilah rahasia saya bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang saya sendiri puas ketika selesai membuatnya.

Jika saya simpulkan, inilah hal yang tidak boleh Anda lakukan ketika menulis:

  • Jangan memeriksa ejaan
  • Jangan mencari-cari kata yang tepat melalui kamus atau yang lainnya
  • Jangan menyusun kembali rangkaian kalimat
  • Jangan mencari data pendukung dari Wikipedia atau menggunakan search engine 
  • Jangan melihat dan membaca kembali apa yang Anda tulis

Dan inilah yang perlu Anda lakukan setelah selesai menulis:

Lakukan hal-hal di atas seperlunya. Periksa jika ada ejaan yang salah. Jika diperlukan cari kata dan artinya dari sumber lain. Lengkapi dengan link, data pendukung untuk memperkaya tulisan Anda. Baca dari awal sampai akhir sekali lagi, untuk memastikan semuanya telah tertuang dengan baik.

Inilah pengalaman bagaimana saya mampu menghasilkan tulisan lebih banyak, dengan waktu yang lebih sedikit, dan dengan hasil yang sangat memuaskan, paling tidak bagi saya sendiri.

Memisahkan proses menulis dengan proses mengedit, akan menghemat banyak waktu Anda. Membuat Anda menjadi penulis yang lebih baik dan Anda akan puas dengan hasil yang Anda hasilkan. Adakah yang lebih baik bagi seorang blogger dibanding itu?

Mulai sekarang, saran terbaik saya adalah:

Besok jika Anda duduk di depan komputer Anda untuk menulis, ingatlah untuk tidak memutus aliran kreatif ide-ide Anda sebelum Anda menyelesaikannya. Dan yakin, Anda akan merasakan pengalaman yang sama seperti yang saya alami.

Apakah Anda memiliki pengalaman lain? Silakan berbagi. Semoga bermanfaat.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

18 Komentar