Menulis Konten

4 Cara Meningkatkan Keterlibatan Pengunjung Blog

Jika saya ditanya: apa yang dibutuhkan untuk membuat blog yang sukses? Maka, bila Anda menginginkan fakta yang sesungguhnya, jawabannya ada banyak sekali.

Ya, ada banyak hal diperlukan untuk membangun blog yang sukses. Memang, prinsip paling familiar ‘Content is King’, masih menjadi faktor utama, tapi nyatanya butuh lebih dari sekadar tulisan bagus untuk menghasilkan konten yang menarik keterlibatan dari pengunjung.

Seberapa sering kita telah menghabiskan berjam-jam menulis artikel dengan hati-hati, atau melakukan riset panjang untuk memperkuat opini, tapi pada akhirnya hanya mendapat sedikit ‘sambutan’ dari pembaca setelah ia diterbitkan? Konten itu tidak mampu mengajak untuk terlibat lebih jauh.

Konten yang bagus hanya sebuah awal, Anda butuh hal lain untuk mengajak pengunjung blog terlibat langsung dengan konten dan blog Anda. Inilah yang disebut dengan istilah: engage content atau konten yang mampu menarik keterlibatan pembacanya.

Lalu bagaimana kita, sebagai penulis, agar jangan sampai usaha setelah berusaha keras menghasilkan konten yang bagus namun gagal mendapat respon? Bagaimana cara kita meningkatkan keterlibatan pembaca?

Berikut 4 langkah yang akan membantu Anda meningkatkan keterlibatan pengunjung terhadap konten dan blog Anda:

1. Tawarkan nilai yang nyata

Masih bingung dari mana mulai membuat konten blog? Cara termudah: bantulah orang lain!

Anda bisa melakukannya dengan membuat konten yang bernilai. Konten bernilai adalah apapun yang memberikan pengaruh atau dampak positif bagi hidup orang lain.

Ia bisa berupa tips yang benar-benar dapat dilakukan dan bekerja, atau ebook yang menjelaskan permasalahan rumit dengan cara yang mudah dipahami, atau podcast yang membangkitkan harapan untuk orang-orang yang membutuhkan, atau juga video yang memberi hiburan segar sebagai pelepas penat.

Ya. Konten bernilai dapat berupa apa saja selama ia dapat membantu orang lain. Itu lah yang membuat kita sulit mendefinisikan konten yang bernilai itu seperti apa. Karena nilai sebuah konten akan tergantung pada audiens yang menjadi target Anda.

Namun demikian, ada acuan dasar yang bisa membantu untuk mengartikan sebuah konten yang bagus dan bernilai.

Konten bernilai adalah:

  • Memberi manfaat atau hal yang bekerja baik bagi pembaca. Ia menunjukkan bagaimana cara melakukan sesuatu atau menawarkan jawaban atas sebuah pertanyaan.
  • Menawarkan ide, inspirasi atau teladan yang bisa diterapkan pembaca untuk hidup mereka sendiri atau menemukan solusi atas suatu permasalahan.
  • Menarik pembaca dengan suara yang kuat, unik dan khas.
  • Berbicara langsung kepada orang tertentu yang spesifik.
  • Menunjukkan keahlian atau otoritas penulis di bidangnya.

Dan dari sisi berlawanan, konten bernilai bukan lah:

  • Informasi umum yang bisa didapatkan oleh siapa pun yang bisa mengakses Google.
  • Tips yang hanya mengulang-ulang apa yang dikatakan penulis lain yang memiliki otoritas di niche Anda.
  • Rumit, sulit dibaca, muter-muter, panjang penuh basa-basi tapi tanpa isi, serta kosong tujuan dan manfaat nyata.

2. Layani pembaca (bukan diri sendiri)

Jika pembaca Anda saat ini kurang begitu melibatkan diri terhadap konten dan blog Anda, coba tanyakan pada diri sendiri tentang konten yang Anda buat. Apa tujuan ia dibuat? Untuk siapa Anda menulisnya?

Bila jawaban Anda tidak bersesuaian dengan kondisi atau apa yang benar-benar diharapkan oleh pembaca Anda, maka sampai kapanpun Anda akan gagal menarik keterlibatan mereka lebih jauh.

Betul, ini adalah website Anda, blog Anda, tapi apatah gunanya tanpa dukungan dan keterlibatan pembaca? Masihkah ia bernilai?

Memang, ini satu konsep yang cukup sulit dipahami bagi kebanyakan blogger. Bukankah blog saya adalah melulu tentang saya sendiri? Bukankah blog saya adalah tempat saya bebas berekspresi, memacu kreativitas apapun dan ingin menyuarakan apapun?

