Menulis Konten

Kerangka Acuan Jenis Konten Blog, Mana yang Membawa Sukses?

Blog dikenal di internet sebagai diari pribadi, dimana orang-orang mempublikasikan kegiatan mereka sehari-hari, pengalaman  dan pendapat pribadi tentang satu peristiwa yang terjadi.

Namun itu dulu. Kini blog mengalami perkembangan yang sangat luas. Saat ini lebih banyak blog yang sejak awal dibuat, sudah dimaksudkan untuk menyajikan informasi atau pun layanan berdasarkan topik atau niche tertentu. Inilah yang pada akhirnya membuat batasan antara blog dengan situs web tradisional menjadi semakin kabur.

Banyak orang, terutama mereka yang berniat membangun satu blog, bertanya-tanya: apakah blog personal (berupa catatan pribadi), masih memungkinkan mencapai sukses?

Jawabannya, bisa ya, bisa tidak! Tergantung dari goal Anda, serta definisi sukses itu sendiri menurut Anda.

Jika tujuan Anda cukup sederhana, yaitu hanya berbagi pengalaman pribadi serta memiliki ruang virtual, dimana teman, kerabat dan keluarga Anda bisa terus terhubung dan mengetahui perkembangan yang terjadi dengan diri Anda, maka blog pribadi tentu sangat bisa dianggap sukses.

Namun di sisi lain, jika tujuannya adalah mempromosikan ide, memasarkan bisnis atau mendapatkan uang dari blog, maka Anda harus memilih satu topik yang spesifik untuk sukses.

Idealnya, Anda mesti memiliki pengalaman, pengetahuan serta kecintaan terhadap topik tersebut, sehingga Anda mampu menyajikan informasi yang bermanfaat dan bernilai bagi pembaca.

Nah, kali ini saya mencoba mengurai sedikit tentang jenis konten blog berdasarkan nilai dan batas waktu.

Mari kita lihat bagan di bawah:

jenis konten blog yang sukses

Bagan di atas saya buat untuk menggambarkan 4 kombinasi memungkinkan dari jenis konten blog. Garis vertikal membagi konten blog menjadi 2 jenis, yaitu konten yang bernilai dan yang tidak.

Satu hal perlu diingat, nilai yang saya maksud disini adalah sesuatu yang ‘bernilai’ untuk sejumlah besar audiens atau pembaca. Catatan pribadi atau puisi, misalnya, tentu saja memiliki nilai untuk kalangan tertentu yang amat terbatas (teman misalnya), namun segmen tersebut amatlah kecil untuk dipertimbangkan.

Garis horizontal, membagi konten blog menjadi 2 jenis, yaitu konten yang terikat waktu (seperti berita atau peristiwa terkini), dan konten yang tak lekang waktu.

Di bawah saya, coba menjelaskan satu per satu kombinasi dari keempat jenis konten blog tersebut:

1. Konten bernilai, tak terikat waktu

Jenis konten pertama, adalah konten yang bernilai serta tidak terikat oleh waktu. Artinya artikel tersebut, tetap bermanfaat dan bernilai, hari ini, besok, bulan depan, bahkan mungkin bertahun-tahun kemudian.

Blog dalam kategori ini, biasanya memberi saran, cara melakukan sesuatu, tutorial atau menjelaskan sesuatu tentang satu topik tertentu. Atau sebagai alternatif, kategori ini juga mungkin menyajikan ‘hiburan’ atau membentuk komunitas di satu topik tertentu.

Inilah jenis konten blog terbaik, yang paling memungkinkan untuk bisa mencapai sukses besar.

2. Konten bernilai, tapi terikat waktu

Jenis blog ini berhasil menyajikan informasi yang bernilai kepada pembaca, tapi manfaat dari informasi tersebut terbatas untuk rentang waktu tertentu saja.

Blog ini biasanya diupdate beberapa hari sekali. Isinya bervariasi mulai berupa berita umum, politik, berita teknologi terkini, atau seputar gosip selebriti.

3. Konten tidak bernilai, tak terikat waktu

Jenis konten ketiga, adalah blog yang berisi ‘ocehan’ pribadi, puisi, narasi dan sejenisnya. Seperti telah saya singgung di atas, blog kategori ini memang memiliki nilai untuk orang-orang tertentu, tapi segmen tersebut sangatlah kecil untuk mendatangkan trafik yang tinggi.

Perlu juga saya sampaikan, bahwa beberapa blogger mampu mencapai sukses luar biasa dengan blog berbagi pengalaman pribadi, namun biasanya mereka tetap fokus terhadap nilai manfaat untuk pembaca.

Jadi, meskipun mereka terlihat seperti sedang bercerita tentang diri mereka sendiri, namun tetap ada ‘pesan’ atau ‘nilai’ pelajaran yang disampaikan kepada pembaca, bukan semata melulu sebuah cerita. Tidak dipungkiri, cerita pengalaman pribadi, juga seringkali banyak memberi manfaat pelajaran bagi orang lain.

4. Konten tidak bernilai, terikat waktu

Ini jenis terakhir, berupa catatan pribadi klasik, yang menyajikan aktivitas sehari-sehari dari pemilik blog. Orang-orang terkenal dan selebritis, mungkin bisa sukses membangun blog model ini, tapi itu tidaklah berlaku untuk semua orang.

Kesimpulan

Sekarang Anda memiliki gambaran lebih jelas mengenai jenis-jenis konten blog. Kini, semua tergantung Anda.

Jika Anda berniat ‘menjual’ ide, mempromosikan bisnis, atau bertujuan menghasilkan uang dengan menyajikan informasi, maka Anda seharusnya memilih 2 jenis konten yang pertama.

Bagaimana menurut Anda? Salam sukses untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

16 Komentar