Promosi Blog

Blogging Tanpa SEO? No Problem!

Jika Anda mengikuti semua ‘perdebatan’ tentang SEO (saya sebut perdebatan, karena memang nyatanya begitu banyak pendapat tentang SEO, yang seringkali berbeda sama sekali antara satu dan lainnya), mungkin Anda jadi bingung sendiri.

Lalu bagaimana, jika sebagai seorang blogger, Anda merasa tidak menguasai SEO?

Apakah menerapkan semua jurus-jurus SEO, merupakan syarat mutlak membangun blog yang berhasil?

Jawabannya: TIDAK!

Sebelum Anda mendebat saya, silakan lanjutkan baca posting ini sampai tuntas.

Alasan mengapa saya mengangkat tema ini, adalah karena saya melihat begitu banyak (hampir semua) blogger yang baru saja memulai, begitu terobsesi dengan yang namanya SEO. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk mencari jurus, tips, trik SEO, kemudian mempelajari, lalu menerapkannya satu per satu. Sementara malah melupakan hal paling utama dari blogging: yaitu menyajikan konten berkualitas kepada pembaca.

Lalu, beberapa lama kemudian, mereka akhirnya kecewa demi menemukan, bahwa dengan segala usaha SEO (yang melelahkan itu), trafik blog mereka tidak juga kunjung bertambah seperti yang diharapkan. Akhirnya: patah semangat, menganggap ngeblog itu sulit. Menyerah. Kalah. Berhenti ngeblog!

Mari saya beri salah satu contoh.

Dalam dunia SEO, dikenal yang namanya ‘keyword research’. Ini dianggap hal yang sangat wajib, sehingga ide yang muncul kemudian terpaksa dipadu-padankan, dikerdilkan oleh hasil riset tadi. Atau mungkin, karena tidak menemukan ‘potensi’ pencarian yang memadai, akhirnya tidak jadi menulis sebuah artikel yang sebenarnya merupakan ide brilian.

Tidak jarang pula, karena ingin mengejar ‘keyword density’, akhirnya melakukan ‘keyword stuffing’ yang justru dibenci oleh ‘search engine’. Belum lagi karena begitu terobsesi dengan baclink, akhirnya nyepam komentar dimana-mana, berburu blog dofollow, bahkan sampai menggunakan jasa backlink harvestΒ dengan metode blackhat SEO.

(Jika Anda sudah merasa ‘puyeng’ dengan jargon-jargon SEO di atas, oke… tidak masalah. Justru melalui artikel ini saya ingin menyampaikan bahwa Anda sama sekali tidak perlu melakukan SEO dalam setiap keadaan).

Berapa banyak waktu dan energi dihabiskan hanya untuk sebuah riset kata kunci?

Sebuah kesia-siaan menurut saya. Bahkan dalam artikel, Panduan Memilih Niche Blog, dengan tegas saya sampaikan bahwa ini adalah sebuah saran yang tidak berguna!

Oke, saya tidak sedang berusaha meyakinkan Anda, bahwa mempelajari SEO adalah sebuah kesia-siaan dan hanya membuang-buang waktu. Tidak sama sekali!

Bagaimanapun, itu adalah pengetahuan. Sedangkan pengetahuan adalah kekuatan. Dan bagi seorang blogger, semakin banyak kekuatan yang Anda miliki, tentu saja semakin baik.

Silakan, pelajari jargon-jargon SEO semampu Anda, dan silakan ‘mencicipi’ setiap potongan jurus SEO jika Anda memiliki kesempatan.

Namun, bagi saya pribadi, selama menjalani blogging lebih dari setahun yang lalu, saya menemukan bahwa yang namanya SEO adalah hal yang paling membosankan, paling menjemukan, paling melelahkan dari semua aspek blogging lainnya. (Oya, mencari gambar gratis yang sesuai untuk posting juga hal yang tidak kalah menyebalkan, hehehe….)

