Google Adsense

Bagaimana Cara Akun Adsense Tidak Dibanned?

Sejak awal 2012 saya mulai menggunakan Adsense untuk memonetisasi blog. Selama 2 tahun pertama tidak kurang dari $6.000 telah saya hasilkan dari Adsense. Dan tidak peduli seberapa banyak altenatif Adsense di luar sana, Google Adsense masih merupakan pilihan ads-network terbaik untuk memonetisasi blog.

Saya juga telah banyak membagikan informasi dari tips seputar Adsense, seperti cara meningkatkan pendapatan Adsense, dan banyak lagi.

Namun, seperti yang telah sering saya sampaikan, bahwa Adsense begitu ketat dalam hal ketetapan kebijakan dan peraturan, karena itu menjadi penting bagi setiap penayang Adsense untuk memahaminya dan segera berhenti melakukan pelanggaran.

Kita tahu, betapa sulitnya mendapatkan akun Adsense, tapi seringkali menjaganya tetap utuh dalam jangka waktu yang lama, adalah lebih sulit lagi.

Nah, di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu dihindari oleh setiap publisher Adsense, untuk menjaga akunnya tidak dibanned.

Memahami ToS Adsense dan berhenti melakukan pelanggaran:

Klik tidak sah (invalid click)

Ini lah penyebab utama dari kebanyakan akun Adsense yang dibanned. Masih banyak publisher pemula, mereka biasanya meminta kepada teman dan kerabat untuk mengklik iklan mereka, dari IP yang berbeda, setelah membuka minimal 3 halaman sebelumnya, dan seterusnya. Mereka pikir ini tidak bisa dideteksi oleh sistem Adsense. Dan mereka salah.

Jika sistem Adsense mendeteksi aktivitas ini, mereka segara menempatkan akun Anda dalam pengawasan ketat, dan jika terbukti, segera akun Anda akan dibanned, demi menjaga kepentingan advertiser AdWords.

Jumlah maksimum unit iklan dalam satu halaman

Adsense hanya membolehkan maksimal 3 unit iklan dalam satu halaman. Anda bisa lebih memahami aturan ini pada artikel: Berapa Jumlah Unit Iklan Adsense Maksimal dalam Satu Halaman?

Label iklan

Memberi label pada iklan Adsense kata-kata penarik seperti, “klik di sini” dan semacamnya, itu sama sekali tidak diperbolehkan. Anda hanya boleh memberi label: “iklan sponsor” atau “Ads”.

Menempatkan iklan Adsense pada jendela pop-up, yang mengharuskan pengunjung mengkliknya? Hmm…. itu pelanggaran berat di mata Adsense.

Mengirimkan iklan Adsense via email

Jangan pernah menyematkan iklan Adsense di email atau newsletter kepada siapapun. Akun Anda akan dibanned seketika.

Memasang iklan di situs dengan bahasa yang belum didukung

Saat artikel ini ditulis, Google belum mendukung semua bahasa di dunia. Jadi jika Anda telah memiliki akun Adsense, memasangnya di situs dengan konten bahasa yang belum didukung, maka segera lepas iklannya, karena itu berpotensi banned.

Ini juga penting bagi Anda yang memasang plugin atau fitur translate ke dalam bahasa global. Sebaiknya pastikan blog Anda hanya diterjemahkan ke dalam bahasa yang telah didukung Adsense.

Konten berhak cipta

Jika Anda menjalankan Adsense pada situs yang mendistribusikan konten berhak cipta, seperti film, lagu atau file-file berhak cipta lainnya, maka Anda berpotensi akan dibanned dengan segera.

Google Adsense tidak mengijinkan penayangan iklan pada konten yang melanggar hak cipta.

Memberi tautan ke situs yang melanggar hak cipta

Bukan hanya memasang iklan pada konten yang melanggar hak cipta yang akan dapat banned dari Adsense, bahkan jika Anda merekomendasikan, atau menautkan ke situs-situs yang mendistribusikan konten berhak cipta, itu sama saja di mata Google. Jadi berhenti memberi tautan ke situs pelanggar hak cipta.

Di antaranya, situs film streaming, software ilegal atau bajakan, keygen, dan semacamnya.

Selain itu, juga tidak boleh Anda menautkan ke situs yang melanggar kebijakan Adsense, seperti:

  • Konten dewasa / pornografi
  • Konten kekerasan
  • Konten rasis
  • Hacking / cracking
  • Gambling / perjudian / kasino
  • Penjualan obat-obatan terlarang, alkohol
  • Konten senjata dan amunisi

Itu beberapa contoh saja, sebenarnya masih banyak contoh konten terlarang lainnya, silakan baca selengkapnya di halaman kebijakan Adsense.

Merubah kode script Adsense

Apakah Anda seorang programmer? Tidak masalah, selama Anda tidak iseng ‘ngerjain’ kode iklan Adsense. 🙂 Karena merubah kode (perilaku) iklan Adsense dalam cara apapun adalah merupakan pelanggaran.

Bagaimana dengan parsing? Pasti Anda sering mendengar bahwa untuk memasang kode iklan di template html, harus diparsing terlebih dahulu, apakah itu termasuk kategori merubah kode iklan Adsense? Saya jawab tidak! Karena sesungguhnya parsing sama sekali tidak merubah kode, hanya “menerjemahkan” ke bahasa html agar dapat dirender oleh browser.

Membuat tampilan iklan seperti konten situs

Ini juga pelanggaran lainnya. Membuat tampilan iklan, seperti misalnya menempatkan iklan di antara gambar-gambar berjejer, lalu salah satunya adalah iklan Adsense, yang sangat memungkinkan pembaca menganggap bahwa itu adalah konten (bukan iklan), maka itu sangat berpotensi untuk dibanned.

Trafik berbayar

Jika Anda membeli trafik dan Anda memasang Adsense di situ, maka itu pelanggaran terhadap ToS Adsense. Silakan baca: Memahami pengalaman laman landas, agar Anda lebih memahami apa yang diharapkan oleh Google Adsense.

Nah, itu lah beberapa hal yang perlu dihindari atau mendapat perhatian agar akun Adsense Anda aman dan tidak dibanned.

Selain itu ada beberapa hal lainnya, beberapa hal kecil lainya yang perlu dihindari adalah:

  • Jangan membuat iklan Adsense Anda sticky. Itu bisa melanggar kebijakan penerapan iklan oleh Adsense.
  • Memasang Adsense pada situs dengan konten mayoritas berisi video dari Youtube atau lainnya, dapat berpotensi dibanned. Untuk menghindarinya, pastikan Anda memiliki konten yang cukup selain video tersebut. Selengkapnya tentang hal ini, silakan baca: Bolehkah Menjalankan Adsense pada Blog Video dari Youtube?
  • Jangan menempatkan iklan Adsense pada halaman error 404, halaman exit, halaman login, dan sejenisnya.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda untuk menjaga keutuhan akun Adsense dan dapat terus bekerja sama dengan Google untuk jangka panjang. Sukses selalu.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

21 Komentar

  • Salah satu yang ditakuti penayang adsense pemula seperti saya. Tapi yakinlah, asal bermain sehat tidak akan kena banned. Hehehe

  • Saya sering melihat iklan AdSense dibuat pop-up dan saya sangat geram kepada mereka, kalau prosesnya curang, hasilnya tidak akan berkah. Mungkin mereka bosan dengan penghasilan yang seperti itu saja, lalu mencoba taktik baru yang bahkan tidak baik bagi mereka.

  • Tanya suhu,.
    “Jangan menempatkan iklan Adsense pada halaman error 404,
    halaman exit, halaman login, dan sejenisnya”
    Apa yang abang Jhon maksud, termasuk Halama-halaman static seperti Disclaimer, Privacy Policy ??.
    Hehe.. maklumlah suhu. Takut salah faham saya ini.

    • Ya betul bos. benar apa yg disebutkan di atas. Untuk lebih jelasnya sebagai contoh, coba bos klik daftar di portal uang, setelah selesai daftar, maka akan muncul ucapan terima kasih. Nah, halaman2 semacam itulah yg tidak boleh dipasangi Adsense. Dan halaman2 lain sejenis itu.

  • Mau tanya mas apakah postingan yang ada anchor teksnya melanggar kebijakan webmaster adsense? Saya pernah membaca pendapat yang mengatakan blog adsense sebaiknya jangan menggunakan anchor teks tapi harus menggunakan url utuh karena bisa dibanned karena anchor teks tidak ada manfaatnya buat pengunjung hanya ditujukan untuk mesin pencari.Mohon penjelasan nya mas Makasih

    • saya sangat tidak setuju dg hal itu. Krn menurut saya, link dg anchor teks justru membantu banyak pembaca lebih tahu tentang link tersebut. Yg penting adalah tidak ‘membohongi’ pembaca dg membuat anchor text yg tidak relevan dg link tersebut.

  • Mas bro, mohon penjelasan lebih lagi nih masalah “invalid click”. Masih ngambang pemahaman ane, maklum pemula. hehehe

    • ngambangnya dimana mas Ahmad? Invalid click, adalah klik yang tidak sah, klik yang tidak akan dihitung penghasilan oleh Adsense. Termasuk di dalamnya: pelanggaran klik (fraud click), seperti misalnya, mengklik iklan sendiri.

    • ya betul mas Edi, namun terkadang, tidak semua publisher mau membaca tos adsense sampe tuntas, atau sudah membaca tp blm jg mengerti. nah, artikel ini adalah untuk mereka, agar lebih mudah memahaminya 🙂

  • mas saya mau tanya lagi masalah lain, nah bagaimana dengan blog yang coapas artikel orang lain tapi dia nampilin sumber, misal blog berita gitu, kok aman saja mas blognya ???

  • Blog saya yang baru ada banyak yang bisa didaftarkan ke adsense mas, namun berhubung komputer yang saya gunakan sudah terdaftar di list banned adsense dan sudah memposting sekitar 30 artikel.

    Apa nggak dibanne lagi ya kalau danfat dengan blog baru, email baru, tapi posting masih menggunakan komputer yang ip terdeteksi?

      • Saya pernah baca di sebuah forum, lupa namanya, bahwa jika blog sudah pernah di banned akun adsensenya akan sulit bertahan akun adsense yang baru. Penjelasannya, bikin email baru, blog baru, tema baru dan biarkan dapat pengunjung organik dulu sampai 4 bulan dan daftarkan dengan nama berbeda dan bila perlu dengan komputer berbeda.

        Saya jadi trauma juga mau daftar kembali adsense. Padahal ada banyak blog yang baru dan email baru serta nama baru.

        Bagaimana menurut ANda?

      • ya memang mas Daniel. Sepertinya memang Google mencatat segala hal ttg aktivitas online kita. Sehingga sekali dibanned, maka 99% kt gak bisa ikut lagi selamanya.

        Namun, menurut sy itu pun tidak benar 100%. Masa sih tidak ada kesempatan kedua? Dan ini pernah terjadi pada teman sy. Yg terpenting adalah: sekali dibanned, jgn terus dalam waktu dekat mengajukan kembali, itu bisa2 dianggap spam. Tunggu paling tidak 6 bulan menurut saya.

        Sambil terus perbaiki blog, tingkatkan kualitasnya dan sementara buang jauh2 “Adsense oriented” dalam kegiatan ngeblog.

%d blogger menyukai ini: