7 Ciri Posting yang Tidak Boleh Kamu Buat di Blog

Konten. Ya, sekali lagi, yang paling utama dari blog Kamu adalah konten.

Semua blogger tentunya ingin memberikan konten berupa artikel berkualitas kepada pembacanya.

Konten yang memberi manfaat, konten yang menginspirasi orang-orang, konten yang menyentuh sisi emosional mereka, konten yang mendidik, menghibur, menunjukkan jalan keluar dari satu masalah, konten yang memberi ide dan pemikiran baru.

Itulah beberapa ciri konten yang berkualitas, yang mesti dikejar untuk Kamu sajikan di blog Kamu. Konten atau posting seperti itu memang sangat pantas untuk dibaca dan dibagikan.

Nyatanya, tidak semua konten itu ‘bagus’. Ada banyak konten yang justru kontra produktif. Konten yang justru membuat blog kita sulit berkembang.

Tapi, tahukah Kamu ciri-ciri konten yang buruk?

Konten yang tidak akan dibagikan sukarela oleh pembaca? Konten yang mungkin hanya sempat dibaca judulnya saja?

Di bawah ini saya berikan 7 ciri-ciri konten buruk, yang sedapat mungkin Kamu tidak boleh membuatnya dan menyajikannya di blog Kamu. Dengan mengetahui hal ini, diharapkan blog Kamu mulus melaju mencapai level lebih tinggi.

1. Hanya berisi link, tanpa teks

Memberi link itu baik. Ia akan membantu pembaca mendapatkan informasi tambahan yang mungkin berguna bagi mereka.

Tapi jika Kamu hanya memberi link, tanpa Kamu menulis apapun, itu sama saja Kamu sengaja merusak reputasi sendiri.

Jangan salah, saya tidak mengada-ada. Saya sering menemukan blog yang postingnya hanya berupa link tanpa ada tambahan nilai apapun dari penulisnya. Dan ketika saya menemukan konten semacam itu, yang ada di pikiran saya ada 2:

  • Kamu tidak kreatif
  • Kamu seorang yang malas

Boleh saja Kamu merekomendasikan konten dari situs atau blog lain dengan memberi link mereka kepada pembaca. Tapi, tambahkan pendapat, tanggapan atau komentar Kamu sendiri.

Konten berupa link tanpa teks, adalah kesalahan terbesar yang dapat dilakukan seorang blogger. Jangan pernah membuat konten semacam ini.

2. Semua tentang saya!

Kecuali Kamu seorang selebritis ternama, percayalah orang-orang sepertinya tidak akan perduli apakah Kamu baru berlibur di bali pekan lalu, atau pun Kamu melakukan apa, dimana, sama siapa. Itu tidak penting untuk mereka.

Loh? Bukankah kita ngeblog untuk berbagi pengalaman serta apa yang saya lakukan dan saya pikirkan?

Ya. Saya setuju. Boleh Kamu bercerita tentang kisah hidup Kamu. Boleh Kamu cerita tentang suasana kantor dan problema yang Kamu hadapi di sana. Boleh Kamu cerita apa saja mengenai diri Kamu.

Tapi bukan hanya sebuah cerita tentang diri sendiri, melainkan Kamu mesti fokus terhadap manfaat apa yang bisa Kamu berikan kepada pembaca dari pengalaman yang Kamu lakukan. Saya harap bisa menangkap perbedaannya.

Satu hal mesti diingat, bahwa mereka datang ke blog Kamu, ingin mencari informasi, solusi, hiburan, bukan sebuah autobiografi. Jika Kamu merasa ingin pembaca tahu tentang diri Kamu, tulislah di halaman ‘about’, bukan di dalam posting blog.

Menulislah untuk memuaskan ego Kamu, tapi pastikan Kamu memolesnya dengan memberi nilai plus, manfaat, dan pelajaran yang bisa Kamu berikan kepada pembaca.

3. Mengabaikan sisi visual, ejaan dan tata bahasa

Penampilan itu penting. Sama pentingnya dengan intelektualitas dan kreativitas Kamu. Buatlah posting Kamu tampak bagus.

Hindari salah ketik, itu hal yang sangat mengganggu. Tambahkan elemen visual, seperti gambar ilustrasi. Gunakan formatting teks yang tepat, beri warna pada bagian-bagian yang ingin Kamu tonjolkan, selain memudahkan pembaca mencerna tulisan Kamu, sekaligus membuat tampilan menjadi lebih ciamik.

4. Penuh keyword berlebihan

Ya. Saya tahu apa yang Kamu lakukan. Kamu ingin mendapat rank bagus di mesin pencari. Dan memang optimasi mesin pencari adalah bagian penting dalam sebuah posting, Kamu perlu memasukkan kata kunci (keyword) relevan yang menjadi target.

Tapi ketika Kamu, secara berlebihan, berulang-ulang, menumpuk dan menjejali posting Kamu dengan keyword, sepertinya Kamu tengah menulis untuk mesin, bukan untuk manusia. Sedangkan pengunjung blog Kamu adalah manusia, sudah barang tentu mereka akan pergi meninggalkannya.

Jujur, saya pribadi, saat menulis, tidak terlalu memusingkan masalah keyword. Namun, jika Kamu ingin memasukkan kata kunci (dan itu sebenarnya bagus), pastikan Kamu melakukannya secara wajar. Sebarkan kata keyword sepanjang tulisan secara alami.

Menulislah untuk pembaca Kamu, bukan untuk robot mesin pencari.

5. Menjemukan bagi diri Kamu sendiri

Apakah Kamu membaca kembali tulisan Kamu, sebelum mempublikasikannya? Bagaimana pendapat Kamu sendiri tentang tulisan tersebut? Apakah terasa menjemukan?

Jika Kamu tidak tersenyum, tidak bersemangat, atau tidak mendapatkan kesan yang membuat Kamu berpikir lebih, sebaliknya Kamu merasa bosan, jemu terhadap tulisan Kamu sendiri yang baru saja Kamu buat, maka sebaiknya buat kembali, perbaiki, bila perlu tulis ulang!

Jika, tulisan Kamu tidak mengesankan penyaring pertama konten blog Kamu (yaitu Kamu sendiri), maka jangan mengharap pembaca akan terkesan, mereka akan berpikir dan merasa persis seperti yang Kamu rasakan.

6. Hal yang telah disampaikan sejuta kali

Apakah Kamu menulis sesuatu yang telah ditulis sejuta kali oleh sejuta blogger lain?

Ya, mungkin itu berlebihan. Yang saya maksud adalah, jika Kamu hanya ‘memuntahkan’ kembali apa yang telah diulas berulang kali oleh orang lain, maka itu adalah konten basi, jika tidak bisa dikatakan konten sampah.

Kamu tidak akan menarik minat pembaca jika Kamu hanya mengulang-ulang apa yang telah disampaikan orang lain: apa adanya!

Boleh Kamu mengulas sesuatu tema, ide atau pun berita yang telah banyak dibicarakan orang lain, tapi tambahkan, opini, pandangan, komentar, data, sudut pandang, statistik dan atau perubahan baru milik Kamu sendiri.

7. Judulnya luar biasa, isinya pepesan kosong

Kamu pasti tahu apa yang saya maksud. Judul posting memang bagian terpenting. Ia lah yang membuat orang tertarik untuk membaca atau tidak.

Judul posting yang baik, memang harus menarik perhatian, unik, lugas dan menjanjikan manfaat. Tapi, ketika konten yang Kamu buat tidak sesuai dengan judulnya yang mewah, maka itu adalah konten yang tidak berguna.

Memang mungkin orang-orang dibuat penasaran dan akhirnya membaca tulisan Kamu. Tapi, ketika Kamu membuat mereka kecewa, maka Kamu kehilangan reputasi dan kepercayaan dari mereka. Ganjarannya, mereka tidak akan kembali!

Pastikan Kamu membuat judul yang menarik dan hebat, tapi imbangi dengan konten berkualitas yang relevan.

Nah, itulah 7 ciri-ciri konten yang sebaiknya Kamu tidak membuatnya. Sajikanlah selalu konten yang menghibur, menjanjikan manfaat, tutorial atau sesuatu yang menginspirasi. Sajikan sisi intelektualitas, profesionalisme, keahlian, spiritual, emosional, kepada pembaca setia Kamu.

Sukses selalu untuk kita semua. Seperti biasa, kiranya Kamu mau membagi artikel ini, jika merasa menyukainya. Sempatkan berbagi pandangan Kamu melalui komentar.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

11 Komentar

  • Makasih ya sudah share ilmunya,,,,postingannya sangat bermanfaat, terutama buat pemula seperti saya. Kapan ya saya bisa menulis kayak postingan ini, panjang dan bermanfaat.

  • @heru0502.
    ya benar begitu. Dan itu ada (bahkan banyak) posting semacam itu. Contoh misalnya:

    "Anda akan menemukan banyak sekali pelajaran berharga tentang mencari uang di internet, dari link2 berikut ini:"
    ……. link …………
    ……. link …………
    dst…………………………………….

    tanpa menyertakan ulasan sendiri,pendapat pribadi dan solusi yg ditawarkan langsung kepada pembaca.

    Itulah yg saya maksud dg posting berupa link…

  • maaf mas, yang no.1 itu maksudnya postingan yang seperti apa?
    postingan yang hanya berisi sebuah kalimat link gitu? Apakah memang ada orang yg bikin postingan begitu doank?

  • Terimakasih mas Gee Jhon atas postinganya, ini sangat bemamfaat buat saya..
    Salam kenal mas…