Kamu tidak salah baca judul di atas. Yup, ini memang postingan darurat!

Yang sedang Kamu baca saat ini, adalah artikel yang saya tulis beberapa hari yang lalu, yang saya simpan di draft dan baru hari ini saya publish.

Saya telah membuat komitmen pada diri sendiri untuk tetap menyajikan posting terbaru setiap hari. Namun adakalanya pada waktu-waktu tertentu kita tidak bisa terus berada di depan komputer bukan? Liburan bersama keluarga, ada tugas ke luar kota, atau mungkin pikiran sedang sumpek dan kehabisan ide untuk menulis, mungkin rasa malas sedang melanda, adalah beberapa contoh keadaan dimana kita mungkin tidak bisa menulis artikel.

Lalu bagaimana agar kita tetap bisa menyajikan update blog setiap hari? Inilah yang saya lakukan:

Ketika saya merasa sedang ‘on fire’, saya sempatkan menulis satu dua artikel tambahan, kemudian saya simpan di draft, dan pada saatnya nanti dibutuhkan, saya tinggal menekan tombol publish. Nah, inilah yang saya sebut posting darurat atau posting cadangan! Artikel ini salah satunya.

Saya yakin kita semua, termasuk Kamu, pasti memiliki saat-saat ‘darurat’, dimana Kamu, jangankan menulis artikel, untuk membuka komputer pun tidak bisa. Nah, saat itulah Kamu pun memerlukan posting darurat. Jadi, jika saat ini Kamu belum memilikinya, cobalah mulai membuat satu dua artikel cadangan, ketika Kamu sedang bersemangat dan bergairah dalam menulis. Yakin, itu akan sangat bermanfaat.

Sebagai tambahan, buatlah artikel darurat Kamu sesempurna mungkin. Artinya sudah bebas dari salah ketik, dan sebagainya, supaya ketika dibutuhkan Kamu tidak perlu mengeditnya lagi, satu-satunya yang mesti kita lakukan adalah menekan tombol publish, dan your blog was updated!

Melengkapi tips ini, Kamu juga bisa memanfaatkan fitur schedule atau jadwal, dimana Kamu bisa menentukan kapan suatu artikel di publish, hari apa, jam berapa, bisa Kamu atur sesuai kebutuhan.

Bagaimana? Kamu siap membuat posting darurat? Atau Kamu memiliki cara tersendiri? Senang jika Kamu mau berbagi. Keep happy blogging.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

5 Komentar

  • Keadaan Darurat seperti sering di telpon, di ajak jalan sama teman gak enak mau nolak. posisi darurat banyak hal yang membuat kita berada di posisi tersebut. contohnya: pas semangat dan memiliki ide yang bagus untuk menulis artikel, tiba-tiba di telpon oleh seseorang dan pada saat di telpon kita mendapatkan informasi yang baik maupun buruk secara tidak langsung mempengaruhi ide yang telah kita dapatkan sebelum menerima telpon. Bahkan sampai menjadi hilang setelah menerima telepon tersebut. (kejadian yang saya alami) Makasih mas Gee artikelnya selalu menarik.