Menulis Konten

Satu Artikel Panjang atau Beberapa Posting Pendek: Mana yang Lebih Baik?

Ada dua pendekatan dalam menulis artikel atau posting blog tentang suatu topik tertentu.

Pertama, menulis artikel panjang, yang mencakup seluruh sub-topik dalam satu posting. Kedua, menulis artikel pendek, mengulas masing-masing sub-topik secara terpisah.

Mana yang lebih baik?

Jika itu ditanyakan kepada saya, maka saya menjawab: yang pertama adalah lebih baik.

Dulu, saya melakukan pendekatan yang kedua, seperti artikel Optimasi Google Adsense yang saya bagi menjadi 8 bagian terpisah. Setelah itu, saya lebih suka memilih pendekatan pertama, yaitu menulis artikel panjang yang mencakup seluruh pokok bahasan dalam satu posting.

Cara kedua di atas, yaitu membagi masing-masing sub-topik, bukannya tidak berhasil sama sekali, tapi saya menemukan bahwa ternyata artikel panjang jauh lebih efektif mendatangkan trafik lebih banyak dibandingkan posting-posting pendek, baik dalam jangka pendek maupun dalam panjang.

Pada saat Anda menulis artikel panjang yang membahas seluruh bahasan lengkap pada suatu topik, maka pada dasarnya Anda telah memberikan suatu solusi lengkap terhadap permasalahan yang sedang dibahas. Hasilnya, orang yang membaca posting tersebut cenderung lebih menyukai untuk membagikannya ke media sosial, dan bisa mendatangkan banyak trafik dalam waktu singkat.

menulis konten abadi

Selain itu, blogger lain atau webmaster lain yang menemukan posting panjang dan terstuktur dengan baik tadi lebih menyukai untuk memberi link ke artikel tersebut. Ini sangat membantu meningkatkan ranking posting tersebut untuk suatu keyword terkait. Sehingga jenis artikel jenis ini memungkinkan memperoleh lebih banyak trafik dari mesin pencari untuk jangka waktu yang lama.

Namun, seperti sudah saya singgung di atas, memecah artikel panjang ke dalam beberapa posting pendek, juga memiliki keuntungannya sendiri. Seperti misalnya, ia adalah cara yang bagus untuk membangun pembaca loyal, karena ‘memaksa’ mereka untuk lebih sering berkunjung ke blog Anda.

Tapi secara umum, pada kondisi kebanyakan, menyajikan sebuah artikel lengkap dengan seluruh pemecahan masalah tertentu tetap lebih baik.

Terakhir, sebenarnya Anda bisa juga melakukan dua pendekatan di atas sekaligus. Mari kita ambil contoh, anggap saja Anda menulis mengenai 10 website terbaik untuk belajar Photoshop.

Anda bisa mulai dengan satu artikel pendek yang membahas satu website setiap harinya. Setelah kesepuluh website telah ditulis semuanya, Anda kemudian dapat membuat satu artikel panjang yang mencakup rangkuman dari kesepuluh website tadi.

Memang, menggunakan teknik ini akan membuat artikel panjang Anda tadi akan kehilangan faktor ‘wow’, karena kebanyakan pembaca telah mengetahui konten tersebut, tapi setidaknya ini merupakan cara terbaik untuk mengakomodasi dua pendekatan dalam menulis sebuah artikel.

Jalan keluar terbaik dalam permasalahan ini, sudah pernah saya bahas, silakan baca:ย Perbedaan Posting Pendek dan Posting Panjang, Mana yang Terbaik?

Nah, bagaimana menurut Anda?

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

16 Komentar

  • Kalu saya sih masih berkutat pada artikel 400-700 kata soalnya menulis artikel panjang masih belum terbiasa. Paling-paling bisa nembus 1000an kata itu pun kadang memakan waktu setengah hari. Maklum baru penulis pemula. Namun demikian yang terpenting adalah artikel yang kita tulis menawarkan solusi yang bermanfaat walaupun sedikit.

  • gimana kalau yang kita bahas ada delapan bagian, dalam delapan bagian terdapat satu bagian yang ada bagian di dalam bagian.. nah pusing gue.. kalau kita buat artikel sub dari pembahasan utama yang dibagi tapi memiliki katanya lebih dari 2000 kata gimana om?

    • JIka memang pembahasannya super lengkap dan super panjang, tentu saja tidak bisa dijadikan satu posting. klo dijadikan satu e-book mungkin bisa. ๐Ÿ™‚ Intinya, seperti yg sampaikan di atas, kedua pendekatan tadi, sama2 bisa berhasil.

  • Saya kadang lebih suka menulis artikel panjang dengan pembahasan komplit.. tapi terkadang saya juga bingung, takutnya malah ada pengunjung yang gak betah baca lama-lama. Atau malah udah bosan gitu liat tulisannya terlalu panjang. Cuman lagi kalau artikel panjang itu benar-benar berkualitas, saya yakin pasti tetap bisa banyak yang suka. ๐Ÿ™‚

  • @edi.
    baik artikel panjang / pendek, masing2 punya kelebihan dan kekurangannya, jadi yg terbaik menurut saya tergantung dari temanya. membagi artikel panjang menjadi bberapa bagian juga cukup bagus.

  • @daniel.
    ya berarti kita sehaluan mas Daniel. Saya suka dengan analoginya, dan saya setuju sekali dengan apa yg disampaikan. Sukses selalu.

    @mu zibur.
    yang saya maksud pada artikel ini adalah strategi atau pendekatan dalam menulis suatu artikel panjang pada satu topik tertentu: apakah akan ditulis utuh dalam 1 artikel, atau membaginya dalam banyak artikel?

    dan betul sekali seberapa panjang artikel, juga sedikit banyak tergantung dari nichenya. Sukses selalu.

  • Kalau menurut pendapat saya mas Gee, artikel panjang lebih bagus dari pada artikel pendek. namun setiap pengunjung kebutuhannya pasti berbeda. ada yang lebih suka artikel panjang ada juga yang pendek. yang penting tulisannya harus berkualitas mas.

  • Kalau menurut saya sih, akan lebih baik menyajikan sebuah artikel yang utuh dan komplit pembahasannya, karena dalam satu artikel tersebut terkandung solusi dan pemecahan masalah yang menyeluruh dalam pembahasan.

    Jadi, akan lebih indah dan lebih baik jika dibahas mendalam menjadi satu artikel.

    Hal ini sebenarnya sama halnya dengan analogi antara Film dan Serial, secara tidak langsung serial memaksa orang untuk mengikuti seluruh serinya tapi akan menjadi kebosanan dan orang tidak menemukan efek "wow" nya. Sedangkan Film, selalu di buru orang untuk di tonton, bahkan orang-orang rela untuk membayar tiket untuk menonton di bioskop, bukan begitu?

    Itu menurut pendapat saya pribadi mas gee….

    Salam sukses