Bisnis Afiliasi Google Adsense

Program Afiliasi atau Adsense: Mana yang Lebih Bagus?

Seperti kita tahu, banyak cara untuk menghasilkan uang dari blog, tapi dua yang paling umum dan banyak dijalankan adalah program afiliasi dan periklanan Google Adsense.

Seringkali kita dibuat bingung untuk memilih salah satu antara keduanya.Dan saat kita mempertimbangkan kedua cara tersebut, maka pertanyaan yang muncul pertama kali adalah:

“Program afiliasi atau Google Adsense? Mana yang lebih baik?”

Ini sebuah pertanyaan yang ‘menjebak’, satu sisi kita menginginkan sumber penghasilan yang konstan (Adsense), namun kita pun tidak dapat melewatkan begitu saja kesempatan dari program afiliasi yang memberi ‘uang yang sesungguhnya’.

Untuk itu, saya coba berbagi sekelumit pengalaman saya dalam menjalankan kedua model monetisasi ini, dengan harapan Kamu dapat memutuskan mana yang lebih baik untuk Kamu: Adsense atau Afiliasi!

Bagi Kamu yang masih awam tentang program afiliasi, silakan baca: Apa Itu Affiliate Marketing? Sebuah Panduan Dasar.

Nah, sekarang kita bicarakan model yang saya jalankan: Saya menggunakan banner afiliasi + Google Adsense + iklan langsung, untuk memonetisasi beberapa blog yang saya kelola.

Sebelum berlanjut, saya ingin menyampaikan bahwa ada satu salah persepsi bahwa Google ‘tidak menyukai link afiliasi’, dan itu tidaklah benar.

Yang benar adalah, Google welcome dengan link afiliasi pada blog dengan konten yang berkualitas. Kecuali, jika Kamu menulis konten yang ‘membohongi’ dan berkualitas rendah, lalu menempatkan 10 link afiliasi dalam satu artikel tunggal, maka itu bukanlah sesuatu yang disukai oleh mesin pencari mana pun!

Kita kembali ke pokok pembicaraan dan berikut adalah beberapa hal atau perbandingan yang perlu dipertimbangkan menyangkut program afiliasi dan Adsense:

  • Jauh lebih mudah ikut dalam program afiliasi dibandingkan Adsense.
  • Pemasaran afiliasi juga membayar lebih besar dari Adsense.
  • Kamu dapat menemukan program afiliasi untuk hampir semua topik blog, tidak demikian dengan Adsense.
  • Adsense memberi hasil terus-menerus, sementara afiliasi membayar sekali saja saat terjadi penjualan.
  • Adsense dikelola oleh Google sendirian, sementara ada begitu banyak perusahaan besar dan kecil yang menyediakan program afiliasi.
  • Iklan afiliasi biasanya lebih atraktif, sementara kita hanya memiliki kontrol sedikit saja di Adsense.

Dan masih banyak lagi plus minus dari kedua program ini, seperti jumlah minimum payout, metode pembayaran dan sebagainya. Namun, kiranya cukup beberapa hal di atas menjadi acuan. Dan kalau kita lihat sekilas perbandingan di atas, tampaknya program afiliasi lebih menjanjikan dibandingkan Adsense.

Namun sebelum Kamu benar-benar bulat membuat keputusan, ada beberapa hal lainnya yang perlu Kamu pertimbangkan:

Affiliate marketing dapat bekerja baik hanya pada halaman tertentu saja, dan tidak semua halaman Kamu mampu memberi hasil yang baik. Sementara Adsense mampu bekerja baik pada halaman-halaman yang tidak menguntungkan bagi program afiliasi.

Selain itu Adsense, dikenal sebagai ‘tulang punggung’ bagi banyak blogger jika menyangkut sumber penghasilan online, karena ia ibarat mesin penghasil uang yang dapat terus-menerus bekerja untuk Kamu, meskipun seringkali nilai payout yang dihasilkan lebih kecil dibanding dengan yang dihasilkan afiliasi hanya dari satu kali transaksi.

Dengan satu kali transaksi afiliasi dapat menghasilkan antara $10 – $100 (tergantung dari produk yang Kamu pilih), yang dalam banyak kasus, itu masih lebih besar dibanding yang mampu dihasilkan Adsense selama satu minggu!

Mari saya berikan contoh konkrit: Misalkan spot terbaik terbaik di blog Kamu adalah space 336×280 di bawah judul artikel, dan Kamu memilih mencopot iklan Adsense dan menggantinya dengan banner afiliasi yang sesuai dengan topik blog Kamu.

Ini terdengar bagus, tapi juga sekaligus ‘sangat beresiko’. Kenapa? Karena bisa jadi ia bekerja dengan sangat baik atau sebaliknya: sangat buruk!

Bukankah misalnya, bahkan jika saya hanya dapat 5 – 7 transaksi dalam sebulan, itu masih lebih besar dari penghasilan Adsense dengan 50 klik per hari pada spot yang sama?

Betul. Itu jika terjadi transaksi, jika tidak maka Kamu berakhir dengan penghasilan 0!

Jadi? Mana yang sebaiknya saya pilih?

Jika Kamu seperti saya, yang mengandalkan kedua-duanya, Adsense + afiliasi, maka saya sarankan untuk menjalankan keduanya dengan strategi yang baik. Sehingga Kamu tidak kehilangan peluang manis dari program afiliasi, sementara memiliki pemasukan utama dari Adsense. Dan dengan konten yang berkualitas, diharapkan, di setiap akhir bulan Kamu memperoleh hasil yang memuaskan.

Saran terbaik
Pastikan spot dengan CTR tertinggi di blog, dan space 300px di sidebar Kamu isi dengan Adsense. Sedangkan untuk afiliasi, Kamu bisa memanfaatkan:

  • 125 x 125 (sidebar)
  • 728 x 90 (header atau footer)
  • 468 x 60 (bawah posting, bawah ata di atas komentar)
  • Link di sepanjang artikel

Satu hal lagi yang perlu saya ingatkan, bahwa menggunakan jumlah maksimum unit iklan Adsense, tidak menjamin Kamu mendapat hasil terbaik. Kenyataannya, seringkali 1 – 2 unit dengan desain dan penempatan yang baik, mampu memberi hasil lebih tinggi. Eksperimen adalah kuncinya!

Nah, bagaimana pendapat Kamu? Bagikan melalui komentar. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

21 Komentar