Bisnis Online

Hukum Forex Haram Atau Halal Dalam Islam? Coba Baca Ini!

Sebagian dari Anda yang belum mengetahui bagaimana hukum forex haram atau halal dalam islam, maka dapat membuang rasa penasaran Anda tersebut dengan mengikuti ulasan yang akan coba kami bahas di kesempatan kali ini. Ya, karena hingga saat ini mungkin tidak sedikit kalangan yang masih mempertanyakan perihal tersebut, khususnya bagi umat muslim.

Hukum Forex Haram Atau Halal Dalam Islam? Coba Baca Ini!

Iklan

Dewasa ini, dunia bisnis memang sudah semakin maju dan berkembang. Banyak segmen bisnis yang dapat dicoba, khususnya mungkin untuk segmen bisnis online. Sebut saja salah satunya seperti forex atau segmen bisnis perdagangan valas. Dimana segmen bisnis online tersebut hingga saat ini masih menjadi polemik tersendiri di berbagai kalangan.

Hukum Forex Haram Atau Halal Dalam Islam

Forex adalah salah satu jenis bisnis online yang terhitung fleksibel, karena bisnis perdagangan valas ini memang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kata Forex sendiri awalnya berasal dari kata foreign exchange, yang artinya adalah pertukaran mata uang asing atau pertukaran antara satu mata uang dengan jenis mata uang lainnya.

Selain itu, sebenarnya Forex awalnya hanya ditujukan untuk pembayaran luar negeri saja. Namun karena terdapat perbedaan pada suply dan demand dalam waktu tertentu, berimbas pada fluktuasi nilai mata uang satu dengan mata uang lainnya. Sehingga menghasilkan selisih yang akhirnya dimanfaatkan sebagai keuntungan dalam sebuah bisnis.

Selain akhirnya menjadi sebuah segmen perdagangan mata uang, kondisi tersebut juga mengundang sejumlah pertanyaan tersendiri bagi sebagian kalangan. Contohnya seperti apakah Forex sama seperti judi? Apakah Forex halal atau haram? Hingga bagaimana hukum Forex dalam Islam? Untuk mengetahui jawabannya, ikuti terus ulasan mengenai hukum forex haram atau halal dalam islam berikut ini.

Iklan

Apakah Forex Sama Dengan Judi?

Pertanyaan pertama ini mungkin dapat dikatakan sebagai salah satu pertanyaan yang paling umum dan banyak ditanyakan. Hal tersebut karena sebagian orang menganggap transaksi Forex sama seperti judi, yang dilakukan berdasarkan naluri atau insting untuk menghasilkan keuntungan.

Sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang besar, namun dapat juga mengakibatkan kerugian dalam jumlah yang besar. Untuk mengetahui jawabannya, berikut ini kami coba berikan uraian perbedaan antara judi dengan Forex.

  • Jika judi bersifat keberuntungan, maka Forex tidak demikian. Karena dalam trading atau transaksi forex terdapat analisa fundamental maupun teknikal.
  • Jika judi cenderung merugikan lawan, maka Forex lebih bersifat saling menguntungkan.
  • Jika judi tidak memiliki produk yang jelas diperdagangkan, maka Forex memiliki produk yang jelas, yakni mata uang asing.
  • Jika judi memberikan hasil yang tidak dapat di prediksi, maka berbeda dengan Forex yang memiliki penghasilan jelas melalui Money Management.
  • Jika judi bersifat tidak pasti, berbeda dengan Forex yang dapat di analisa saat harga mencapai puncak maka akan mengalami penurunan. Begitupun sebaliknya.
  • Jika judi akan dilarang di berbagai negara, maka Forex memiliki izin legal atau resmi dijalankan di berbagai negara.

Halal dan Haram Trading Forex Dalam Islam

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa tingkat prespektif Islam ketika menentukan perihal seperti halal atau haram suatu hal sangatlah luas. Hal tersebut diketahui berlaku pada berbagai hal, termasuk salah satunya seperti dalam dunia trading Forex. Akan tetapi, berbagai macam hal tentu harus jelas duduk perkaranya seperti apa.

Sesuatu dikatakan halal akan menjadi haram dalam Islam, apabila suatu hal dilakukan dengan cara yang tidak benar dan juga tidak sesuai dengan syariat Islam. Contoh mudahnya seperti berdagang yang juga diperbolehkan di dalam Islam. Namun ketika barang yang dijual seperti minuman keras, maka sudah tentu perdagangan tersebut menjadi haram.

Begitu juga dengan trading Forex, dikatakan halal atau haram tergantung dengan sistem hingga perjanjian yang dilakukan antara investor dengan pialangnya. Karena menurut seorang ahli fikih seperti Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi, trading Forex sendiri memang diperbolehkan di dalam Islam. Salah satu sumber yang dapat dijadikan acuan dalam polemik tersebut antara lain seperti QS. Al-Baqarah (2) : 275.

Forex diperbolehkan dalam Islam karena produk yang dijualnya jelas, baik dari sifat maupun nilainya. Dalam transaksi Forex juga harus terdapat kesepakatan terlebih dahulu dari kedua pihak (investor dan pialang). Selain itu, trading Forex juga merupakan jual beli dan tidak mengandung unsur riba.

Fatwa MUI Mengenai Halal dan Haram Trading Forex

Trading Forex dikatakan halal atau diperbolehkan juga tentu saja tidak lepas dari peran MUI yang dapat dijadikan acuan mengenai syiah Islam. Perihal seperti trading forex juga memiliki fatwa yang dikeluarkan oleh pihak MUI. Dan berikut ini adalah beberapa jenis transaksi valas atau forex yang dapat kita ketahui terlebih dahulu.

  • Transaksi SPOT

Jenis transaksi ini merupakan transaksi jual beli mata uang yang dilakukan pada saat itu juga. Kalaupun terdapat keterlambatan, diwajibkan tidak boleh melebihi jangka waktu 2 hari.

  • Transaksi SWAP

Jenis transaksi ini merupakan kontrak jual beli mata uang denga acuan harga SPOT namun juga dikombinasikan dengan dengan pembelian dari penjualan mata uang yang sama seperti harga forward.

  • Transaksi FORWARD

Jenis transaksi ini merupakan jenis transaksi jual beli mata uang yang dilakukan dengan sistem yang ditetapkan pada saat ini namun akan diberlakukan pada masa yang akan datang. Sedangkan untuk tempo atau waktunya yakni antara 2 x 24 jam hingga 1 tahun.

  • Transaksi OPTION

Jenis transaksi yang terakhir ini merupakan jenis transaksi yang menggunakan sistem kontrak untuk memperoleh hak membeli dan hak menjual yang tak harus dilakukan pada sejumlah unit mata uang pada harga dan juga jangka waktu tertentu.

Melalui beberapa transaksi di atas, jika dalam Islam, maka MUI menyatakang bahwa transaksi forex yang dihalalkan atau diperbolehkan hanya transaksi SPOT saja. Sedangkan tiga transaksi lainnya tidak diperbolehkan oleh MUI. Jenis transaksi SPOT diperbolehkan karena transaksinya dilakukan pada saat itu juga dan paling lama hanya hingga 2 hari.

Kesimpulan Halal dan Haram Forex Dalam Islam

Berbagai macam aktivitas apapun tentu memiliki hukum atau hukumnya sudah diatur dengan jelas, yakni dilarang atau diperbolehkan. Sehingga untuk transaksi Forex, dikatakan haram atau halal tentu saja bergantung pada cara hingga bagaimana tipe transaksi forex dilakukan. Selain itu, melalui ulasan di atas juga sudah terdapat kejelasan antara transaksi forex yang diperbolehkan dan juga transasksi forex yang dilarang.

Jadi jika Anda masih bertanya-tanya apakah trading atau transaksi Forex halal atau haram dalam Islam, maka jawabannya adalah tergantung bagaimana sistem dan juga cara transaksi hingga perjanjian yang dilakukan oleh kedua belah pihak antara investor dan juga pialangnya. Jika menggunakan jenis transaksi SPOT, maka sudah tentu Halal hukumnya dalam Islam.

Demikian di atas tadi adalah ulasan mengenai hukum forex haram atau halal dalam Islam yang telah kita ketahui bersama. Semoga informasi mengenai bisnis online yang sesuai dengan syarah Islam di atas dapat menjadi sumber referensi yang membantu sekaligus bermanfaat untuk Anda semuanya.

Iklan

Tentang penulis

Aina Khinan

Aina

Aina adalah penulis baru di Portal Uang. Salam kenal :)

Tulis komentar

1 komentar