24 Cara Bagus Memperkecil Bounce Rate

Bounce rate (jika diterjemahkan menjadi rasio pentalan) adalah persentase kunjungan satu halaman atau kunjungan dimana si pengunjung tersebut meninggalkan situs dari halaman mereka masuk (landing page).

Secara singkat, bounce rate menunjukkan berapa banyak orang yang mengunjungi ke situs Anda kemudian pergi membuka situs lainnya, tanpa sempat membuka halaman kedua, ketiga dan seterusnya.

Lebih jauh tentang bounce rate sendiri dapat Anda simak di artikel saya sebelumnya: Bounce Rate: Apa dan seberapa pentingkah?

cara menurunkan bounce rate atau rasio pentalan

Menjaga nilai bounce rate serendah mungkin adalah salah hal yang sangat penting dan harus diperhatikan.

Google sendiri saat ini sangat memperhatikan nilai rasio pentalan ini, sebagai salah satu indikator bagi mereka untuk memberi ranking pada hasil pencarian.

Semakin rendah, semakin baik. Itu menandakan bahwa pengunjung mendapatkan manfaat dan ‘betah’ di blog kita.

Di bawah ini saya sajikan beberapa hal yang dapat membantu Anda menurunkan atau memperkecil nilai bounce rate:

1. Analisa nilai bounce rate blog Anda

Saya menyarankan menggunakan Google Analytic untuk menganalisa nilai bounce rate blog Anda. Cek secara berkala nilai bounce rate ini, dan lihat apakah perubahan dari waktu ke waktu?

Pelajari laporannya. Cari mana halaman yang memiliki nilai tertinggi dan juga terendah. Pelajari. Bandingkan. Dari situ Anda akan menemukan banyak ide, kira-kira artikel seperti apa yang bagus di mata pembaca blog Anda.

2. Konten yang ‘cukup’

Cukup disini berarti 2 hal:

  • Kualitas konten. Buatlah konten yang baik. Usahakan artikel minimal memiliki panjang 300 – 500 kata.
  • Kuantitas konten. Sediakan cukup banyak konten cukup untuk pengunjung Anda. Semakin banyak jumlah konten blog Anda, maka semakin besar kemungkinan pengunjung mengeksplorasi. Beri alasan kepada pengunjung untuk betah berlama-lama di blog Anda.
BACA JUGA:  5 Kesalahan Umum Halaman 'About' dan Cara Memperbaikinya

3. Artikel original dan bagus

Jangan pernah menyajikan konten duplikat hasil plagiat dari blog lain. Jika demikian maka, tidak ada alasan kuat orang mengunjungi blog Anda, karena konten yang Anda tawarkan bisa mereka dapatkan di blog lain.

Selain itu, konten duplikat akan membuat blog Anda ‘jatuh’ dengan bermacam cara, salah satunya adalah akan buruk di mata mesin pencari, terutama Google. Sajikanlah konten yang berkualitas selalu!

4. Konten yang relevan

Jika blog Anda adalah tentang olahraga, sajikan konten tentang olahraga saja. Jangan sajikan tentang hewan peliharaan.

Relevansi ini penting sekali, karena pengunjung Anda mengharapkan banyak informasi tentang dunia olahraga.

Setiap posting Anda harus berada pada topik blog. Selain dapat mengurangi bounce rate, membuat posting tetap pada satu topik adalah salah satu upaya membangun brand blog Anda. Semakin kuat brand Anda, semakin bernilai blog Anda.

5. Artikel yang interaktif

Ajukan pertanyaan kepada pembaca. Beri kesempatan untuk berdiskusi. Berikan arahan kemana atau apa yang perlu dilakukan pembaca setelah selesai membaca satu artikel.

6. Tambahkan gambar yang relevan

Usahakanlah untuk selalu menyertakan gambar (image) yang berkaitan dan relevan dalam setiap posting Anda. Telah terbukti adanya gambar atau ilustrasi dapat membuat pengunjung lebih nyaman menikmati artikel Anda.

Anda bisa mencari gambar/foto/ilustrasi yang Anda butuhkan di artikel: 35+ Tempat Cari Foto dan Gambar Bebas Royalti.

7. Tata letak dan desain yang bagus

Tidak ada definisi pasti tentang bagaimana tata letak dan desain yang bagus ini. Namun secara umum, tata letak dan desain yang baik adalah dimana Anda menonjolkan konten blog dengan jelas, mudah dicari dan terlihat ‘indah’.

Jika masih bingung, cukup pastikan pengunjung mudah menemukan apa yang mereka cari dan menjaga tampilan tetap bersih, syukur-syukur dipadu desain yang sedap dipandang mata.

8. Navigasi yang jelas dan tepat

Pengunjung harus mengetahui dimana mereka berada. Karenanya, menurut saya semua blog harus memiliki breadcrumb.

Buatlah menu di bagian atas blog. Gunakan kata yang jelas dan sederhana, namun tepat menunjukkan isi konten Anda, tapi jangan juga terlalu banyak, 5 – 7 item sudah cukup. Lebih dari itu malah bisa membuat pengunjung bingung.

9. Artikel populer

Pasang artikel populer Anda di sidebar. Biarkan pengunjung mengetahui artikel-artikel utama Anda.

BACA JUGA:  Cara Membuat Logo Di Android Dengan Logo Maker Plus  ( Logopit Plus )

10. Artikel terkait

Ini juga sangat penting. Setelah selesai membaca satu artikel, berikan pengunjung pilihan untuk mendalami informasi lebih jauh dengan artikel yang berhubungan dan terkait dengan pokok bahasan. Nilai bounce rate akan dapat ditekan dengan hal ini.

11. Pasang kotak pencarian

Jika dari menu dan navigasi blog, pengunjung tidak menemukan konten yang mereka cari, mereka bisa menggunakan kotak pencarian ini. Jika tidak, kemungkinan besar mereka segera meninggalkan blog Anda.

12. Link internal

Dengan memasang link antar artikel, pengunjung jadi tahu artikel terkait tanpa harus mereka bersusah payah mencarinya sendiri. Ini dapat meningkatkan kemungkinan mereka membuka halaman kedua, ketiga dan seterusnya setelah selesai membaca satu artikel.

Namun begitu, buatlah link terhadap artikel lain yang benar-benar relevan. Buatlah 2 – 3 link ke posting lama setiap Anda membuat artikel baru. Begitu juga sebaliknya, Anda bisa mengupdate posting lama untuk memasukkan link ke artikel terbaru.

Dengan adanya keterkaitan antar artikel ini, dapat menurunkan nilai bounce rate secara signifikan.

13. Hindari link keluar

Memasang banyak link keluar (ke situs lain), akan mengakibatkan nilai bounce rate yang tinggi. Jika tidak merasa sangat dibutuhkan, hindari saja.

Kecuali jika memang Anda menganggap memberi manfaat dan mempermudah pengunjung memahami informasi yang Anda sajikan, tidak ada alasan untuk mencantumkan link keluar.

14. Optimalkan sidebar

Buang saja semua widget tak berguna dan hanya membuat loading halaman menjadi lambat. Isi sidebar dengan artikel terpopuler, artikel terbaru, atau juga kategori atau label. Intinya optimalkan sidebar untuk menunjukkan konten hebat Anda kepada pengunjung.

15. Percepat loading halaman

Jangan membuat pengunjung blog menunggu. Jika mereka harus menunggu lebih dari 10 detik untuk membuka sebuah halaman, kemungkinan besar pengunjung segera meninggalkan blog Anda. Jumlah pageview blog Anda akan meningkat jika halaman Anda dapat tampil lebih ringan, lebih cepat.

16. Tawaran berlangganan

Anda dapat menawarkan pengunjung untuk berlangganan update, baik dari RSS maupun via email. Ini akan membantu Anda memperkecil nilai bounce rate, karena membuat pengunjung akan kembali lagi ke blog Anda.

17. Percantik bagian kiri atas blog

Entahlah, tapi ini adalah apa yang saya rasakan. Saya selalu melihat bagian kiri atas setiap blog. Jika saya  melihat menarik, atraktif, bagus, biasanya saya betah berlama-lama.

BACA JUGA:  Seberapa Sering Boleh Mengganti Theme Blog?

Untuk itu, cobalah buat desain (dengan menambah logo mungkin), dan optimalkan tampilan bagian kiri atas blog Anda, karena bagian inilah yang pertama kali dilihat oleh setiap pengunjung.

18. Autoplay

Buang musik atau video yang otomatis diputar begitu orang membuka blog Anda. Yakinlah, tidak semua orang suka dengan musik yang Anda putar, akibatnya mereka bisa dengan sangat cepat menutup blog Anda.

Begitu juga dengan video. Tidak semua orang memiliki koneksi internet super cepat. Jika mereka harus menunggu lama untuk membuka halaman, dipastikan mereka tidak akan kembali.

19. Buang ‘gangguan’

Yang saya maksud, buang pop-ups, toolbar eksternal, atau lainnya yang semacam itu, yang membuat pengunjung merasa terganggu. Hindari pula text link ads (iklan yang merubah kata-kata dalam artikel menjadi sebuah link yang menampilkan pop-ups apabila ditunjuk dengan mouse), yakinlah itu menurunkan pageview.

20. Judul artikel

Setiap judul artikel haruslah menarik dan sesuai dengan konten. Jangan membuat pembaca kecewa membuka sebuah artikel karena tertarik dengan judulnya, namun setelah dibaca tidak sesuai dengan harapan mereka karena tidak sesuai antara judul dengan isi.

21. Download gratis

Jujur saya sendiri belum menggunakan trik ini (dalam waktu dekat saya akan coba), tapi menurut saya memang hal ini sangat bagus. Anda dapat dengan mudah membuat pengunjung tertarik dengan menawarkan download gratis. Bisa berupa ebook, wallpaper, atau apapun lainnya yang bermanfaat. Pengunjung akan dengan mudah mengklik tawaran ini.

22. Gunakan readmore

Jika terlalu banyak artikel di halaman utama, pengunjung akan lelah menggulung layar ke bawah. Jika sudah lelah, mereka cenderung meninggalkan blog Anda dengan cepat. Batasi jangan terlalu banyak jumlah halaman yang tampil di halaman depan.

23. Optimasi halaman error 404

Halaman error 404, adalah halaman ketika pengunjung membuka halaman yang tidak ada di blog Anda. Bisa karena halaman tersebut telah dihapus, atau mungkin karena pengunjung salah mengetik alamat url.

Dengan sedikit merubah halaman error ini, membuat kemungkinan pengunjung meninggalkan blog menjadi berkurang.

24. Survey dan polling

Ini salah satu cara lain untuk bisa lebih berinteraksi dengan pembaca. Tanyakan sesuatu kepada pembaca Anda, mereka akan senang menjawabnya.

Bagaimana? Berapa nilai bounce rate blog Anda? Tinggi, sedang atau sudah cukup rendah? Silakan berbagi melalui komentar. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

41 Komentar

    • 1. Internal link = selama ada artikel yang bersangkutan tautkan aja , mas bisa lihat contohknya wikipedia
      2. Ekternal link = jadi memang link itu penting, umpama anda bisa daftar disini, berarti link itu penting untuk memudahkan user tinggal klik

  • Terimakasih mas atas ilmunya, saya terapin yang internal link dengan postingan yang relevan. Ajib bener buat turunin bounce rate

  • Saya ingin tanya dong, jika kita membuat link keluar tapi masih ke artikel kita sendiri apakah itu berpengaruh terhadap tingkat bounce rate yang tinggi?

  • Tiosnya masuk akal dan patut do coba.. memang untuk mengurangi bounce rate bukan hal mudah dan sederhana…
    Saya sendiri sedang meneliti blog sendiri karenan susahnya merampingkan percentase bounce rate otu sendiri… thx

  • Terima kasih info yang sangat berkualitas, menurut pendapat abang apakah blog saya dengan bounce rate 20,2% sudah bagus apa belum ?

  • saya sempat pesimis bounce rate saya meningkat terus sampe di atas 70%.. setelah saya coba prektekkan artikel mas terhadap google analityc dan web, alasan kuat adalah artikel saya banyak duplikat dan sedikit link internal sehingga pengunjung tak memiliki minat lebih.. terima kasih infonya, sangat membantu

  • Sebagai bloger pemula saya tidak banyak tahu tentang pentingnya nilai bounce rate pada blog tapi setelah membaca artikel ini saya jadi faham moga dapat saya terapkan pada blog saya,salam sukses selalu mas

  • punya saya di analytic masih kisaran 60% . moga aja setelah nerapin tips di atas bisa turun jadi kisaran 20 – 30 %

  • Akhirnya saya menemukannya disini… Terima kasih Mas Gee…
    Salam balik…
    Mohon do’a nya juga supaya blog saya cepet full approve…

  • beberapa waktu lalu saya liat di alexa bounce rate saya mencapai 71% tapi setelah saya coba perbaiki bebrapa postingan yang tidak rapi dan saya update ,.. alhamdulillah bisa turun ke 56 %

  • terima kasih infonya…anehh.com/.
    sangat menarik dan bermamfaat.olahragabola.com/.prediksibola28.com/.prediksibolaterkini.net/.
    mantapskorbola.co/.serbaaneh.com/..anehh.com/.

  • @dredd.
    setuju dengan pernyataannya. Silakan diterapkan, mudah2an bisa memperkecil nilai bouncerate-nya, dengan kata membuat pengunjung jadi lebih betah berlama-lama. sukses selalu mas Dredd.

  • bounce rate ini memang faktor krusial utk SEO..
    dan blog saya masih terlampau tinggi nilai bounce ratenya.. banyak memang yg harus dibenahi..terimakasih utk point2 yg disampaikan diatas

  • @berita.
    hemm… nilai bouncerate 55%, itu sudah sangat bagus mas…. tentang artikel yang dimaksud, memang saya belum pernah menulisnya. karena saya anggap sudah banyak sekali yg mengulasnya di luar sana. 🙂 oya, terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.

  • Artikelnya menarik mas, saya lagi mencari cara menurunkan bounce rate blog saya, dikarenakan bounce blog saya mencapai 55 % bounce ratenya, dan dari artikel mas saya mendapatkan arahan untuk mengatasi bounce rate pada blog saya, point yang saya dapat yaitu tertuju pada pencarian, dan menanam backlink terkait yang relevan, juga membuang sebagian js untuk mempercepat load blog, terima kasih, saya izin cari artikel lain, disini ada gak cara membuat tombol share ke sosmed yang tidak menggunakan javascript, jika ada balas disini ya mas, trima kasih

  • Haduh blog sy bounce ratenya makin nambah aja, ga tau kenapa apa gara2 template padahal traffic udah mulai nambah ga kaya sebelumnya

  • @rina.
    kalau untuk toko online, jujur saya sendiri blm membuatnya, 🙂 jadi krg tahu mba Rina. tapi saya rasa tidak ada bedanya dengan jenis website lainnya. selain melulu menawarkan barang, coba berika nilai lebih berupa tips atau artikel bermanfaat lainnya yg masih berhubungan dg produk yang dijual saya akan sangat bernilai. semoga sukses.

  • untuk toko online sebaiknya bagaimana optimasinya ya gan…sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas –semua tips yang sudah agan buat—sangat bermanfaat semoga barokah..dan menjadi amal baik agan..