Bounce Rate: Apa dan seberapa pentingkah?

Banyak blogger, terutama pemula, biasanya tidak begitu menaruh perhatian terhadap yang namanya bounce rate.

Padahal itu adalah salah satu data penting untuk mengetahui sejauh mana kualitas blog kita di mata pengunjung.

Nah, kali ini saya mencoba untuk membahas tentang bounce rate, bagi Anda yang telah memahaminya, anggap saja tulisan ini sebagai penyegaran.

Apa itu bounce rate?

Jika diterjemahkan secara bebas, bounce rate artinya adalah rasio pentalan. Dalam istilah internet, itu adalah sebuah nilai yang menunjukkan persentase dari pengunjung yang ‘mental’ keluar dari situs Anda setelah mereka berkunjung.

Contohnya, mereka hanya membuka satu halaman saja, setelah itu menutup atau keluar dari situs Anda sebelum membuka halaman kedua, ketiga dan seterusnya.

Bounce atau pentalan dapat terjadi karena beberapa hal berikut:

  • Pengunjung menekan tombol back pada browser mereka.
  • Pengunjung mengklik salah iklan di situs Anda.
  • Pengunjung mengklik salah satu link keluar.
  • Pengunjung menggunakan kotak pencarian di blog Anda.
  • Pengunjung mengetikkan alamat situs lain di browser mereka.
  • Pengunjung menutup browser mereka.

Semua hal di atas akan menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda. Nah, jika mereka melakukan hal-hal tersebut segera setelah membuka satu halaman situs Anda dan sebelum sempat membuka halaman kedua, ketiga dan seterusnya, maka itu terhitung sebagai bounce.

Rumus sederhana mencari nilai bounce rate adalah:

Bounce rate = kunjungan yang mental setelah membuka satu halaman / total kunjungan

Sebagai contoh:
Misalnya dalam jangka waktu 1 bulan, situs Anda mendapatkan sebanyak 140.000 kunjungan, sebanyak 80.000 pentalan setelah hanya membuka 1 halaman, maka bounce rate situs Anda adalah 80.000 dibagi 100.000 = 0,57. Atau jika dipersentasekan sebesar 57%.

Harus diingat, bahwa nilai bounce rate dapat dihitung berdasarkan kunjungan total pada situs Anda atau hanya pada halaman tertentu saja. Patokan dasarnya, semakin kecil nilai bounce rate maka semakin baik.

Artinya, pengunjung merasa ‘betah’ dan tertarik untuk terus mengeksplor situs atau blog Anda, dengan membuka halaman kedua, ketiga dan seterusnya.

Lalu bagaimana cara mengetahui nilai bounce rate situs Anda secara pasti? Program analitik web semacam Google Analytic dapat melakukannya dengan sangat baik untuk Anda.

Nah, mulai sekarang, Anda perlu memonitor nilai bounce rate ini, untuk membangun situs / blog yang lebih baik.

Semakin kecil nilainya maka itu berarti pengunjung tertarik dan merasakan manfaat dari blog Anda. Dan ini adalah sesuatu yang penting, untuk mengetahui sejauh mana blog Anda memberi kepuasan kepada pengunjung.

Anda memiliki pendapat tambahan mengenai bounce rate ini? Saya tunggu sharingnya melalui kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

4 Komentar