Menulis Konten

Seberapa Sering Frekuensi Posting Ideal?

Begitu Kamu memutuskan membuat sebuah blog, Kamu harus menentukan apa yang menjadi goal blog Kamu tersebut.

Jika ingin blog Kamu berkembang dan menarik banyak pengunjung baru (juga membuat mereka kembali, sekali mereka berkunjung), maka Kamu harus memperhatikan satu hal, yaitu frekuensi posting blog.

Konten blog adalah kunci

Dalam dunia blogging, ada ujar-ujar yang sangat familiar: ‘semua adalah masalah konten’. Dengan kata lain, bahwa bagian paling penting dari sebuah blog adalah konten yang Kamu sajikan ke hadapan pembaca.

Yang membuat sebuah posting blog menarik minat pengunjung, adalah kombinasi dari topik, pendapat, gaya tutur tulisan Kamu, serta ‘kesegaran’ dari konten Kamu itu sendiri.

Nah, satu hal yang terkait erat dengan masalah ‘kesegaran’ konten itu, adalah seberapa sering Kamu memposting konten baru.

Teori di balik frekuensi posting

Mari ambil satu contoh. Maukah Kamu membeli satu surat kabar setiap hari, jika artikel di dalamnya selalu sama sama setiap harinya?

Pastinya Kamu tidak akan mau, bukan? Sebaliknya, jika artikelnya berubah setiap hari, jauh lebih memungkinkan Kamu akan mau membelinya.

Teori yang sama juga berlaku pada blog. Jika Kamu tidak mengupdate blog dengan konten baru, tidak ada alasan orang-orang mau mengunjunginya. Tidak sesuatu yang baru yang perlu mereka baca.

Sebaliknya, jika Kamu memposting konten baru secara teratur, dengan cara penyajian serta informasi yang disukai oleh pembaca, maka mereka akan suka untuk kembali lagi dan lagi, untuk menikmati apa yang Kamu sajikan.

Semakin sering Kamu memposting konten baru, semakin banyak konten yang bisa dinikmati, semakin besar alasan orang-orang mengunjungi blog Kamu lagi dan lagi

Frekuensi posting yang tinggi, menarik lebih banyak pengunjung baru

Menyajikan konten baru di blog, bukan hanya memberi alasan orang-orang untuk kembali lagi dan lagi, namun juga banyak membantu blog Kamu dari sisi optimasi mesin pencari (search engine optimization).

Setiap posting baru, bisa dikatakan sebuah pintu masuk baru bagi pengunjung untuk menemukan blog Kamu melalui mesin pencari. Semakin banyak pintu masuk, semakin besar pula kesempatan mereka menemukan blog Kamu.

Frekuensi posting yang tinggi, membuat pengunjung lama kembali lagi

Blog yang kerap diupdate, menarik banyak kunjungan dari mereka yang menyukai blog Kamu dan menjadi pelanggan setia.

Setiap kali Kamu memposting konten baru, mereka akan melihatnya di feed reader, atau pun menerima pemberitahuan melalui email dan mengarahkan ke blog Kamu untuk membacanya.

Itu berarti, semakin besar kesempatan Kamu mendapat trafik setiap kali menyajikan konten baru.

Tentukan goal blog Kamu, dan tetapkan seberapa sering Kamu mengupdate blog

Lalu, seberapa sering harus membuat konten baru di blog? Sebagai kesimpulan, jika Kamu menginginkan blog yang berkembang serta meningkatkan audiens blog, maka frekuensi posting menjadi hal yang amat penting.

Nah, satu aturan tak tertulis dalam dunia blogging dalam hal frekuensi posting baru di bawah ini, memberi gambaran seberapa sering Kamu harus memposting konten baru.

  • Untuk perkembangan maksimal: posting beberapa kali sehari (3 – 5 kali atau lebih, adalah yang terbaik bagi para ‘blogger super’).
  • Untuk perkembangan yang mantap tapi pasti: posting paling tidak 1 artikel sehari. (Baca: Yuk Kita Update Blog Setiap Hari, untuk mengetahui bagaimana saya bisa menulis artikel baru setiap hari secara konsisten).
  • Untuk perkembangan yang lebih lambat: posting konten baru paling tidak setiap 3 hari sekali (2 – 3 per minggu).
  • Untuk perkembangan yang sangat lambat: posting 1 kali seminggu. Ini lebih cocok bagi mereka yang mengelola blog hanya sebatas hobi, serta tidak memiliki rencana strategi untuk perkembangan blog.

Dan bagi Kamu yang memposting konten baru, kurang 1 minggu sekali, maka sebaiknya jangan berharap blog Kamu bisa berkembang.

Namun, dari semua itu yang terpenting adalah konsistensi. Jika kita menentukan 3 artikel per minggu, maka tetaplah dengan target itu. Membuat banyak posting di awal-awal, kemudian senyap dalam waktu cukup lama, sama sekali tidak banyak membantu perkembangan blog yang konsisten.

Nah, apakah selama ini Kamu telah menentukan, seberapa sering menyajikan konten baru di blog Kamu? Silakan berbagi melalui komentar. Sukses selalu.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

17 Komentar

  • @edi.
    sesuaikan saja dengan yg paling nyaman buat kita mas Edi… klo masalah ideal, rasanya sih krg ideal, apalagi tuk blog baru. Namun kembali, dalam blogging, aslinya tdk ada aturan apapun… 🙂

  • waduh blog saya udah mau 2 bulan postingan baru 20, berarti payah bener ya mas 🙂
    kayanya harus diniatin bikin postingan rutin ni, minimal 1 hari sekali

  • @sliderharga.
    entahlah. Jujur saja, saya tidak terlalu memusingkan tentang seo. mengenai update algo google dsb nya pun, jujur saya tidak mengikutinya (tidak tahu).

    Saya cuma melakukan hal yg saya suka, yaitu menulis.. 🙂 SEO? hmm… saya 'benci' seo. hehe…

  • Mau tanya mas 🙂 baru-baru ini kan google melakukan update algritma. Apakah frekuensi posting menentukan SEO suatu blog?

  • @heru0502.
    pekerjaan apapun, jika dilakukan dg ikhlas dan di bidang yg kita sukai, pasti menyenangkan, 🙂

    ya mungkin seperti itu, bebas menentukan waktu. Tapi sebenarnya tidak sepenuhnya demikian. Menjadi freelancer, sama dg pekerjaan lainya, kita tetap punya deadline yg harus dikejar, dan mejemen waktu yg baik. Apalgi jika pada saat yg sama harus melayani lebih dari satu klien.

    silakan baca: sukses-freelance.blogspot.com/2014/02/kelebihan-dan-kekurangan-freelancer.html

  • hemm sepertinya menyenangkan yah mas jadi freelancer… tidak terikat waktu dan deadline…
    semoga aja nanti saya bisa sukses seperti mas kedepannya… walaupun sekarang cuma fokus di blogging.. hehe

  • @heru0502.
    Jika yg dimaksud penghasilan utama adalah penghasilan terbesar, maka jawabnya bukan. sampai sekarang penghasilan dari menjadi freelancer desain grafis, masih lebih besar dari blog, hehe…

    tapi memang saya sudah sejak 4 tahun lalu, murni cari uang dari internet. 🙂

  • waw… apakah penghasilan utama mas memang dari ngeblog?
    saya rasa sulit melakukan seperti yg mas lakukan jika tidak mendedikasikan seluruh tenaga ke blog…

  • @heru0502.
    ya.. masih aktif, dan sebagian besarnya masih saya update secara rutin. 🙂

    ya,,, memang semua kembal kepada masing2, setiap sistem pasti ada kekurangan dan kelebihanya..

  • apakah blog mas yang lain masih aktif dan juga sering mas update seperti blog portal uang ini?
    jujur saya sendiri cuma bisa update artikel paling cepat setiap 1 hari sekali, itupun sudah dengan mencurahkan seluruh tenaga dan pikiran dan sedikit mengorbankan kehidupan didunia nyata saya…

    hemm pertimbangan saya juga seperti itu makanya sampai sekarang masih ragu-ragu buat pasang disqus…
    saya takutnya klo pake disqus ntar para pengunjung malah enggan berkomentar… hehe

    thanks tanggapannya mas…
    agak susah nyari blog bagus yang adminnya ramah seperti ini… 🙂

  • @aisah.
    yah,,,memang begitu banyak tugas yg harus dikerjakan seorang blogger. Rasanya tidak ada pekerjaan yg lebih berat dibandingkan menjadi blogger, hehe….

    dalam hal posting, memang yg terpenting adalah konsistensi, dan tentu saja mesti disesuikan dg waktu yg dimiliki masing2. Pada intinya, kembali: satu2nya aturan dalam blogging adalah TIDAK ADA aturaan. 🙂 salam.

    @heru0502.
    sebelum saya menjawab pertanyaannya, saya ingin mengucapkan terima kasih atas apresiasinya terhadap portal uang. Saya merasa tersanjung, 🙂 dan bersyukur jika apa yg saya sajikan di sini dapat bermanfaat untuk org lain.

    mengenai pertanyaannya, baiklah, coba saya jawab:
    1. hmmm…. saya memiliki beberapa blog lain, jauh sebelum membuat portal uang ini. Sedari awal, memang saya niatkan blog ini untuk berbagi tentang pengalaman saya dalam membangun blog, jadi saya pikir menggunakan .blogspot sudah cukup.

    Selain itu, saya juga ingin membuktikan bahwa apakah ada perbedaan antara TLD dan sub-domain blogspot. Ternyata, dari semua sisi, saya tidak menemukannya. Ini yg terpenting.

    2. disqus.. ya, itu memang bagus. saya juga sempat memasangnya. Namun, saya merasa loding halaman menjadi lebih lambat, akhirnya saya kembali ke sistem komentar blogger.

    Menurut saya, komentar memang penting. tapi bukan terletak pada sistem yg digunakan, tapi lebih kepada interaksi hangat yg dapat terjalin antara admin blog dan pembaca, dengan selalu memperhatikan setiap komentar yg masuk. 🙂 entahlah….

    Pasti saya berkunjung…. sekali lagi terimakasih atas komentar dan kunjungannya.

  • Hebat!
    saya sangat kagum dengan blog yg mas buat ini!
    95% saya selalu tertarik dengan link judul yang tertera disetiap halaman maupun widget-widget blog ini, dan isinya pun sangat sesuai dengan yang saya harapkan ketika membaca judulnya. Rasanya saya ingin membaca semua postingan yang ada di blog ini sekaligus, sayangnya tidak memungkinkan. Jadi saya cicil aja bacanya… hehe

    saya ada beberapa pertanyaan yang mengganjal nih mas
    1. kenapa mas tidak menggunakan TOP domain? bukankah itu akan membuat blog mas terlihat lebih profesional?
    2. menurut mas bagaiman dengan sistem komentar Disqus? bukanlah lebih interaktif dibanding sistem komentar blogger? tidakah mas tertarik menggunaknnya? (saya ingin tahu pendapat mas tentang ini, soalnya saya sendiri masih bimbang ingin menerapkan sistem komntar disqus di blog saya)

    oiya, berkunjung ke blog saya juga ya mas… walaupun kita berbeda topik… hehe 😀
    blog saya masih awam, masih banyak disana-sani yang perlu dibenahi… 🙂
    om-gadget.com/

  • Pengennya si tiap hari mas, kalau bisa lebih dari 1 artikel 🙂
    tapi membangun blog terutama blog baru bukan sekedar menulis konten tapi perlu berinteraksi juga dengan blogger lain, beda jika blog kita sudah sangat populer tanpa perlu menyapa satu per satu blogger lainpun akan banyak pengunjung setia 🙂