Tips Terbaik Membuat Link: Jangan Pernah Menggunakan “Klik Disini”

Apakah Kamu menginginkan pembaca mengklik link yang Kamu buat? Tapi masih belum tahu cara terbaik melakukannya?

Kali ini saya akan membahas tentang cara membuat link terbaik, yang bukan saja berpeluang lebih besar untuk diklik oleh pengunjung, tapi juga meningkatkan pengalaman mereka menikmati konten Kamu.

Saya masih banyak melihat penulis yang menggunakan kata atau kalimat yang tidak tepat dalam membuat link, yaitu dengan menggunakan kata “klik disini”. Menggunakan kata ini dalam suatu link, bukan hanya sangat jarang diklik, tapi juga sangat berpengaruh terhadap pengalaman pengguna atau pengunjung blog Kamu.

Mari kita lanjutkan. Saya akan paparkan mengapa Kamu tidak boleh menggunakan kata “klik disini” sebagai link, sekaligus memberi Kamu cara terbaik dalam membuat link yang benar.

Kata “klik” terlalu fokus terhadap mekanisme mouse

Kata “klik” membuat pembaca kehilangan fokus terhadap konten Kamu, dan sesaat perhatian mereka beralih ke mouse mereka. Ingat, pembaca tahu apa itu link. Mereka juga tahu apa yang harus dilakukan dengan mouse mereka. Sama sekali Kamu tidak butuh ‘mengingatkan’ mereka terhadap sisi mekanik dan cara kerja dari sebuah mouse!

Alih-alih membuat mereka tetap fokus terhadap konten Kamu, penggunaan kata “klik disini”, justru membuat mereka mengalihkan perhatian kepada mouse mereka. Lebih jauh, hal ini dapat membuat mereka berpikir bahwa Kamu menganggap mereka ‘tidak mengerti’ cara menggunakan mouse, sampai-sampai harus diberitahu untuk melakukan “klik”!

cara membuat link yang baik
(kata “lihat” membuat pembaca fokus terhadap apa yang mereka lakukan, “klik” membuat mereka fokus ke mouse)

Sebagai gantinya kata “klik”, carilah kata kerja lain yang relevan terhadap apa yang akan dilakukan oleh pembaca. Selalu ada kata lain yang lebih baik, lebih relevan selain kata “klik” yang bisa Kamu gunakan.

“Klik” membuat mereka berpikir tentang mouse, kata kerja yang relevan membuat mereka berpikir tentang apa yang akan mereka lakukan dan mereka dapatkan dari link yang Kamu sarankan. Lebih jauh, ini akan membuat pembaca tetap fokus terhadap konten Kamu, bukan terhadap mouse mereka.

Kata “disini” menyembunyikan apa yang diklik oleh pengunjung

Memang ada yang membuat link tanpa “klik”, tapi menggunakan kata “disini”. Ini tidak jauh beda, dan sama buruknya dengan kata “klik”.

Yang jadi masalah dengan penggunaan kata “disini”, adalah menyembunyikan apa sebenarnya yang akan didapatkan oleh pembaca.

Kamu memang mungkin memberikan penjelasan pada kalimat sebelum atau sesudah link tersebut, mengenai hal apa yang akan diklik oleh pengunjung. Tapi, begitu pembaca sampai kepada kata “disini”, mereka sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun.

Dengan kata lain, pembaca harus membaca seluruh kalimat untuk mengetahui konteks dari link tersebut. Ini membuat pembaca tidak bisa mengetahui secara langsung apa yang akan mereka dapatkan dari link tersebut, karena mereka harus membaca seluruh kalimat sebelum dan sesudah link. Dan secara keseluruhan hal ini membuat mereka tidak nyaman.

cara terbaik membuat link yang benar
(bila link tidak hanya berupa “disini”, pembaca dapat langsung melompat ke link dan mengerti apa yang mereka dapatkan)

Lebih jauh lagi. Jika Kamu harus membuat banyak link berurutan; “disini”, “disini” dan “disini”, pembaca akan mengalami kesulitan membedakan satu sama lain. Mereka harus membukanya satu persatu untuk mengetahui perbedaannya. Jika mereka mau mengacu kembali ke sumber sebelumnya, mereka harus mengingat “disini” yang mana yang relevan dengan apa yang sedang mereka buka saat ini.

Ini membuat pengalaman pembaca menjadi buruk, dan ujung-ujungnya membuat konten Kamu tidak nyaman untuk dinikmati.

Yang harus Kamu lakukan adalah dengan memberi label yang relevan, bukan hanya menuliskan kata “disini”. Itu jauh lebih baik serta memberikan gambaran lebih jelas apa yang akan didapatkan oleh pembaca.

(dengan memberi label yang relevan, maka pembaca lebih mudah mengenali setiap link)

Menggunakan kata “disini” dengan tujuan menarik perhatian pembaca terhadap suatu link, sama sekali tidak diperlukan, karena sebuah link sudah tampil berbeda dari teks lainnya. Untuk itu, pastikan teks link Kamu menonjol dibandingkan teks lainnya, dengan memberi warna berbeda, bergaris bawah, dan atau bercetak tebal.

Memilih frasa yang tepat untuk sebuah link

Apa yang ‘dikatakan’ oleh link Kamu, akan berbicara banyak tentang seluruh blog Kamu. Karenanya, adalah hal yang sangat penting untuk memilih: kata yang tepat sebagai link, serta melink ke halaman yang tepat.

Berikut saya berikan panduan membuat link yang baik, karena memberi link yang bagus merupakan bagian tak terpisahkan dalam usaha membuat artikel yang baik dan berkualitas.

Dan inilah panduan dasarnya:

1. Buatlah link dengan kata benda

Dibandingkan membuat link dengan kata “klik disini”, pilihlah kata benda yang konkrit, tepat dan relevan dalam kalimat itu. Menggunakan kata benda konkrit adalah yang terbaik, karena pembaca akan mendapatkan gambaran yang konkrit pula terhadap apa yang mereka dapatkan dari suatu link dibandingkan dengan kata-kata yang abstrak, seperti halnya kata “klik disini”.

Hindarilah memberi link dengan menggunakan kata kerja, karena tidak mampu memberikan gambaran cukup jelas tentang apa yang didapatkan oleh pembaca.

Membuat link dengan kata benda, membuat pembaca Kamu dapat dengan mudah mengenali apa yang mereka klik, tanpa harus membaca seluruh paragraf atau kalimat pengiring di sekeliling link. Link yang baik adalah berupa entitas mandiri, yang bisa memberikan gambaran tentang hal apa di balik link tersebut dengan sendirinya.

cara tepat membuat link yang baik dan benar
(memberi link pada kata benda, memberi gambaran lebih jelas tentang hal yang ditautkan)

2. Buatlah dengan kata yang spesifik

Juga tidak kalah pentingnya, untuk membuat setiap link menggunakan kata atau frasa yang se-spesifik mungkin. Sebagai contoh, jika Kamu melink ke sebuah ebook atau artikel, jangan menggunakan kata “ebook” atau “artikel” sebagai link, tapi gunakan judul ebook dan artikel tersebut. Ini akan memberi pembaca detil yang cukup terhadap apa yang akan mereka dapatkan.

membuat link yang benar
(semakin spesifik link, semakin jelas apa yang didapatkan pembaca)

3. Pasang link di akhir kalimat

Jika memungkinkan, selalu usahakan membuat link di akhir kalimat. Atur atau rubah kalimat Kamu sebisa mungkin agar Kamu dapat menaruh link di akhir kalimat.

Ini membuat link Kamu lebih mudah ditemukan dan mendapatkan perhatian lebih, karena pembaca telah tuntas membaca sebuah kalimat. Ini juga membuat mereka lebih cepat merespon dengan baik, karena tidak perlu kembali ke awal atau pertengahan kalimat untuk menemukan link Kamu.

tips membuat link dalam artikel
(link di akhir kalimat, membuat pembaca merespon lebih cepat)

Kesimpulan

Buatlah link Kamu diklik lebih banyak oleh pembaca, tanpa memakai kata “klik disini”. Mulai saat ini, jika Kamu berpikir untuk membuat link menggunakan kata “klik” atau “disini”, ingat dan pikirkanlah dampak buruk bagi pembaca, sekaligus dampak buruk bagi konten Kamu sendiri.

Tantangannya, adalah bagaimana membuat sebuah link yang berbiacara “kliklah saya” tanpa harus menggunakan kata “klik disini”. Dan yakin, Kamu akan selalu bisa mencari kata yang lebih tepat untuk menggantikan “klik disini” bagi link Kamu.

Memang butuh sedikit usaha ekstra menemukan kata yang cocok dan relevan bagi link Kamu, tapi itu semua akan terbayar, karena pembaca Kamu akan memperoleh pengalaman yang lebih baik dalam menikmati sajian konten Kamu.

Kamu selalu dapat menempuh cara mudah, menggunakan kata “klik disini” atau sedikit berusaha menemukan kata yang paling tepat sebagai penggantinya.

Bagaimana? Apakah Kamu setujut dengan saya? Atau Kamu memiliki pandangan lain? Semoga bermanfaat.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

17 Komentar

CLOSE