Menulis Konten

5 Tips Utama Menjadi Blogger Produktif

Ada begitu banyak rintangan (saya lebih suka menyebutnya: ‘tantangan’), dalam perjalanan menjadi blogger sukses.

Satu kali mungkin Anda merasa tidak mampu ‘mengeluarkan’ sesuatu yang ingin Anda tulis. Saat lainnya, mungkin Anda berjuang mengatasi kebuntuan menulis artikel. Anda mungkin mengalami begitu banyak ‘gangguan’ pada saat melakukan riset, dan sebagainya, dan sebagainya.

Sudahkah Anda membuat perencanaan tentang apa yang ingin Anda tulis agar proses menulis menjadi lebih mudah? Apakah Anda memiliki jadwal dan goal dalam setiap tulisan Anda?

Di bawah ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda menghadapi tantangan sepanjang perjalanan menjadi blogger yang lebih produktif.

1. Menulis

Pernahkah Anda membuka aplikasi blogging, membuat halaman baru, lalu hanya bisa memandangi layar putih kosong tanpa tahu harus menulis apa?

Dulu saya sering mengalaminya. Dan saat itu yang bisa saya lakukan adalah menutup kembali halaman kosong tersebut, lalu mulai surfing kesana kemari dengan tujuan mencari ide. Sayangnya, ide tidak juga didapat, sedangkan tak terasa sudah lebih dari 2 jam saya tidak menghasilkan apa-apa.

Hal itu terulang lagi esok harinya, esoknya lagi dan esoknya lagi. Itulah yang sering disebut oleh banyak penulis sebagai ‘sindrom halaman kosong’. Dimana Anda tidak mampu menuliskan satu kalimat pun, dan hanya bisa menatap nanar pada halaman kosong, tanpa tahu harus menulis apa, dan mulai dari mana.

Inilah salah satu yang paling banyak mengganggu produktivitas seorang blogger.

Menulis akan menjadi jauh lebih mudah ketika Anda tahu apa yang akan Anda tulis, Anda memiliki ide dan tahu harus memulai dari mana. Memulai itulah seringkali menjadi hal yang sulit.

Jadi, bagaimana Anda mesti memulai?

Mungkin ini terdengar sedikit aneh, tapi percayalah, cara paling mudah untuk bisa mulai menulis di saat sulit adalah: ‘mulailah menulis!’

Buatlah halaman baru, lalu mulailah menulis. Tulis apa saja yang terlintas di benak Anda. Arahkan kepada topik yang ingin Anda tulis jika Anda bisa, tapi itu tidak harus. Teruskan saja menulis.

Ide utamanya disini, adalah Anda masuk ke dalam proses berpikir. Segera setelah beberapa kalimat Anda tuangkan, akan muncul satu ide yang kuat. Ide itu kemudian akan berkembang, meluas, dan menjadi sebuah artikel atau tulisan pendek yang kemudian perlu Anda tuliskan.

Teknik ini disebut ‘menulis bebas’, dan telah digunakan selama bertahun-tahun oleh banyak penulis untuk mengatasi kebuntuan dalam produktivitas mereka.

Jangan mengedit

Prinsipnya adalah, di saat menulis, Anda harus mengabaikan segala kesalahan ketik, tata bahasa dan sebagainya. Biarkan ide mengalir tanpa diganggu oleh hal-hal macam itu. Tidak pula dirisaukan tentang struktur atau urutan informasi, kalimat yang Anda buat.

Saat ini yang perlu Anda lakukan cuma satu: menulis. Setelah selesai kemudian Anda boleh mengeditnya.

Lebih jauh tentang hal ini, saya pernah mengulasnya secara luas dalam: Cara Menulis Artikel Lebih Banyak, Waktu Lebih Sedikit, Hasil Luar Biasa.

Simpan baik-baik

Maksudnya adalah, pada saat Anda menulis bebas, Anda menuangkan apa pun yang terlintas dalam benak. Mungkin Anda menuliskan sepotong ide. Mungkin juga Anda menulis sesuatu yang menurut Anda sendiri tidak terlalu ‘penting’. Sesuatu yang menggelikan mungkin. Sesuatu yang Anda pikir sama sekali tidak berguna. Tidak jadi masalah.

Jangan dibuang. Simpan semua itu. Di lain waktu Anda membuka dan membacanya kembali, dan seringkali dari sana akan memicu ide lain, yang sangat bagus. Bisakah dikembangkan lebih lanjut? Bisakah saya menulis kebalikannya?

Simpanan tulisan bebas Anda itu, ibaratnya adalah ‘harta terpendam’ yang menunggu untuk dipoles, lalu tiba-tiba Anda mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dari sana.

2. Hindari gangguan

Gangguan yang berasal dari luar, barangkali adalah hal berikutnya yang dapat membunuh produktivitas sebagai seorang blogger. Khususnya ketika Anda tengah mencari-cari informasi, melakukan riset, surfing kesana-kemari, namun akhirnya melenceng kemana-mana yang membuat Anda lupa untuk segera menulis.

Jauhi media sosial

Facebook, Twitter, Google+ dan sosial media lainnya, tentu adalah tempat bagus untuk membangun hubungan dengan yang lain, dan itu adalah hal penting bagi seorang blogger.

Anda dapat bertemu dengan sesama blogger. Anda dapat menemukan klien, jika Anda seorang penulis freelancer. Atau pun Anda dapat sekedar mencari hiburan kecil bercuap-cuap dengan teman-teman internet Anda. Tapi, jika saatnya Anda menulis, Anda harus menjauh dari segala media sosial tersebut.

Saya sendiri, rasanya hanya menemukan satu manfaat dari sosial media dalam hubungannya dengan proses menulis, yaitu: tempat bertanya!

Ya, betul. Saya sering mendapat ide tulisan, dengan bertanya langsung kepada orang-orang disana. Jadi, jika mau Anda boleh mencobanya. Namun tetap saja, ketika Anda telah dalam kondisi siap menulis, Anda mesti menutup semuanya.

Matikan notifikasi email

Prinsipnya sama dengan media sosial di atas. Untuk meminimalisir gangguan di saat Anda menulis, matikan email Anda.

Sebaiknya Anda memiliki jadwal teratur kapan memeriksa kotak masuk email Anda. Lebih jauh, silakan baca: Tips mengelola email, meskipun dalam tulisan tersebut lebih saya tujukan untuk seorang freelancer, tapi prinsip yang sama dapat diterapkan untuk kebutuhan apapun.

Tempat

Anda harus memilih tempat untuk menulis dimana terdapat gangguan-gangguan seminimal mungkin. Jangan menulis di ruang keluarga, di saat anggota keluarga lain sedang menonton televisi misalnya. Jangan menulis di cafe, kecuali memang Anda nyaman dan tidak terganggu dengan suara dan keramaian di sekeliling Anda.

Intinya, temukan dan tentukan tempat paling nyaman, paling sedikit gangguan yang akan Anda gunakan untuk menulis. Itu akan sangat membantu meningkatkan produktivitas Anda dalam menghasilkan karya.

3. Perencanaan

Yang saya maksud disini adalah perencanaan dalam membuat tulisan. Sekali Anda memiliki ide, maka saat itulah Anda perlu membuat rencana tulisan. Anda perlu meluangkan beberapa menit untuk mendapatkan kerangka tulisan dan apa yang akan dilakukan.

Kerangka, dalam hal ini, tidaklah harus mengikuti aturan-aturan yang kaku. Konsep membuat kerangka sebelum menulis, sebenarnya adalah membagi tulisan yang akan dibuat menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang memudahkan untuk ditulis.

Ambil sebagai contoh, misalnya Anda ingin menulis artikel dengan kurang lebih sepanjang 2000 kata, tentang tips meraih sukses kehidupan, mungkin Anda bisa memulai dengan membuat 5 topik tips utama yang ingin Anda tuangkan. Kemudian, Anda menuliskan masing-masing topik dan topik lebih spesifik atau detil untuk masing-masing topik utama tersebut.

Nah, alih-alih Anda menulis artikel sepanjang 2000 kata, sekarang Anda hanya menulis 100 kata pembukaan, 100 kata kesimpulan, dan 5 artikel pendek yang kurang dari 400 kata untuk setiap topiknya.

Bukankah ini lebih mudah?

Jangan dibuat rumit

Ketika saya katakan Anda mesti membuat rencana tulisan, mungkin akan terdengar sedikit rumit, sebenarnya sama sekali tidak. Jangan dibuat sulit, buatlah tetap sesimpel mungkin. Anda hanya butuh beberapa menit untuk melakukannya. Tapi, ini akan sangat membantu Anda lebih mudah dalam menulis.

Ingatlah, seperti yang telah saya sampaikan di awal tadi, bahwa menemukan ide merupakan bagian tersulit dari seluruh proses menulis. Rencana atau kerangka hanyalah menyediakan, merangkai, beberapa topik pendukung yang akan membuat proses menjadi jauh lebih mudah, karena Anda telah memiliki gambaran seperti apa artikel Anda pada akhirnya nanti.

Dan, tidak perlu khawatir jika Anda tidak mencapai jumlah kata yang Anda inginkan. Kadang kita bisa menambahkan sub-topik dengan banyak detil, tapi juga kadang tidak. Itu adalah variasi dalam tulisan, dan sama sekali tidak perlu Anda khawatirkan.

Dalam hal panjang tulisan, saya pernah menulisnya dalam: Seberapa Panjang Artikel Blog Terbaik? Silakan baca untuk lebih memahaminya.

