Google DFP

Membuat Unit Iklan dan Menampilkannya di Blog: Tutorial DFP

Ini adalah artikel ketiga, dari seri artikel tentang Google DoubleClick for Publisher (DFP) Small Business. Bagi Anda yang masih belum mengetahui apa itu DFP, silakan baca artikel sebelumnya: Apa itu DFP?

Nah, baiklah sekarang saatnya kita membuat inventori unit iklan.

Untuk itu, klik tab Inventory. Lalu klik Ad Unit di sebelah kiri, lalu klik tombol ‘+New Ad Unit’.

Setelah form terbuka, berilah nama unit iklan Anda secara deskriptif, agar Anda dapat mengetahui secara persis dimana unit iklan itu berada dengan mudah. Nama unit iklan bisa terdiri dari huruf, angka, tanda strip dan underscore.

Contoh nama unit iklan yang deskriptif, misalnya seperti ini: PU-KB-TopArt-Post.

PU = adalah singkatan dari blog saya: PortalUang.
KB = Kotak Besar, unit ukuran 336×280 (larger rectangle).
TopArt = Unit tersebut terletak di bagian atas artikel.
Post = Hanya untuk halaman posting.

Dengan cara ini, Anda memiliki informasi penting dari unit iklan Anda yang langsung terlihat dari namanya, sehingga Anda bisa mengetahui apa jenis iklannya dan dimana mereka berada dengan sangat mudah. Jadikan hal ini sebagai suatu kebiasaan setiap kali membuat unit iklan baru.

membuat unit iklan baru di DFP(Insya Allah, saya akan mengulas lebih lanjut tentang strategi membuat nama unit iklan dan saluran khusus, untuk memudahkan memantau kinerja dan optimasi.)

Sekarang, beri nama unit iklan baru Anda. Lalu pilih ukuran iklan, misalnya 336×280 jika Anda memilih kotak berukuran besar.

Kemudian tentukan pilihan jendela target dari unit iklan pada saat diklik nantinya.

  • _Top = Halaman yang diiklankan terbuka pada jendela yang sama.
  • _Blank = Halaman yang diiklankan terbuka pada jendela baru.
Oke, lanjut.Di bawah pilihan Target window, terdapat pilihan Placement. Jika sebelumnya telah memiliki Placement, dan ingin unit iklan baru Anda termasuk dalam Placement tersebut, Anda dapat memilihnya sekarang. Jika belum, jangan khawatir, Anda dapat selalu membuatnya kemudian.

setting unit iklan DFP

Pilihan berikutnya adalah AdSense inventory settings atau pengaturan inventori Google Adsense. Tentang hal ini akan saya jelaskan nanti pada artikel selanjutnya. Untuk saat ini, cukuplah sampai disini dulu tentang membuat unit iklan baru.

Lalu Anda klik tombol Save dan Anda sekarang telah memiliki unit iklan baru di DFP.

Lanjutkan dengan membuat unit-unit iklan lainnya, sampai semua unit yang Anda butuhkan Anda buat seluruhnya.

Setelah selesai membuat semua unit iklan yang gunakan, selanjutnya Anda perlu menerapkan / memasang unit-unit tersebut di blog atau website Anda.

Klik tab Invetory, lalu klik Generate Tags di bagian kolom sebelah kiri.

Pilih semua unit iklan yang ada (yang ingin Anda terapkan di blog). Setelah semuanya dipilih lalu klik Generate Tags.

Kemudian akan muncul jendela berisi kode html yang kemudian dapat Anda terapkan di blog / website Anda.

Ada 2 jenis kode html yang perlu Anda terapkan.

Pertama adalah bagian JavaScript (no. 1), yang harus tempatkan pada bagian header html blog yang berisi semua unit iklan yang ada serta ID publisher untuk halaman tersebut. Tempatkan saja kode tersebut persis sebelum tag </head>.

Bagian kedua, adalah kode unit iklan yang sebenarnya (no. 2). Kode ini terserah Anda tempatkan dimana sesuai dengan posisinya masing-masing. Lebih mudahnya, kopi kode masing-masing unit iklan, lalu disimpan di notepad untuk diterapkan nantinya.

membuat kode iklan DFP small business

Nah, sampai disini berarti Anda telah berhasil memasang iklan di blog / website Anda dengan menggunakan DFP.

Kita lanjutkan nanti pada artikel selanjutnya. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Berikutnya:
Cara Membuat Kampanye untuk Pengiklan di Blog Anda

Sebelumnya:
Apa itu DFP Small Business?

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

73 Komentar