Google Adsense

Cara Menjalankan Program Adsense Sharing di Blog

Apakah Anda ingin menjalankan program Adsense Sharing di blog yang Anda miliki? Apa kelebihan dan kekurangannya? Bagaimana cara penerapannya?

Saya sendiri menjalankan program berbagi pendapatan Adsense ini di dua website yang saya kelola, yaitu PortalUang dan Erudisi, meski dengan sistem yang berbeda.

Dan selama ini, saya cukup sering ditanya tentang cara menjalankan program Adsense sharing, untuk itulah saya menulis panduan ini. Pertanyaan-pertanyaan di atas akan Anda temukan jawabannya sepanjang artikel ini. Mari kita lanjutkan.

Apa yang dimaksud Adsense Sharing?

Menjalankan Adsense Sharing, artinya Anda berbagi pendapatan dari iklan Google Adsense dengan penulis atau kontributor lain di blog yang Anda kelola.

Metode terbaik berbagi pendapatan Adsense tentu saja adalah dengan menjadi Mitra Host Adsense. Namun seperti kita tahu, untuk menjadi mitra host Adsense adalah hal yang sangat tidak mudah. Anda butuh 100.000pv per hari, dan itupun baru syarat dasar, masih ada syarat-syarat lainnya yang harus dipenuhi. Jadi saya kira, itu bukanlah untuk kita (saat ini).

Lalu bagaimana dengan publisher kecil seperti Anda dan saya?

Kita tetap bisa menjalankan program berbagi pendapatan Adsense, dengan cara mengijinkan penulis menampilkan iklan milik akun Adsense mereka sendiri di artikel yang mereka tulis.

Mungkin pertanyaan selanjutnya: mengapa kita repot-repot menjalankan program ini?

Setiap strategi memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri, begitu juga dengan program Ads Sharing.

Kelebihan dan kekurangan ads-sharing tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari menerima pihak lain untuk menulis konten di blog Anda. Karena inti dari program ini adalah Anda memperbolehkan (lebih tepatnya mengajak) pembaca/pengunjung ikut berkontribusi dalam penyediaan konten blog.

Kelebihan menjalankan Ads-Sharing

Atas dasar itu, keuntungan pertama dari menjalankan program Adsense Sharing adalah menawarkan win-win solution bagi penulis, sehingga mereka lebih tertarik dan bersemangat membuat konten di blog Anda. Semakin banyak penulis, semakin tinggi frekuensi posting, sehingga Anda tidak lagi dipusingkan dengan masalah update artikel sendirian. Hal ini tentunya berimbas pada perkembangan blog menjadi lebih cepat.

Di sisi lain, keuntungan yang didapat dari kontributor adalah dapat membantu meningkatkan pendapatan Adsense mereka. Apalagi jika menulis di blog yang sudah populer, karena artikel mereka akan terekspos dengan lebih baik.

Kekurangan menjalankan Ads Sharing

Kekurangannya di antaranya:

  • Lebih sulit mengontrol kualitas konten.
  • Mungkin membuat pembaca merasa ‘tidak dekat’ lagi dengan Anda seperti sebelumnya, karena mereka menemukan penulis lain di blog Anda.
  • Jika ada penulis spammer, yang hanya mengejar backlink, dengan konten berkualitas rendah atau lebih buruk konten yang melanggar kebijakan Adsense (misalnya konten copas atau konten ilegal), dapat berdampak buruk pada blog secara keseluruhan, bahkan pada akun Adsense milik Anda sendiri.
  • Untuk menjaga kualitas konten, Anda dapat saja memoderasi setiap konten. Namun, itu sama saja artinya Anda masih ‘direpotkan’ dalam urusan konten.

Dua poin terakhir dari kekurangan program adsense sharing di atas, bisa diatasi dengan memilah penulis dilihat dari kualitas konten yang mereka buat. Dengan kata lain, Anda memberi kemampuan menerbitkan konten pada HANYA bagi penulis dengan kualitas atau kriteria tertentu.

Bagaimana cara menjalankan program Adsense Sharing?

Kini kita sampai pada pembahasan bagaimana menerapkan sistem bagi hasil Adsense dengan penulis.

Ada beberapa plugin tersedia untuk tujuan ini, seperti Revenue Share for Authors dan AdSense Revenue Share. Namun, saya mendapati kedua-duanya tidak terlalu leluasa melakukan pengaturan dan optimasi.

Untuk itu, saya memilih melakukannya dengan cara manual atau tanpa menggunakan plugin. Karena pada dasarnya cukup mudah, kita hanya perlu mengganti secara dinamis kode PUB-ID dan kode SLOT-ID dari masing-masing penulis. Dan ini lah yang ingin saya bagikan.

Ikuti langkah-langkah yang akan saya paparkan dengan seksama, karena kita akan sedikit banyak menambahkan kode pada file-file WordPress Anda.

Menambahkan data meta author untuk pub-ID dan slot-ID

Sebelumnya mari kita lihat kode iklan Adsense yang kita dapat saat membuat unit iklan baru:

<ins class="adsbygoogle"
  style="display:block"
  data-ad-client="ca-pub-1233456789012345"
  data-ad-slot="1234567890"
  data-ad-format="auto"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Setiap kode iklan hanya berbeda pada bagian data-ad-client dan data-ad-slot.

Karena itu, kita akan membuat kedua data tersebut diganti secara dinamis sesuai data penulis. Untuk tujuan itu, maka kita perlu menambahkan meta data author. Ikuti langkah berikut:

Menambahkan contact-method author

Tambahkan kode di bawah pada file function.php:

function tambah_adsense_contactmethod ( $contactmethods ) {
$contactmethods['pubid'] = 'PUB-ID Adsense';
$contactmethods['slot1'] = 'Slot-ID Atas';
$contactmethods['slot2'] = 'Slot-ID Tengah';
$contactmethods['slot3'] = 'Slot-ID Bawah';
return $contactmethods;
}
add_filter('user_contactmethods','tambah_adsense_contactmethod',10,1);

Atau akan jauh lebih baik dan sangat saya sarankan Anda membuat plugin fungsi khusus sendiri, lalu tambahkan kode di atas di dalam plugin.

Untuk penjelasan apa yang saya maksud plugin fungsi khusus dan cara membuatnya, silakan baca: Membuat Plugin Fungsi Khusus untuk Blog.

Sesuaikan banyaknya Slot-ID dengan kebutuhan Anda sendiri. Kode di atas akan menambahkan kolom baru pada halaman profil pengguna.

 

menambahkan kolom di profil

Anda kemudian tinggal meminta penulis untuk mengisinya dengan data Pub-ID dan Slot-ID dari iklan Adsense yang mereka miliki.

Menerapkan dan menampilkan dengan data unit iklan dari penulis

Langkah selanjutnya adalah mengambil data pada contact-method yang baru saja kita buat di atas. Caranya mudah sekali, Anda hanya perlu mengganti kode data-ad-client dan data-ad-slot, sehingga kode iklan yang dipasang menjadi seperti ini:

<ins class="adsbygoogle"
 style="display:block"
 data-ad-client="<?php the_author_meta('pubid'); ?>"
 data-ad-slot="<?php the_author_meta('slot1'); ?>" 
 data-ad-format="auto"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Anda tinggal menyesuaikan untuk unit iklan lainnya yang sesuai.

Untuk pemasangannya sendiri, secara default, widget teks bawaan WordPress tidak dapat mengeksekusi PHP, sehingga Anda tidak bisa begitu saja menerapkan kode di atas.

Solusinya, Anda bisa menggunakan plugin, atau membuat shortcode sendiri.

Tapi untuk memudahkan, dan yang saya sarankan adalah menggunakan plugin Ads-Inserter untuk menerapkan iklan di blog Anda, bahkan jika Anda tidak menjalankan program Adsense sharing sekalipun, plugin ini sangat memadai dan menyediakan pengaturan lengkap dalam hal menampilkan iklan di blog Anda, terutama inject iklan di dalam konten.

ads sharingPenting! Karena kode iklan mengandung script PHP, Anda harus mencontreng Process PHP di pengaturan Ads-Inserter.

Sampai di sini, sesungguhnya Anda telah berhasil menerapkan sistem Adsense sharing di blog Anda. Jika Anda pasang kode di atas melalui widget, misalnya di sidebar (menggunakan Ads-Inserter), maka iklan yang tampil akan adalah iklan milik akun Adsense dari penulis artikel yang ditampilkan. Jika Anda terapkan pada semua kode iklan yang tampil di seluruh halaman, maka seluruh unit iklan yang muncul adalah milik akun penulis.

Nah untuk itulah, ada langkah terakhir yang perlu diatur lebih lanjut, yaitu terkait pembagian atau jatah unit iklan bagi penulis.

Unit Tetap dan Rotasi

Seperti dari namanya, yaitu berbagi pendapatan Adsense, artinya ada bagi hasil antara Anda sebagai pengelola blog dan penulis sebagai pembuat konten.

Untuk tujuan ini, ada 2 cara yang bisa Anda pilih:

1. Fixed Ad-Spot
Anda menentukan space mana yang diperuntukkan bagi penulis. Sebagai contoh, dari 3 unit maksimal yang dibolehkan Adsense, Anda memberikan jatah 2 unit bagi penulis. Misal satu di sidebar, satu lagi di bawah judul artikel. Sedangkan satu unit di header tetap menampilkan iklan miliki Anda selamanya.

Jika cara ini yang Anda pilih maka tidak perlu langkah tambahan apapun. Sampai di sini Anda sudah bisa menerapkannya, karena Anda hanya perlu mengatur space mana yang menampilkan iklan penulis dengan mengganti data-ad-client dan data-ad-slot dengan seperti tampak pada kode di atas.

2. Merotasi iklan
Cara ini bekerja dengan cara merotasi unit iklan pada semua ads-space atau spot yang tersedia. Cara ini lah yang paling banyak dipilih karena dianggap lebih adil, karena memungkinkan iklan milik penulis muncul di spot manapun.

Anda bisa mengatur besaran persentase rotasi yang ingin Anda berikan kepada penulis. Misalkan, Anda dapat memberi sebesar 75%. Artinya penulis akan mendapatkan 75% dari total impresi halaman mereka.

Nah, cara terakhir lah yang akan bahas selanjutnya.

Cara merotasi iklan milik penulis

Sudah membuat plugin fungsi khusus seperti yang saya jelaskan di atas?

Jika sudah, alih-alih memasukkan langsung kode iklan Adsnese langsung pada plugin Ads-Inserter, Anda perlu membuat fungsi baru untuk memudahkan dalam merotasi iklan nantinya.

Tambahkan kode berikut:

function ads_admin() { 
?>
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-1233456789012345"
 data-ad-slot="1234567890"
 data-ad-format="rectangle"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
<?php
}

/* pada fungsi ads_admin, tulis langsung Pub-ID dan Slot-ID milik Anda */

function ads_penulis() { 
?>
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:block"
 data-ad-client="<?php the_author_meta('pubid'); ?>"
 data-ad-slot="<?php the_author_meta('slot1'); ?>" 
 data-ad-format="rectangle"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
<?php
}

Kita membuat 2 buah fungsi, ads_admin() untuk menampilkan iklan milik Anda sendiri, dan ads_penulis() untuk iklan dengan pub-id dan slot milik penulis.

Sekarang buka pengaturan plugin Ads-Inserter, masukkan kode berikut untuk merotasi iklan:

<?php 
$hasil_random = rand(1, 100);

if($hasil_random <= 75){
ads_penulis();
}
else {
ads_admin();
}
?>

Kita memanggil angka acak dengan fungsi random, yaitu antara 1 – 100. Angka 75 pada $hasil_random <= 75, silakan sesuaikan dengan persentase yang Anda berikan kepada penulis. Misal, jika Anda memberi 80, maka ganti 75 dengan 80. Itu artinya penulis mendapat 80% dari total impresi iklan.

merotasi iklan dengan fungsi random

Sekali lagi, jangan lupa untuk mencontreng Process PHP, lalu klik Save All Settings. Ulangi langkah di atas untuk semua spot iklan yang ada. Untuk memudahkan Anda bisa membuat nama fungsi sesuai lokasi iklan dan sebagainya, misal: function iklan_atas_penulis, iklan_header_admin dan seterusnya.

Sampai di sini, Anda telah berhasil merotasi iklan dan berbagi pendapatan Adsense dengan penulis.

Nah, bagaimana? Tertarik menjalankan program Adsense sharing di blog Anda sendiri? Sekarang Anda tidak lagi bingung bagaimana cara melakukannya.

Jika ada hal-hal yang kurang dipahami, silakan bertanya melalui komentar, atau lebih bagus lagi buat thread di Forum Adsense.

Dan bagi Anda yang tertarik bergabung menjadi penulis PortalUang dan mendapat bagi hasil pendapatan Adsense, silakan baca informasi lengkapnya Menjadi Penulis PortalUang.

Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

10 Komentar

  • Kode ini pastinya aman kan ya mas Gee, kalo TOS google kan menyebut kita tidak boleh merubah struktur kode adsense (yang dimaskud html dan js), sementara ini intinya tidak merubah kode tapi hanya mengganti id ads punya member jadi secara tampilan kodenya tidak berubah sama sekali.

    Saya baru lihat kode seperti diatas karena memang belum pernah menjalankan sharing ads kode seperti yang dijalankan di blog ini. Inspiratif… mungkin suatu saat saya bisa praktekan kalo bikin blog WP MU

  • alhamdulillah ilmu bertambah.. ternyata begitu ya mas makasih artikelnya dan mau sharing kepada kami para pemula, agak ribet juga sih dan juga saya pake blogspot. he he. ..
    Mudah-mudahan nanti saya akan buat pake wordpress dan bisa mengikuti tutorial ini.

  • Di antara blogger2 pengguna wordpress yg saya temui, baru kali ini saya menemukan blogger yg secara kreatif berbagi kode php. Beberapa blogger yg saya temui seolah gak peduli sama php. Padahal php itu jiwanya wordpress. Salam.

    • Saya hanya ingin berbagai apapun yg sy anggap bisa bermanfaat bos Opan. Dan memang mengenai cara menjalankan program ads-sharing ini, sy banyak sekali menerima pertanyaan dari pembaca PU, akhirnya sy putuskan tuk membagikannya melalui artikel, agar sy gak repot selalu jawab panjang lebar lagi klo ditanya. 🙂
      salam kembali.

  • Tutornya sangat lengkap mas jhon. Tetapi baca berulang ulang masih blm “ngeh” juga. Apa fungsi ads-inserter itu sama seperti quick adsense ya?

    Apa yang di maksud rotasi itu untuk mengacak ukuran iklan atau gimana mas jhon ?

    Apa alternatif selain “membuat plugin khusus”…soalnya masih awam php …
    Makasih waktunya mas jhon

    • ya betul, ads-inserter sama fungsinya dg quick adsense, ads-injection, dll yang berfungsi mempermudah pemasangan iklan di blog kita.

      ya betul juga. rotasi maksudnya adalah mengacak iklan untuk tampil bergantian, namun di sini kita memberi bobot berbeda, dimana iklan tuk penulis mendapat jatah 75% dari total impresi. Jadi misalkan satu spot iklan tampil 100x, maka 75 di antaranya tampil iklan milik penulis, sisanya milik admin.

      mengenai plugin khusus yg sy maksud, itu memang tidak wajib. kode yg saya berikan di atas, dapat ditambahkan ke file function.php dari theme. tp spt yg sy jelaskan di atas, akan lebih baik jika dibuatkan plugin sendiri.

  • Selamat pagi mas Gee Jhon. Jika kita memiliki dua blog atau lebih yang akan kita pasang adsense, apakah kita harus mendaftarkannya di adsense (menambahkan saluran) terlebih dahulu atau langsung saja pasang script di blog lain tersebut mas Gee?

    Jika langsung copy script apakah tidak berdampak pada akun ads dibanned?

    • bisa langsung pasang script saja bos. saluran khusus itu hanya untuk mempermudah melacak kinerja satu atau beberapa unit iklan dg kriteria tertentu yg kita tentukan, jadi itu bukan wajib., tp mengingat manfaatnya yg sangat besar, sangat disarankan menggunakan saluran khusus.

%d blogger menyukai ini: