Pekerjaan dan Karir

Pilihlah Pekerjaan Sesuai Minat

Memulai dengan memilih pekerjaan yang cocok adalah tips sukses jangka panjang. Dan ini yang sering dikesampingkan oleh sebagian pencari kerja, termasuk saya. Pada umumnya pekerjaan apa saja yang ada selama sesuai dengan kriteria gaji dan ‘pendidikan’ akan dijalani. Terlebih di jaman sekarang yang sulit dalam mencari pekerjaan.

Istilah pekerja serabutan bukan hanya dialami oleh para kuli dan pengangguran. Pekerjaan serabutan adalah melakukan pekerjaan yang ada lalu dikerjakan tidak perduli jenis pekerjaanya yang penting halal.

Bagi para sarjana, pengertian tersebut ditambah dengan tanda kutip ‘asal sesuai dengan gaji yang diinginkan’. Sarjana memeng selalu sok mahal. Tahukah anda gelar sarjana hanya menjadi gelar prestis semata, jauh dari standar kualitas seharusnya. Tidak percaya, simak artikel ini sampai selesai.

Pekerjaan apa yang anda sukai?

Berapa gaji yang diharapkan?

Apakah anda bahagia dengan pekerjaan tersebut?

Iklan

Ketatnya persaingan mendapat pekerjaan melunturkan idealisme. Kalimat tersebut kiranya cocok untuk mengungkapkan kondisi sekarang. Banyak sekali lulusan sarjana yang bekerja namun tidak sesuai dengan minat dan bidang jurusan.

Berikut studi kasus yang saya peroleh dengan responden kawan-kawan saya sendiri. Bekerja sesuai bidang berbeda dengan sesuai minat. Biasanya bekerja sesuai bidang pasti akan sesuai minat, namun sebaliknya bekerja sesuai minat tidak pasti sesuai dengan bidang yang diambil. Kasus ini biasanya dialami oleh sarjana yang berbakat di dunia teknik, kuliah di bidang sains namun bekerja di perbankan. Maka pekerjaan yang akan dijalani bertentangan antara bidang dan minat.

Cara memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat

Dari 10 orang sarjana sains, hanya 1 orang yang berhasil bekerja sesuai dengan bidangnya.

Dari 10 orang sarjana sains hanya 5 orang yang bekerja sesuai dengan minat yang diinginkan. Sisanya bekerja ‘serabutan’, maksudnya adalah bekerja namun tidak sesuai dengan yang diinginkan dan bidang pendidikan yang sudah ditempuh.

Nasi sudah menjadi bubur, ungkapan yang cocok untuk sistem pendidikan di Indonesia saat ini dengan hasil seperti kita sekarang ini. Tapi sudahlah, mari kita move on. Toh kita sudah ikut menjadi bubur, dan perlu ada perbaikan ke depan dari sistem pendidikan agar generasi selanjutnya tidak mengalami seperti yang generasi sekarang alami.

Apa solusinya?

Ada dua solusi utama, berikut saya sajikan untuk Anda dengan cuma-cuma.

Yang pertama

Pilihlah pekerjaan sesuai minat Anda, meskipun uang yang didapatkan belum sesuai. Minat berasal dari hati, pekerjaan apa saja yang dilakukan dengan hati maka lebih besar kemungkinanya untuk sukses.

Yang kedua

Pilihlah Pekerjaan sesuai bidang, dan belajar mencintai pekerjaan dengan sepenuh hati. Anda kuliah di bidang teknik, bekerja di bidang teknik, namun sebenarnya minat Anda adalah bekerja di bidang perbankan. Jika dilakukan hitung-hitungan maka akan didapat perbandingan 2:1. Kuliah dan bidang (2) : minat (1). Namun semua dikembalikan kepada Anda mau seperti apa.

Catatan: Untuk sukses di bidang pekerjaan, jangan pernah memilih pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan bidang Anda. Kenapa? Karena pekerjaan tersebut hanya akan menjadi beban selama Anda bekerja. Kondisi ini terjadi jika Anda tidak mampu beradaptasi dengan mencintai pekerjaan tersebut.

Misalnya Anda berminat dalam dunia blogging, maka maksimalkan dan investasikan blog kesayangan Anda tersebut. Passion akan mendorong dan membuka peluang kesuksesan lebih besar dari pada pekerjaan yang dipaksakan.

Kebahagiaan bukan hanya diukur dari seberapa uang yang didapat dari pekerjaan, tapi yang paling penting adalah kenyamanan dan kebahagiaan Anda dalam bekerja.

Memilih pekerjaan sesuai minat membutuhkan kesabaran. Tuntutan lingkungan, seperti orang tua, umur dan ekonomi mengoyak idealisme dan mengajak menghalalkan segala cara. Sering saya dengar, “ujung-ujungnya adalah uang bukan?

Apapun demi uang, uang sudah dijadikan sebagai ukuran kebahagiaan.

Ada kebahagiaan lain yang diabaikan karena uang. Kebahagiaan itu adalah kenyamanan. Bekerja dengan gaji besar namun tidak nyaman, maka bukan ini yang saya maksud sebagai sukses dalam bidang pekerjaan.

Lakukan saja pekerjaan yang Anda sukai !

Jika Anda sudah bekerja, apakah Anda menyukai pekerjaan anda? Anda tidak menyukai, namun karena keadaan anda harus bekerja maka Anda bertahan. Pertanyaannya mau sampai kapan?

Jawabanya pasti berbeda setiap orang, entah itu jawaban pembelaan diri atau memang jawaban jujur dari dalam hati. Namun intinya sama, Anda tidak menyukai pekerjaan Anda, dan secara tidak langsung anda sedang berontak dengan rencana yang sedang anda susun.

Rencana yang sedang Anda susun adalah apapun itu pasti tentang pekerjaan yang Anda sukai. Tinggal kapan keputusan itu akan diambil. Konsisten dan keberanian mengambil resiko akan menentukan keberhasilan Anda mendapat pekerjaan impian.

Realistislah dengan gaji!

Jika mengharapkan pekerjaan yang sesuai dengan Anda, maka realistislah dengan gaji. Kembali saya ingatkan, uang bukan satu-satunya unsur kebahagiaan. Uang akan mengikuti selama Anda bekerja dengan hati. Prestasi, totalitas dalam bekerja lambat laun akan meningkatkan gaji anda.

Berbahagialah dengan pekerjaan yang Anda sukai!

Ujung dari artikel ini adalah tentang kepuasan dan minat. Tentu bahagia didapat saat pekerjaan Anda sesuai dengan minat Anda. Bayangkan, jika 10 tahun Anda bekerja dengan gaji tinggi, tapi Anda tidak bahagia. Berbeda jika Anda bekerja dengan nyaman, meskipun gaji yang didapat tidak terlalu besar tapi Anda bahagia.

Ada dua pilihan secara umum, memilih menjadi pengusaha atau karyawan sukses. Pengusaha bekerja untuk dirinya sendiri, sedangkan pekerja atau karyawan bekerja untuk perusahaan. Maka jadilah pengusaha yang sesuai minat Anda, atau jadilah karyawan yang sesuai dengan minat Anda.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat bagi kita semua yang sedang galau dalam mencari atau sedang bekerja.

Terimakasih, mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak sesuai.

Iklan

Tentang penulis

Tohir

Saya seorang manusia biasa yang hobi menulis

Tulis komentar

12 Komentar

  • mas Gee, maaf sebelumnya kalau pertanyaanku ini oot.
    gimana caranya menyembunyikan iklan unit tautan di layar yg kecil agar tidak melanggar kebijakan Adsense? mohon bantuannya mas , makasih 😀

      • tag conditionalnya bagaimana mas. kalau disembunyikan di versi mobile aku tau tagnya.
        nah kalau misal disembunyikan di layar ukuran 600px nah,, itu yang aku bingung mas. soalnya aku pakai blogger

      • Halo mas, indra dp saya coba membantu menjawab.

        Untuk menyembunyikan iklan pada ukuran layar 600px bisa menggunakan media queries.

        Tambahkan kode di bawah ini pada css blogger

        @media all and (min-width: 560px) and (max-width: 600px){
        .box-iklan {display:none;}
        }

        kemudian simpan.

        Setelah itu, pada bagian kode iklan tambahkan kode dibawah ini.

        KODE IKLAN

        dari kode diatas, iklan akan disembunyikan hanya pada perangkat yang beresolusi antara 560px sampai 600px.

        Semoga bermanfaat. Jika saya salah, mohon dikoreksi.

      • Mas Gee: terima kasih mas Gee, sudah berhasil aku terapkan di blogku.
        oiya, mas. kalau mas Gee berkenan tolong bantu periksa apa pemasangan kodenya diblogku sudah benar belum?? ini blogku mas indradp.com .. kodenya aku terapkan di unit link bagian bawah judul mas. maaf sebelumnya mas 😀

        Mas Rudi : terima kasih mas Rudi atas sarannya mas 😀

  • Artikelnya sangat menginspirasi!

    Saya juga memutuskan untuk bekerja sesuai minat saya yaitu freelance. Meskipun sebagian orang memandangnya bukan sebuah pekerjaan tapi dengan hasil yang nyata akhirnya mereka mulai mengakui apa yang saya lakukan.

    Sukses selalu untuk portal uang dan author.

      • Memang lebih enak kerja sendiri sesuai (freelance, bisnis online, etc…) dibandingkan kerja di kantoran. Sebab kita bisa mendapatkan banyak keuntungan, baik waktu, tenaga, pikiran dan yang lebih penting lagi adalah kepuasan jiwa… 🙂

        Btw, share dong om gee jhon seputar pengalaman, tips dan trik freelancing di odesk/upwork. Atau mungkin om gee jhon buat artikel pilar seputar freelancing di odesk/upwork. (ngarep)….