4. Tentukan jadwal

Blogging adalah sebuah pekerjaan, sama seperti pekerjaan-pekerjaan lainnya. Anda perlu menentukan tenggat waktu (deadline), namun kapan dan jam berapa Anda kerja, serta berapa jam Anda tetapkan, sepenuhnya terserah Anda.

Jika Anda mau menjadi seorang blogger yang produktif, maka Anda harus membuat jadwal kerja. Pilihlah waktu terbaik untuk menulis, dan jangan biarkan apapun dapat mengganggu Anda selama itu. Berlakulah seperti halnya Anda tengah bekerja seperti biasa. Apakah bos Anda akan senang ketika melihat Anda menonton TV saat jam kerja?

Ya. Anda sendiri adalah bosnya! Anda bebas menentukan waktu, tapi tetap, Anda harus memiliki jadwal kerja.

Apakah Anda tipe ‘kelelawar’, yang lebih suka bekerja di malam hari? Apakah Anda memilih bangun jam 2 dini hari sampai jam 6 pagi untuk menulis? Apakah Anda lebih menyukai menulis begitu bangun tidur di pagi hari?

Terserah. Atur yang terbaik bagi Anda. Yang penting sekali Anda menentukan kapan saatnya menulis, Anda setia mengikuti jadwal itu. Buatlah itu sebuah rutinitas. Produktivitas Anda, pasti akan meningkat.

5. Tentukan goal

Goal sama pentingnya dengan jadwal dan tenggat waktu. Jadwal menentukan kapan saatnya Anda harus bekerja. Sedangkan goal, memberi tahu Anda seberapa banyak yang dihasilkan dalam kurun waktu yang tersedia.

Apakah Anda menetapkan target 5 artikel sepanjang 1500 kata per minggu? 6 artikel? 10 artikel? Itulah goal! Itulah target dan tujuan yang ingin Anda kejar. Tentukan goal Anda, dan wujudkan.

Namun demikian, Anda tidak perlu mempersulit diri sendiri. Fleksibel adalah kuncinya. Jika Anda menemukan bahwa Anda tidak mampu menghasilkan 6 artikel per minggu, ada baiknya Anda meninjau ulang goal atau target sebelumnya. Perbaiki. Sesuaikan. Setelah itu konsisten mengejar target tersebut.

Kesimpulan

Tulis saja, hindari gangguan, buat rencana, tetapkan jadwal dan target (goal). Itulah 5 cara membuat Anda lebih produktif dalam menulis.

Blogging adalah bagaimana menghasilkan tulisan yang berkualitas secara konsisten. Itulah produk Anda. Itulah yang akan membuat Anda menghasilkan sesuatu dari blog. Jadi, menjaga agar tetap produktif, adalah salah satu keharusan bagi saya, bagi Anda, karena kita adalah seorang blogger!

Saya tahu, mungkin tidak semua tips di atas bekerja baik bagi Anda. Tidak ada dua orang blogger yang persis sama. Jadi, tentukan sendiri mana yang terbaik untuk diri Anda sendiri, dan konsisten dengan apa yang telah Anda tetapkan.

Jangan sungkan untuk berbagi pendapat dan pengalaman Anda sendiri dalam topik ini. Saya senang bisa mendengarnya.. Tulislah dalam komentar.

Terakhir, jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, saya sangat berterima kasih jika Anda men-share-nya melalui G+ atau Facebook kepada yang lain. Sukses selalu.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

7 Komentar

  • @tessa.
    saya kira sudah cukup jelas, yaitu menghindari gangguan konsentrasi dalam proses menulis. Coba Anda bayangkan pada saat menulis, baru saja menulis beberapa kalimat, lalu masuk notifikasi Anda menerima pesan baru, misalnya. Bukankah itu menggangu sekali?

    jadi sebaiknya, saat menulis, minimalkan gangguan dari luar, salah satunya adalah dg menjauhi sos med. Setelah selesai menulis, baru kita masuk kembali, 🙂

  • @nanang.
    sebelumnya terima kasih atas apresiasi terhadap tulisan2 saya. hehe…
    Saya mulai ngeblog sejak krg lebih 2 tahun lalu. Sedangkan blog PortalUang ini sendiri baru berjalan sekitar 7 bulan.

    Berapa lama dpt uang dr blog? Waktu awal saya butuh waktu 6 bulan tuk dapat $100 pertama dari blog. hehe… tidak terlalu bagus, bukan? Tapi itu sudah cukup membuat saya yakin kalau saya bisa menghasilkan uang dari blog. Saya harap juga begitu tuk semua yang berkunjung dan membaca PortalUang. Sukses selalu buat Anda…

  • Senang membaca karya Anda mas,. kalu boleh tahu sudah berapa Mas Gee Jhon menekuni dunia bloging ? dan berapa lama waktu yang di butuhkan mendapatkan uang dari kegiatan ngeblog,. terima kasih
    saya sangat senang apabila anda mau menjawabnya,. 🙂

%d blogger menyukai ini: