Menulis Konten

Cara Mengetahui Apakah Blog Anda Memiliki Konten Berkualitas atau Tidak

Mungkin Anda telah sering mendengar bahwa konten adalah raja, tapi bagaimana sih ‘rupa’ Sang Raja yang sebenarnya?

Anda mungkin juga kerap mendengar bahwa seorang blogger harus fokus pada kualitas konten, bukan pada kuantitas. Karena kualitas lebih disukai, baik oleh pembaca maupun Google.

Oke, saya setuju dengan kedua hal di atas. Tapi masalahnya, bagaimana kita tahu bahwa kita telah membuat konten berkualitas di blog kita?

Adakah cara mengetahui dan menilai kualitas konten blog?

Sesungguhnya tidak ada tool atau alat apapun yang dapat kita gunakan untuk mengukur kualitas konten suatu blog. Namun demikian, ada beberapa petunjuk penting untuk mengukur seberkualitas apa konten blog yang Anda miliki.

Berikut beberapa petunjuk yang bisa Anda gunakan untuk mengukur kualitas konten blog:

1. Gunakan Google Analytic

Ya, Google memang menyediakan hampir segala hal. Dan dalam hal produktivitas seorang blogger, Google Webmaster Tool dan Google Analytic adalah dua tool yang sangat membantu.

Anda dapat melacak perilaku pengunjung blog. Anda hanya perlu meletakkan sepotong kode dan Google Analytic segera mulai melacak setiap kunjungan dan perilaku pembaca Anda.

Lalu apa saja dalam laporan Analytic yang bisa digunakan untuk mengukur sejauh mana kualitas konten blog Anda?

Tayangan Laman: Melacak tayangan laman atau pageview dari website Anda. Bila angkanya terus mengalami peningkatan (meski perlahan), itu salah satu tanda bahwa konten blog Anda cukup berkualitas.

Tentu saja ini bukan data yang sempurna untuk menilai kualitas konten blog, tapi bagaimana pun ia adalah faktor utama dalam mengukur kualitas blog Anda secara keseluruhan.

Rasio Pentalan: Atau dalam bahasa Inggrisnya bounce rate, adalah persentase pengunjung yang HANYA membuka 1 halaman di blog Anda lalu pergi, TANPA membuka halaman kedua, ketiga dan seterusnya. Karena itu nilai rasio pentalan harusnya serendah mungkin.

Bila nilai rasio pentalan terlalu tinggi, itu bisa menjadi tanda bahwa ada yang salah dengan blog Anda, entah desainnya, entah penempatan iklannya, dan ya tentu saja: kualitas kontennya! Nilai bounce rate tinggi dapat menjadi salah satu alat ukur bahwa Anda belum berhasil menyajikan konten blog yang berkualitas.

Lalu seberapa nilai bounce rate yang ideal?

Ada banyak jawaban untuk pertanyaan ini, tapi bisa saya sampaikan bahwa tidak ada angka pasti untuk nilai rasio pentalan yang ideal, semua tergantung dari usia, desain dan jenis konten website atau blog Anda sendiri.

Namun demikian, Anda harus tetap berusaha bagaimana menurunkan nilai bouce rate. Beberapa artikel ini bisa Anda jadikan acuan:

Durasi Sesi Rata-rata: Anda perlu memberi perhatian pada angka durasi sesi rata-rata. Angka ini menunjukkan berapa lama pengunjung berada di blog Anda, dan bisa jadi acuan untuk menilai apakah kualitas konten blog Anda sudah baik atau tidak.

Namun sekali lagi, angka ini pun tidak bisa jadi patokan mutlak, karena bergantung jenis konten atau niche blog. Misalnya topik fotografi yang banyak memiliki konten gambar mungkin akan memiliki rata-rata durasi jauh lebih lama dibanding topik teknologi.

2. Jumlah komentar

Bagaimana jumlah komentar bisa menjadi salah satu indikator kualitas konten sebuah blog? Ya, mudah saja. Orang-orang akan mulai meninggalkan komentar, jika mereka menganggap Anda telah ‘melakukan’ sesuatu yang bagus di topik Anda. Bila Anda mendapatkan banyak komentar, secara umum bisa dianggap, Anda telah menulis konten yang berkualitas.

Namun perlu diingat juga, bahwa banyak orang menulis komentar hanya untuk meninggalkan link ke blog mereka sendiri, dan tentu saja komentar spam semacam ini tidak masuk hitungan.

Tapi jika komentar yang masuk bisa membangun komunikasi atau diskusi hangat, maka itu adalah sebagai tanda bahwa Anda telah mampu menghadirkan konten berkualitas.

3. Jumlah pelanggan (subscriber)

Jumlah orang yang berlangganan newsletter atau RSS update terbaru blog Anda, adalah pertanda lain bahwa blog Anda memiliki konten berkualitas. Mereka mendapat inspirasi, pencerahan, pembelajaran yang bermanfaat, sehingga mereka perlu dan ingin mengikuti Anda.

4. Mendapat link dari website / blog lain

Ini adalah tanda lain bahwa Anda berhasil menulis konten berkualitas di blog. Jika orang-orang mulai menyebut, mengutip dan menautkan konten Anda di blog mereka sendiri secara sukarela, maka Anda berhasil membuat konten berkualitas.

Sukarela yang saya maksud di sini, adalah bahwa mereka melakukan itu tanpa ada imbalan apapun dari kita seperti bertukar link atau membayar sejumlah uang. Tapi murni karena mereka tertarik, terinspirasi oleh tulisan-tulisan Anda.

5. Orang-orang mulai bertanya

Bila Anda aktif di berbagai forum, atau media sosial atau sering mendapat email: “Tolong review website saya, apanya yang salah….?” Atau pertanyaan lainnya sesuai topik blog Anda, maka itu artinya Anda telah mendapat perhatian karena konten berkualitas yang tersaji di blog Anda.

Nah, itulah beberapa cara atau tolak ukur guna mengetahui apakah Anda telah berhasil membuat konten berkualitas di blog atau belum. Jika kelima hal di atas, belum Anda raih dengan maksimal, maka Anda hanya perlu terus berusaha memperbaiki berbagai aspek blog Anda. Semoga dengan memahami dan menilai kelima hal tadi, dapat membantu meningkatkan kualitas konten blog yang Anda kelola.

Bagaimana pendapat Anda sendiri? Bagaimana Anda menilai kualitas konten blog orang lain? Bagikan melalui komentar. Sukses selalu.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

14 Komentar

  • Hallooooo mas Gee. Thanks untuk artikelnya. Saya barusan baca2 juga artikel sejenis. Yang menarik adalah, menurut web ini, rasio pentalan di bawah 20% itu tidak baik. Justru ada kemungkinan maslah dengan google analytics nya. Dan rasio pentalan di atas 90% juga tidak baik. Ini saya sertakan linknya. _http://www.gorocketfuel.com/the-rocket-blog/whats-the-average-bounce-rate-in-google-analytics/ … … Sukses mas Gee. Salam

    • untuk lebih tepatnya semakin turun rasio pentalan berarti indikasi blog agan bisa meranik perhatian pengunjung sebaliknya jika rasio pentalan terus naik berarti blog agan kurang diminati atau terlalu over dalam menebar keyword yang dimana di blog agan untuk keyword tertentu tidak ada artikel atau tutorial. menurut saya itu yang kurang bagus. masalah rasio dibawah 20% entahlah saya juga belum pernah lihat rasion pentalan segitu

  • Menarik sekali mas Gee cuma untuk komentar dan subscribe ini kok agak susah untuk blog pendidikan seperti saya ya.. Adakah tehnik khusus meningkatkan subscribe?

  • wah, salam hangat dari aku ‘mantan content writer’ yang mulai mencoba menulis di blog sendiri:)

    jadi bersemangat setelah baca ini^^. Baru bikin blog akhir tahun kemaren (Desember apa akhir November yak ,, hm hm). Sampai hari ini 26 Januari ada 94 pengunjung, 6 subscribers, 337 klik dan satu reblog, lupa berapa yang ngelink dua apa tiga yak. . .

    umm,, seperti yang Gee Jhon bilang di artikel sebelumnya yag aku baca kalo ‘beri dulu baru menerima’, aku juga masih terlalu dini untuk ngurusin penghasilan. Tapi memang berambisi memiliki banyak pembaca, soalnya aku suka dan bahagia tulisan ku ada yang baca. he he. Nah dari postingan Gee John di atas aku menyerap bahwa ada ‘menu’ untuk memantau lama pembaca berada di blog kita, dan bahkan berapa jumlah klik satu orang tersebut di blog kita. Itu menu nya yang mana atau bagaimana? Umm,, aku pernah menunggu seseorang yang membaca semua posting ku waktu itu 20-an kalo nggak salah kemaren. dia klik satu per satu dan itu itu orang yang sama soalnya dia satu-satu nya pengunjung pas aku lihat.. tapi aku ngeliatnya dari statistik dan manual sekali. . . . . . . pernah mencari di goggle tentang cara ini tapi tidak menemukan yang benar-benar ku maksud dan ku cari. he he

    Sorry panjang banget,, jika berkenan mohon di jawab:)

    Vallendri Arnout

%d blogger menyukai ini: