Desain Blog

Saya Meninggalkan Blog Anda: Ini Alasannya!

Beberapa hari yang lalu, saya menemukan sebuah blog, isinya menarik perhatian saya. Artikelnya belum berapa banyak, namun bukan itu masalahnya. Tapi saya ‘frustasi’ dengan blog ini.

Setelah melihat-lihat, tidak sampai 8 detik, saya segera tekan tombol ‘close’. Saya tinggalkan blog tersebut.

Dari situ saya akhirnya berpikir mengenai hal-hal yang tidak saya suka ketika mengunjungi sebuah blog. Hasilnya saya sampaikan melalui tulisan kali ini.

Dan inilah beberapa hal yang membuat saya tidak betah berlama-lama mengunjungi sebuah blog (maaf banget ya? Anggap saja blog itu milik Anda, hehehe….!):

1. Saya tidak menemukan konten Anda

alasan saya meninggalkan dan menutup satu blogSeperti saya ceritakan diatas, sebenarnya kontennya cukup menarik dan saya ingin membaca lebih banyak artikel disana. Tapi sayangnya saya tidak menemukannya.

  • Tidak ada recent post
  • Tidak ada kategori
  • Tidak ada arsip
  • Tidak ada daftar isi

Tidak ada apapun, selain posting terakhir di homepage!

Sisi kanan dan kiri sesak dijejali dengan gadget sosial media, iklan yang mencolok, dan beberapa link acak yang tidak memberi informasi berguna.

Jika saya mau mecarinya, mungkin ada recent post atau kategori atau daftar isi yang entah ‘terkubur’ dimana, tapi sayangnya saya sudah keburu frustasi. Saya klik tanda ‘X’ di sebelah kanan tab browser.

2. Saya tidak suka sesuatu yang ‘melayang’

Saya berpikir, ini blog apa video game?!

Anda memasang kotak berlangganan yang muncul di tengah-tengah (lebih parah kalau mengikuti kursor mouse saya). Tulisan di belakang jadi tidak bisa dibaca, kecuali kotak itu ditutup.

Tapi ternyata, wah… tidak ada tombol ‘close’ di kotak tersebut.

Hmm… ok, ok. Saya mengerti sekarang.

Anda ‘mewajibkan’ saya untuk mengisi alamat email supaya kotak itu tertutup, baru saya bisa membaca konten Anda. Ya ya. Saya mengerti.

Dan, dadah…..! Goodbye!

3. Saya berpikir Anda seorang yang ‘rakus’

Ini berhubungan dengan usaha Anda mendapatkan uang dari blog. Bisa dengan menjual sesuatu (afiliasi?) atau pun menampilkan iklan dari pihak ketiga.

Saya akui, saya juga memasang iklan di blog ini, tapi saya tetap berusaha menonjolkan konten ke hadapan pembaca, dan sama sekali tidak berminat menjual sesuatu dari blog ini.

Tidak ada yang salah berusaha mendapatkan uang dari blog, tapi tidak berarti kita harus memenuhi setiap ruang dengan banner iklan. Tidak harus setiap artikel berisi link afiliasi. Tentu saja semua orang memiliki strateginya sendiri-sendiri dan memang Anda harus melakukan strategi yang menurut Anda terbaik.

Saya hanya ingin menyampaikan satu hal: Anda harus memikirkan dengan rasio atau perbandingan antara iklan dengan konten. Antara artikel ‘bermanfaat’ dengan artikel yang hanya sekedar menjual.

Adalah menarik, begitu banyak orang bertanya kepada saya tentang: bagaimana cara terbaik mendapatkan uang dari blog, bagaimana cara membangun backlink, bagaimana cara mengelola adsense. Tapi jarang sekali ada yang menanyakan bagaimana cara membangun: KREDIBILITAS!

Kali ini saya sampaikan untuk kesekian kalinya, tanpa itu Anda tidak akan bisa menjual apapun di blog Anda. Rupanya masih sangat banyak blogger yang bermental: saya bangun blog, mereka datang. Saya pasang iklan mereka klik. Saya jual link, mereka beli.

No!

Itu baru bisa terjadi jika Anda:

  • Kredibel
  • Mendapatkan kepercayaan
  • Konsisten dan benar-benar berkeinginan berbagi manfaat kepada orang lain

Dan, jika saya menemukan seolah-olah konten blog Anda adalah iklan dan link penjualan, maka saya segera menekan tombol backspace!

4. Anda menulis paragraf panja……….ang sekali

Saya memang suka membaca. Tapi saya tidak mau dipusingkan dengan rentetan kalimat terlalu panjang. Belum sempat saya baca, begitu melihat, waduh ini paragraf panjang benar, biasanya saya langsung menutup halaman tersebut. ‘Ngeri!’

Ingat selalu, pembaca senang membaca sekilas dan secara cepat untuk mencari bagian-bagian pokok atau potongan informasi yang mereka cari. Usahakan tidak menulis satu paragraf lebih dari 10 baris kalimat. Saya sendiri selalu berusaha untuk membuat setiap paragraf hanya berisi 3 – 6 baris kalimat saja.

5. Saya dibuat ‘pusing’ untuk berkomentar

Begitu selesai saya membaca sebuah artikel, saya ingin berkomentar. Tapi saya harus login dulu ke akun facebook saya untuk bisa berkomentar. Ah… kebetulan saya sudah seminggu ini lagi malas membuka facebook.

Bagaimana kalau saya tidak punya akun blogger? Tidak punya OpenID? Tidak punya akaun WordPress? Kenapa tidak ada pilihan cukup mengisi nama dan alamat url?

Ok, akhirnya saya login dulu ke akun blogger karena saya ingin sekali memberi komentar. Tapi, ups…. captcha! Saya benci captcha! Saya harus pelototin tulisan buram kecil-kecil hanya untuk berkomentar. Ya sudah, saya tutup. Saya buka teruskan blogwalking ke blog lain.

Saya menemukan hal ini lebih banyak di blog tentang blogging untuk mencegah komentar spam dan komentar miring dari orang ‘tidak dikenal’ (anonymous) dengan mematikan pilihan nama/url. Sebaliknya, Anda hanya mengijinkan mereka yang memiliki profile akun tertentu untuk bisa berkomentar.

Saya mengerti, Anda ingin mencegah spam. Tapi janganlah terlalu membuat sulit orang lain untuk ikut berinteraksi dengan Anda.

Ingin lebih dalam berinteraksi dengan pembaca Anda, permudah orang lain berkomentar.

Itulah 5 hal yang tidak saya sukai dari sebuah blog, yang membuat saya tidak betah dan meninggalkan blog Anda. Cuma itu yang terpikirkan.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Hal apa yang membuat Anda meninggalkan sebuah blog?

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

19 Komentar