Menulis Konten

Blogging adalah Tentang Menulis: 27 Pelajaran Penting Menulis Artikel Blog

Banyak orang bilang konten adalah raja. Lalu apa prajurit yang menjaga sang raja tetap duduk di singgasana?

Tentu saja, ia adalah tulisan!

Konten blog memang tidak melulu berupa tulisan kata-kata, tapi bisa juga berupa konten multimedia lainnya, video, gambar atau suara. Tapi saya berani mengatakan bahwa artikel berupa tulisan adalah raja yang sebenarnya.

Ketika berbicara tentang konten website, maka sesungguhnya kita tengah berbicara tentang sederet kata yang disusun menjadi sebuah tulisan.

Tentu saja kita semua ingin menulis artikel yang baik untuk disajikan di blog. Nah, kali ini saya coba untuk mengungkap berbagai hal yang perlu Kamu perhatikan pada saat menulis artikel di blog Kamu.

menulis artikel blog

1. Jangan biarkan gambar berbicara sendiri

Blog memang menawarkan cara yang luar biasa untuk menyajikan informasi multimedia, tapi Kamu masih harus menjelaskannya dengan kata-kata. Kamu tetap mesti menulis kalimat agar apa yang Kamu sampaikan dapat dimengerti sepenuhnya.

Kata-kata, mungkin tidak bisa mengambil alih semuanya sendirian, tapi sebuah gambar juga bukanlah pengganti seribu kata jika berkait dengan feed dan algoritma mesin pencari.

2. Keyword!

Pelajari bagaimana mencantumkan keyword untuk menaikkan ranking artikel Kamu. Keyword adalah sesuatu yang teramat penting, namun yang lebih terpenting lagi, tulislah keyword yang membantu pembaca mengetahui apa sesungguhnya yang Kamu tulis.

Relevansi konten, kesesuaian dengan hasil pencarian adalah hal utama dalam memilih dan menulis keyword.

3. Buatlah judul yang mengundang klik

Keyword yang Kamu tulis pada judul artikel, menyampaikan tentang apa artikel Kamu kepada pembaca. Jika mereka tidak mendapatkannya, maka mereka tidak akan mengkliknya. Setelah itu, jika pun mereka mengkliknya, tapi kemudian kontennya tidak sesuai, maka mereka tidak akan kembali.

Selalu sampaikan apa yang Kamu janjikan pada judul artikel, itu syarat mutlak sebuah tulisan yang baik.

Beberapa artikel tentang membuat judul yang di bawah ini, akan membantu Kamu:

4. Sampaikan poin utama pada 200 kata pertama

Kamu hanya punya waktu kurang dari 5 detik untuk menarik perhatian pembaca. Jika pengunjung di blog Kamu, di RSS Feed, di rangkuman hasil pencarian ‘tidak menemukan’ inti tulisan Kamu pada dua atau tiga kalimat pertama, maka Kamu akan kehilangan mereka.

5. Menulis artikel itu ada pada editing

Sebuah ide hebat tidak begitu saja bisa diterjemahkan secara otomatis menjadi tulisan yang bagus. Adalah proses mengedit artikel yang berperan utama membuat artikel Kamu menjadi hebat dan ide Kamu bersinar.

Tambahkan kata-kata yang memperkuat ide, buang kata-kata yang melemahkan, adalah sama penting dalam proses memoles artikel menjadi bagus.

Silakan baca: Backspace: Tombol yang Tidak Boleh Dipakai Saat Menulis, untuk memahami mengapa Kamu mesti memisahkan antara proses menulis dan mengedit.

6. Buatlah kalimat Kamu abadi

Apa yang Kamu tulis haruslah bisa bertahan selama mungkin. Pastikan artikel dan hal yang Kamu sampaikan tetap bernilai untuk dibaca 10 tahun yang akan datang.

Fokus membuat konten abadi, adalah pondasi blog yang kuat. Saya pernah mengulasnya dengan lebih dalam, mengapa Kamu mesti fokus pada artikel abadi, pada: Syarat Sukses Blogging: Buatlah Artikel Pilar yang Abadi! dan Fokus pada Konten Abadi: Strategi Terbaik Membangun Blog Sukses.

7. Jangan memboroskan kata-kata percuma

“Hari ini, pukul 6 pagi. Saya belum mandi, entahlah mungkin saya akan terlambat berangkat kerja. Tapi, saya sempatkan untuk menulis ini. Kenapa? Karena saya menganggap bahwa ini adalah sesuatu yang sangat penting! Untuk itu saya putuskan untuk menulis dulu, baru kemudian mandi dan berangkat kerja.”

Ayolah… jangan membuang-buang kata-kata tidak berguna. Jangan bertele-tele. Jangan sampaikan sesuatu yang pembaca Kamu tidak ingin mengetahuinya!

Langsung to the point, dan jangan membuang-buang waktu Kamu sendiri dan pembaca.

8. Jelaskan istilah dan akronim

Kita ‘bangga’ untuk menggunakan berbagai istilah dan singkatan di bidang yang kita geluti, karena bisa membuat kita ‘menguasai’ dunia kita. Tapi, kita seringkali lupa, bahwa di luar sana, banyak orang yang baru saja masuk kalangan yang ingin belajar dan sama sekali tidak tahu apa yang Kamu bicarakan.

Berhentilah sejenak. Jelaskan apa arti singkatan dan istilah khusus yang Kamu tulis. Tidak harus dijelaskan satu paragraf penuh, beberapa kata pun sudah mencukupi.

Jangan pernah menganggap bahwa pembaca telah mengerti semua istilah dan singkatan yang Kamu tulis.

9. Beri deskripsi pada gambar dan link

Konten blog tidak terbatas hanya berupa tulisan. Jika Kamu tidak menggunakan judul atau deskripsi pada link serta tidak menggunakan alt pada gambar, maka Kamu menyia-nyiakan penggunaan keyword yang amat berharga, juga membangun konten secara keseluruhan.

Baca bagaimana membuat link yang baik pada: Cara Terbaik Membuat Link: Jangan Pernah Menggunakan “Klik Disini”.

10. Paparkan masalah, beberkan solusi dan sajikan hasilnya

Jangan berikan solusi, sebelum pembaca paham benar apa masalahnya. Paparkan masalahnya, berikan pembaca sebuah solusi, kemudian giring mereka pada manfaat dan hasil akhir yang diperoleh.

Ketika pembaca mengikuti seluruh prosesnya, mereka akan lebih memahami bagaimana sesuatu bekerja serta mengapa hal yang sama juga bekerja untuk mereka sendiri.

11. Sampaikan fakta

Setiap orang punya pendapat. Apa yang membuat pendapat Kamu berbeda dari pendapat orang lain, adalah bahwa Kamu opini Kamu didasarkan atas fakta. Prasangka, perkiraan, asumsi dan analogi tidak akan membangun kepercayaan dan penghargaan.

Buatlah opini Kamu berdasarkan fakta riil atau referensi terpercaya. Saatnya Kamu mengemas tulisan Kamu dengan kenyataan sebenarnya.

12. Satu topik

Jika Kamu memiliki 40 topik, maka sebenarnya Kamu tidak memiliki topik sama sekali. Karena, jika Kamu ingin menulis 40 topik berbeda, tidak saling berkaitan, lalu apa sebenarnya yang Kamu tulis?

Sebagai panduan, jika Kamu memiliki paling banyak 3 topik, dan saling berhubungan, maka buatlah dalam satu artikel.

Kamu ingin menulis 40 topik berbeda? Jangan tulis dalam satu artikel. Buatlah satu topik untuk satu tulisan.

13. Orisinal selalu menang

Tulisan yang asli selalu unggul, baik untuk dibagikan, dikutip maupun di mata mesin pencari. Jika pun Kamu bukanlah penulis Kamul,  menulis apa adanya dengan penuh gairah, selalu lebih baik dan dihargai.

14. Bawa pembaca ke dalam tulisan Kamu

Sebuah posting blog memiliki sesuatu yang ingin disampaikan. Ia terdiri dari bagian pembuka, bagian tengah dan penutup.

Ajak pembaca mengikuti dan larut dalam alur tulisan Kamu. Buatlah setiap kata mengantarkan pembaca ke kata berikutnya. Jadikan setiap kalimat membawa ke kalimat berikutnya, dan setiap paragraf ke paragraf selanjutnya.

Jika seumpama membaca sebuah buku, buatlah pembaca ingin membalik halaman berikutnya karena rasa penasaran. Dalam hal ini, buatlah membaca mau menggulung layarnya ke bawah untuk menuntaskan tulisan Kamu.

15. Paragraf pendek

Posting blog semestinya tersusun dari kalimat dan paragraf yang cukup pendek agar lebih mudah dibaca di layar monitor. Pembaca online menginginkan informasi secara instan, serta potongan-potongan kecil informasi yang berharga.

Paragraf berat nan panjang sangat menyulitkan bagi pembaca. Sebaliknya satu kalimat per paragraf juga akan membuat pembaca merasa terganggu. 3 – 4 kalimat adalah yang terbaik.

16. Gunakan kata kerja aktif untuk mengajarkan sesuatu

Jika Kamu mempunyai sesuatu untuk dibagikan, satu petunjuk untuk diajarkan, nasihat, saran, atau sebuah panduan, gunakan kata kerja untuk memberi energi kepada pembaca.

Kata-kata seperti, “buatlah”, “lakukan”, “tulislah”, “ambil” atau “bangunlah” adalah contoh kata-kata instruksi aktif. Ketika pembaca melakukan pencarian, biasanya mereka mengacu pada kata “apa yang harus saya lakukan”, karenanya sampaikanlah kepada mereka.

17. Hindari kalimat pasif

“Bila Kamu tidak merasa keberatan, sebaiknya Kamu mesti berpikir dua kali untuk melakukan pemeriksaan tata bahasa dan ejaan sebelum  mempublikasikan artikel Kamu….”

Akan jauh lebih baik, dengan penuh percaya diri: “Periksa kembali tata bahasa dan ejaan, sebelum Kamu mempublikasikan artikel Kamu.”

18. Gambarkan untuk siapa Kamu menulis

Menulis untuk “antah-berantah” mungkin baik-baik saja untuk beberapa orang, tapi kebanyakan dari kita perlu mengetahui kepada “siapa” kita berbicara, untuk apa, serta mengapa Kamu menargetkan mereka untuk bisa memulai.

Gambarkan seseorang atau sekelompok kecil orang-orang tertentu, lalu menulislah seolah Kamu sedang berbicara kepada mereka. Jika Kamu merasa terlalu formal atau tidak nyaman, anggaplah Kamu sedang berbicara kepada seorang teman.

19. Perbaiki  posting lama

Seiring kemampuan menulis Kamu yang semakin meningkat, cobalah membuka-buka lagi posting lama Kamu, lalu perbaiki apa-apa yang kurang. Perspektif baru, pengetahuan baru, penemuan baru, akan membantu Kamu menyempurnakan tulisan Kamu di masa lalu.

Dengan cara ini, Kamu mungkin menemukan “kehidupan baru” pada artikel lama Kamu yang terkubur mati.

20. Menulis seolah tengah berbicara

Sangatlah penting untuk menulis dengan gaya bahasa sehari-hari, karena pembaca ingin berhubungan dengan Kamu, orang di balik blog Kamu.

Gaya tulisan Kamu harus mencerminkan ilusi bahwa Kamu sedang berbicara langsung kepada pembaca, tentunya tanpa jeda kata-kata seperti “mmm…..”, “eeee….” seperti yang sering terjadi di percakapan sesungguhnya.

21. Jangan berteriak

Di dunia online, sudah jamak bahwa MENULIS DENGAN HURUF KAPITAL, DIANGGAP BERTERIAK, oleh karena jangan gunakan itu sepanjang artikel.

Pelajari aturan dasar dalam penggunaan huruf kapital. Awal kalimat dan nama-nama tertentu tentu menggunakan awal huruf kapital. Tapi, jangan pernah hanya karena Kamu Menyukai suatu Kata, BUKAN BERARTI Kamu harus menggunakan huruf kapital di Setiap Kata yang Kamu Anggap Penting!

22. Perhatikan tanda baca dan ejaan

Penggunaan tanda baca serta ejaan yang baik dan benar, adalah hal yang teramat penting. Tulisan penuh error, salah ketik dan salah menempatkan tanda baca, sangat mengganggu orang yang membacanya.

23. Posting blog bukanlah tentang smiley

Menulis dengan emosional, tapi bukan penuh emoticon! 😉 terlalu banyak 😀 sangatlah : mengganggu 🙁 dan menghilangkan fokus pembaca.

24. Komentar juga adalah konten

Pastikan komentar berbicara secara baik untuk posting blog Kamu, untuk Kamu sendiri, dan untuk pembaca. Buang saja komentar-komentar yang tidak “baik”, jauh melenceng, mengganggu, dan nyepam.

25. Ajak pembaca untuk berpikir

Meminjam kata-katanya Cak Lontong, jika Kamu mampu membuat pembaca jadi “mikir”, maka Kamu sukses berinteraksi dengan mereka. Dan jika Kamu membuat mereka menulis tentang Kamu, maka Kamu sukses dua kali lipat!

26. Ajarkan sesuatu

Bagikan pemikiran Kamu, perasaan, pengalaman, serta pengetahuan dan keahlian Kamu. Ajari pembaca sesuatu, maka Kamu akan menjadi blogger yang luar biasa.

27. Menulis dengan keyakinan dan gairah

Bahkan jika pun Kamu menulis dengan buruknya, bila Kamu menulis dengan penuh keyakinan dan gairah, maka orang-orang akan mau membacanya.

Itulah 27 hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat konten blog berupa artikel. Jika Kamu hanya ingin satu hal saja sebagai kesimpulan, maka cukuplah:

Tunjukkan kepada pembaca sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, atau sajikan kepada mereka sesuatu dengan cara yang belum pernah mereka temukan sebelumnya!

Sebagai penutup tulisan ini, saya teringat akan satu ujar-ujar: “Tidak ada yang namanya ide baru, hanya ada cara baru menyajikan ide-ide lama.”

Sajikan informasi dengan perspektif baru, dan menulislah dengan sudut pandang baru, maka Kamu akan menarik perhatian dunia!

Semoga bermanfaat dan membantu Kamu bisa menyajikan konten blog yang lebih berkualitas. Sukses selalu. Terakhir, saya sangat berterima kasih jika Kamu berkenan membagikan artikel ini.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

10 Komentar