Blogging Dasar

Blog Bisnis dan Blog Personal

Membangun Blog Bisnis Dari Blog Personal – Baru 1 tahun yang lalu saya tertarik dengan blog dan website. Mendapat info dari seorang senior bernama Kang Sukman, berikut website beliau sikumang.com. Dari beliaulah saya belajar banyak. Bukan belajar teori tentang blog, tapi belajar membuat sebuah tulisan berkualitas dengan membaca tulisan-tulisan beliau.

Awalnya saya hanya mengetahui membuat blog gratisan, mengisinya dengan segala hal. Dari tulisan curhat sampai tulisan-tulisan bergender ilmiah dan unik. Semua saya campur menjadi satu blog yang saya sebut sebagai blog gado-gado. Dari blog gado-gado sederhana itu saya mampu menghasilkan pundi-pundi uang dari adsense dan sumber lainya, meskipun tidak banyak, mungkin ini adalah awal saya menjadi seorang Internet Marketer.

Yah, tidak dipungkiri, tujuan awal saya mempunyai blog adalah untuk mendapatkan uang dari internet. Setelah blog gado-gado saya terisi banyak artikel dan pengunjung lumayan banyak. Sayapun memberanikan diri untuk memonetize (menguangkan) blog gado-gado saya tersebut. Berikut adalah blog gado-gado yang sedang saya kelola, chyrun.com.

Mencoba mengikuti bisnis afiliasi, PPC sampai pernah membuat postingan-postingan yang mengandung download-download software gratis. Dimana saya akan mendapat bayaran dari seberapa jumlah postingan kita yang di-download. Namun saya akhirnya kecantol dengan iklan PPC. Untuk afiliasi dan yang lainya, mungkin belum berjodoh dengan saya.

Akhirnya saya berfikir untuk membangun dua blog. Sebuah blog personal dan sebuah blog bisnis. Lalu seperti apa blog personal? Dan seperti apa blog bisnis sukses itu? Dari pembuatannya, keduanya memiliki kesamaan, yang membedakannya hanya isi atau sering kita sebut konten dalam blog tersebut. Dan tentunya tujuan dari pembuatan blog akan menentukan konten yang kita isi di dalamnya. Metode penyampaian atau display blog yang terkait dengan strategi blog tersebut juga sangat penting.

Saya bukan seorang programer, saya akan mencoba menyajikan tulisan blog personal dan blog bisnis dengan bahasa sederhana saja. Karena bukan programer, saya akan lebih menggali tentang konten atau isi dari kedua jenis blog tersebut, serta strategi dalam membangun kedua blog tersebut.

Untuk mempermudah memahami artikel ini, tentunya Anda harus memiliki sebuah blog. Baik blog personal atau blog yang memang Anda tujukan untuk blog bisnis. Saya akan anggap anda sudah memahami cara membuat blog secara garis besar.

Apakah blog personal bisa menjadi blog bisnis?

Dari segi teknis pada dasarnya setiap blog adalah sama. Artinya blog akan berubah menjadi blog bisnis atau blog personal tergantung dari tujuan si empunya blog. Jadi jelas bahwa, blog personal sangat memungkinkan menjadi blog bisnis dengan beberapa catatan, di antaranya konten, strategi dan Tujuan harus di setting ulang agar sesuai dengan tujuan bisnis Anda.

Lalu apa sih blog Personal dan apa sih blog bisnis itu?

Kriteria blog personal adalah blog yang mengulas seputar kegiatan yang kita lakukan. Dan identik dengan ilmu yang kita miliki lalu dituangkan dalam blog tersebut. Atau menulis-cerita cerita pribadi seperti layaknya buku harian pribadi.

Biasanya blog personal diadmini oleh kita sendiri sebagai pemilik. Fungsi blog sebagai bentuk eksistensi diri dengan menuangkan segala bentuk ekspresi diri yang sedang dirasakan pemilik blog. Seperti halnya kita memiliki akun media sosial, segala macam unek-unek kita tumpahkan dalam bentuk postingan. Jika dalam media sosial seperti Facebook sering kita sebut sebagai status.

Blog personal dapat dijadikan sebagai blog bisnis, namun blog bisnis tidak dapat dijadikan blog personal. Menutrut saya itulah perbedaan blog personal dengan blog bisnis selain dari konten yang disajikan.

Ciri-ciri Blog Bisnis

Tujuan awal pembuatan blog bisnis adalah untuk bisnis, jadi blog akan di manajemen dan di kelola oleh beberapa orang. Mengulas apa yang menjadi konsen. Dan pastinya menarik banyak pengunjung dari segala sumber baik dari google atau lewat media sosial. Trafik tersebut diharapkan menjadi ladang pembeli potensial.

Apa yang harus dilakukan agar blog personal anda menjadi blog bisnis

Hindari Membeli Artikel Jika Ingin Menjadi Penulis

Membangun blog bisnis dari blog personal

Pertama: Bahwa blog bisnis akan mengalirkan trafik menuju sebuah halaman landing statis. Setiap trafik akan di arahkan pada homepage sebagai pintu masuk menuju teransaksi bisnis anda. Anda juga dapat membuat halaman statis baru jika produk/jenis bisnis anda lebih dari satu jenis.

Kedua: Jangan terlalu banyak kata, usahakan setiap penjelasan singkat dan jelas. Tidak perlu bertele-tele, jangan sampai lebih dari 600 kata. Ingat, ini adalah halaman statis yang menarget kata kunci judul bisnis Anda.Usahakan mengandung kata tertarget anda secara general.

Jika bicara trafik sebuah blog, maka akan berhubungan dengan kriteria yang komplek. Tenang, saya tidak akan membahas secara mendalam terkait trafik, saya hanya ingin menjelaskan kenapa harus halaman statis, bukan halaman postingan biasa.

Halaman statis difungsikan sebagai halaman landing dari trafik yang berdatangan. Artikel postingan di halaman dinamis, seiring waktu jika semakin banyak postingan maka akan tergeser dari homepage bukan. Bingung ya? Hehe.

Begini, jika anda membuat sebuah postingan baru tentang bisnis anda, lalu besok membuat lagi postingan baru lagi. Lama-lama postingan pertama yang Anda buat akan tergeser dari homepage. Inilah kenapa dibutuhkan halaman statis dalam mendukung blog bisnis anda.

Ya sudah, kita tidak perlu membuat postingan lain selain postingan terkait bisnis kita?

Nah, ini yang saya maksudkan keterkaitan trafik. Bayangkan, anda hanya membuat satu postingan, sementara anda berharap banyak trafik berdatangan. Itu hal yang sulit bukan. Maka diperlukan artikel-artikel pendukung untuk mendatangkan trafik, tentunya homepage sebagai landing akhir pengunjung Anda. Maka buatlah strategi agar pengunjung selalu berakhir dihalaman landing yang anda rencanakan.

Bagaimana caranya? Anda dapat membuat artikel yang secara tidak langsung mengarahkan ke halaman statis homepage yang sudah Anda desain. Dan dapat didukung dengan membuat link internal menuju halaman penjualan Anda (halaman statis di home page).

Menjual banyak produk atau fokus satu produk

Keduanya mempunyai kekurangan dan kelebihan. Fokus menjual banyak produk, maka akan meningkatkan trafik blog bisnis anda. Kenapa? Pengunjung akan berdatangan karena kata kunci produk yang kita targetkan beragam. Namun beban SEO akan semakin berat, karena beragamnya kata kunci yang terindek dan tidak saling berhubungan. Pernah mendengar kualitas SEO akan meningkat jika backlink yang kita dapat adalah dari konten yang berhubungan.

Jika fokus pada satu produk, maka trafik yang datang lebih sedikit. Namun akan lebih tertarget dan beban SEO akan baik, karena backlink konten memiliki hubungan.

Pilih dan gunakanlah domain tingkat atas

Jika ingin melakukan Investasi Blog,Masalah nama domain juga berperan penting. Pilihlah domain dengan potensi trafik yang tinggi. Contohnya, saya akan lebih memilih domain Jual Sepatu dot com dari pada Yogad dot com. ini terkait dengan SEO dan ujung-ujungnya trafik. Begini, sederhananya, pembeli yang ingin membeli sepatu kemungkinan mengetikan Jual sepatu dot com dari pada mengetikan Yogad dot com.

Sementara untuk TLD (Top Level Domain) akan lebih dipercaya dan mempunyai legalitas yang baik dibandingkan dengan menebeng pada domain gratisan. Contohnya, saya akan lebih percaya pada domain  sepatu dot id dari pada domain sepatu dot blogspot dot com. Inilah yang dimaksud dengan trust atau membangun kepercayaan pengunjung.

Semoga dapat bermanfaat.

Iklan

Tentang penulis

Un Tochirun

Tohir

Saya seorang manusia biasa yang hobi menulis

Tulis komentar

9 Komentar

  • suka dengan website portal-uang namun kenapa ya sering kali artikel yang saya buka selalu menuju halaman 404 error: Halaman tidak ditemukan dan di akhiran url muncul /index/ seperti berikut ini: apakah hanya saya yang mengalami atau pengunjung lain juga demikian..

    • masa sih bos? apakah yg lain ada yg mengalaminya? Mohon infonya, masalahnya sy buka sendiri tidak ada masalah itu. Tapi, terima kasih banyak atas infonya bos Fia…. nanti sy cari tahu masalahnya.

  • postingan yang menarik

    misal saya membangun blog personal, kebetulan saya punya hobi otomotif/travellling, dan blog saya di isi artikel sesuai topik hobi saya, apakah bisa di uangkan/monetizing ?

      • mas Gee saya mulai suka blog sejak 4 tahunan yang lalu, google adsense juga sudah terpasang di blog saya, tapi sampai dengan hari ini belum pernah mendapatkan durian runtuhnya..minta saran dan masukannya mas Gee ini blo saya.. setiawanopinion.blogspot.com dan grobogankuu.blogspot.com

      • saran pertama: harus berani berinvestasi. Jadi paling tidak, belilah sebuah domain. Akan lebih bagus lagi jika menggunakan hosting sendiri (selfhost), itu membuat kita merasa benar2 memiliki blog kita sendiri dan akan lebih semangat dalam mengelolanya.