Menulis Konten

Backspace: Tombol yang Tidak Boleh Dipakai Saat Menulis

Kita telah sama-sama mengetahui, bahwa konten adalah jantung dari sebuah blog atau website. Konten lah yang menentukan hidup matinya blog Anda.

Semakin banyak konten yang Anda miliki, semakin baik. Lebih jauh, blog dengan banyak konten juga sangat disukai oleh mesin pencari, terutama Google.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara meningkatkan produktivitas Anda sebagai penulis, sehingga dapat menulis lebih banyak konten, tanpa harus menurunkan kualitasnya? Satu trik yang belum banyak dilakukan adalah memisahkan proses menulis dan proses mengedit.

Pada artikel ‘Cara Menulis Artikel Lebih Banyak, Waktu Lebih Sedikit, Hasil Luar Biasa’, saya sangat menekankan bahwa dalam menghasilkan tulisan yang baik, terdiri dari dua proses yang berbeda.

Yaitu, menulis (writing) dan mengedit (editing).

Dua hal ini adalah dua hal yang tidak boleh dilakukan pada waktu yang bersamaan. Karena, jika tidak memisahkannya, produktivitas Anda sebagai penulis akan sangat terganggu.

Banyak orang menulis seperti ini:
Mereka menulis beberapa kata, membaca kembali apa yang ditulis tadi, memikirkannya, menghapus satu atau dua kata, merubahnya, lalu meneruskan menyelesaikannya menjadi kalimat.

Seperti Anda lihat, proses ini sangat, sangat, tidak efisien! Karena Anda melakukan terlalu banyak hal dalam waktu bersamaan.

Nah, pendekatan yang jauh lebih baik adalah dengan memisahkan kedua proses tadi:

Pertama, Anda hanya perlu menulis! Selama proses ini, satu-satunya tujuan Anda adalah menuangkan keluar isi kepala dalam tulisan. Anda tidak perlu mempedulikan, apakah kalimat yang ditulis baik atau tidak, atau salah dalam ejaan atau tidak. Anda hanya perlu menulis dan menulis, sampai habis.

Kedua, setelah Anda selesai menulis, Anda masuk ke proses editing. Ini saatnya Anda menilai apakah kalimat yang ditulis sudah tepat atau belum, sudah bagus atau belum. Dalam proses ini, Anda bisa memperbaiki salah ejaan dan sebagainya.

Dengan fokus pada masing-masing proses tersebut, Anda akan mampu meningkatkan efisiensi secara drastis bagi kedua tahap menghasilkan konten yang baik tersebut.

Masalahnya…. masuk ke dalam tahap ‘menulis’ yang benar-benar murni, cukup sulit dilakukan. Banyak dari kita memiliki kebiasaan untuk menulis dan mengedit pada saat yang sama. Dan seperti yang Anda tahu, sebuah kebiasaan tentu amat sulit untuk dirubah.

Lalu adakah cara mengatasinya?

Paling tidak, saya memiliki tiga trik yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan produktivitas menulis dengan cara memisahkan antara proses menulis dan mengedit.

1. Matikan fitur pemeriksa ejaan

Sungguh, saat saya menulis, pemeriksa ejaan ini seperti sebuah ‘lampu merah berkedip’ yang menyuruh saya berhenti menulis. Memaksa mata untuk melihat, lalu tergerak untuk segera memperbaikinya. Akibatnya, saya kehilangan fokus, dan seringkali kehilangan arah apa yang akan saya tulis selanjutnya.

Jadi sebaiknya, matikan fasilitas ini. Dan hidupkan kembali saat Anda berada pada tahap mengedit (editing).

2. Jangan pernah menekan tombol ‘backspace’

Tombol backspace adalah tombol yang boleh Anda gunakan hanya pada saat mengedit, bukan pada saat menulis. Selama proses menulis, jangan pernah menghapus apapun. Anda hanya boleh bergerak maju, bukan berjalan mundur.

Saya tidak peduli, bahkan jika apa yang telah Anda tulis bukanlah yang terbaik, Anda perlu terus menulis tak peduli apapun yang ditulis. Pada saatnya nanti, Anda dapat kembali dan memperbaiki semuanya.

3. Jangan melihat tulisan

Jika dua cara di atas belum berhasil, Anda bisa mencoba trik lainnya, yaitu dengan cara tidak melihat layar monitor. Anda bisa melihat ke keyboard, dan terus menulis.

Atau jika mau, Anda bisa sekalian matikan monitor Anda! Begitu selesai menulis, begitu Anda otak Anda sudah kosong, Anda bisa menyalakan monitor kembali, dan mulai mengedit tulisan Anda tadi.

Itulah 3 cara yang dapat membantu Anda lebih fokus untuk menulis tanpa diganggu dengan masalah pengeditan.

Dan bila Anda tidak percaya, silakan dicoba salah satu cara di atas, dan lihat apakah produktivitas menulis Anda meningkat atau tidak.

Bagaimana? Anda berani mencobanya? Sukses selalu untuk kita semua. Dan dibawah ini beberapa artikel terkait tema yang sedang dibahas:

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

13 Komentar

  • @muhtar.
    yaya… betul juga, apalagi kalau butuh SS banyak.. ๐Ÿ™‚ tapi gapapa, intinya dalam menulis jangan sampai kita terganggu dengan proses editing, tapi mesti fokus untuk menulis aja, edit belakangan, Sukses selalu….

  • setelah membaca ini,,, benar-benar saya terapkan menulis los los dulu baru di edit,, alhamdulillah yang biasanya satu artikel 1sampai 2 hari,, sekarang 1 hari bisa sampai dua artikel.. makasih pak gee,,, ๐Ÿ™‚

  • @bang LMA.
    syukurlah kalau begitu, hehe..

    tuk pasang di blog, silakan masukkan alamat blognya pada bagian otorisasi situs di akun adsense. lalu pasang kode iklan di blognya. Dah itu aja yg perlu dilakukan. Sukses selalu….

  • Makin baca blognya mas Gee Jhon beneran nambah wawasan saya!
    Oh iya mas, kemarin saya udah berhasil daftar adsensetube, udah mulai ngitung earningnya. Nah blog saya sientin blgospot pengennya diadsensein juga gimana caranya mas? Apa langsung dimasukin kodenya? Soalnya masi h perawan 3 bulan :))

  • Bener sekali mas gee jhon, dan kenyatanya saya alami seperti itu ketika saya menulis baca ulang terus ada yang salah dihapus, ternyata cara ini kurang produktif. Bisa dicoba tipsnya lebih baik tulis terus pantang mundur baru edit belakangan mantap.

  • Bener juga saat kita menulis usahakan fokus dalam tulisan saja agar ide yang akan tulis tidak buyar sehingga menggangu konsentrasi saat menulis.

    Edit meng edit masalah belakngan ๐Ÿ™‚

%d blogger menyukai ini: