Pada artikel ‘Jangan Lupakan Nilai Aset Blog Kamu‘, saya telah menyinggung tentang ini, yaitu bagaimana Kamu harus mempertimbangkan nilai aset dari blog pada saat memilih apakah tetap bekerja seperti biasa, ataukah full time kerja online.

Nah, kali ini saya mencoba menjawab pertanyaan yang lebih lugas: ‘Kapan saya mesti berhenti ngantor dan bekerja fokus membangun blog / website?’

Pertanyaan ini saya dapat seseorang bernama Alia Roliani (sayang sekali dia tidak mencantumkan website miliknya) melalui email.

Ia bertanya:

“Saya memiliki blog tutorial teknologi, dan saya bermaksud ingin mengelolanya full-time. Pertanyaan saya adalah: Kapan atau bagaimana saya menentukan pilihan ini.

Blog saya saat ini baru menghasilkan sekitar 1/10 dari pendapatan saya dengan bekerja di sebuah perusahaanMaka sampai batas mana sebaiknya saya baru bisa keluar dari pekerjaan sekarang, dan fokus pada blog dan mengembangkannya?”

Dan saya kira, Kamu pun memiliki pertanyaan serupa.

Jawabannya adalah:

Tergantung dari keadaan Kamu sendiri saat ini. Jika Kamu relatif masih muda (di bawah 25 tahun), dan belum memiliki tanggung jawab finansial (tidak punya istri, anak atau beban kredit), maka Kamu bisa mempertimbangkan untuk menentukan pilihan secepatnya, segera setelah website / blog Kamu menghasilkan 1/2 dari penghasilan saat ini.

Bahkan mungkin bisa lebih kecil lagi, jika Kamu telah menguasai internet marketing dan ‘mengetahui’ bahwa website Kamu memiliki potensi bagus.

Saya sendiri memutuskan untuk bekerja online secara penuh sejak 4 tahun lalu. Namun, saat itu bukan dengan mengelola website / blog, melainkan bekerja online dengan menjadi freelancer.

Inilah mengapa ketika saya menyebut kerja online, itu bukan berarti mesti dengan mengelola website. Paling tidak itulah yang saya alami. Ada banyak cara menghasilkan uang tanpa blog yang bisa menjadi pilihan.

Kita kembali pada pertanyaan di atas.

Jika Kamu memiliki istri, anak atau tanggung jawab finansial lainnya, bagaimanapun, gambarannya jadi berubah. Dalam hal ini, saya menyarankan Kamu menunggu sampai penghasilan dari website / blog mendekati penghasilan Kamu dari pekerjaan saat ini.

Dan yang paling pentingnya lagi, saya juga menyarankan untuk melakukan diversifikasi sumber-sumber penghasilan dari internet yang bisa Kamu peroleh. Seperti misalnya, meluncurkan website / blog baru dengan topik berbeda serta menggunakan model bisnis yang berbeda pula.

Mengandalkan penghasilan hanya dari satu website, cukup mengandung resiko. Karena, satu hari trafik Kamu membludak, di hari lain bisa bisa turun secara drastis.

Terakhir, sebaiknya Kamu memiliki cadangan finansial untuk kebutuhan dasar minimal cukup untuk 6 bulan, sebelum Kamu benar-benar memutuskan full-time mengandalkan internet sebagai sumber pendapatan. Agar jika terjadi apa-apa, Kamu memiliki waktu 6 bulan untuk mengembalikan keadaan seperti semula.

Nah, bagaimana dengan Kamu? Berapa penghasilan dari website yang Kamu harapkan sampai Kamu memutuskan untuk berhenti kerja dan bekerja online secara penuh?

Bagikan pendapat Kamu melalui komentar. Seperti biasa, sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

13 Komentar

  • Saya dulu juga kerja di kantor dan sekarang full online. Bukan full blogger hehe. Tp sekarang mulai nulis blog sekitar 1 tahun lalu.

  • Memang harus mempertimbangkan segala resiko yang akan timbul, tapi sedikit banyaknya kita harus memperhatikan konsep beberapa motivator dalam dunia bisnis bahwa jangan terlalu banyak mikir kalau ingin cepat melangkah dan berkembang.

    Saya pun telah melakukan hal tersebut, berhenti dari pekerjaan tetap dan berhasil membuka sebuah toko yang sedang mengalami proses perkembangan. Fokus dalam satu hal mungkin lebih baik dalam memperoleh profit dibanding jika melakukan beberapa hal dan semuanya tidak optimal.

    Jika ingin membuat suatu keputusan, ada baiknya kita kembali pada suatu ungkapan bahwa rezki setiap makhluk sudah ditentukan, sehingga hati dan tindakan akan cendeurung klop sehingga akan menimbulkan efek yang luar biasa yang biasa kita sebut sebagai optimisme.

  • Pastinya semua orang punya pemikiran yang berbeda-beda. Kalau saya sih, jika penghasilan online sudah penghasilan pekerjaan kita maka baru bisa milih mau fokus online. Kalau tetap bisa menjalankan kedua2nya juga bagiku tetap bagus^^

    • Ya itu pilihan paling aman bos Riza. namun apapun pilihannya, bila dilakukan dg baik dan komitmen tinggi, pasti akan membuahkan hasil manis.

  • muantapppp,, ide2 yang ditulis mas Gee sangat segar dan membantu sekali, artikel yang ditulis berdasarkan fakta di lapangan,, terimakasih mas Gee

  • Hahahaaha pertanyaan yang susah-susah gampang, online di tempat kerja aja mas 1 artikel di kantor selebihnya di rumah.

  • @angger.
    wah, hebat sekali itu, selamat deh mas Angger, semoga bisnisnya makin berkembang dan maju.. sukses selalu.

    @catatan.
    ya begitulah, untuk tawaran2 yg menjanjikan cara cepat kaya dari internet, sebaiknya dihindari.. karena setahu saya blm ada yg benar2 sukses dg cara instan..

    setuju dg pernyataan terakhir, apapun itu, yg penting enjoy aja… 🙂

  • Saya setuju dengan mass gee, apabila kita telah memiliki tanggungan mesti dipertimabangkan benar karena bekerja online memiliki tingkat kesulitan yang sama dengan bekerja offline atau dikantoran, bedanya kita bekerja sendiri dan hasil ditentukan sendiri. Inti dari bekerja online bukan sekedar mengelola web atau blog tapi masih banyak yang lain yang lebih menggiurkan.
    Kuncinya ada pada diri kita, kalau kita fokus, konsisten, disiplin dan ulet pasti sukses akan mengikuti kita.

    banyak si tawaran system cepat kaya dari internet, tapi bagi saya itu masih harus dipelajari karena bisa jd hanya iming2 saja tanpa ada kejelasan.

    Mau kerja full time onlie maupn side job yang penting enjoy dalam menjalani pekerjaan sih, karena itu kunci utama.

  • Artikel yang keren…! Bisnis saya malah hampir semua berkembang dari online. (apiqquantum.com atau rumahapiq.com). Meski tetap ada layanan off line berupa kursus matematika APIQ.

    Jadi, dari awal saya memang mengarang ke online sebanyak-banyaknya.

    Terima kasih…