Menulis Konten

Call to Action: Membuat Artikel Lebih ‘Menggigit’

Apa itu call to action? Seberapa penting menambahkannya di setiap artikel yang kita buat?

Call to action, jika diterjemahkan bisa berarti ‘seruan tindakan’.

Ini adalah istilah dalam dunia tulis-menulis, yang secara sederhana yaitu berarti: meminta atau mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu.

Selama ini mungkin Anda telah banyak menulis artikel hebat, namun jika tidak disertai call to action, maka tidak akan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.

Di sini lah pentingnya seruan tindakan ini. Ingat, begitu selesai membaca sebuah artikel, pembaca memiliki begitu banyak pilihan: bisa membuka halaman lain, mengklik sebuah link, memberi komentar, dan lain sebagainya, bahkan mungkin meninggalkan blog Anda!

Jika Anda tidak mengarahkan apa yang mesti dilakukan oleh pembaca, maka kemungkinan besar (dalam kebingungannya) pembaca akan segera meninggalkan blog Anda. Sekali lagi, itulah pentingnya call to action.

memperbaiki artikel dengan call to action

Seruan tindakan ini bisa berupa:

  • Berlangganan artikel Anda
  • Membeli ebook / produk
  • Membagikan artikel ke sosial media
  • Berkomentar

atau ajakan lainnya, apapun, yang sekiranya bermanfaat untuk Anda dan atau untuk pembaca.

Call to action harus jelas dan spesifik

Jangan menganggap hanya dengan menaruh suatu link, pembaca sudah mendapatkan pesan: “untuk mendapatkan informasi lebih jauh, klik disini!”

Tidak. Anda harus menyampaikannya dengan jelas dan spesifik. Tulislah. Begitupun jika Anda ingin mendapatkan komentar, beri alasan atau pertanyaan yang spesifik untuk mereka pikiran.

Dimana menempatkan call to action?

1. Di bagian penutup artikel

Ini tempat yang paling umum dan efektif untuk menempatkan seruan tindakan. Anda membantu mempermudah pembaca, apa yang harus dilakukan selanjutnya setelah mereka selesai membaca.

Seperti yang sudah saya singgung di atas, setelah selesai membaca sebuah artikel, ada banyak pilihan bagi mereka. Tugas Anda menuntun pembaca untuk membantu mereka mendapatkan yang terbaik.

Contoh kalimat call to action yang umum dan bagus:

  • Bagaimana pendapat Anda tentang [topik] ini? Berikan pendapat melalui komentar.
  • Jika Anda menikmati artikel ini, bagikan ke teman Anda dengan mengklik tombol share di sebelah kiri.
  • Untuk mendapatkan informasi lebih tuntas, klik [link ke halaman lain].
  • Bookmark halaman ini, untuk referensi Anda di masa yang akan datang.

(Anda memiliki kalimat call to action favorit? Bagikan melalui komentar!)

2. Di sepanjang artikel

Bisa di awal atau di tengah-tengah, seperti dalam artikel saya kali ini (Anda telah menemukan call to action yang saya maksud?)

Teknik ini cukup bagus, karena membuat pembaca telah memikirkan tindakan sejak pertama kali membaca artikel. Sehingga begitu selesai membaca, mereka sudah tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Contoh:

  • Untuk tulisan berupa list. Mari kita lihat lebih jauh tentang 10 poin di bawah ini (Anda bisa menambahkan sendiri melalui komentar).
  • Merekomendasikan artikel lain. Jika belum, silakan Anda baca [link ke halaman lain] untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

Nah, sekarang giliran Anda. Lihatlah kembali goal atau target blog Anda yang belum tercapai (seperti meningkatkan langgan melalui email, atau jumlah komentar yang masuk), dan bantu mencapainya dengan menulis call to action yang baik pada setiap posting Anda berikutnya. Semoga bermanfaat.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar