Mana yang Lebih Penting Bagi Blogger? Kulit atau Isi?

Ada dua pendapat yang saling bertolak belakang:

Pertama, orang yang percaya bahwa cara menyajikan atau gaya akan selalu menang. Seorang penulis yang lihai akan selalu dibaca, tidak peduli apapun yang disampaikan.

Kedua, kebalikan dari pertama, yaitu orang yang yakin bahwa konten adalah ‘raja’. Jika Kamu memiliki informasi hebat, maka pasti akan dibaca meski tidak ditulis dengan baik.

Menurut saya, dua-duanya salah. Dua-duanya terlalu ekstrim.

Masalah di konten. Jika Kamu tidak memiliki ‘sesuatu’ untuk dikatakan, maka Kamu tidak akan menemukan pembaca. Gaya menulis paling hebat sekalipun tidak akan pernah mengalahkan substansi. Kamu tidak bisa hanya mengandalkan kulit, tanpa memperhatikan isi.

Masalah di gaya dan cara penyajian. Konten atau informasi hebat tidak cukup dengan sendirinya. Coba Kamu perhatikan contoh di bawah ini:

  • “10 Tips Menggunakan Blogger”
  • “10 Cara Mudah Mendapatkan yang Terbaik dari Blogger, Hari ini!”

Saya yakin, Kamu setuju bahwa yang kedua jauh terlihat lebih menarik yang tentu saja lebih berpeluang dibaca lebih banyak dibanding yang pertama, meskipun informasi di dalamnya persis sama. Kamu tidak bisa hanya mengandalkan isi, tanpa memperhatikan kulit.

Bagaimana cara memperbaiki gaya penulisan (kulit)?
Jika Kamu telah mengemas posting blog Kamu penuh dengan informasi hebat dan nilai berguna, tapi Kamu kesulitan mendapatkan respon yang memadai, maka mungkin yang jadi masalah adalah cara penyajian Kamu.

Cobalah beberapa hal berikut:

  • Ambil lebih banyak waktu untuk mengedit setelah selesai menulis. Bacalah dengan keras tulisan Kamu, untuk mengetahui apakah tuturan kata dan kalimat telah mengalir dengan baik.
  • Buatlah judul yang bagus dan menarik, serta buatlah kalimat pembuka yang mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus melanjutkan membaca sampai selesai.
  • Menulislah seperti berbicara kepada seorang teman, seperti Kamu tengah berbicara empat mata. Gunakan lebih banyak kata “Kamu” dibandingkan kata “Saya”.
  • Mintalah seorang (atau beberapa) teman untuk me-review tulisan Kamu, dan mintalah pendapat mereka, dimana letak kelemahan dari tulisan tersebut dan bagian mana yang perlu diperbaiki. Pendapat seorang teman, sangat berharga.
Bagaimana cara meningkatkan konten (isi)?
Jika Kamu tahu bahwa Kamu seorang penulis yang bagus, tapi belum mampu membangun audiens yang sepadan, maka mungkin Kamu bermasalah di isi, informasi atau ide utama tulisan-tulisan Kamu.
Untuk meningkatkannya, cobalah hal berikut:
  • Tanyakan pada pembaca Kamu, apa yang mereka inginkan dari Kamu untuk menulisnya. Kamu akan terkejut dengan respon mereka, cobalah! Saya sendiri, begitu banyak artikel yang saya tulis atas masukan dari pembaca. Thanks to all of you!
  • Fokus untuk memberi nilai lebih di setiap posting Kamu. Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang benar-benar pembaca dapat dari tulisan ini?”
  • Buatlah artikel jenis: “how to” (bagaimana melakukan sesuatu) atau berupa daftar item (berisi daftar tentang sesuatu, seperti 10 tips terbaik…., 50 cara termudah….. dan sebagainya). Itu cara termudah menawarkan sesuatu yang berguna.
  • Persempit topik blog. Fokuslah ke satu topik kunci, alih-alih menulis tentang segala sesuatu dan setiap apapun yang Kamu tertarik terhadapnya.
Demikianlah, kulit dan isi sama-sama penting. Tidak ada satu yang lebih penting dari lainnya. Keduanya harus dikemas satu paket.

Lebih jauh tentang menyajikan tulisan yang baik, silakan baca artikel saya: Cara Membuat Tulisan yang Bagus. Saya mengulasnya secara lebih mendalam.

Bagaimana pendapat Kamu sendiri tentang kulit dan isi? Mana yang lebih penting menurut Kamu?

Blog manakah yang lebih Kamu sukai untuk dibaca: Blog yang menyajikan konten berguna, membahas masalah secara mendalam tapi ditulis dengan tidak begitu baik? Ataukah blog dengan gaya dan cara penulisan yang membuat Kamu menikmati membacanya? Bagilah pendapat Kamu melalui komentar.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

9 Komentar