Oleh karena itu, saya memutuskan untuk berhenti memikirkan SEO. Saya curahkan semua energi dan waktu saya untuk menghadirkan artikel bermanfaat (paling tidak dari penilaian sendiri) kepada pembaca. Saya berhenti menulis untuk mesin pencari, saya berusaha 100% menulis untuk pembaca saja.

Saya fokus bagaimana berinteraksi dengan pengunjung blog. Saya fokus bagaimana menghadirkan tulisan yang seminim mungkin terdapat salah ketik. Saya fokus saja, bagaimana saya menggali ide-ide baru, sudut pandang baru, pendekatan baru. Saya sibuk melakukan eksperimen layout dan desain blog.

Saya lupakan SEO!

Hasilnya? Jauh lebih baik, dibanding dulu ketika saya ngeblog untuk crawler Google.

Puluhan artikel saya menempati halaman pertama di hasil pencarian Google. Tercatat lebih dari 4.000 query kata kunci dimana artikel saya menempati paling tidak di halaman ketiga pencarian Google.

Bahkan, dengan update algoritma Google baru-baru ini, Portal Uang malah dihadiahi site-link oleh si Embah. (Ini bukan pendapat saya sendiri, tapi pendapat salah satu kawan di facebook).

site link portal uangInti dari semua yang ingin saya sampaikan disini adalah:

Jika, Anda ingin ngeblog tanpa SEO, atau Anda merasa tidak menguasainya, atau pun Anda membenci SEO yang menyebalkan, it’s ok! No problem!

Teruslah ngeblog. Teruslah menulis untuk pembaca Anda. Teruslah menghadirkan apapun yang menurut Anda berguna. Teruslah menyajikan konten brenas dan cerdas berdasarkan pengalaman pribadi. Teruslah memberi.

Maka, Anda akan mendapatkan hasil jauh lebih baik, dibandingkan seorang ‘jago SEO’ yang gagal memberi nilai kepada pengunjungnya.

So…. Ngeblog tanpa SEO? NO PROBLEM!

Giliran Anda memberikan pendapat, silakan berbagi melalui komentar. Sukses selalu bagi kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

39 Komentar

  • Siap !!!!!!! Motivasi ini membuat saya sangat semangat.
    Mulai saat ini saya :
    1. Tidak akan dipusingkan dengan SEO.
    2. Tidak akan mencari remah remah bekling
    3. Akan terus ngeblog sebanyak-banyaknya
    Terimakasih Mr. Gee

  • mas gee curhat donk…( kayak mamah dede aja)

    saya bukan seorang blogger,, tapi cuma seorang sales mobil,,

    nah yang jadi curhatan saya adalah..

    bagaimana website penjualan bisa memiliki seo juga padahal saya kan bukan penulis artikel cuma seorang sales

  • mas gee saya mau nanya dalam membuat artikel apa harus memperhatikan batas beberapa persen dari keyword density

  • saya juga melakukan hal ini sob, hanya menulis tanpa memperhatikan seo blog. namun hasilnya masih tetep zonk. hhahahha trus gimana ya enaknya, apa harus rajin commnet beginian sambil cari backlink sana sini, entar malah di kira spam juga di mata mbah google, dan ujung2nya kena gusur, memang benar seo itu menyusahkan dan juga membingungkan…

    • Utk tampil menonjol tentu saja butuh konten yg ‘menonjol’ jg. Perlu konten unik dn orisinil. Konten yg sgt menarik dn berbeda dr lainya. Dr situ kemudian blog akan mulai berkembang.

  • Hahahah…boleh cerita dikit, Mas?

    Saya amatiran dalam dunia blogger. Punya blog 2009, tapi baru serius ngurusinnya 6 atau 7 bulan yang lalu. Selama itu, saya hanya fokus ngurusin template dan jurus-jurus SEO itu…sambil terus menuliskan konten.

    Sampai akhirnya, setelah kutak-katik sana-sini dan melihat langsung hasil pencarian Google secara manual atau dari Google Analytics….eh ternyata emang semua itu perlu tapi tidak HARUS ada agar blog kita jadi “oke”.

