6 tanda Segera Berhenti Blogging yang Tidak Kamu Sadari

Dari hari ke hari, blog semakin populer. Semakin banyak orang terjun masuk menjadi bagian dari blogosphere yang semakin luas.

Alhasil, dunia blogging semakin kompetitif. Persaingan menjadi lebih ketat, persaingan merebut hati para pembaca dengan memberikan yang terbaik kepada mereka. Dan itu adalah hal bagus!

Namun nyatanya, kebanyakan mereka yang terjun dalam blogging, berpikir bahwa blogging adalah satu jalan pintas dan cepat untuk mendapatkan uang. Alhasil lagi, cepat atau lambat, mereka bertumbangan, menyerah, berhenti sebelum menghasilkan apa yang mereka harapkan.

Memang, setiap blogger akan melewati 3 fase penting dalam perjalanan blogging. Mereka yang mampu mencapai fase terakhir, yaitu fase realistis, adalah mereka yang akan mencapai sukses. Sisanya, mereka hanya ‘mabuk’ blogging di awal, akan dengan cepat berhenti dan menyerah.

Apakah Kamu termasuk ke dalam golongan yang berhenti dan menyerah?

Nah, di bawah ini, saya mengulas 6 tanda (yang mungkin tidak Kamu sadari), membuat Kamu cepat atau lambat akan berhenti dari blogging. Apa saja? Inilah tanda-tanda tersebut:

1. Kamu tidak punya waktu

Saya tahu, semua orang itu sibuk! Sedangkan, blogging adalah kegiatan yang menyita banyak waktu. Jadi, jika setiap kali Kamu duduk di depan komputer untuk mengelola blog Kamu, selalu saja ada ‘hal yang lebih penting’ untuk dikerjakan, maka Kamu akan dengan cepat berhenti jadi blogger.

Jika memang Kamu benar-benar tidak punya waktu, rasanya alasan tersebut masih bisa diterima, meskipun sebenarnya masalah waktu adalah masalah komitmen, jika Kamu mau, Kamu akan selalu punya waktu untuk melakukan hal apapun.

Tapi, mungkin sekali Kamu tidak menyadarinya. Jika Kamu banyak menghabiskan waktu dengan media sosial, browsing kesana kemari, atau melakukan aktivitas lain yang tidak berguna, sementara Kamu tidak melakukan apapun terhadap blog Kamu, maka itu adalah tanda utama Kamu segera akan berhenti dari blogging.

2. Kamu selalu mengalami kebuntuan

Kebuntuan terjadi ketika Kamu tidak bisa berpikir mengenai ide yang akan Kamu tulis. Kamu kehilangan kemampuan untuk melakukan sesuatu bagi blog Kamu atau membuat konten baru.

Jika Kamu selalu dalam keadaan kebuntuan semacam ini, susah payah mendapatkan ide untuk tulisan Kamu berikutnya, dan tidak ada gambaran apa yang akan Kamu tulis untuk besok, maka Kamu berada dalam ‘keadaan darurat’.

Seorang blogger yang percaya pada diri sendiri, percaya pada blognya, punya keinginan kuat untuk sukses, selalu akan menemukan cara mengatasi kebuntuan ini.

Sebaliknya, mereka yang selalu punya alasan dan mengeluh bahwa mereka tidak memiliki ide untuk ditulis, biasanya mereka tidak memiliki keinginan dan motivasi yang cukup untuk sukses dalam blogging. Hasilnya? Sangat mudah diterka: menyerah dan berhenti dengan cepat!

Jika Kamu berada dalam keadaan ini, artikel berikut barangkali dapat membantu:

3. Kamu ‘benci’ membaca blog lain

Jika Kamu merasa bosan, malas bahkan mungkin benci untuk mencari hal-hal berkaitan dengan topik Kamu, malas membaca blog lain, maka itu sangat disayangkan.

Untuk tampil beda, keluar dari kerumunan ribuan blog lain, merebut perhatian pembaca, Kamu harus menyajikan konten yang berkualitas tinggi. Dan satu-satunya jalan menghadirkan konten semacam itu adalah dengan menggali lebih dalam, mencari informasi, melakukan riset, sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan topik Kamu, kemudian memasak, mencampur semua itu menjadi produk Kamu sendiri.

Jika Kamu benci membaca, Kamu akan cepat pula membenci untuk menulis. Itu artinya, Kamu siap mengucap kata ‘permisi’ dari blogosphere.

4. Kamu tidak mengedit posting

Cara termudah untuk mengetahui seorang blogger akan sukses atau berhenti, adalah dengan melihat tulisannya.

Jika Kamu menemukan bahwa tulisannya bebas dari salah ketik, tata bahasa, maka bisa dikatakan ia siap menjadi blogger sukses.

Tapi, jika Kamu menemukan bahwa tulisannya penuh dengan error, salah ketik, penggunaan tanda baca, kutipan, paragraf dan sebagainya, itu sebagai pertanda bahwa ia tidak serius serta tidak benar-benar suka menulis.

Jika ia benar-benar suka menulis, dia tidak akan melewatkan untuk membaca ulang, memperbaiki, mengedit yang perlu, sebelum mempublikasikannya.

Tulisan yang penuh error, pula menjadi tanda bahwa penulisnya seorang yang tidak benar-benar peduli apakah ia memberikan kualitas atau tidak. Hasilnya? Mudah diterka, ia tidak akan mencapai sukses seperti yang diharapkan, karena ia tidak memiliki gairah yang cukup untuk terus maju.

5. Kamu tidak memiliki blog niche

Salah satu alasan paling umum yang menyebabkan seorang blogger gagal adalah karena mereka tidak memiliki planning yang jelas. Tidak punya rencana tentang apa yang akan disajikan di blog mereka. Dengan kata lain, mereka tidak memiliki konsep yang jelas tentang topik blognya.

Blogger semacam ini, akan memposting apa saja, segala apa yang mereka mau. Sayangnya mereka tidak juga mencapai kesuksesan, karena tidak ada orang yang peduli sedikitpun terhadap blog semacam ini.

Jika Kamu kesulitan menentukan niche atau topik terbaik untuk blog Kamu, artikel ini mungkin dapat membantu: Panduan Memilih Niche Terbaik.

Nah, itulah 5 hal yang mungkin saja tidak Kamu sadari akan membuat Kamu cepat atau lambat berhenti dari blogging. Tidak ada maksud, dengan menulis artikel ini, saya seolah ‘menganjurkan’ Kamu berhenti dari blogging.

Justru sebaliknya, saya menulisnya agar Kamu bisa berusaha menjauhi 5 hal tersebut.

Untuk motivasi:

Jangan pernah menyerah. Boleh Kamu rehat sejenak, boleh Kamu frustasi, boleh Kamu kecewa, boleh Kamu mundur sesaat. Yang penting jangan menyerah!

Sukses selalu untuk kita semua. Beri tanggapan Kamu melalui komentar.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

14 Komentar