Blogging Dasar

Cara Mengatasi Rasa Malu (Sebagai Blogger), dan Menjadi Lebih Produktif

Apakah Anda, dalam berbagai hal, termasuk blogger pemalu?

Jika ya, dengan berat hati saya harus menyampaikan bahwa Anda akan gagal sebagai blogger.

Blogging adalah hal bagaimana kita bersosialisasi.

Seorang yang menganggap dirinya sendiri tidak memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik, tidak akan pernah bisa menjadi blogger, apalagi seorang blogger yang baik dan sukses.

Jika Anda tidak yakin, apakah Anda termasuk blogger pemalu atau bukan, atau belum memahami apa yang saya maksud, inilah beberapa petunjuk bagi Anda:

Anda berpikir seratus kali sebelum menulis sebuah kalimat. Anda menghapus seluruh paragraf, hanya karena menganggap itu membuat Anda tampak buruk. Anda takut untuk mengatakan sesuatu yang ‘tampak bodoh’, dan …. Anda terlalu malu untuk bersinggungan langsung dengan pembaca.

Jika Anda kerap menggelengkan kepala dalam perasaan ‘ngeri’ pada saat menuangkan pendapat Anda, berarti Anda, sayang sekali, adalah seorang blogger pemalu.

Adakah jalan keluar?

Tentu, jalan keluar selalu ada. Jika saat ini, Anda merasa termasuk seorang blogger pemalu, jangan dulu berkecil hati. Rasa malu dapat dengan mudah diatasi, sekali Anda mengenali dan memahami alasan yang tidak masuk akal, mengapa Anda merasa malu terhadap sesuatu, yang sebenarnya sama sekali Anda tidak perlu untuk itu.

Rasa malu tak beralasan, dibentuk oleh rasa takut, keraguan diri, serta kurangnya percaya diri. Seorang pemalu (bahkan di dunia nyata), seringkali ‘takut’ berbaur dengan orang ramai, mengunci diri di dalam kamar, serta berusaha menonjolkan ‘kekuatannya’ untuk menutupi kelemahannya di mata orang lain.

Semua itu adalah rasa takut yang sama sekali tidak beralasan, dan dapat diatasi dengan sedikit usaha, jika Anda mau.

Nah, inilah beberapa tips yang dapat saya sampaikan untuk mengatasi rasa malu dalam blogging khususnya, dan pada kehidupan nyata pada umumnya.

Buang ‘pribadi’ palsu Anda

Jika Anda seorang blogger pemalu, biasanya Anda akan menciptakan satu kepribadian palsu untuk mewakili diri Anda sesungguhnya.

Nah, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah: bunuh pribadi palsu tersebut. Ini adalah blog Anda, dan pembaca ingin mendengar pendapat Anda, ingin berhubungan dengan Anda, bukan dengan pribadi palsu yang Anda ciptakan!

Jika Anda berpikir, bahwa Anda dapat bersembunyi di balik ‘pribadi palsu’ yang Anda buat, maka Anda salah. Orang-orang cukup cerdas untuk mengenali bahwa Anda sedang tidak berkata jujur dan menutup-nutupi jati diri.

Anda hanyalah seorang blogger. Anda tidak cukup baik berperan sebagai aktor!

Sampaikan perasaan terdalam Anda

Apakah Anda takut ketinggian? Apakah Anda takut kegelapan? Katakan kepada dunia apa adanya, jangan pernah berusaha menunjukkan ‘keberanian’ yang dibuat-buat.

Jika ini bisa menghibur Anda: ketahuilah bahwa ada banyak orang lain di luar sana yang juga takut terhadap ketinggian.

Pada saat Anda menyampaikan perasaan terdalam Anda, serta apa-apa yang Anda anggap sebagai ‘rahasia’, Anda akan terkejut mendapati begitu banyak pembaca membagikan pemikiran Anda, mereka yang memiliki pengalaman serta emosi yang sama.

Anda, bukanlah satu-satunya orang yang pernah mengalami, atau memiliki hal-hal ‘memalukan’ di dunia ini. So, mengapa mesti malu mengungkap apa adanya?

Apakah Anda takut sama ulet bulu? (saya bisa lari tunggang-langgang jika melihatnya, hemmm….)

Rubah rasa malu Anda menjadi hal yang menyenangkan

Agar lebih jelas, mari saya berikan satu contoh: Pada saat Anda menulis sebuah posting, Anda teringat akan satu anekdot memalukan tentang seseorang yang terperosok di sebuah selokan tepi jalan yang ramai, karena tidak mampu melepas pandangan mata, dari seorang gadis menggoda yang melintas di seberang jalan.

Seketika, adrenalin Anda mengalir karena rasa malu akan kekonyolan tersebut, lalu Anda berusaha membuat versi palsu dari anekdot tersebut. Anda mengatakan kepada pembaca bahwa Anda menyaksikan seorang teman jatuh terjerembab ke dalam selokan, dan seterusnya, dan seterusnya.

Cukup bagus bukan? Tapi, sekarang Anda mulai dihantui rasa bersalah kepada pembaca, karena ketidakjujuran kepada mereka.

Nah, mengapa Anda tidak menyelipkan satu petunjuk kecil, sehingga pembaca pada akhirnya bisa meraba-raba bahwa Anda sendiri lah yang mengalami ‘kekonyolan’ itu?

Mengapa Anda tidak membiarkan adrenalin Anda terpacu dan berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan? Ya menyenangkan! Karena Anda menyaksikan pembaca tertawa lepas atas ‘kepolosan’ Anda.

