Menulis Konten

7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Menulis Artikel Blog

Menulis artikel yang baik, merupakan kunci utama membangun blog yang sukses. Pertanyaannya: ‘Bagaimana cara Kamu menulis artikel blog?’

Sebuah pertanyaan yang terdengar ‘lucu’. Ya, tentu saja: ‘Saya duduk di depan komputer, lalu menulis!’ Itu mungkin jawaban Kamu. Tapi, benarkah sesederhana itu?

Sebelumnya saya pernah menulis 7 tips menulis posting yang lebih baik, untuk melengkapinya kali ini saya coba memaparkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada saat menulis artikel blog.

Dan inilah 7 hal yang tidak boleh Kamu lakukan saat menulis artikel blog:

1. Jangan menulis tanpa rencana (planning)

Ketika mendapat ide (inspirasi?), Kamu tergoda untuk langsung begitu saja menuliskannya. Meskipun sekilas ini nampak baik dan alami, namun dari pengalaman saya, ini adalah sebuah kesalahan.

Pertama, karena ide Kamu belumlah matang, sehingga di tengah jalan akan kehilangan fokus. Kedua, Kamu akan menulis tanpa rencana, sehingga hanya akan menyulitkan dalam proses menulis nanti.

Paling tidak, luangkan waktu 5 menit untuk menyusun atau menuliskan ide-ide pokok tulisan Kamu. Dengan kata lain, Kamu membuat rencana. Dengan begini, menulis akan menjadi jauh lebih mudah dan fokus, sementara Kamu akan menghasilkan artikel yang lebih terorganisir dan terstruktur dengan baik.

2. Jangan keluar jalur

Meskipun Kamu telah memiliki rencana tulisan (draft), bukan berarti Kamu tidak akan keluar dari jalur. Ya, seringkali kita mudah sekali melenceng dengan menulis terlalu lebar, tidak fokus atau menulis hal-hal yang sebenarnya tidak penting dan tidak berhubungan dengan pokok bahasan yang diangkat.

Tetaplah fokus. Cobalah untuk lebih dulu membuat judul posting yang baik sebelum Kamu menulis selanjutnya, sehingga Kamu dengan mudah melihat kembali ke judul yang telah dibuat saat dirasa telah menulis terlalu lebar.

3. Jangan biarkan konsentrasi terganggu

Jika Kamu dapati membutuhkan waktu yang lama dan semakin lama untuk menulis satu artikel, coba periksa kembali: apakah Kamu benar-benar sedang menulis?

Ya, seringkali kita membiarkan diri terganggu hal-hal dari luar. Saya juga tahu, kita mudah sekali ‘mentok’ untuk beberapa saat, lalu mulai memeriksa email, membuka media sosial, browsing kesana-kemari. Jika itu yang terjadi, maka kita tidak benar-benar sedang menulis artikel!

Caranya?

Cobalah Kamu fokus menulis, jangan biarkan hal-hal lain mengganggu, selama 25 menit! Jika belum rampung, boleh rehat sejenak, lalu lanjutkan lagi dengan 25 menit yang kedua. Cobalah, saya sendiri menemukan dengan cara ini bisa fokus dalam menulis setiap artikel.

4. Jangan mengulang-ulang hal yang sama

Jika memungkinkan, akan lebih baik sebelum memulai Kamu membuat draft dalam satu catatan. Jika satu artikel perlu dikerjakan dalam beberapa hari, maka kemungkinan mengulang hal yang sama dapat terjadi. Kamu menyampaikan informasi yang sama lebih dari sekali, bahkan menulis kalimat atau frasa yang sama berulang-ulang.

Tidak perlu mempersoalkan hal ini pada saat membuat draft tulisan. Namun pada saat mengedit, pastikan Kamu membuang informasi atau hal-hal yang disampaikan berulang-ulang.

Ada pengecualian:  terkadang kita memang perlu mengulang kalimat atau informasi tertentu untuk penekanan. Itu adalah hal baik. Hanya saja pastikan bahwa jika ada pengulangan, itu bukan karena ketidaksengajaan.

5. Jangan terbitkan tanpa koreksi

Meskipun beberapa kesalahan ketik seringkali luput dari perhatian pembaca dan kemungkinan besar ‘dimaklumi’, namun beberapa juga dapat membingungkan pembaca, yang memaksa mereka membacanya lebih dari sekali.

Kesalahan-kesalahan itu pun, sedikit banyak dapat mengurangi kepercayaan pembaca kepada blog Kamu, dan membuat Kamu tampak tidak profesional.

Tentu, kesalahan ketik ini tidak bisa sepenuhnya dihindari, karenanya adalah hal yang benar-benar baik, untuk sekali lagi membaca artikel Kamu sebelum menekan tombol ‘publish’. Adapun, misalnya tetap ada satu dua kesalahan ketik yang terlewat, itu bukan sesuatu yang terlalu buruk, tapi paling tidak Kamu telah berusaha meminimalisirnya.

Tips tambahan: Jika Kamu menulis artikel langsung di aplikasi blogging melalui browser, hal yang baik untuk mengaktifkan fasilitas ‘pemeriksaan ejaan’ bawaan browser. Itu akan banyak membantu Kamu menghindari kesalahan ketik.

6. Jangan mengabaikan pemformatan (formatting)

Sekali lagi, lihatlah artikel Kamu. Apakah nampak seperti ‘tumpukan teks abu-abu panjang’? Jika demikian, berarti artikel Kamu butuh formatting yang lebih baik.

Sub-judul, huruf tebal, miring, garis bawah, warna teks, bullet list, gambar, bahkan tautan (link), dapat membuat tampilan artikel Kamu menjadi lebih menarik, serta lebih penting lagi: menjaga perhatian pembaca.

7. Jangan ‘berhenti’ begitu saja

Terakhir, jangan akhiri artikel Kamu secara tiba-tiba. Putus, tanpa konklusi. Saya masih melihat banyak blogger, misalnya pada saat menulis posting list, berhenti begitu saja pada poin terakhir. Bukan saja ini terlihat ‘sumbang’ di mata pembaca, namun juga berarti menyia-nyiakan peluang yang amat penting.

Baris-baris akhir dari artikel Kamu adalah peluang terbaik untuk membuat ‘call to action, yang dapat berupa apa saja, mulai dari menarik minat pembaca untuk membeli produk Kamu, meminta pembaca untuk membagikan artikel, sampai sekedar mengajak mereka untuk memberi tanggapan melalui komentar.

Nah, itulah 7 kesalahan yang perlu dihindari saat menulis artikel blog. Kesalahan mana yang sering Kamu lakukan? Atau, adakah kesalahan lain yang belum saya sebutkan? Silakan berbagi melalui komentar.

Dan, apabila Kamu merasa artikel ini cukup berguna, kiranya berkenan untuk membagikannya kepada yang lain. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

8 Komentar