Menulis Konten

Perbedaan Antara Posting Pendek dan Posting Panjang, Mana yang Terbaik?

Ukuran panjang sebuah posting selalu menjadi perhatian bagi seorang blogger setiap kali menulis artikel baru.

Artikel yang terlalu pendek ataupun terlalu panjang akan membawa dampak yang kurang bagus bagi perkembangan blog itu sendiri.

Oleh karena itu, selalu perhatikan masalah seberapa panjang artikel Anda setiap kali menulis.

Saya sendiri, tidak terlalu memperhatikan jumlah kata (nyatanya saya memang tidak pernah menghitung berapa jumlah kata pada artikel yang saya tulis). Saya lebih memilih untuk menggunakan ‘perasaan’, kapan saya harus berhenti, atau kapan saya harus menulis lebih banyak.

Dengan kata lain, saya tidak akan berhenti menulis sebelum merasa bahwa saya telah menuangkan ide secara tuntas dalam sebuah artikel.

Namun begitu, masalah panjang pendeknya sebuah posting blog tetap menjadi pembicaraan hangat di kalangan blogger. Lalu, mana yang terbaik?

Nah, di bawah ini perbandingan antara keduanya:

Posting pendek (kurang dari 500 kata)

Di bawah ini adalah kelebihan dari sebuah posting pendek:

Menarik perhatian pembaca

Pembaca online memiliki rentang perhatian yang cukup singkat. Dan bisa dikatakan seseorang hanya bisa berkonsentrasi kurang dari 2 menit pada suatu artikel blog.

Setelah itu, konsentrasi mereka amat bergantung pada kualitas artikelnya itu sendiri. Jika artikel Anda bagus dan bermanfaat bagi mereka, mereka akan membacanya sampai tuntas. Jika tidak, maka pengunjung akan berhenti dan mulai mencari artikel lainnya.

Nah, dengan menulis artikel ‘ringan’, Anda berhasil menarik perhatian mereka sejak awal untuk membacanya. Tulisan yang ringkas, singkat dan padat, terlihat menarik untuk dibaca.

Mudah menulisnya

Ya artikel pendek cukup mudah untuk dibuat. Dengan artikel-artikel pendek, Anda bisa membuat posting harian, dan memanjakan pembaca dengan informasi yang tersaji ringan dan rutin.

Posting panjang (lebih dari 1000 kata)

Sebuah posting bisa disebut panjang bila terdiri lebih dari 1000 kata, bahkan kadang-kadang lebih dari 2000 kata.

Artikel panjang ini memang kelihatannya amat ‘berat’ dan menimbulkan rasa malas bagi orang untuk membacanya. Namun demikian, artikel panjang memiliki keuntungannya sendiri, dan ini lah kelebihan dari artikel panjang.

Konten pilar yang mendatangkan trafik dalam jangka panjang

Artikel panjang adalah salah satu metode yang amat bagus bagi strategi menyajikan konten blog, dimana orang-orang membutuhkan uraian tuntas terhadap pelbagai topik. Dan inilah yang kerap disebut sebagai artikel pilar, sesuatu yang amat penting dimiliki oleh setiap blog.

Dan jika posting atau artikel panjang ini menarik dan bernilai, maka tidak diragukan lagi akan mendatangkan trafik berlimpah untuk masa yang lama.

Mengupas topik secara tuntas

Jika Anda memerlukan 1000 kata atau lebih untuk menyampaikan sesuatu, maka pastinya telah melakukan brainstorming dalam menggali ide, lalu menyusun semua informasi ke dalam sebuah penjelasan yang detil dan mendalam.

Inilah kelebihan dan keunggulan terbesar dari sebuah artikel panjang, ia mengupas dan menyajikan topik secara tuntas dan mendalam, yang tentu saja itu adalah hal yang amat baik dalam mendatangkan trafik.

Akhirnya kita kembali kepada pertanyaan yang telah saya sampaikan di atas: mana yang terbaik?

Seringkali, posting pendek amat berguna bagi pembaca pada saat mereka mencari informasi dasar pada suatu topik tertentu. Sedangkan artikel panjang, dengan pembahasan yang mendalam dan tuntas, juga sangatlah dicari banyak pembaca sebagai referensi dan sumber pembelajaran.

Kesimpulannya, dua-duanya adalah sama baiknya. Dua-duanya sama-sama diperlukan pada sebuah blog. Untuk itu saya menyarankan, tulislah artikel ringan untuk basis update harian, sementara menyiapkan artikel pilar yang mendalam untuk update mingguan.

Mengenai menulis artikel pilar Anda, silakan baca: strategi membuat konten blog.

Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah Anda lebih banyak menulis artikel pendek atau panjang? Bagikan melalui komentar. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

14 Komentar

  • jika membuat artikel dengan panjang 500-700 kata tetapi memiliki isi yang ringan,padat,dan penuh dengan informasi apakah bisa menjadikan traffict meningkat dan ramai pembaca,apa itu bisa

  • Tapi jika membuat artikel dengan panjang 500-700 kata tetapi memiliki isi yang ringan,padat,dan penuh dengan informasi apakah bisa menjadikan traffict meningkat dan ramai pembaca

  • @mey.
    Betul sekali mba Diana, kedua jenis artikel, baik panjang maupun pendek, masing2 memiliki kelebihan dan kekurangannya, yg mana Anda sendiri telah memahami hal itu.

