Menulis Konten

4 Hal Ini Membuat Anda Menjadi Penulis yang Lebih Baik dari Hari Kemarin!

Jika Anda menerapkan apa yang saya sampaikan kali ini, saya berani menjamin Anda akan menjadi seorang penulis yang lebih baik dari hari kemarin!

Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan pembaca, adalah bagian terpenting dari kesuksesan suatu blog. Tidak terkecuali dengan blog Anda. Dan hal ini merupakan salah satu bagian yang acap diabaikan oleh para blogger. Saya harap tidak dengan Anda.

Jangan menganggap enteng ‘kekuatan’ kata-kata yang Anda tulis, juga gaya penyajian Anda. Keduanya memberi dampak besar terhadap seberapa sukses Anda membangun blog, apapun tujuannya. Jika tujuannya adalah mendapatkan penghasilan dari blog, tentu akan berpengaruh terhadap seberapa banyak uang yang Anda hasilkan.

Seperti yang saya janjikan di kalimat pembuka, untuk menjadi penulis yang lebih baik dari hari kemarin, Anda hanya perlu melakukan 4 hal di bawah ini:

1. Gunakan kalimat aktif

Sebelum saya menyadari hal ini, saya seringkali menggunakan kalimat negatif. Saya suka sekali menulis kalimat panjang dan banyak memakai kata sambung yang tidak perlu. Hal ini membuat tulisan saya cukup sulit untuk diikuti.

Tapi seiring pengalaman dan terus berlatih, ternyata penggunaan kalimat aktif sangat berdampak terhadap apresiasi pembaca terhadap tulisan-tulisan saya. Dan hal yang sama juga saya rasakan ketika membaca tulisan orang lain. Ada perbedaan besar antara tuturan bernada aktif dan tuturan bernada pasif.

Apa yang dimaksud dengan kalimat aktif?

Mari kembali sejenak pada masa-masa belajar di sekolah dulu. Kalimat aktif secara sederhana berarti subyek melakukan tindakan berupa kata kerja. Contohnya seperti:

Gee Jhon membuat artikel bagus di blognya.

Sedangkan kalimat pasif adalah dimana subyek menerima tindakan dari kata kerja. Contohnya:

Artikel bagus dibuat oleh Gee Jhon di blognya.

Dua kalimat di atas, tampaknya tidak jauh berbeda. Namun, jika Anda terlalu sering menggunakan kalimat pasif, maka tulisan Anda akan lebih sulit untuk dibaca dan diikuti. Kalimat pasif memerlukan lebih banyak kata, serta cenderung membuat pembaca menjadi bingung.

Satu lagi, kalimat aktif akan lebih mudah diterima, dicerna dan diikuti oleh pembaca dibandingkan dengan kalimat negatif.

Mari saya kasih contoh:

Janganlah menulis kalimat yang panjang, bertele-tele dan bernada negatif.

Bandingkan:

Tulislah kalimat singkat, tajam, bernada positif.

Manakah kalimat yang lebih mengena? Mana kalimat yang lebih mudah dicerna dan mudah diikuti?

Hematlah ketukan jari-jari Anda pada tuts keyboard. Jaga tulisan Anda tetap simpel. Ingatlah selalu, gunakan kalimat aktif sebanyak yang Anda bisa, sekaligus menghindari kalimat negatif sebisa mungkin.

2. Buatlah artikel yang bisa dibaca cepat, bukan untuk dibaca kata per kata

Jika Anda meyakini bahwa artikel Anda akan dibaca orang kata demi kata dari awal sampai akhir, agaknya Anda akan kecewa.

Mungkin ada satu dua paragraf penting yang mereka baca dengan teliti kata demi kata, tapi lebih banyak bagian tulisan Anda akan dilewati oleh pembaca. Mereka hanya akan menggali informasi yang dicari, dan melewati bagian yang berupa basa-basi.

Inilah mengapa Anda harus menulis dengan singkat, padat. Jaga paragraf tidak lebih dari 4 baris kalimat. Itu jauh lebih ‘ringan’ di mata pembaca.

Tidak ada yang lebih ‘menakutkan’ bagi pengunjung blog, dibanding disuguhi paragraf dengan 15 baris kalimat, yang terlihat panjang tak berkesudahan. Paragraf panjang membuat mata menjadi lelah, dan membuat mereka frustasi dan akhirnya meninggalkan blog Anda.

