Freelancer

5 Kesalahan Terbesar yang Dilakukan Freelancer

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman juga pengamatan saya selama sekian tahun menjalani profesi sebagai freelancer di oDesk.

Dan inilah 5 kesalahan yang biasa dilakukan oleh freelancer:

1. Kurang gairah dan semangat

Ya, tentu saja Anda benar-benar dapat menghasilkan uang dari oDesk. Tapi, uang seharusnya bukan satu-satunya alasan Anda berada di sana. Jika motivasi Anda hanya melulu uang, saya katakan, Anda akan menemui banyak kesulitan untuk menemukan job.

Oke, jangan salah paham dulu. Saya tidak bermaksud Anda bekerja bukan untuk uang. Tapi yang saya maksud untuk sukses dalam pekerjaan apapun (termasuk sebagai freelancer di oDesk), Anda mesti memiliki gairah dan kecintaan terhadap pekerjaan.

Jika Anda seorang desain grafis, Anda mesti menyukai tantangan, mau belajar hal-hal baru, yang inti dari semuanya: Anda memiliki gairah dan kecintaan terhadap profesi sebagai desainer grafis!

Jika tidak, biasanya itu akan berdampak pada hasil pekerjaan Anda dan Anda akan mendapatkan feedback yang buruk dari klien, yang akhirnya akan semakin menyulitkan Anda memperoleh job berikutnya.

2. Menipu pada hasil tes kemampuan

Ini adalah kesalahan kedua yang biasanya dilakukan freelancer oDesk. Sebenarnya bukan hanya di oDesk, tapi juga di platform freelancer lainnya.

Di oDesk sendiri terdapat tes terbuka untuk mengukur kemampuan atau keahlian Anda, yang mana hasilnya akan menjadi pertimbangan bagi klien untuk menggunakan jasa Anda.

Nah, salahnya banyak sekali freelancer yang mencoba ‘menipu’ tes ini agar mendapatkan nilai bagus. Dan jika Anda melakukan hal ini, berarti Anda telah membunuh karir Anda sendiri sebagai seorang freelancer.

Anggap saja misalnya, Anda kurang bagus dalam Bahasa Inggris, tapi Anda ingin dapat skor bagus pada tes kemampuan dasar Bahasa Inggris. Lalu, Anda mencari kunci jawaban dari tes tersebut di internet dan masuk ke posisi 10 besar.

Tapi…. apa yang terjadi ketika Anda berhadapan dengan klien yang sebenarnya? Ketika Anda chat dengannya di Skype atau menelepon Anda? Bisakah Anda juga menipunya?

Ini membuat kesan yang buruk dan sangat tidak baik bagi perjalanan karir freelancer Anda.

3. Tidak membaca job post dengan teliti

Anda harus membaca posting job dengan teliti dan cermat, memahaminya, baru kemudian mengajukan lamaran. Jika Anda tidak 100% yakin dengan job tersebut, seharusnya Anda tidak mengajukan lamaran.

Jika Anda mengajukan lamaran pada posting job tanpa membacanya dengan cermat terlebih dahulu, Anda tidak hanya membuang waktu si klien, tapi juga membuang 1 kesempatan dari 25 kesempatan mengajukan lamaran kerja yang Anda miliki pada minggu berjalan.

Itulah yang membuat banyak klien menyaratkan agar Anda menulis frasa acak tertentu pada cover letter, hanya sekedar memastikan bahwa Anda telah membaca job post dengan baik.

4. Tidak berkomunikasi cukup dengan klien

Klien selalu berada pada kondisi deadline dan selalu memiliki waktu yang sempit. Inilah mengapa mereka berada di oDesk, dan menggunakan jasa Anda – seorang profesional!

Anda mesti selalu menjaga komunikasi yang baik dengan klien serta menginformasikan perkembangan job yang sedang dikerjakan. Ini akan memastikan Anda mendapatkan feedback yang bagus setelah kontrak berakhir.

Meskipun jika Anda terpaksa ada keterlambatan dari deadline yang sudah disepakati, jika komunikasi selalu terjalin baik, biasanya tidak akan menjadi masalah serius.

5. Tidak berhati-hati dengan job fixed price

Fixed price job adalah job dengan sistem pembayaran per pekerjaan dan Anda biasanya dibayar setelah pekerjaan selesai.

oDesk hanya menjamin pembayaran pada job hourly (dimana Anda dibayar per jam dengan menggunakan tool tracking dari oDesk), tapi tidak ada jaminan pada fixed price.

Sehingga, kadang-kadang Anda tertipu oleh klien, dimana Anda telah menyerahkan hasil akhir pekerjaan, tapi klien menolak membayar dengan berbagai alasan.

Untuk menghindari ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Mintalah pembayaran di muka sebesar 10%, untuk menunjukkan keseriusan klien.
  • Mintalah pembayaran milestone, atau pencapaian tertentu dari progress job. Misalkan 30% dari harga jika pekerjaan telah selesai sebanyak 50% dan sebagainya.
  • Pilihlah klien dengan rating yang baik dan telah verified pembayarannya oleh oDesk.
  • Jika Anda seorang desainer, Anda dapat memberikan sample dengan watermark pada desain atau kirim gambar beresolusi rendah. Setelah pembayaran dilakukan, barulah kemudian Anda beri semua file yang diminta oleh klien.

Nah, itulah 5 kesalahan yang biasa dilakukan oleh freelancer oDesk, yang sedikit banyak dapat menghambat perjalanan karir Anda menuju sukses.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar