Menulis Konten

Tips Menulis Artikel Pendek yang ‘Powerful’

Menulis merupakan cara komunikasi yang hebat. Merangkai buah pikir dalam rangkaian kata, adalah cara yang bagus untuk mengekspresikan diri serta berbagi pengetahuan.

Karenanya, seorang blogger tentu ingin menulis artikel berkualitas di blognya. Tapi bagaimana jika Anda tidak punya banyak waktu untuk menulis? Maka artikel pendek yang ditulis dengan baik, mungkin bisa menjadi jawabannya.

Jangan salah, artikel pendek bisa menjadi sangat powerful, bahkan boleh jadi ia akan mendapat apresiasi luar biasa dari pembaca.

Puisi contohnya. Meski puisi seringkali ditulis dengan sangat pendek, tapi mampu menggugah emosi, moralitas dan pengetahuan. Kata-kata yang terbatas dalam puisi justru menjadi kekuatan, memiliki makna lebih dalam, mengajak pembacanya berpikir dan mencari sesuatu.

Nah, mengapa sebuah posting blog tidak bisa menggunakan prinsip yang sama? Posting Anda boleh pendek, tapi bila ditulis dengan baik dan ekspresif, ia akan tetap mampu menarik banyak pembaca.

Berikut beberapa poin penting sebagai panduan dalam menulis sebuah artikel pendek, namun tetap tidak kehilangan kekuatannya.

1. Poin utama
Artikel Anda, tidak peduli seberapa panjang ia ditulis, tetap saja membutuhkan SATU SAJA poin utamanya. Memiliki SATU TUJUAN yang ingin Anda capai darinya. Semua kalimat lainnya yang Anda tulis, haruslah mengarah pada poin penting ini. Karena itu, tentukan poin utama yang ingin Anda sampaikan, dari situ semua berawal.

2. Argumen
Saya tidak sedang menganjurkan Anda menyiapkan argumen seperti mempersiapkan sebuah perdebatan. Namun ya, point utama Anda haruslah didukung oleh argumen. Ini dilakukan dengan mendukung poin utama Anda dengan sub-poin logis guna merangkai suatu argumen utuh yang dapat dicerna dan diterima.

Hasil akhirnya, seluruh argumen yang disajikan haruslah memberi alasan logis untuk membuktikan ide Anda adalah benar dan dapat diterima.

3. Struktur
Untuk sebuah artikel pendek, struktur tulisan menjadi lebih penting lagi untuk diperhatikan dibanding dengan artikel yang cukup panjang.

Awali tulisan Anda dengan pembukaan singkat dan langsung menuju pada poin utama pada awal-awal kalimat.

Lanjutkan dengan langsung menuju pada argumen dengan mengetengahkan sub-poin yang mendukung, kemudian alasan utama dan terpenting yang paling mendukung ide atau poin utama Anda.

Setelah secara singkat menyajikan argumen, lengkapi dengan kalimat penutup sebagai ringkasan ide utama sekali lagi.

Kesimpulan, Anda tidak harus menyajikan artikel berat setiap kali menulis. Artikel pendek pada satu sisi juga memiliki kekuatan luar biasa untuk menunjang perkembangan blog. Dengan mengikuti ketiga langkah di atas, diharapkan Anda mampu menulis artikel pendek yang hebat.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

21 Komentar

  • Bener banget mas, artikel panjang justru lebih terkesan bertele-tele. Klo memang tema artikel kita bisa dibuat ringkas ya kenapa tidak. Artikel panjang menurut saya justru tidak efektik, karena pembaca biasanya akan langsung mencari inti dari artikel yang kita tulis.

  • tipsnya mantaf om, kebetulan saya sangat susah sekali untuk menulis artikel panjang, tapi tanpa artikel panjang, artikel pendek pun bisa powerfull asal dibuat dengan baik,,, thanks infonya om

  • 1. Salut, blog Anda sederhana, tapi “powerfull” (terutama secara monetizing!) bagi blogger pemula seperti saya.
    2. Memang secara garis besar berbeda jauh antara menulis makalah tentang ilmu terapan (eksakta) yang bersifat teknis-praktis dan ilmu humaniora. Yg disebut pertama, asal menguasai materinya untuk penulisannya tidak perlu bumbu pernak pernik kalimat, to the point, dingin, tegar, lugas tak masalah, malah sebaiknya demikian. Berbeda dengan yg disebut kedua, memerlukan wawasan luas, pendalaman dan kemampuan imaginasi serta improvisasi.
    Lagi pula sebagai tambahan, para blogger pada umumnya target utamanya satu dan jelas yakni bisnis atau uang, sebagaimana tanpa basa basi tercermin dan direpresentasikan dalam nama blog ini, yang harus pandai mengelola kaidah pasar “bagaimana mengundang (calon) pembeli sebanyak mungkin” dengan menawarkan produk yg “menarik dan perlu”.
    Perkenalkan: https://doa-logika.blogspot.co.id/2016/05/humor-sang-kyai.html dan http://www.kompasiana.com/doa-logika

  • susah memang menghasilkan karya tulis yang tepat sasaran dan benar2 orisinil dari kepala sendiri. kadang memang dari kepala sendiri, eh ternyata mirip atau bahkan hampir sama dengan artikel orang lain….yang sulit itu menggali materinya, materi pokoknya….kadang digali eh malah kebablasan jadi OOT ke masalah lain….. kadang disitu juga diperlukan bakat selain adari teknik yang baik ttg menulis. masih belajar sampe sekarang ane juga.

  • wah terimakasih tips nya mas. saya masih sangat sulit posting artikel yang panjang karena suka kehabisan kata-kata. sering baca postingan orang katanya posting artikel pendek kurang bagus untuk SEO. tapi setelah baca artikel mas Gee jadi ada pencerahan.

    • ok bos Arif,Lanjutkan…. kualitas sebuah artikel tidak semata masalah panjang atau banyaknya kata, tapi yg lebih penting adalah pesan yg kuat dan sampai dengan baik kepada pembaca.

  • Menulis pendek lebih produktif tapi kadang kualitasnya jadi rendah, terimakasih tips yang diulas disini sudah memberikan gambaran bagaimana menulis artikel pendek yang power full

    • saya kira baik2 saja bos. Saya sendiri cukup banyak menulis artikel pendek, yang kurang dari 300 kata. Tapi tetap bagus di SERP. bahkan saya pernah nulis pos dg 3 kata! 🙂

  • Bagi pemula seperti saya, membuat struktur tulisan adalah kendala nya mas, apalagi struktur tersebut bisa di singkat lagi supaya tidak kepanjangan,, but i really like this post

    • saya kira tidak bos. Karena pada dasarnya setiap tulisan mestilah mengandung:
      – pembuka
      – poin utama
      – argumen
      – rangkuman

      Adapun seberapa banyak kita menulis masing2 poin, itu tergantung dari gaya penulisan serta tujuan dari dibuatnya tulisan tersebut.
      Untuk artikel pendek, 2 – 3 kalimat pembuka, 1 paragraf poin utama, 2 – 3 argumen, dan diakhiri dengan konklusi, sy kira masih yg terbaik.

  • Terinspirasi mas. Terkadang saat jenuh menulis panjang, pendek pun harus jadi. Ini demi mengejar deadline. Seperti yang mas bilang poin utama dan tujuan utama dari sebuah artikel yang akan kita publish harus mengena walau itu cuma dari 200 kata. Salam mas.

    • Sip bos Joel. Lanjutkan! Hehe… Dan memang benar sekali, artikel pendek tetap memiliki kekuatannya sendiri bila ditulis dengan baik. Salam kenal kembali bos, semoga berkunjung lagi ke PortalUang.

  • Terkadang sesuatu yang hebat jauh terpendam dan tak pernah bisa diungkapkan..

    Saya setuju, menulis adalah salah satu bahasa lisan pribadi untuk mengungkapkan luapan secara pribadi pula..

    Semoga masih banyak minat baca yang saat ini semakin jauh berkurang karena maraknya konten media Visual.

    Salam mas Gee jhon, semoga selalu diberikan “Lebih” untuk semakin berapresiasi melalui karya dan tulisan..