Jawabannya adalah: YA! Tapi tetap, pembaca harus menempati urutan pertama. Konten Anda harus mewakili dan menghargai siapa mereka, apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka inginkan, serta semua cerita, opini dan pengalaman Anda yang mana, yang ingin mereka dengar.

audiens blog

Sebaliknya, melayani pembaca tidak berarti Anda harus kehilangan jati diri, atau menulis dengan bukan suara dan perspektif pribadi. Justru kedua hal itu lah yang akan mengantarkan kesuksesan sebuah blog. Melayani pembaca hanya berarti Anda memahami kepada siapa Anda menulis, dan memenuhi dahaga mereka sesuai apa yang mereka harapkan.

Dengan kata lain, konten Anda harus mencerminkan siapa Anda (atau bisnis Anda), tanpa harus melulu cerita tentang diri Anda pribadi.

Jangan pernah berhenti berbagi pengalaman, cerita, ide dan pemikiran. Itulah yang membuat Anda berbeda dari lainnya. Namun pastikan Anda mengemasnya dengan benar serta menyampaikannya dengan cara penuh arti bagi pembaca.

3. Membuat konten yang ‘merayu’ untuk dibagikan

Salah satu bentuk keterlibatan pembaca adalah ketika mereka sukarela membagikannya ke teman-teman mereka sendiri. Dan untuk itu Anda butuh konten yang memang sangat menarik untuk dibagikan.

Dan saya tahu, ini hal yang jauh lebih mudah teori dibanding prakteknya.

Dengan makin banyaknya orang dan bisnis sama memasuki dunia blogging, “konten yang bagus” tidak lah lagi mencukupi. Anda butuh konten yang:

  • Memancing diskusi lebih jauh
  • Merangsang pertanyaan yang mendalam
  • Memberikan ‘kebahagiaan’ tersendiri
  • Mengajak orang berpikir
  • Menawarkan solusi suatu permasalahan yang rumit

Ia tidak cukup hanya ditulis dengan baik dan masuk akal, atau berupa nasihat indah, atau komentar akurat terhadap satu isu. Konten yang Anda buat harus mampu mengaduk-aduk sisi emosional pembaca, jika Anda ingin mendapati mereka melakukan hal yang diperlukan agar terlibat dengan konten dan blog Anda.

Itu lah perbedaan besar antara ‘konten yang bagus’ dengan ‘konten yang memikat keterlibatan pembaca’.

Pengunjung mungkin menikmati konten yang baik, tapi ia hanya mampu membuat pembaca tersenyum kecil, atau merasa bahwa mereka setuju dengan apa yang tulis. Tapi, cuma itu yang bisa mereka lakukan, mereka lalu meninggalkannya. Karena ada begitu banyak konten lain yang mengganggu mereka, sehingga mereka merasa tidak punya waktu untuk berinteraksi lebih jauh dengan dengan konten dan blog Anda.

Sementara di sisi lain, konten yang memikat akan menghasilkan respon. Mereka begitu merasakan dampak dan terlibat secara emosional dengan satu dan lain cara terhadap konten yang Anda buat, sehingga mengajak kuat mereka untuk berinteraksi dan memberi respon.

Entah dengan membagikannya ke teman-teman mereka, seketika memutuskan mengisikan email untuk berlangganan artikel, memberi komentar, mengirimi Anda email untuk diskusi lebih lanjut, membeli produk yang Anda sarankan, dan lain sebagainya.

Intinya mereka tidak bisa diam lalu pergi, karena pesona tulisan yang Anda buat. Itulah konten memikat!

4. Buatlah sesuatunya lebih mudah

Pembaca Anda bisa jadi sangat tertarik terhadap konten Anda, ingin membagikannya ke media sosial, ingin terlibat dalam diskusi melalui komentar, ingin berlangganan artikel dan sebagainya. Tapi mereka tidak mau melakukan itu semua, jika untuk itu mereka harus bersusah payah.

Banyak blogger terlalu fokus pada sisi pembuatan konten, sehingga melupakan sisi bagaimana konten itu dinikmati. Menulis paragraf terlalu panjang, tidak memformat tulisan dengan baik, juga termasuk dalam sisi ini.

Perhatikan dengan seksama, bagaimana konten dinikmati oleh pembaca. Tempatkan diri Anda sendiri sebagai seorang pengunjung asing untuk blog Anda sendiri, dan rasakan bagaimana pengalaman Anda menikmati kontennya.

Jangan persulit pengunjung untuk melakukan respon. Permudah kolom komentar (saya benci captcha!), tempatkan tombol social sharing di tempat yang mudah dilihat, permudah orang berlangganan artikel. Buang pop-up, hindari mengumpulkan email subscriber dengan cara ‘memperkosa’.

Intinya buatlah hidup pembaca menjadi lebih mudah!

Kesimpulan
Jika Anda telah menawarkan nilai nyata, konten yang dikemas menarik sesuai minat dan harapan pembaca, fokus terhadap kebutuhan mereka, serta mempermudah pengunjung untuk melakukan banyak hal di blog Anda, maka keterlibatan pengunjung akan Anda raih dengan niscaya.

Bagaimana? Adakah yang Anda pelajari dari uraian di atas? Bagikan pendapat Anda sendiri melalui komentar.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

5 Komentar