Google Adsense

Apa Kriteria ‘Konten Dewasa’ di Mata Google Adsense?

Seperti kita tahu, Google Adsense tidak mengijinkan iklan mereka ditayangkan pada situs atau blog yang berisi konten dewasa, dan hal ini termasuk hal yang tidak boleh dilakukan publisher Adsense.

Namun, apakah Anda tahu secara pasti apa yang dimaksud ‘konten dewasa’ di mata Adsense?

Hal ini cukup penting, karena salah-salah akun Adsense Anda dibanned lantaran Anda memasangnya pada situs atau blog yang menurut Anda bukan termasuk ‘konten dewasa’, namun ternyata tidak demikian di mata Google.

kriteria konten dewasa di mata Google Asense

Jelas, gambar atau foto yang secara eksplisit disebut sebagai pornografi mudah sekali dikenali dan dihindari. Namun, seringkali penayang Adsense tidak menyadari bahwa konten-konten yang ‘lebih halus’, yang sebenarnya hanya cocok atau lebih ditujukan kepada orang dewasa, juga bisa dikategorikan sebagai ‘konten dewasa’ oleh Google.

Termasuk di dalamnya (tapi tidak terbatas), gambar ‘mainan orang dewasa’, foto-foto dengan pakaian tembus pandang, serta foto dengan pose ‘menantang’ (walaupun dengan pakaian lengkap) dengan nuansa cabul dan mendatangkan kesenangan secara seksual.

Selain itu, perlu diingat bahwa bukan hanya konten berupa gambar atau foto yang termasuk kategori ‘konten dewasa’ yang dilarang oleh Adsense, namun juga termasuk teks atau tulisan yang hanya pantas dikonsumsi oleh orang dewasa. Termasuk di dalamnya, artikel tips kesehatan seksual (termasuk yang bersifat medis sekalipun), cerita erotis, dan komentar spam yang mengandung keyword ‘dewasa’.

Ketentuan ini juga berlaku terhadap link atau pun iklan yang mengarahkan pengunjung ke konten dewasa di situs lain. Untuk itu, jangan sekali-kali memasang iklan bermateri ‘dewasa’ atau pun memasang link ke situs dewasa lainnya. Termasuk memberi perhatian terhadap link dari mereka yang berkomentar di blog Anda.

Nah, dengan begitu, kriteria ‘konten dewasa’ di mata Google Adsense cukup lah luas. Dan bila Anda masih meragu apakah satu konten termasuk dalam kategori dewasa atau tidak, maka saya beri satu patokan paling mudah:

Jika Anda tidak mau seorang anak kecil melihat konten tersebut atau Anda merasa ‘malu’ untuk melihat konten itu di depan rekan-rekan Anda, maka kemungkinan besar konten tersebut termasuk ‘konten dewasa’ di mata Google Adsense.

Semoga usaha dan kerja keras kita untuk mendapatkan penghasilan dari Google Adsense, membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

18 Komentar

  • blog download game android punya saya nampilinnya iklan dewasa kang,
    padahal yang akses kebanyakan anak kecil.
    di pengaturan google adsense juga sudah saya block. tapi masih muncul saja banyak adviser yang menampilkan gambar dan iklan dewasa.
    keyword di blog saya padahal juga tidak ada kata-kata adultnya . tapi banyak bermunculan game dewasa dari adsnese . waduhhh … bjimana nih .
    jadi merasa tidak bertanggung jawab dengan pengunjung .

    sempet sudah kirim feedback ke adsense sih.
    mungkin sodara2 disini ada yang tau.

  • Kalau video-video youtube yang nyanyi2 lagu dangdut koplo.. Yang pakaian nya pada seksi-seksi. Itu melanggar gak kang? Termasuknya pelanggaran di mana, kalau berdasarkan form pelaporan di video youtube.

  • @mey.
    ya betul mba Diana, semua yg Anda sebutkan adalah termasuk konten dewasa. Benar secara objektif itu memberi manfaat, tapi bukankah artikel tersebut hanya pantas dan memang ditujukan utk kalangan dewasa?

    Sy jg pernah membuat artikel tips hubungan pasutri seperti itu, jika yg dibahas tidak spesifik tentang cara-cara bercinta, tidak ada keyword (maaf: yg langsung menyebut organ intim, erotisme) maka iklan masih bisa muncul.

    Tentang contoh detik dll, mungkin spt keadaannya. Tidak adil? Ya mungkin saja, tapi bisa jadi adsense memiliki pertimbangan sendiri. Entahlah….

  • "…termasuk teks atau tulisan yang hanya pantas dikonsumsi oleh orang dewasa. Termasuk di dalamnya, artikel tips kesehatan seksual (termasuk yang bersifat medis sekalipun)…"

    Saya baru sadar mengenai hal ini. Jadi kalau umpama kita menulis artikel mengenai perawatan kecantikan yang di dalamnya termasuk perawatan organ kewanitaan, misalnya, apakah itu juga termasuk atau dianggap konten dewasa oleh Google? Kemudian, tips-tips menjalin hubungan (asmara) antara pria dan wanita, apakah itu juga termasuk konten dewasa di mata Google? Padahal, secara objektif, artikel-artikel seperti itu kan juga memberi manfaat, mas?

    Kemudian, ada cukup banyak web/blog yang juga sering memuat konten dewasa, tapi kok masih bisa memasang Adsense? Detik atau Kompas, misalnya. Mungkin mereka (Detik atau Kompas) termasuk publisher adsense premium, atau karena memiliki trafik yang sangat tinggi. Tapi jika itu yang jadi alasan, rasanya kok nggak adil ya? Suatu larangan berlaku bagi web/blog kecil, tapi dibolehkan bagi web/blog besar. Bagaimana kalau menurut njenengan mas?

    Maaf kalau banyak tanya-tanya. Saya banyak belajar dari blog ini. Dan matur nuwun atas jawabannya.

  • @anonim.
    bukan, itu termasuk konten kekerasan, dan itu pun salah satu yang tidak diperkenankan oleh Adsense.

    @cruisers.
    ya betul sekali… sip.. terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. 🙂

  • Saya juga pernah membuat artikel yang dianggap sebagai kontent dewasa padahal isinya sama sekali buka dewasa, judul artikelnya dianggap kontent fornografi karena jika ditranslate dalam bahasa inggris menjadi bahasa untuk hubungan suami istri, peringatan pada blog saya akhirnya terjadi, setelah 2 minggu mengajukan banding, akhirnya saya diterima kembali. Terima kasih tipsnya dan salam kenal