    Sampai akhirnya ketemu artikel ini, “iman dan percaya” saya semakin dikuatkan. Hahahah…

    Terimakasih, Mas….

  • minggu2 ini saya pernah menulis artikel, dengan bahasa campuran, pada tema terdapat kalimat asing berikutnya indoensia, giliran dicari di google.com, urutannya hingga sekarang sudah page 1 urutan ke 2, hanya menggunakan aritikel gaya bahasa sendiri dan keyword sckupnya..

  • Ah.. saya jg pernah pusing dgn belajar SEO mas, pingin bisa juga ttg SEO, cari backlink dofollow bahkan pernah berniat beli backlink, untungnya cuma niat doang, ngga jadi beli krn masih ragu akan manfaatnya.. πŸ˜›
    Yang mau saya tanyakan skrg mas, tentang website toko online saya,bukan blog pribadi. (maaf kalau sedikit OOT) Bagaimana ya mas cara meningkatkan traffic tanpa banyak artikel dan tanpa pusing dgn SEO?. Selain dari beriklan dgn biaya cukup mahal ya. Karena toko online kan banyak memajang produk. Apakah kita juga harus punya banyak artikel di toko online? Ada Tips mas?

    • Entahlah, Mba Lisa. Sy blm pernah mengelola toko online soalnya. Tapi menurut sy strategi utama dalam “mendorong” toko online adalah dg membuat blog dan menyediakan banyak konten di sana. Dari situlah diharapkan trafik mengalir ke toko online-nya.

  • sangat bermanfaat sekali artikelnya mas. saya akan belajar melupakan yang namanya SEO karena benar kata mas hanya merusak ide-ide yang harusnya kita tuangkan dalam artikel. Sudah terbukti dari sekian artikel yang saya tulis hanya karena memanfaatkan seo hasilnya nihil

  • @admin.
    wah berarti sama dong sama saya. hehe… ya cara itu pun bisa, kita fokus saja pada apa yg bisa kita lakukan terbaik, yaitu menulis konten. Urusan lain2 bisa dikasihkan ke orang yg lebih ahli. Sukses selalu.

  • jujur, selama ngeblog saya paling anti dengan yang namanya seo, soalnya bikin pusing, saya cuman bisa ngapdate konten tiap hari aja, maksimal 4-8 konten, untuk urusan seo saya serahkan ke teman saya tapi dengan mengeluarkan sedikit uang jajan

  • @wirahadi.
    ya begitulah mas Hadi. SEO itu penuh misteri (paling tidak bagi saya). makanya saya lebih memilih untuk fokus saja menulis untuk pembaca. hehe….. sama2 mas…. terima kasih sudah berkunjung

  • Setuju banget mas,,terlalu mikirin seo,,habisin waktu utk research kata kunci kelamaan mikir ahirnya gak jadi-artikelnya mau dibuat,, πŸ˜€ hee ,, sesuai pengalaman juga..udah buat artikel seo dengan persaingan yg rendah malah gak bisa page one, justru artikel yg saya buat waktu awal ngblog belom ngerti seo malah bisa page one,, dari sana saya mengambil kesimpulan,, benar juga seperti yg mas tulis πŸ™‚ makasih udah sharing mas,,sy banyak belajar di blog ini.

  • @haryanto.
    wah, sama dong kalau begitu. Saya pun awan banget dg yg namanya SEO, makanya saya tulis artikel ini πŸ™‚ promosi di socmed, submit ke directory, dll jg perlu.

  • @artikel.
    wah baru denger saya slogan baru itu,, hehe… ok deh saya setuju.

    @anonim.
    betul mas, tidak perlu terlalu memusingkan masalah SEO, fokus saja bisa menyajikan konten yang berkualitas. Sukses selalu!