3. Semua, bukan tentang Anda!

Ini salah satu kesalahan yang sering saya temukan, yang membuat tulisan menjadi tumpul. Anda terlalu banyak bercerita tentang diri sendiri:

“Selamat datang di blog saya. Ini adalah blog pertama saya, dan saat ini sudah berhasil memperoleh 500 pengunjung per hari. Saya telah dan akan berusaha keras agar terus bisa menghadirkan informasi yang berguna sekaligus menjaganya tetap menyenangkan untuk dibaca.

Tujuan saya membuat blog ini adalah, sedari awal ingin mendapatkan penghasilan, sehingga saya bisa menjadi bos bagi diri sendiri. Dalam sehari semalam saya menghabiskan hampir 18 jam setiap hari untuk mengelola blog ini. Saya berharap beberapa bulan ke depan… bla… bla… bla…..”

Maaf jika saya kurang sopan: Emangnya Gue Pikirin!

Orang-orang tidak akan perduli terhadap Anda, sampai Anda sampaikan apa yang blog Anda akan berikan untuk mereka. Mereka mencari melalui Google, adalah untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, bukan biografi Anda! Sekali mereka akhirnya menemukan blog Anda, beri apa yang mereka inginkan.

Ketika orang mengunjungi sebuah blog yang pertama kali mereka kunjungi, rentang perhatian mereka sangat lah pendek dan pointer mouse mereka tidak jauh-jauh dari tombol Back. Jika mereka tidak mendapatkan kesan yang baik, dalam beberapa detik saja mereka akan meninggalkan blog Anda.

Beri perhatian lebih pada home page blog Anda, itu adalah tempat dimana Anda harus memberi tahu dengan jelas apa yang dapat Anda berikan kepada pengunjung. Mengapa blog Anda berbeda dari 10 juta blog lainnya. Mengapa blog Anda cukup layak sebagai penukar waktu mereka yang berharga.

Ingat kembali pada poin ke-2 di atas. Orang hanya membaca sebagian kecil saja dari seluruh bagian blog Anda. Dan masalah terbesar dalam hal ini adalah karena Anda tidak mau belajar serta memahami apa yang diinginkan oleh pembaca setia Anda.

Memang, sebagai blogger, adalah juga penting untuk memberitahu kepada pengunjung: siapa Anda, apa latar belakang Anda, apa keahlian yang Anda miliki, serta informasi tentang diri Anda lainnya. Namun, jika Anda ingin menceritakan diri Anda sendiri, cukuplah melalui halaman ‘About Me’ atau halaman ‘Tentang Penulis’, bukan di dalam konten posting blog.

4. Gunakan gaya percakapan dan santai

Pada saat orang berkunjung ke blog saya, saya ingin mereka merasa bahwa tengah bercakap-cakap dengan saya secara langsung, dalam satu ruangan.

Banyak sekali blog yang terasa ‘dingin’, terasa jauh, dan membiarkan pengunjungnya tidak bersambung rasa. Mereka kehilangan sentuhan pribadi dan seolah penulis hanya sedang berbicara kepada pengunjung, bukan tengah berbicara dengan mereka.

Buatlah tulisan yang berorientasi kepada pembaca. Gunakan kalimat yang personal. Pakailah kata ‘Anda’ jauh lebih banyak dari kata ‘Saya’. Menulislah dengan gaya seolah Anda sedang bertutur langsung dengan pembaca.

Ini juga menjadi salah satu alasan, mengapa saya sangat menyarankan agar Anda memilih topik blog yang benar-benar Anda sukai. Karena jika tidak, akan sulit bagi Anda untuk dapat ‘berbicara’ secara hangat dan penuh antusias dengan pembaca blog Anda.

Ketika Anda menguasi topik, Anda akan lebih santai, Anda akan menjadi blogger yang lebih percaya diri dan akhirnya, sentuhan pribadi Anda akan mengalir dengan sendirinya, memberi nyawa ke dalam setiap artikel yang Anda buat.

Nah, itulah 4 tips terbaik yang dapat saya berikan kepada Anda. Mulailah menjadi penulis yang lebih baik sejak hari ini! Sejak Anda memahami ke-4 prinsip dasar di atas.

Jika Anda memiliki tips lainnya, jangan sungkan untuk berbagi melalui komentar. Semoga bermanfaat, sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

4 Komentar