Promosi Blog

Mengapa dan Kapan Saatnya Anda Berhenti Berkomentar di Blog Lain?

Saya telah menulis cukup banyak tentang manfaat berkomentar, cara dan tips menulis komentar yang baik. Saya juga dalam banyak kesempatan selalu menyarankan orang-orang untuk rajin berkomentar di blog lain.

Dan memang ada banyak sekali manfaat berkomentar. Tapi tadi malam, salah satu pembaca PortalUang bertanya kepada saya di HangOut, dan jujur saya sedikit merasa ‘malu’ saat ia mengatakan:

“Mas Gee, mas kan selalu menyarankan untuk blogwalking dan berkomentar di blog lain sebagai media promosi, tapi kenapa saya hampir tidak menemukan satu pun komentar yang Mas Gee tulis di blog lain?”

Dia mengatakan bahwa ia membuka blog-blog orang yang berkomentar di PortalUang, lalu melakukan pencarian komentar saya dan tidak menemukannya.

Satu sisi saya salut (juga sedikit heran), ada orang yang sampai segitunya melakukan riset kecil-kecilan tentang kebiasaan saya mengomentari blog lain.

Lalu ia lanjut bertanya:

“Apa memang Mas Gee gak pernah berkomentar balik? Atau gimana? Kalau mas tidak melakukannya, kenapa mas menyuruh orang melakukannya?”

Lalu saya jawab:

Ya. Sekarang saya sangat jarang berkomentar di blog lain!

Nah, melalui artikel ini saya mencoba untuk menjelaskan ‘duduk perkaranya’ masalah ini. Juga mengajak Anda untuk sedikit hitung-hitungan tentang aktivitas berkomentar.

Tapi sebelum itu saya ingin menegaskan sekali lagi, bahwa yang dimaksud ‘berkomentar’ di sini adalah sebagai ‘media atau teknik promosi’ seperti yang disampaikan oleh teman saya tadi. Tentu saja, ada aspek atau faktor sosial dalam hal komentar-mengomentari (seperti orang-orang suka untuk saling berinteraksi satu sama lain dan menjalin pertemanan). Namun, di sini kita ke sampingkan dulu faktor itu.

Dan ini sebuah pengakuan saya:

Saya tidak lagi berkomentar di blog lain, seperti dulu saya melakukannya (mungkin lebih dari 2 tahun yang lalu). Saat ini, saya tidak memiliki banyak waktu untuk blog, karena itu fokus utama saya adalah ke konten.

Belum lagi saya harus membalas puluhan (bahkan ratusan) komentar yang masuk setiap hari di semua blog saya. Belum lagi membalas pertanyaan dari pembaca, baik melalui email, hangout dan media sosial lainnya. Sungguh saya tidak punya waktu lagi untuk berkomentar di blog lain sebagai sarana berpromosi.

Namun tentu, sampai sekarang pun, sesekali saya masih berkomentar di blog lain. Tapi tidak seintens dulu. Itu pun kebanyakan pada blog-blog yang mention saya atau blog saya secara langsung. Atau bila saya menemukan konten yang benar-benar menggelitik pertanyaan, yang membuat saya tertarik untuk memberi opini.

Lalu, kenapa saya berhenti berkomentar di blog lain sebagai teknik berpromosi?

Baiklah, mari kita hitung-hitungan sedikit.

Anggap saja ada seseorang, katakanlah Gee Jhon, yang baru saja membuat blog baru. Pada titik ini, blog Gee Jhon memiliki trafik NOL. Dan anggap Gee Jhon hanya punya waktu 2 jam saja untuk mengelola blognya dalam sehari.

Menulis konten adalah yang utama, sehingga praktis 1 jam pertama harus ia habiskan untuk menulis konten. Sisa satu jam lagi, Gee Jhon memiliki banyak pilihan akan digunakan untuk apa. Salah satunya anggap saja untuk berkomentar di blog lain.

Jika 1 komentar bisa ditulis dalam 2 menit, misalnya, maka ia bisa menulis 30 komentar dalam sehari.

Sekarang kita anggap saja bahwa 1 komentar bisa mengirimkan sebanyak 5 pengunjung di hari pertama, 3 di hari kedua, 1 di hari ketiga dan tidak ada lagi pengunjung untuk hari-hari selanjutnya. Maka setiap komentar, rata-rata menghasilkan 9 pengunjung. Maka itu artinya, 1 jam kerja promosi melalui komentar, mampu menghasilkan 270 pengunjung baru dalam 3 hari.

Karena blog Gee Jhon masih baru, tentu saja, 270 visitor dalam 3 hari adalah hal yang sangat bagus. Jika misalnya, Gee Jhon memilih untuk menggunakan 1 jam kedua tadi untuk menulis konten juga, maka bisa jadi blognya akan tetap mendapat NOL pengunjung dan tidak akan ada orang tahu keberadaannya.

Seiring waktu dan perkembangan blog, bagaimana pun hitung-hitungannya jadi berubah. Misal, saat blog mulai meraih 500 pelanggan (subscriber), memanfaatkan waktu 1 jam sisa tadi untuk menulis konten lainnya, mungkin dapat mendatangkan 300 pengunjung baru atau lebih. Yang mana ini jelas lebih efisien dibandingkan dihabiskan untuk berkomentar di blog lain.

Saya harap Anda bisa menangkap poin yang saya maksud. Tapi benar, berkomentar bukan semata untuk ajang promosi, tapi ada nilai silaturahmi dengan sesama blogger lainnya. Dan itu tidak termasuk dalam pembahasan kita kali ini.

Ya, paling tidak itulah alasan dan opini saya. Bagaimana menurut Anda sendiri? Bagikan pendapat melalui komentar. Sukses selalu.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

22 Komentar

  • Ketika saya mengomentari, artikel Portal Uang. Akan muncul balasan ini “Komentar Anda sedang menunggu moderasi”.

    Pertanyaan saya, sepenting apakah moderasi komentar ini ? Apakah tanpa moderasi komentar akan berdampak buruk bagi blog ?

    • menurut saya sangat penting, bayangkan juga ada orang iseng dan berkomentar sembarangan apalagi spam 🙂 tapi semua tergantung pada masing masing saja 🙂

  • akan tetapi gee jhon waktu awal mula ngeblog, sangat suka sekali berkomentar
    setelah blog nya menjadi blog besar dan gee jhon malas berkunjung ke blog lain

    nanti ketika saya sudah tenar, saya akan tetap berkomentar pada blog lain atau saya akan tetap di blog saya? tentu akan melakukan hal yang sama seperti blog gee jhon
    tidak perlu makai itung-itungan 🙂 saya sudah memahami maksud tulisan ini, langsung to the point saja hahahahaha

    kalau kata blogger kawakan Mas Doyok sih (gitu aja kok repot)

  • Makanya saya dan tiem dalam membangun ecommerce ini mencoba memperhatikan kualitas dan kuantitas dari article. dan Tulisan semakin membuat saya untuk semakin memperhatikan kualitas dari sebuah tulisan. Makaish atas sharenya mas Gee.

    Salam sukses

  • tapi kan, di antara banyaknya blog yang saya komentari, belum tentu komentar saya di approve, kan ada beberapa blog yang mengaktifkan komentarnya agar diapprove terlebih dahulu sebelum diterbitkan.

    jadi yng efektifnya itu gimana mas ?? berapa jumlah paliing ideal blog yang harus dikomentari agar nanti bisa mendapatkan keutungan untuk blog saya juga

    • ada beberapa alasan mengapa komentar tdk disetujui. Untuk itu penting memperhatikan kualitas komentar, jangan nyepam, oot, jgn mencantumkan link hidup, dsb. Mengenai jumlah blog yg dikomentari, tidak ada batasan, makin banyak makin baik.

  • hahahahah, saya sangat menikmati tulisan diatas. ini halnya pernah saya tulis pada situs saya Bloglazir Dihujani Blogwalking Komentar Kentut Bergaya MLM.

    saya juga tidak pernah bahkan jarang berkomentar di blog orang lain.
    lalu kenapa saya berkomentar di blog ini?

    karena saya tertarik, sangat sulit bagi saya untuk tertarik pada blog/website orang. ada beberapa di belantara maya ini yang buat saya tertarik adalah “blogernas”. dan saat ini blog itu juga tidak panjang umurnya karena di banned oleh google, sama halnya seperti blog saya dulu.

    Terus berkarya mas dan salam hangat

  • benar sekali kang, content memang jadi fokus utama dan paling vital ketika membangun sebuah blog, namun content tanpa promosi juga akan kurang efektif. Jadi komentar menurut sy jadi bagian penting khususnya pada saat blog berumur muda. trims

  • iya ya sering berkomentar ini biasanya dilakukan ketika blog masih baru, dengan blogwalking seperti memperkenalkan blog kita kepada orang lain, kalau blognya disukai akan balik lagi. tapi kalau sudah bertrafik jadi berkurang, saya juga seperti itu.

  • Maklum, blog saya juga masih baru, jadi bisa dikatakan untuk berkomentar lebih kepada sesuatu yang dikatakan “media promosi”

    mungkin suatu saat nanti, kalau blog saya juga udah rame juga saya akan berhenti berkomentar seperti bang Gee Jhon ini..hehehe

    • hehe.. sebenarnya sih gak berhenti sama sekali bos. Tapi spt yg dibahas di artikel ini, saya cuma berhenti berkomentar sebagai teknik berpromosi. 🙂

  • Wah berarti asik ya kalau punya blog yang sudah mempunyai pengunjung setia. Tinggal nunggu komentar.

    Memang 90% niat saya untuk berkomentar adalah promosi. Karena memeng salah satu sumber mendatangkan pengunjung menurut saya dari berkomentar di blog lain.

    Lalu mas gee, apakah ada cara yang lebih efektif untuk mendatangkan pengunjung selain dari ber komentar di blog lain ?

    Hehe

    • mmm.. cara lebih efektif tentu saja adalah berupaya bagaimana mendapatkan trafik organik dari mesin pencari. Share ke sosmed juga bisa membantu, tapi siapapun akan berusaha memaksimalkan sumber trafik organik. itu yg terbaik.

  • Hemmm… Situasi yang serupa tetapi tidak sama. Dulu saya pun melakukannya demi promosi, hanya ada ganjalan di hati ketika saya melakukan, alias komentar hanya atas nama promosi. Padahal saya bukan orang yang senang gembar-gembor tetapi demi blog, saya bersedia melakukannya.

    Pada akhirnya, setelah beberapa bulan melakukannya, hati saya berbicara bahwa saya seperti orang yang mencari keuntungan bila terus melakukan dengan cara tersebut. Ganjalan yang sama sekali tidak menyenangkan. Seperti seorang yang hanya mengeruk keuntungan saja dan tidak tulus.

    Oleh karena itu, sejak saat itu, saya berhenti memberikan komentar demi mempromosikan blog. Tidak lagi ada keinginan untuk sekedar hadir dengan tujuan memberikan link pada blog. Hasilnya, baclink atau link (atau apalah namanya) ke blog saya sangat sedikit, tetapi no problem, saya merasa bebas dan lebih senang dengan cara demikian.

    Saya kembali ke sifat awal saya. Kalau memang menarik untuk dikomentari, maka saya akan tinggalkan jejak sebagai tanda saya memandang bahwa tulisan tersebut menarik, penting, pantas dibaca. Kalau tidak , maka biarlah kolom komentarnya saya kosongkan.

    Kadang juga saya masukkan link ke kolom website (kalau tersedia), seringnya tidak.

    Jujur saja, saya tidak memandang bahwa meninggalkan komentar adalah cara silaturahmi yang baik. Oleh karena itu saya lebih suka menggunakan media lain untuk melakukannya. Bergabung dengan beberapa komunitas fotografi, atau komunitas Kota saya serta berbagi foto-foto hasil hunting jauh lebih menyenangkan daripada sekedar meninggalkan komentar basa basi dan menaruh link.

    Mengenai masalah waktu yang terbatas, bisa dimengerti meski saya pikir seharusnya bukan sebuah masalah. Siapa yang waktunya tidak terbatas? Itu hanyalah sebuah masalah skala prioritas saja. Saya akan coba menyempatkan meninggalkan komentar, dengan syarat tulisannya menggelitik dan menarik. Kalau tidak, lebih baik kita bersilaturahmi di tempat lain saja. Saya tidak akan berkomentar hanya demi sekedar bersilaturahmi. Not my style.

    😀 😀 😀

    • satu sudut pandang yang apik bos Anton. Dan ya betul, saya pun sangat setuju bahwa pada dasarnya komentar disediakan oleh blog adalah untuk interaksi antara penulis dengan pembaca, atau pembaca dg pembaca lainnya. Andai dianggap bukan cara terbaik menjalin silaturahmi, paling tidak komentar tetap bermanfaat untuk saling tukar pendapat, seperti yang sekarang sedang kita lakukan. Dan itu bisa jadi satu awal sebuah silaturahmi.

      Good insight… sukses selalu… salam.