    Sebenarnya kt tdk perlu terjebak dilema, artikel panjang dan pendek, banyak pula ditentukan faktor lainnya, seperti misalnya topik artikel itu sendiri. Topik yg memang perlu pembahasan tuntas, atau yg berupa tutorial, tentu saja akan lebih baik disajikan secara tuntas, sepanjang apapun artikelnya, Dan yg baca pun tdk akan merasa bosan. Kenapa? Krn mereka jstru mencari yg seperti itu.

    Bagi pembaca yg hanya ingin mendapat informasi2 ringan, hiburan, sekilas info ttg selebritis misalnya, pasti 'gerah' dg artikel panjang. Tapi bagi yg sedang mencari "tutorial vocal chain dalam mixing menggunakan Waves" sepanjang apapun, pasti akan dimakan.

    Jadi kesimpulannya, dalam menulis, panjang, pendek, sesuaikan dg "harapan" pembaca masing2.

    Sy tidk setuju jika dikatan Adsense hanya terima artikel panjang (>500 kata). Menurut sy yg dilhat oleh adsense, bukan semata berapa kata, tapi lebih kepada esensi, manfaat, ketuntasan artikel tersebut. Ingat, bahwa aplikasi adsense diperiksa oleh orang yg sebenarnya. Bukan oleh mesin, jadi mereka tidak akan menghitung jumlah kata, tapi lebih kepada hal2 lainnya.

    Kesimpulan akhir, tulislah artikel sepanjang, atau sependek apapun, selama mampu memberi manfaat, menyampaikan pesan secara TUNTAS, go ahead….. itu adalah baik. Dalam pd saat yg sama, perhatikan "harapan" pembaca Anda sendiri.

    Sukses selalu!

  • Secara pribadi, saya lebih suka artikel pendek, mas. Seperti yang dinyatakan dalam artikel di atas, konsentrasi kita saat membaca di layar web tuh sangat terbatas. Saya malah kadang malas kalau menghadapi artikel yang terlalu panjang, khususnya lagi jika tulisan dalam artikel itu bertele-tele. Jika menilai dari sudut pandang ini, maka tentu artikel pendek juga punya nilai plus, kan?

    Yang masih jadi bahan pikiran saya, Google katanya lebih suka artikel yang panjang (setidaknya di atas 500 kata). Bahkan katanya Adsense bisa menolak lamaran kita jika artikel2 di blog kita dinilai pendek-pendek. Jadinya kok kayak dilema ya? Kalau kita nulis panjang, Google mungkin senang, tapi pembaca bisa bosan. Sebaliknya, kalau kita nulis pendek, pembaca mungkin senang, tapi bisa jadi Google tidak suka. Gimana kalau menurut njenengan, mas?

    Masih soal artikel. Selama ini saya seperti "terdoktrin" bahwa salah satu syarat penting agar bisa diterima Google Adsense adalah jika artikel2 di blog kita relatif panjang (lebih dari 500 kata), karena selama ini banyak sekali artikel yang saya baca yang menyebutkan seperti itu. Pertanyaannya, apakah "doktrin" itu memang benar, mas? Atau mungkin saya yang terlalu berlebihan?

    Maaf kalau pertanyaannya melantur. Sebelumnya, matur nuwun untuk jawabannya.

  • @tips.
    itu termasuk artikel 'sedang', tidak terlalu panjang, juga tidak bisa disebut artikel pendek….

    Ya, 7 – 8 menit itu luar biasa.. sangat bagus!

    intinya, pendek atau panjang, selama memberi nilai tuk pembaca, maka itu adalah artikel yg bagus… sukses selalu untuk Anda…. 🙂

  • Kalau artikel blog yang panjangnya 600 sampai 1000 kata disebut apa gan?
    Blog ane sendiri biasanya berisi 600 sampai 1000 kata itu.

    Untuk kelebihannya, ane rasa dapat membuat pembaca betah berlama-lama, soalnya pas ane lihat durasi kunjugan rata-rata di Google Analytics dapat angka 7 sampai 8 menit gan..
    Itu udah lumayan lama kan?

  • @arif.
    ya betul: relatif. dua2nya bisa berhasil. tapi artikel panjang lebih memungkinkan untuk bagikan sukarela, serta mendatangkan banyak backlink, makanya ada juga yg menyebutnya dg istilah link-bait.

    namun, artikel pendek pun tetap bisa berhasil, tapi sekali lagi alangkah baiknya minimal 5% posting blog kita adalah merupakan artikel panjang..

  • kalau saya suka artikel pendek 250 kata mas,
    jarang sih buat artikel yg panjangnya diatas angka itu. biasanya saya bosan.
    tapi kalau baca blog ini sih, kayaknya ngga.
    kayaknya relatif mas ya, kalau artikelnya panjang tapi berkualitas. biasanya walaupun panjangnya sampai 3.000 tetap aja dibaca.

    cuma, kalau saya masih belum terlatih membuat artikel yg panjang tapi ngga ngebosenin. kayaknya yg ini butuh skill yg tinggi