Monetisasi Blog

Apakah Benar-benar Harus Menulis Topik yang Anda Sukai untuk Menghasilkan Uang dari Blog?

Ada satu ‘ujar-ujar’ yang amat terkenal di kalangan blogger, atau mereka yang bekerja mencari uang online.

Saya yakin, Anda pun pasti pernah mendengar sebelumnya. Inilah ujar-ujar itu:

‘Bila Anda ingin menghasilkan uang online, Anda harus memilih topik yang Anda sukai dan bergairah di dalamnya. Anda harus ‘mencintainya’, atau Anda akan gagal.’

Saya setuju terhadap hal ini: 1000%! Saat ini saya memiliki beberapa blog, semuanya dengan topik yang saya cintai.

Namun, setelah sekian lama menjalani blogging, akhirnya saya mulai mempertanyakan nasihat utama para blogger ini.

Membuat website atau blog dengan topik Anda cintai, tidak diragukan lagi, adalah strategi yang amat bagus, dan itu telah terbukti berhasil untuk banyak orang. Namun, saya meragukan bahwa itu adalah satu-satunya cara, atau pun merupakan satu-satunya strategi terbaik.

Satu kelemahan yang saya lihat dari pernyataan itu adalah kenyataan:

Jika niche atau topik yang Anda cintai itu, merupakan topik yang kurang atau tidak profitable (menguntungkan), maka sepertinya akan sangat sulit untuk sukses menghasilkan banyak uang dari internet.

Mari ambil contoh, misalnya Anda sangat menyukai kopi. Haruskah Anda menulis tentang kopi guna menghasilkan uang online?

Ya, Anda bisa saja berhasil membangun situs yang amat populer tentang kopi, namun jika Anda memutuskan memilih topik lain yang lebih menguntungkan, dengan kerja keras dan usaha yang sama, Anda akan meraih penghasilan yang jauh lebih besar.

Satu alasan paling kuat bagi mereka yang memegang teguh, bahwa ‘Anda harus menulis topik yang benar-benar Anda cintai’, adalah karena jika Anda memilih satu topik hanya semata-mata karena topik tersebut menguntungkan, maka Anda akan kehilangan motivasi di tengah jalan.

Di sisi lain, jika Anda menulis topik yang Anda cintai, maka Anda akan mampu terus menghadirkan konten secara konsisten, bahkan setelah bertahun-tahun Anda jalani.

Ini benar. Benar sebagian, tapi tidak seluruhnya benar!

Kenapa? Karena beberapa orang dapat termotivasi, semata karena gairah dan keinginan kuat untuk menghasilkan uang atau mencapai sukses.

Dengan kata lain, jika mereka memulai membuat blog atau website dengan niche yang menguntungkan, lalu mendapatkan bahwa usahanya berhasil mendatangkan uang, maka mereka bisa sangat termotivasi, tidak peduli apapun topiknya.

Jika perlu, mereka akan melakukan riset, belajar lebih banyak tentang topik tersebut, agar terus mencapai yang lebih besar lagi.

Tapi memang, ini tidak terjadi pada setiap orang. Oleh karena itu, seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, tentang cara memilih topik terbaik untuk blog, saya menekankan bahwa Anda cukup memilih gairah untuk belajar.

Jadi, dimana posisi saya terhadap masalah ini?

Saya kira, kedua strategi itu bekerja sama baiknya. Memilih satu topik yang Anda memiliki gairah dan Anda mencintainya, pastinya adalah strategi yang sangat bagus.

Namun, memilih topik yang menguntungkan meski tidak Anda sukai, tetap akan memberikan hasil akhir yang sama hebatnya, jika Anda bersedia menggali dan terus belajar.

Gairah untuk belajar, menurut saya itu adalah kuncinya. Bukan gairah terhadap topiknya itu sendiri.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda memiliki pandangan lain dalam hal ini? Saya tunggu sharingnya melalui komentar.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

13 Komentar

  • Saya sejalan dengan bang Gee, “Jika niche atau topik yang Anda cintai itu, merupakan topik yang kurang atau tidak profitable (menguntungkan), maka sepertinya akan sangat sulit untuk sukses menghasilkan banyak uang dari internet.” Lebih baik milih niche yang rame, sekalian kita belajar disitu..

  • saya setuju mas. karena menurut saya, memiliki passion dengan berbisnis diinternet itu awal yang baik, dimana memilih niche yang menguntungkan meskipun kita tidak ahli didalamnya tapi kalau mau belajar dengan sungguh-sungguh. insya allah akan berhasil, ya yang namanya bisnis harus pandai mencari. dan tergantung dari niat awal ngeblog, kalau mau memonitise, ya niche suka tidak suka yag penting profitable sekaligus banyak belajar untuk niche tersebut. dan belajarnya sesuai arahan mas GEE JHON 🙂 terim kasih mas

  • Maaf min , saya lagi belajar cara membangun Blog tapi sudah 2 bulan masih bingung saja tentang topiknya , selama 2 bulan saya udah membuat 5 blog lebih dengan niche yang berbeda, karena terlalu banyak bertanya saran dan kritikan dari teman yang sudah berpengalaman . terus disini saya mau bertanya jika saya membuat konten yang memang tidak saya suka tetapi banyak di cari orang apa bagus mas ? tolong saranya. saya sangat frustasi dan bingung tolong di balas komenya ya 🙂 trimakasih 🙂

  • Saya pikir kedua argumen diatas sama-sama benar. Satu memberikan manfaat kepada penulisnya dalam hal ketahanan terus menekuni aktifitas blogging, dan kedua, memberikan hasil income yang maksimal. So, kenapa tidak dipadukan saja keduanya, membuat dua niche dalam satu blog, satu yang kita suka, satu lagi niche yang profitable.

  • @ahmad.
    hmm…… ya sedikit masuk akal juga. meskipun awalnya tidak suka, tapi karena menghasilkan akhirnya jadi suka juga. Ya… logis sih..

    tapi, masalah, dalam banyak hal, jika kita tidak suka, sulit untuk bisa menghasilkan. Dengan kata lain, jika ingin menghasilkan, harus suka dulu 🙂

  • the mother of passion is growth…kata pak heppy trenggono..itu artinya jika apa yang kita lakukan itu ternyata menghasilkan maka kita bisa menyukai apa yang kita lakukan itu

  • mas kalo misalna blog kita bertemakan ttg keseharian seorang istri. ya mulai dari cerita masak-masak, kehamilan, baby, make up, apa itu terlalu luas? apa topiknya perlu dipersempit lagi?

  • @afrid.
    oke2 saja sih sebenarnya, tapi topik gado agak sulit untuk cepat berkembang… tetap sebaiknya memilih topik tertentu.

    @ade.
    apakah sudah diapprove?

%d blogger menyukai ini: