Menulis Konten

Klik Tombol Preview, Sebelum Tombol Publish!

Saat blogwalking dan membaca artikel yang penuh dengan salah ketik atau tidak diformat dengan baik, yang terpikir oleh saya yaitu bahwa penulisnya adalah orang ceroboh, atau bahkan : artikel ini ditulis oleh orang yang malas!

Sepertinya begitu selesai menulis artikel sampai akhir, ia langsung buru-buru klik tombol ‘Terbitkan’. Tanpa membaca ulang, tanpa memeriksa ejaan, tanpa memanfaatkan tombol ‘Pratampil’.

Di semua aplikasi blogging apapun, selalu ada tombol Preview. Dan tombol itu disediakan bukan tanpa alasan. Tapi sayang, sepertinya tidak semua blogger memanfaatkannya.

Ingat, setiap tulisan pada awalnya adalah ‘sampah’. Ia akan bersinar setelah dipoles, disunting dengan seksama, diperbaiki mana yang kurang, mana yang salah.

Dan biasanya, saat kita menulis dan membaca ulang artikel dari awal sampai, tapi masih di halaman editor, seringkali kita melewatkan banyak hal. Karena kita cenderung telah ‘jenuh’ dengan tampilan setelah lebih dari 1 jam menulis.

Itulah gunanya fitur pratinjau. Anda akan melihat artikel lebih baik dengan tampilan yang sama seperti setelah ia diterbitkan. Otak Anda akan refresh, dan menemukan berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki.

Jadi, bila saat ini Anda seringkali melewatkan mengklik tombol ‘Preview’, saatnya merubah kebiasaan. Anda akan mendapatkan kualitas artikel yang jauh lebih baik. Cobalah!

Jangan pernah klik terbitkan, sebelum klik Pratampil!

tombol preview

Nah, bagaimana kebiasaan menulis Anda selama ini? Sudahkah Anda memanfaatkan fasilitas preview sebelum menerbitkan artikel?

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

3 Komentar

  • memang perlu di cek dan ricek kembali setiap artikel sebelum di publish, tapi terkadang rasa malas menghantui, lah bikin artikel 500 kata saja bisa sampai 3 hari, bisa seminggu kalau harus pakai ilustrasi gambar. kalau terlanjur lelah begitu artikel jadi, langsung publish tanpa koreksi atau pratinjau lagi. nanti dikoreksi kapan-kapan kalau lagi mood hehehe

    btw, sepertinya ada yang kurang mas Gee di paragraf 5
    “dan membaca ulang artikel dari awal sampai,”
    mungkin perlu dilengkapi “sampai kemananya” 🙂
    meski tanpa ditulis pun orang sudah tahu sampai mana 😀

    peace…
    semoga sukses selalu 🙂

  • @Gee Jhon,Ya artikel yg simple tapi bermanfaat.mas saya mau tanya;
    Font size artikel saya di template gak berfungsi,Jadi saya mau guna font size16px ,bisa mas bantu kasi kode html nya yang di template itu.
    Saya sudah coba otak-atik masig gak berfungsi mas.
    Terimakasih banyak sebelumnya.

    • apakah maksudnya di fortunamedia? setiap template tentu saja berbeda, tp untuk ukuran font, biasanya diatur lewat .body

      coba cari kode berikut:
      body {
      background: #EDEDED;
      color: #444;
      height: 100%;
      font-family: Arial, Helvetica, Tahoma, sans-serif;
      font-size: 14px; >>>> ganti dg 17px
      font-weight: 400;
      line-height: 22px;
      text-decoration: none;
      margin: 0;
      padding: 0;
      }

      — oya, sy lihat di hal. pos jumlah iklan adsense lebih dari 3 (ada 5), sebaiknya segera diperbaiki, krn itu melanggar tos.

%d blogger menyukai ini: