Menulis Konten

5 Kesalahan Umum Ide Blogging dan Cara Memperbaikinya

Ide adalah dasar pondasi dari kesuksesan dalam blogging. Betapapun Anda bagus dalam menulis, berpromosi dan menguasai segala sisi teknis dalam blogging, Anda tidak mencapai sukses besar sampai Anda memiliki ‘ide’ untuk disampaikan kepada pembaca.

Seringkali seorang blogger menganggap bahwa ide hanya berkaitan dengan posting blog. Tentu, itu salah satu hal penting, namun sesungguhnya ‘ide’ mestinya mencakup hal lain, misalnya menulis ebook atau produk digital dan layanan lainnya di blog Anda.

Jangan takut mengembangkan ide yang ada di kepala, tidak ada ide yang ‘terlalu gila’ untuk diwujudkan!

Nah, di bawah adalah 5 kesalahan paling umum tentang ide untuk blogging dan cara memperbaikinya:

1. Hanya mencari ide saat terdesak jadwal posting

Saya memahami hal ini. Saya pun mengakui beberapa kali berada di situasi seperti itu sepanjang karir blogging saya.

Namun masalahnya, jika Anda menunggu menemukan ide sampai jadwal posting tiba, maka Anda akan selalu menemui kesulitan setiap kali mulai menulis. Dan seringkali Anda membuat artikel berdasarkan ide yang pertama kali muncul di kepala, tanpa memeriksa lebih jauh, apakah itu sebuah topik yang bagus atau tidak untuk sebuah posting blog.

Cara memperbaikinya:
Hari ini atau besok, cobalah ambil paling tidak 10 menit untuk menggali sedikitnya 10 ide untuk posting Anda berikutnya.

Selain itu, selalu tuliskan ide Anda, kapanpun Anda menemukannya, jangan pernah hanya mengandalkan ingatan Anda. Karena, tulisan paling buruk, jauh lebih baik dibandingkan ingatan yang paling kuat sekalipun!

2. ‘Menyimpan’ ide terbaik

Ini adalah jebakan yang amat buruk. Anda ‘menyimpan’ ide terbaik untuk tulisan Anda, misalnya Anda menunggu sampai merasa memiliki kemampuan menulis yang baik, atau menunggu sampai Anda memiliki pengunjung yang cukup, bahkan menunggu sampai Anda merasa ‘sempurna’ untuk menyampaikannya.

Ingatlah, minggu depan, bulan depan, tidak selamanya sesuai untuk setiap ide yang Anda dapatkan. Jadi, tidak ada alasan Anda menunda-nunda ide terbaik Anda.

Mungkin Anda merasa khawatir, bahwa Anda tidak akan menemukan ide yang sama baiknya lagi di waktu yang akan datang, sehingga Anda menunda mempostingnya di blog Anda dengan berbagai alasan. Namun yakinlah, hampir dipastikan Anda bahkan akan menemukan ide yang jauh lebih baik untuk posting Anda berikutnya.

Cara memperbaikinya:
Apakah Anda memiliki ide yang betul-betul bagus untuk sebuah posting atau produk (bahkan untuk seluruh blog), yang belum Anda gunakan? Tentukan waktu di minggu depan untuk memulainya, beri tanda di kalender Anda!

3. Terpaku pada angka

Ambil contoh, Anda ingin menulis posting berupa daftar, dan Anda menginginkan 10 tips untuk pembaca Anda. Seperti misalnya, ’10 tips Adsense untuk Pemula’, Anda kemudian mulai menghadapi komputer, dan mulai menulis 10 tips pertama yang muncul di pikiran.

Meskipun ini bukan masalah besar, namun ia dapat mencegah artikel Anda mencapai kualitas terbaiknya. Mengapa? Karena Anda terlalu terpaku pada angka!

Ide pertama yang muncul, seringkali bukanlah ide terbaik, dan seiring pengembangan suatu topik, seringkali Anda bisa memangkas ide-ide yang paling lemah guna mendapatkan tulisan yang terbaik.

Cara memperbaikinya:
Usahakan selalu mencari 2 – 3 ide lebih banyak dari jumlah yang Anda butuhkan. Kemudian, periksalah daftar Anda, lalu buang yang paling lemah. Seringkali Anda bisa menggabungkan 2 – 3 ide menjadi satu ide yang lebih kuat.

4. Tidak memperhatikan masukan dari pembaca untuk memilih ide

Pernahkah Anda menemukan ide yang sangat bagus, yang ‘Anda tahu’ bahwa pembaca menginginkannya? Lalu Anda menulisnya, dan sambutan pembaca tidak ‘semeriah’ yang Anda harapkan?

Betapapun Anda menyukai ide Anda, betapapun Anda berpikir bahwa pembaca membutuhkannya, Anda perlu mencari tahu apa yang mereka inginkan.

Cara memperbaikinya:
Lakukan survey untuk menanyakan kepada pembaca beberapa pilihan, kapanpun Anda berencana menginvestasikan banyak waktu (atau uang), untuk membuat posting yang ‘mendalam’ ataupun satu produk digital. Pastikan Anda tidak membuang waktu percuma.

5. Terlalu memaksakan diri membuat ide yang unik

Meskipun Anda tidak menginginkan blog Anda tampil seperti hanya mengulang-ulang apa yang telah disajikan blog lain, Anda tidak perlu memaksakan diri atau mengkhawatirkan setiap posting Anda haruslah unik dan original.

Kenyataannya, hampir semua ide sudah pernah disajikan sebelumnya, dalam gaya, bentuk dan sudut pandang tertentu. Yang membuat unik, bukanlah semata ide utamanya.

Yang membuat blog Anda unik, adalah lebih kepada cara Anda mengolah ide, cara dan gaya bicara Anda, serta nilai-nilai lebih yang Anda tambahkan.

Cara memperbaikinya:
Lihatlah posting populer di blog-blog utama dengan topik yang sama untuk mencari inspirasi. Bisakah Anda menulis topik yang sama, namun dengan sudut pandang berbeda, dengan pembahasan lebih dalam, dan melengkapinya dengan nilai lebih untuk pembaca Anda?

Nah, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda masih kesulitan dalam menggali ide untuk bahan tulisan Anda selanjutnya? Bagikan pengalaman dan pendapat melalui komentar. Semoga bermanfaat.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

4 Komentar

  • kalau kehabisan ide bagaimana mas.saya sering mentok disitu. pernah mau menulis katakanlah dengan judul A ketika melihat tingkat persaingan jadi mundur. akhirnya hanya berani seputar artikel yang “kira2” mampu untuk bersaing di search engine walau akhirnya tetap berada di urutan 50an dan ujung2nya artikel memiliki kesamaan. cara mengatasinya bagaimana mas
    ?

    • mentok? berarti kurang bahan. ibarat kita bikin batu bata… mentok gak bisa bikin lagi, berarti pasti tanah lumpur tuk bikinnya habis.

      nah gimana spy jgn habis? ya gali lagi.

  • @redy.
    Jika Anda merasa sangat menyukai tentang emosi manusia, berarti itulah niche terbaik untuk mulai ngeblog.

    Silakan baca panduan lengkap mencari niche terbaik di artikel:

    http://portal-uang.blogspot.com/2013/09/cara-memilih-niche-terbaik.html

    Mengenai domain, saya punya beberapa blog lain yg menggunakan TLD, sedangkan untuk blog PortalUang ini, saya sengaja tidak menggunakannya.
    1. saya ingin melihat sejauh mana pengaruh TLD, dan nyatanya sub-domain .blogspot.com sama sekali tidak masalah dg seo dan sebagainya.

    2. Blog ini saya tujukan sebagai tempat saya berbagi tentang apa yg saya tahu dari blogging. Jadi bukan 'inti utama' saya dalam ngeblog.

  • Saya kesulitan nih untuk memulai ide blongging, kenyataannya saya tidak pernah ketemu Niche yang pas untuk memulai blogging. Pernah membuat satu-dua blog tapi setelah beberapa Posting blog itu Terabaikan, bagaimana cara menemukan Niche yang tepat untuk blog saya Mas? Saya sangat suka membahas ttg Emosi Manusia, Tips mengontrol emosi. Nah, itu berada di Niche apa Ya?
    Sehubungan dgn itu knp mas ga beli domain sendiri, spy lbh profesional gitu.