  • Terus terang mas saya baru belajar ngeblog pada awalnya belajar seo tp lama-kelamaan jadi pusing juga,banyak faktor dan aspek yang harus dilakukan..itu membuat sy akhrnya frustasi juga..dan setelah membaca artikel dari mas ini,sy jadi mengerti bahwa ngeblog itu bukan semata mata hanya seo tok,tetapi konten yang berkualitas..semakin kita banyak menberi manfaat semakin kita banyak menerima manfaat juga,.

  • Penghasilan yang didapat pun setelah kita memberi manfaat kpd pembaca terasa lbh Nikmat kan mas?hehe

    Sangat ingin sekali Mas untuk terus melakoni aktifitas blogging. Tapi sayang saya kekurangan Fasilitas, dari dulu online hanya mengandalkan handphone jadul saja, surfing ke sana-kemari cuma bisa cari refernsi tdk bs menuangkan pendapat.

    Dan lagi ke warnet itu jauh jaraknya tdk efisien, makanya saya urungkan niat dulu. Tp nanti insya allah ada rezeki buat beli notebook πŸ™‚

  • @redy.
    saya suka dg kalimatnya: "kalau kita mau dapat sesuatu dari audiens kita maka berilah dulu mereka dgn sesuatu yg mereka cari. baru kita akan mendapatkan apa yg kita inginkan."

    ya memang itulah rumus keberhasilan sesungguhnya dalam blogging (bahkan dalam hal apapun).

    setuju sekali, tapi sayang kenapa blogging nya tidak diteruskan? πŸ™‚ sukses selalu..

  • jadi merinding baca-nya. Kebanyakan blogger memang memulai blogging selalu saja mengarah dengan yang namanya overload target, hingga melupakan urat-nadi bagi blogging itu sendiri yaitu 'berbagi'. menurut opini saya sendiri bagi pemula yang ingin terjun di dunia blogging itu biasanya di awali dengan mindset yang salah, mindset yang hanya ingin mendapatkan uang melalui aktifitas blogging, lalu bagaimana caranya dapatin uang melalui blog? yaitu dgn memilih niche yang tepat, research keyword, konsisten posting artikel (padahal niche itu bukan ke ahliannya), dan paling utama SEO, lalu ia berharap dgn cepat mendapatkan uang melalui aktifitas tadi. Nyatanya? harapan itu pupus impian yang tidak pernah menjadi kenyataan, itulah yang saya alami, hingga saya beranggapan blogging itu memang SUSAH.. kalau kita mau dapat sesuatu dari audiens kita maka berilah dulu mereka dgn sesuatu yg mereka cari. baru kita akan mendapatkan apa yg kita inginkan.

  • Saya setuju mas, biar bagaimanapun ujung2nya konten juga yang bicara
    dengan konten yang bermanfaat buat pembaca dengan sendirinya seo akan berjalan (off page)
    sebagai contoh ketika artikel kita dianggap bermanfaat ada saja yang mau share di facebook dll bahkan ada yg menautkan link diforum2 atau yahoo answer, ini pengalaman dari seseorang ketika dia teliti kenapa artikelnya sudah bertahun2 tetap ada di halaman 1 google walau dia ga terlalu mikirin seo, ternyata banyak link dari forum dan yahoo answer, dan sampai sekarang walau blognya udah ga diupdate tetep aja pengunjung ga turun2

  • @afrid.
    ya mungkin seperti itu. Intinya saya saat ini sudah tidak memikirkan lagi ttg seo. Tapi, yg namanya ilmu, tentu saja tidaklah statis. bgitu pula dg seo, pastinya akan ada muncul trik dan jurus seo terbaru yg akan mnyesuaikan dg perkmbangan se terbaru.

  • sepertinya benar mas.
    akhir akhir ini seperti algoritma google justru menendang orang orang yg kebanyakan menggunakan seo. ngga tahu napa juga, bahkan di era hummingbird kemaren banyak blog bertemakan niche jatuh berguguran, bahkan yg nyari backlink dan nanam backlink justru jatuh berguguran juga. serem juga google ya mas.

    kayaknya google mengarahkan ke hal tersebut. sehingga banyak blog atau website yg mengoptimalkan seo justru jatuh berguguran