Monetisasi Blog

Haruskah Saya Menjual Iklan Mandiri?

menjalankan iklan mandiri di blog
Gee Jhon
Ditulis oleh Gee Jhon

Bagi banyak website atau blog, baik besar atau kecil memilih menjual spot atau menampilkan iklan sebagai sumber pendapatan. Dan kebanyakan mereka memilih cara tercepat dan paling mudah meraih penghasilan dari iklan dengan bergabung dengan ads-network (jaringan iklan), seperti Google Adsense atau alternatif lainnya.

Namun sebenarnya ada alternatif lainnya yang lebih baik, yaitu menjual inventori iklan secara langsung atau yang biasa disebut dengan iklan mandiri.

Pilihan ini membuang perantara antara pengiklan (advertiser) dan penayang (publisher), sehingga sebagai pemilik website atau blog, Anda mendapat seluruh potensi penghasilan secara penuh, tanpa harus berbagi dengan jaringan periklanan.

Tentu saja ini terdengar sangat bagus. Tapi menjual iklan mandiri jauh lebih sulit dan butuh usaha lebih dibanding bergabung dengan salah satu ads-network. Dan nyatanya, menjual iklan secara langsung secara mandiri tidak lah cocok untuk semua orang!

Lalu pertanyaan yang muncul adalah:

Haruskah saya menjual iklan secara langsung secara mandiri?

Sebelum Anda memutuskan segera beralih dari menampilkan iklan dari jaringan periklanan dan siap menyingsingkan lengan baju untuk berusaha menjual iklan mandiri, dan apakah itu layak Anda perjuangkan atau tidak (paling tidak untuk saat ini), berikut beberapa pertanyaan yang perlu Anda jawab terlebih dahulu:

1. Apakah Anda memiliki trafik tinggi?

Bagi publisher atau blog kecil, menjual iklan mandiri bukan lah sebuah prioritas utama. Dan dalam hal ini, yang jadi pertimbangan adalah trafik serta seberapa besar uang tambahan yang Anda harapkan jika nanti berhasil menjual iklan mandiri.

Mari saya perjelas. Berikut adalah screenshot bagi hasil yang ditawarkan Google Adsense:

bagi hasil google adsense

Seperti kita lihat, untuk produk Adsense for Content, Google memberikan 68% untuk penayang. Dengan kata lain, Google mendapat 32% dari nilai yang dibayarkan pengiklan untuk menampilkan iklan mereka di seluruh jaringan mereka.

Tapi itu adalah sebuah persentase, sedangkan nilai uang sesungguhnya bisa amat berbeda bagi satu publisher dengan publisher lainnya.

Jika misalnya, katakanlah blog Anda mampu menghasilkan $1.000 sebulan, maka itu berarti Anda memberi keuntungan sebesar $320 kepada Google setiap bulannya! Dan jika kemudian Anda berhasil menjual iklan mandiri (dengan asumsi nilai RPM yang sama), maka Anda mampu mendapat tambahan penghasilan sebanyak $320. Satu angka yang tidak terlalu kecil.

Tapi sebaliknya, jika potensi blog Anda hanya mampu menghasilkan $100 dengan menampilkan iklan, maka tambahan sebesar $32, masih terlalu kecil dijadikan prioritas utama untuk melakukan upaya ekstra dengan menjual iklan mandiri.

Kesimpulannya:
Jika blog Anda memiliki trafik cukup tinggi, katakanlah minimal 50.000 pengunjung sebagai patokan dasar, maka Anda sudah siap memaksimalkan potensi terbaik blog Anda dengan berusaha menjual iklan secara mandiri.

2. Apakah Anda memiliki audiens tertarget?

Memang betul, menjalankan ads-network juga butuh audiens tertarget, namun ia tidak sepenting dalam menjual iklan mandiri, karena ads-network biasanya memiliki banyak jenis penargetan dan juga saling mengisi kekurangan satu website dengan lainnya dalam satu jaringan publisher yang besar.

Jika blog Anda memiliki audiens tertarget dan spesifik maka Anda memiliki potensi besar untuk sukses menjalankan program iklan mandiri.

Audiens Anda tidak lah harus terdiri dari orang-orang ‘kaya’ yang siap membelanjakan uang mereka, tapi paling tidak audiens Anda memiliki ketertarikan lebih pada satu topik atau suatu produk. Sebagai contoh, audiens anak-anak muda yang sangat tertarik pada games, bisa dikatakan bukanlah pembeli potensial terbaik dalam hal belanja online, namun mereka tetap menarik bagi pengembang games untuk dijadikan target iklan mereka.

Kesimpulannya:
Bila blog Anda memiliki audiens tertarget dan ketertarikan kuat (dan kebiasaan belanja mereka), maka blog Anda bisa sangat menarik bagi pengiklan untuk dijadikan tempat promosi yang tepat bagi mereka.

3. Adakah pengiklan potensial aktif bagi blog Anda?

Trafik tinggi dan audiens tertarget memang sangat penting untuk bisa menjual iklan mandiri. Namun itu semua tidak terlalu berarti jika tidak ada pengiklan potensial yang bersedia membelanjakan uang mereka untuk promosi. Untuk sukses menjual iklan secara mandiri, Anda harus mampu mengenali atau mengidentifikasi klien potensial di mana Anda menawarkan manfaat untuk mereka.

Betul, secara logika akan selalu ada pengiklan potensial untuk topik (niche) apapun, atau dengan kata lain akan selalu ada seseorang di luar sana yang tertarik memasang iklan di blog Anda. Tapi itu baru akan relevan, jika mereka terbukti beriklan secara aktif.

Ingat bahwa banyak pelaku bisnis yang tidak memiliki budget besar atau budget khusus untuk kebutuhan beriklan di internet, meski mereka ingin melakukannya.

Masih dengan contoh yang sama seperti di atas, website atau blog tentang games, memiliki banyak sekali pengiklan potensial yang aktif dan gencar mengiklankan produk games atau konsol games yang mereka miliki. Contoh lainnya, topik teknologi gadget juga memiliki potensi yang sama.

Kesimpulan:
Menjual iklan mandiri akan jauh lebih mudah dilakukan bila Anda memiliki niche di mana terdapat banyak pengiklan yang secara aktif beriklan melalui internet. Sebagai patokan mudah, bila Anda melihat banyak iklan di mana-mana (di hasil pencarian Google, atau di website lain) pada topik serupa dengan blog Anda, maka itu bisa jadi pertimbangan bagus Anda mulai memikirkan untuk menjual iklan mandiri.

Nah, sekarang kembali ke pertanyaan awal: Haruskah saya menjalankan iklan mandiri?

Jika Anda menjawab YA pada lebih dari satu pertanyaan di atas, maka kemungkinan besar Anda memiliki peluang lebih baik untuk meningkatkan pendapatan dari blog dengan menjalankan atau menjual iklan secara mandiri.

Jika tidak, maka ads-network mungkin masih merupakan alternatif yang lebih baik, dengan kemudahan dan upaya yang lebih ringan untuk memaksimalkannya.

Giliran Anda sekarang: apakah Anda berniat menjual iklan mandiri dalam waktu dekat atau di masa yang akan datang? Apa alasannya? Atau mungkin Anda telah menjalankannya beberapa lama? Bagikan pengalaman Anda melalui komentar.

Dan bila Anda merasa informasi ini berguna, saya akan sangat berterima kasih bila Anda mau membagikannya ke teman-teman Anda. Sukses selalu.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

10 Komentar

  • Cara menentukan tarif iklan mandiri gimana ya gan , misalnya punya UV 5000 per hari berapa harga penawaran spot iklan 300 x 300 ya ?

  • Enak sebetulnya iklan mandiri. Gak mikir klik dan sangat simpel.

    cuma masalah terbesar adalah cari advertisernya mas. harus pinter ngelobi dan parahnya di indo peminat iklan mandiri masih dominan pada iklan dewasa. mksd saya untuk advertisernya.

    hal tersebut berlaku untuk blog dgn trfik 10k kebawah. klo udah 10k keatas, tinggal pasang slot ntar jg ada email masuk dr advertiser ?.

    itu pengalaman saya sih. hehe

  • saya rasa hanya orang-orang tertentu atau blog-blog tertentu yg traffiknya tinggi yg bisa menjual penawaran iklan mandiri. kalau blog yg biasa-biasa saja, mungkin belum kepikiran sampai sih sampai di situ.

%d blogger menyukai ini: