Orang-orang yang mau memulai menghasilkan uang online, selalu bertanya-tanya apakah benar-benar mungkin menghasilkan uang dari sebuah website atau blog, seberapa besar yang didapat, seberapa lama bisa bertahan dan sebagainya.

Biasanya, mereka mencoba untuk berhitung dan mengevaluasi pada saat mempertimbangkan apakah sebaiknya keluar dari pekerjaan rutin (8 jam sehari 5 hari seminggu), atau terjun bekerja  full-time di internet.

Nah, salah satu kekeliruan ketika mereka mencoba mencari jawabannya, adalah bahwa mereka melupakan faktor nilai aset.

Yaitu, bahwa bila Kamu membangun satu website atau pun blog, selain penghasilan yang didapat setiap bulan, Kamu juga sebenarnya memiliki dan sedang membangun nilai aset. Karena blog atau website Kamu dapat dijual kemudian.

Hal yang sama tidak berlaku bagi gaji per bulan yang Kamu peroleh dari hasil kerja (8 jam sehari 5 hari seminggu) tadi. Kamu hanya menerima sejumlah uang tertentu setiap bulan (juga beberapa bonus dan tunjangan lain mungkin), tapi ya hanya itu yang Kamu terima.Mari kita lihat ilustrasi berikut, untuk lebih memahaminya.

Anggap saja Kamu seorang karyawan yang bekerja dengan gaji sebulan sebesar $1.500. Kemudian Kamu mulai membangun blog beberapa waktu lalu. Setelah kerja keras dan penuh dedikasi, akhirnya Kamu mampu menghasilkan $1.000 per bulan dari blog tersebut.

Menjalankan keduanya tidak akan bisa dilakukan, karena masing-masing memerlukan konsentrasi penuh.

Lalu mana yang semestinya Kamu pilih?

Kebanyakan orang akan memilih tetap bekerja, karena ia menghasilkan 50% lebih besar. Setelah 1 tahun, pekerjaan tadi menghasilkan $18.000, sedangkan dari blognya hanya terkumpul sebesar $12.000 saja.

Masalah dari perbandingan ini adalah bahwa ia melupakan nilai aset yang ada pada blog atau website tadi.

Sebuah website / blog yang bisa menghasilkan uang, tidak bedanya seperti sebuah perusahaan kecil. Ia memiliki nilai, yang nilainya sendiri berbanding lurus dengan seberapa besar uang yang diperkirakan mampu dihasilkannya setiap bulan di tahun-tahun mendatang.

Evaluasi nilai aset itu dihitung secara baik dengan satu metode yang disebut Discounted Cash Flow (DCF), tapi secara sederhana Kamu bisa mengalikan penghasilan per bulannya dari blog tersebut.

Untuk blog low-end, biasa dikalikan 12 dari penghasilan per bulan. Sedangkan bagi blog-blog premium, sampai dengan 48 kali dari penghasilan per bulannya. Bahkan jika anggap saja blog Kamu memiliki nilai kali terendah, dan dalam contoh ini berarti nilai aset blog Kamu adalah sebesar $12.000.

Jadi, jika Kamu kemudian berniat menjual blog Kamu, setelah 1 tahun total penghasilan Kamu adalah sebesar $24.000, yang mana 33,33% lebih tinggi dari yang Kamu hasilkan dari gaji pekerjaan Kamu.

Nah, jadi kapanpun Kamu mempertimbangkan untuk segera memulai membangun website / blog, di samping penghasilan per bulan yang Kamu peroleh, harus diingat bahwa Kamu pun memiliki dan sedang membangun nilai aset yang berharga.

So…

Masih ragu untuk bersedia kerja keras dan mendedikasikan seluruh waktu dan tenaga Kamu membangun website / blog yang menghasilkan uang?

Giliran Kamu memberikan pendapat melalui komentar. Seperti biasa, sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

10 Komentar

  • Pak Gee ini postinganya sangat di butuhkan bagi yang sedang di landa kejenuhan dan kurang motivasi ngeblog..
    Ketika mulai letoy, saya selalu coba ingat master blog yang tetap konsisten dan rajin ngeblog seperti anda dan yang lainya..
    Terimakasih dari saya yang kadang kurang yakin..

  • @umar.
    coba saja daftarkan lagi, menggunakan email baru.

    @om eko.
    ya sebaiknya begitu, sebelum blognya benar2 menghasilkan, lebih baik jangan keluar dulu dari pekerjaan yg sekarang. Setelah mulai menghasilkan tiap bulan (entah besar kecilnya), baru memutuskan untuk memilih dan fokus pada salah satunya.

    Sukses selalu om.

  • Turut nyimak mas. Kalo aku si belum berani untuk konsen 100 % membangun blog, maklum masin newbie, karena kalo 100 % diblog belum ada hasil yang maksimal..GA masih ngos-ngosan perbulanya. jadi ya mau gak mau pagi untuk kerja di kantor, malam berselancar di internet, termasuk belajar dari portal-uang.blospot.com…. mudah mudahan 6 bulan kedepan, bisa dapat gaji perbulan dari GA. ….

  • ooh gitu mas jhon..nah terus saya mau tanya lagi neh mas jhon tentang GA..

    saya kan punya akun adsense yang belum diapprove untuk kedua kalinya, kira2 setaun akun GA saya masih belum ada tanda2 akan diapprove atau ditolak. Kalau pesan dI dashboard GA nya disuruh mengganti nama website/blog untuk mempercepat proses approve katanya..Setelah saya ganti dengan blog yang lain tetep sama, belum ada tanda diapprove atau ditolak

    kira2 solusinya gimana ya mas? 🙂

  • @umar.
    halo juga 🙂

    hmm…. kalau dari Adsense, saya butuh 8 bulan untuk dapat $100 pertama. Saya termasuk lama.. krn katanya banyak yg hanya dalam beberapa bulan saja sudah bisa PO dari Adsense.

    sedangkan pertama X dapat uang dari internet (sampai sekarang pun masih), justru saya dapat dari kerja sebagai freelancer desain grafis.

  • halo mas jhon

    mau tanya neh, kira2 berapa lama yang dibutuhkan agar blog kita bisa menghasilkan? dari pengalaman mas jhon sendiri aja deh jawabannya selama menerjuni bisnis online ini, seperti bermain ppc seperti GA, affiliate dan teman-temannya..Manakah yang memberi keuntungan lebih pada mas jhon 🙂

  • @nur.
    menurut saya sih susah jika memang tujuannya ingin full maksimal mendapat hasil dari kerja online. Dalam bidang apapun, totalitas pasti diperlukan tuk mencapai hasil maksimal.

    Mungkin ada beberapa blogger yang dapat membagi waktu antara kerja sehari-hari dan blogging, tapi rasanya amat sedikit yg bisa seperti itu.

  • setuju mas, tapi misalnya kita menggeluti kerja dan blogging secara bersamaan apakah memang benar-benar sesusah yang dibyangkan? termakasih mas gee jhon..