Menulis Konten

5 Tips Meningkatkan Kualitas Artikel 10 Kali Lebih Baik

Melengkapi artikel-artikel sebelumnya tentang bagaimana menghasilkan tulisan yang berkualitas, yaitu: strategi jitu membuat konten berkualitas, cara membuat artikel yang berkualitas, serta cara menulis artikel abadi, kali ini ada 5 tambahan trik praktis dan sederhana, tapi telah terbukti dapat meningkatkan kualitas postingan secara nyata.

Inilah 5 trik meningkatkan kualitas artikel Anda:

(Jika Anda memiliki tambahan tips lainnya, tambahkan tips Anda di kolom komentar, akan sangat bermanfaat untuk kita semua)

1. Buang saja paragraf pertama

Lihatlah kembali beberapa postingan terbaru Anda. Bagaimana jika Anda hapus saja paragraf pertamanya? Apakah tidak kehilangan ‘ketajamannya’? Atau apakah justru semakin ‘tajam’ dan lebih mengena? Coba, seringkali saya merasa tulisan jauh lebih baik, justru dengan menghilangkan paragraf pertamanya!

Sudah menjadi kebiasaan banyak blogger (termasuk saya juga), membuat satu atau dua paragraf pembuka, untuk ‘pemanasan’, yang seringkali berisi hal-hal yang tidak terlalu penting.Pada banyak kasus, paragraf ini dapat dihilangkan sama sekali, dan membiarkan pembaca Anda langsung menuju poin penting artikel Anda. Dan ini adalah suatu hal yang baik.

2. Tulis ulang kalimat panjang dan ‘njlimet’

Pernahkah Anda, ketika membaca sebuah artikel harus berhenti berkali-kali bahkan harus mengulangi membacanya beberapa kali untuk memahami tujuan penulisnya? Ini benar-benar membuat ‘frustasi’.

Ketika Anda  mengedit tulisan, carilah kalimat yang terlalu panjang atau terlalu rumit, kemudian tulis ulang kalimat tersebut menjadi beberapa kalimat yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

3. Buat sub-judul yang seragam

Salah satu trik menghasilkan tulisan yang baik adalah menjaga sub judul menjadi seragam dan sesuai. Contohnya seperti pada artikel ini, saya menggunakan kata: ‘buat’, ‘buang’, ‘gunakan’, yang semuanya adalah berupa instruksi.

Selain itu tetap mempertahankan semua sub judul hanya terdiri dari 4 – 5 kata saja. Cara ini saya yakini dapat mempertajam sebuah tulisan dan lebih mudah dipahami. Hindari sub judul yang tidak seragam.

4. Gunakan ‘Anda’ lebih banyak dibandingkan ‘Saya’

Kecuali Anda adalah seorang selebritis ternama atau memiliki pembaca yang sangat loyal, pembaca blog Anda biasanya tidak begitu peduli terhadap diri Anda atau pengalaman Anda. Mereka hanya mencari informasi yang mereka cari.

Pastikan tulisan Anda fokus terhadap pembaca, menawarkan sesuatu yang bermanfaat. Nah, cara terbaik untuk tujuan ini adalah dengan mengurangi penggunaan kata ‘Saya’, dan menggunakan kata ‘Anda’ lebih sering.

Dalam hal ini, mungkin Anda harus menulis ulang sebuah paragraf atau beberapa kalimat untuk membuatnya lebih berpusat kepada ‘Anda’.Lebih lanjut tentang hal, baca: Alasan Anda Harus Menggunakan Kata ‘Saya’ dan ‘Anda’ di Dalam Artikel.

5. Cantumkan ajakan melakukan sesuatu

Lebih sering disebut sebagai ‘call to action’. Yaitu ajakan kepada pembaca untuk melakukan sesuatu setelah selesai membaca sebuah artikel, seperti untuk berkomentar, membagikan ke teman melalui media sosial, berlangganan RSS feed dan lain sebagainya.

Biasanya, ajakan ini ditempatkan di akhir tulisan, dimana biasanya pembaca berhenti sejenak sebelum melakukan sesuatu yang lainnya. Namun tentu saja, ajakan ini bisa Anda taruh dimana saja (apakah Anda melihat ajakan di awal-awal artikel ini?).

Silakan berkreativitas dimana menempatkannya lebih baik pada masing-masing artikel.

Lebih lanjut tentang hal ini, baca: Call to Action: Membuat Artikel Lebih ‘Menggigit’.

Sekarang giliran Anda. Ada tambahan tips lainnya? Semoga bermanfaat.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

4 Komentar

  • @ayu.
    ya itu memang sudah seharusnya, hehe… tulisan singkat padat, to the point seringkali lebih mengena dibandingkan tulisan yg panjang, kosong dan bertele-tele.

  • Menarik tipsnya mas, memang si umumnya diparagraf pertama rata2 cuma pembuka 🙂 tapi sy selalu usahakan ga terlalu panjang dan mengandung kata2 yang sy ambil dari judul

  • Sebelumnya terima kasih telah berkunjung dan memberi komentar Mas Daniel. Y mmang sih paragraf pembuka bisa menambah jml kata, tapi kembali, jmlah kata yg banyak pun tdk akan berdampak bagus jika terlalu bertele-tele. =D

    Tuk poin ke-4, y betul kt berbagi pengalaman, apa pun yg kita tulis, bukankah adalah pengalaman kita sendiri? Masalahnya jika terlalu 'egosentris' (terlalu banyak menggunakan kata 'saya') akan terkesan tidak baik karena mgkin pembaca merasa diabaikan. Kesimpulan akhir, ttp pengalaman adl guru yg terbaik.

  • yang poin no 1 ane lakukan buat nambah jumlah katanya gan, ane selalu pasang Gambar di Bawah Paragraf utama yang tujuan supaya pengunjung gak baca Paragraf Basa-basi ane.

    kalau Point 4, udah cirikhas. saya selalu memberikan pengalaman saya di artikel, supaya pengunjung bisa belajar dari kesalahan atau keberhasilan yang saya alami.

    Bagus nie artikel nya. 😀

%d blogger menyukai ini: