Sebagai publisher Adsense, pasti Kamu menaruh perhatian terhadap fasilitas Adsense yang satu ini, yaitu Kartu Skor.

Secara singkat, kartu skor ini memberikan gambaran umum mengenai kinerja situs/blog Kamu dilihat dari sisi optimasi pendapatan Adsense, sekaligus memberikan saran untuk memaksimalkan pendapatan Adsense Kamu.

Berdasarkan masing-masing kategori, kita mendapati nilai sebagai berikut:

nilai kartu skor Adsense
Pertanyaannya sekarang adalah: Apakah kartu skor ini memberikan saran terbaik untuk memaksimalkan kinerja Adsense dan wajib diikuti?

Dalam tulisan kali ini saya sengaja ingin menguraikan masalah ini lebih lanjut. Inilah penampakan kartu skor milik saya:

laporan kinerja kartu skor / score card Adsense
Seperti yang Kamu lihat di atas. Saya mendapat skor yang sangat rendah pada bagian ‘Pengoptimalan pendapatan’.

Yuk, mari kita coba bahas satu per satu.

Format iklan yang disarankan

Secara umum memang beberapa unit iklan memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan unit iklan lainnya. Dalam hal ini tentu saja Google selalu menyarankan agar menggunakan unit iklan yang paling baik kinerjanya.

Tetapi, menurut saya, tentu saja kita tetap harus melakukan tes terhadap kinerja unit iklan yang terbaik untuk situs kita sendiri. Ukuran besar tidak selamanya bekerja baik pada semua situs. Semua akan tergantung dari desain situs masing-masing. Bahkan jika dipaksakan, hal itu justru akan membuat desain situs akan menjadi ‘kacau’ dan ujung-ujungnya akan menurunkan pendapatan Adsense.

Sebagai contoh, Google berusaha untuk selalu merekomendasikan unit berukuran 336 x 280 atau 300 x 250 dibandingkan dengan ukuran 250 x 250. Tentu saja, saya tidak bisa memakai unit 336 x 280 pada semua blog yang saya miliki. Seperti pada blog ini, saya lebih suka memasang unit 468 x 60 pada bagian akhir posting, dan selama ini, unit tersebut bekerja dengan baik.

Jika saya paksakan memasang yang ukuran 336 x 280 misalnya, maka saya tidak melihatnya sesuatu yang baik, karena itu akan membuat tampilan blog ini menjadi ‘penuh’ dan sesak.

Nah, hal-hal seperti inilah rupanya yang membuat nilai pada kartu skor saya menjadi sangat rendah, karena saya tidak menuruti ‘rekomendasi’ mereka.

Iklan teks dan gambar

Setiap kali membuat unit iklan baru, Google selalu menyarankan untuk mengaktifkan format teks dan gambar sekaligus.

Namun, ketika saya memasang unit pada header di setelah melakukan tes, justru menampilkan iklan gambar saja pada unit tersebut, memberikan CTR yang lebih tinggi dibanding jika mengaktifkan teks dan gambar sekaligus. Begitu pula untuk unit 728 x 90.

Lagi-lagi, ini membuat nilai kartu skor saya ‘jatuh’.

Kesalahan crawler

Jika Kamu pernah mendapatkan peringatan tentang kesalahan crawler ini, maka artinya bot Adsense menemui masalah ketika berusaha mengakses situs Kamu. Sebaiknya cepat melakukan langkah yang diperlukan. Karena crawler akan menentukan relevansi iklan yang akan ditampilkan di situs / blog Kamu.

Google Plus?

Pernahkah Kamu merasa aneh mengenai hal ini? Tentu saja, Google+ telah menjadi bagian dari segala apapun yang dilakukan oleh Google, maka dari itu siapa yang bisa protes? Ini adalah produk mereka, tentu mereka akan melakukan segala cara untuk mempromosikannya.

Jujur, menurut pendapat saya, ini sama sekali tidak berpengaruh banyak terhadap perolehan pendapatan Adsense. Tapi, dilihat dari segi pemasaran, saya harus mengakui kepiawaian dan harus mengangkat topi untuk mereka.

Bisa saya bayangkan, para publisher Adsense yang bukan pemakai Google+, akan segera menambahkan tombol +1 pada situs / blog mereka, karena ingin mendapatkan nilai ‘sempurna’ pada kartu skor Adsense mereka, sembari berharap pendapatan Adsense mereka akan meningkat.

Good, very-very smart Google!

Perubahan pada kartu skor

Setiap kali Kamu melakukan apa yang direkomendasikan, maka nilai Kamu akan meningkat. Perubahan positif ditandai dengan warna hijau. Sebaliknya perubahan negatif ditandai dengan warna merah.

 perubahan kartu skor
Bagaimana pendapat Kamu?
Setiap hari, Google berusaha untuk meningkatkan pendapatan mereka. Oleh karenanya, mereka berusaha pula menyajikan tips dan saran kepada para publishernya. Semakin besar pendapatan publisher, maka semakin besar pula pendapatan Google.

Namun, satu hal yang mesti Kamu ingat, Google menggunakan statistik global untuk memberikan saran terbaik pada kartu skor mereka. Ini berarti, apa yang bekerja baik untuk mereka, belum tentu sesuai untuk situs atau blog Kamu sendiri.

Menurut saya, kartu skor Adsense sangat baik dalam memberikan gambaran umum apa yang ‘terjadi’ pada akun Adsense Kamu. Meski begitu, saya tidak harus melakukan banyak perubahan hanya berdasarkan nilai dan rekomendasi yang mereka sajikan.

Tapi, jika nilai kartu skor Kamu rendah pada bagian ‘Kesalahan crawler‘ atau ‘Kinerja kecepatan halaman’, sudah seharusnya Kamu segera melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Karena kedua hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja blog Kamu, dan tentunya berimbas langsung terhadap perolehan pendapatan Adsense Kamu. Untuk poin yang lainnya, saya tidak bisa banyak bicara, melakukan tes adalah tetap yang terbaik.

Kesimpulan akhir, seperti yang saya jelaskan di atas, ada beberapa alasan untuk ‘tidak mengindahkan’ saran dan nilai pada kartu skor Adsense. Dan saya sendiri lebih suka ‘mengacuhkannya’ pada beberapa hal.

Intinya: lakukan YANG TERBAIK untuk situs / blog Kamu sendiri.

Bagaimana pendapat Kamu sendiri mengenai kartu skor Adsense ini?

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

8 Komentar