Menulis Konten

Panduan Terbaik Menulis Lebih Tajam dan Lebih Baik

Satu ide hebat, tapi ditulis dengan cara yang buruk, adalah kesia-siaan. Sebaliknya, satu ide yang kelihatannya biasa-biasa saja, tapi ditulis dengan baik, tajam dan lugas, akan lebih mendapat perhatian dari pembaca.

Meskipun, Anda cukup ‘nyaman’ dengan kebiasaan dan gaya menulis Anda saat ini, Anda bahkan akan menjadi lebih baik lagi dengan menerapkan kebiasaan menulis yang baik.

Salah satu kebiasaan menulis yang baik tersebut, adalah berusaha selalu menghasilkan tulisan yang jelas, lugas, ringkas dan tajam.

Di bawah ini saya sampaikan beberapa hal yang akan membantu Anda menjadi penulis yang lebih baik. Dengan menyampaikan ini, bukan berarti tulisan-tulisan saya adalah contoh terbaik dari apa yang saya sampaikan. Merubah gaya menulis, bukan perkara mudah, dan lebih merupakan usaha terus-menerus.

Nah, inilah 5 hal yang telah berusaha keras menjadikannya panduan dan kebiasaan setiap kali saya menulis:

1. Buang keraguan

Menulis adalah tentang membagikan ide Anda kepada pembaca. Jika Anda sendiri tidak pasti apa yang disampaikan, maka pembaca akan enggan membacanya.

Contoh kalimat yang mengandung keraguan:

Saya pikir, Anda sebaiknya melaksanakan rencana itu.

Kalimat yang lebih tajam:

Saya yakin, Anda harus melaksanakan rencana itu. atau,

Anda harus melaksanakan rencana itu. atau,

Laksanakan rencana itu!

Lihatlah, keraguan tidak diperlukan. Ingat, Anda sedang menyampaikan pendapat Anda, jadi mengapa mesti ragu?

Ketika Anda mengatakan dengan yakin Anda akan melakukannya, maka saya akan ikut melakukannya. Saya lebih suka mengikuti saran Anda, jika Anda yakin dan menyampaikannya dengan gamblang.

Kata ‘saya pikir’ di depan kalimat, menimbulkan keraguan, dan mengurangi efektivitas kalimat tersebut.

Inilah beberapa kata yang dapat menimbulkan keraguan, yang harus Anda hindari:

Saya kira; menurut saya; sebaiknya; biasanya; dan beberapa kata lain yang semakna.

2. Gunakan kata kerja yang ‘jelas’

Kata kerja lah yang membuat kalimat menjadi hidup. Karena itu memilih kata kerja yang tepat akan membuat kalimat menjadi lebih hidup lagi.

Hampir selalu, terdapat banyak kata kerja yang lebih kuat untuk menggantikan suatu kata kerja yang lebih umum. Yaitu kata kerja yang mampu menjelaskan dengan gamblang apa yang Anda maksud.

Mari lihat contoh berikut:

Pembaca blognya meningkat.

Kata kerja ‘meningkat’ pada kalimat di atas, adalah kata kerja yang bersifat umum. Bandingkan:

Pembaca blognya bertambah dua kali lipat.

Contoh lainnya:

Usahanya memberi hasil berlipat.

Bandingkan:

Usahanya menghasilkan lebih dari 10 juta per minggu.

Mana yang lebih lugas menyampaikan ide kepada pembaca?

Setiap kali Anda menulis, alih-alih menggunakan kata kerja yang umum, carilah kata kerja yang lebih spesifik.

3. Fokus pada ‘siapa yang melakukan’ bukan pada ‘apa yang dilakukan’

Ini salah satu praktek terbaik dalam menulis. Mudahnya adalah, Anda harus lebih banyak menggunakan kalimat aktif, dimana fokus pada subyek, atau orang yang melakukan.

Kalimat pasif, dapat diibaratkan seperti kita menonton film yang diputar terbalik. Anda melihat orang mati ditembak lebih dulu, kemudian mengikuti peluru yang kembali ke senapan, lalu kepada penembaknya. Karenanya, kalimat pasif membutuhkan jumlah kata lebih banyak, dan tidak menyajikan ide secara tegas dan gamblang.

Anda fokus pada siapa yang melakukan, kemudian tuntun pembaca kepada hal hebat yang ia lakukan.

Di bawah saya berikan contoh kalimat pasif:

Pendapatnya mendapatkan perhatian dari banyak blogger.

Kalimat aktif:

Banyak blogger memperhatikan pendapatnya.

Anda lihat. Dengan menggunakan kalimat aktif, kita dapat memberi ide dengan lebih jelas, dan menggunakan kata lebih sedikit.

Selain itu, pada kalimat pertama, pikiran Anda tidak jelas tentang apa yang terjadi, sampai Anda membaca seluruh kalimatnya. Sedangkan pada kalimat kedua, Anda melihat dan mengikuti dari sudut pandang ‘yang melakukan’ dan mencapai kesimpulan lebih jernih dengan urutan yang alami.

4. Gunakan kata yang lebih ringkas

Ketika Anda punya pilihan kata atau frasa yang cukup panjang, carilah alternatif atau sinonimnya yang lebih pendek.

Contoh:

Dia menjadikan keadaan bertambah buruk dengan tindakannya.

Bandingkan:

Dia memperburuk keadaan dengan tindakannya.

Frasa ‘menjadikan keadaan bertambah buruk’ dapat diganti dengan satu kata saja yaitu: ‘memperburuk’. Idenya adalah, gunakan kata yang lebih kuat, dibandingkan menggunakan serangkaian beberapa kata yang panjang.

5. Tulislah kalimat ringkas

Tidak ada yang lebih buruk lagi dalam sebuah tulisan, dibandingkan membumbuinya dengan kata atau frasa yang tidak diperlukan, tidak tepat, serta cenderung berlebihan, yang diletakkan di sana-sini sepanjang tulisan tersebut. (Huhh….!)

Anda dapat mengekspresikan ide menggunakan kata lebih sedikit dibandingkan yang biasa Anda lakukan, dan menyajikan ide dengan ketajaman yang diinginkan.

Kata-kata seperti: ‘adalah, yang, dalam, untuk, dengan, sepertinya, nyatanya, begitulah’ dan kata-kata lain yang lebih ditujukan sebagai ‘pemanis’, seringkali tidak dibutuhkan dan Anda dapat membuangnya sama sekali.

Mari kita ambil contoh kalimat pembuka pada poin ini:

Tidak ada yang lebih buruk lagi dalam sebuah tulisan, dibandingkan membumbuinya dengan kata atau frasa yang tidak diperlukan, tidak tepat, serta cenderung berlebihan, yang diletakkan di sana-sini sepanjang tulisan tersebut.

Sebuah kalimat yang membosankan. Bandingkan:

Kata-kata tambahan tidak penting akan menurunkan kualitas tulisan.

Mana yang lebih jelas, tajam dan langsung ke sasaran?

Ingat, mencoba menulis lebih baik adalah satu usaha berkesinambungan dan terus-menerus, guna merubah gaya dan kebiasaan menulis kita. Selama ini kita menulis tanpa ada pemikiran apapun pada proses menulis itu sendiri, sehingga wajar saja jika akan membutuhkan waktu dalam merubah kebiasaan tersebut.

5 hal di atas, jika dipraktekkan terus-menerus, akan menjadikan kebiasaan dan gaya menulis Anda menjadi lebih baik, dan suatu saat Anda akan sehebat mereka, para penulis yang selama ini Anda kagumi!

Bagaimana pendapat Anda?

Seberapa peduli Anda terhadap proses menulis Anda selama ini? Apakah Anda merasa telah mampu menyajikan ide Anda dengan tajam, lugas, ringkas?

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

6 Komentar

  • Sedikit tapi lebih berisi, selama ini para blogger mengisi artikelnya dengan gaya bahasa yg salah karena tuntutan jumlah kata (terjebak praktik SEO yg keliru). Thanks mas, bermanfaat sekali.

  • @afrid.
    ya betul, ya kan belajar di sekolah itu kan tuk cari ilmu agar dapat dimanfaatkan dalam kegiataan sehari2, nah salah satunya adalah penggunaan kalimat aktif itu, 🙂

    @yana.
    setuju dengan pendapatmu Yana… terima kasih telah berkunjung.

  • Betul bos, penulisan kata yang efektif dan efisien dalam penulisan blog akan sangat bermanfaat untuk kehidupan blog Kita. Ingat tulisan blog Kita bisa mempengaruhi audiens pembaca kita mau dibawa kemana tergantung dari post artikel yang kita dibuat untuk artikel blog Kita ini.