Bicaralah blak-blakan

Satu cara untuk mengatasi rasa malu sebagai blogger, adalah dengan memberanikan diri untuk mengatakan ‘A’ jika memang Anda ingin mengatakan ‘A’.

Jika Anda tidak menyukai ‘PortalUang’, katakan demikian. Jadilah seorang yang kritis. Jangan takut menghadapi tantangan dari sesuatu yang menurut Anda memang salah.

Orang-orang tidak akan menertawai Anda. Mereka tidak pula akan mencemooh Anda. Jika pun itu terjadi, mengapa diambil pusing selama yakin bahwa Anda benar?

Bukankah itu satu kesempatan bagus untuk menertawakan ‘orang-orang bodoh’ yang menertawakan Anda?

Tidak ada satu alasan pun, Anda harus malu untuk menyampaikan keyakinan dan pendapat Anda yang sebenarnya. Anda mempunyai hak penuh untuk memiliki keyakinan dan kebenaran sendiri, sama seperti semua orang lainnya.

Jangan terlalu merisaukan penampilan

Salah satu masalah dari orang-orang pemalu, adalah mereka terlalu merisaukan kepribadian dan penampilan mereka sendiri.

Jangan pernah menulis sebuah posting, lalu Anda berusaha melihatnya dari sudut pandang orang lain, kemudian berusaha mengeditnya agar lebih sesuai dengan pendapat orang kebanyakan, serta terlihat ‘sebagus mungkin’ di mata orang lain.

Nyatanya, tidak ada satu patokan pasti terhadap sesuatu itu baik atau buruk. Orang-orang akan memberi penilaian berbeda berdasarkan pemahaman mereka masing-masing. Oleh karena itu, inilah saatnya Anda menjadi diri sendiri, dibandingkan harus berpura-pura tampil sebagai orang lain.

Kesimpulannya adalah: bukanlah sesuatu yang baik terlalu merisaukan pendapat orang lain terhadap Anda.

Jadilah seorang blogger yang percaya diri. Karena rasa malu adalah sesuatu yang kontraproduktif, dan dapat menghambat Anda menjadi seorang blogger sukses.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah termasuk seorang blogger pemalu? Bagikan pendapat dan pengalaman Anda (ingat, jangan malu-malu, hehe…) melalui komentar di bawah.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

21 Komentar

  • Dulu saya juga begitu mas, tiap mau nulis mikirnya lama bener
    udah ditulis apus lagi πŸ™‚ tapi lama2 si cuek aja namanya juga blogger pemula wajar kalau tulisannya biasa2 aja malah bikin bingung pembaca yang penting tulisan sendiri bukan hasil comot dari blog lain πŸ™‚

  • Terkadang malu utk menceritakan secara terbuka hal-hal spontan yang melintas di benak, hingga proses mengetik sebuah artikel jadi memakan waktu yang lama. Membuat sebuah kalimat saja dipikir-pikir sampai berlebihan, kwatir pembaca berpendapat ini dan itu. πŸ˜‰
    Artikel ini sangat bermanfaat untuk memupuk rasa percaya diri dalam menulis, mkasih sudah berbagi.

  • Bener banget mas, saya juga sering begitu menjelaskan menurut orang yang dihadapi. dan kalau mereka berminat dan tertarik untuk mencoba baru saya jelasin dari a sampai z.

    Terimakasih mas sudah memberikan masukannya.

  • @mus.
    ya… pokoknya: maju tak gentar lah, hehe..

    mengenai menjawab pertanyaan dr orang mengenai ngeblog, memang agak susah juga ya… tp klo saya menjawab sesuai dg orang yg dihadapi. Biasanya, saya lebih menjawab begini:

    "kerjanya apa mas?"
    "saya kerja sebagai penulis, saya tulis artikel di internet"

    jika mereka tertarik dan terus bertanya, baru saya jelaskan ttg blogging. jika tidak , y sudah. selesai..

    tp emang sulit jg tuk menjelaskan blogging dari A – Z, maka dari itu saya pernah menulis artikel ini:

    http://portal-uang.blogspot.com/2013/12/fakta-blogging-yang-aneh.html

    silakan baca klo belum. saya jamin pasti tersenyum.. πŸ™‚

  • Bener banget mas, seorang blogger itu memang harus berani, berani bertanya, berani memperkenalkan diri, berani ambil resiko, dan berani lainnya. hehee.
    Oya mas, saya mau tanya sesuatu. Begini mas, saya bingung ngejelasin bila ada yang tanya masalah pekerjaan saya. Kawan saya tanya Kamu kerja dimana? Kamu kerja apa? Kalau jawab blogger banyak yang tidak tau apa itu blogger, karena banyak kawan saya tidak tau apa itu blog dan lainnya. Jadi apakah saya harus menjelaskan dari a sampai z mas? Atau jawaban apa yang pas saya jawab mas? Maaf pertanyaannya agak tidak sesuai dengan topik.

  • Nice anime gan, kunjungi juga eifox.net – Cara Mendapatkan Uang Dollar Dari Trafik Blog Dengan PopAds

  • @myGod.
    ya ya ya… malu adalah perhiasanan. Tapi saya disini berbicara tentang 'rasa malu' sebagai blogger dalam mengungkapkan ide dan pendapatan, bukan 'rasa malu' secara umum yang memang sudah seharusnya kita 'merasa malu!'

%d blogger menyukai ini: