5 Mitos Google Adsense yang Perlu Dihindari

Keinginan dari hampir semua blogger adalah disetujui Adsense sebagai publisher. Namun setelah diterima, tidak sedikit di antara mereka yang gagal mendapatkan penghasilan yang sepadan seperti yang diinginkan.

Dan ya, nyatanya banyak sekali mitos-mitos yang beredar luas mengenai Adsense, dan bagi pemula yang baru saja menjalankan Adsense, seringkali sulit membedakan antara fakta atau sekadar mitos belaka.

Nah, kali ini saya akan menyampaikan 4 mitos tentang Google Adsense yang paling sering saya dengar. Sebagai penayang Adsense, Kamu perlu mengetahui hal ini, karena seringkali membuat gagal dalam menjalankan Adsense.

Inilah 5 mitos Google Adsense yang paling sering saya dengar:

1. Kamu akan menghasilkan ribuan dolar dalam waktu singkat

Saya ingat, dulu ketika pertama kali tertarik untuk memonetisasi blog, saya begitu terobsesi dengan Adsense, karena yang saya dengar, begitu saya diterima sebagai publisher, saya akan segera mulai menghasilkan uang dengan mudah dan melimpah.

Setelah menjalankannya beberapa lama, kenyataannya tidak lah demikian!

Saya tidak mengatakan bahwa hal ini sesuatu yang mustahil, mendapatkan hasil ‘lumayan’ dari Adsense butuh trafik sangat besar. Selain itu, nyatanya para blogger top penghasilan luar biasa, memiliki berbagai sumber pendapatan selain Adsense.

Jadi yang benar adalah, Kamu butuh banyak sekali trafik, butuh eksperimen serta berbagai optimasi untuk mendapatkan hasil sepadan dari Adsense. Dan itu jelas, tidak bisa didapat dalam sekejap.

2. Meniru desain dan ukuran iklan dari blog lain

Ini salah satu kesalahan yang paling umum dilakukan oleh pemula di Adsense. Betul, belajar dari mereka yang telah berhasil dalam hal desain, ukuran serta penempatan iklan yang baik, adalah sesuatu yang bagus.

Tapi, sama sekali tidak ada jaminan bahwa dengan desain dan ukuran unit iklan tertentu dapat membantu Kamu meningkatkan pendapatan Adsense. Iklan yang bekerja baik bagi orang lain, belum tentu juga bekerja untuk blog Kamu.

Untuk itu, berhentilah meniru tampilan, desain atau ukuran iklan dari blog / website lain.

Lalu, bagaimana cara terbaik? Lakukan eksperimen. Gunakan ukuran dan desain iklan yang sesuai dengan desain blog Kamu sendiri. Lagipula, hampir selalu, besar-kecilnya pendapatan dari Adsense, lebih banyak ditentukan oleh topik dan kata kunci blog Kamu.

3. Iklan gambar lebih baik dari iklan teks

Ada iklan gambar (multimedia), iklan teks dan iklan teks tautan di Adsense. Tidak sedikit blogger yang menganggap bahwa iklan gambar bekerja lebih baik, karena dianggap lebih mudah dikenali oleh pengunjung.

Nyatanya, pengunjung lebih banyak mengklik iklan teks dibandingkan iklan gambar, jika penempatan dan desainnya membaur dengan konten. Saya telah melakukan banyak eksperimen, dan dari semuanya, ternyata iklan teks selalu mendapat nilai CTR lebih tinggi dibanding iklan gambar.

Kamu juga tidak boleh mengabaikan unit teks tautan, karena ia juga bekerja sangat baik jika dimanfaatkan secara optimal. Lagi-lagi, eksperimen adalah kuncinya. Cobalah cari unit iklan jenis mana yang terbaik di blog Kamu sendiri.

4. Semakin banyak unit iklan, semakin baik

Adsense membolehkan Kamu memasang sekaligus 3 unit ads for content, 3 unit teks tautan dan 2 unit penelusuran. Tapi memasang semuanya dalam satu halaman, seringkali bukanlah yang terbaik.

Dalam banyak hal, memasang 1 – 2 unit iklan akan lebih baik memberi hasil dibandingkan menggunakan jumlah iklan maksimum yang diperbolehkan.

Bagaimana strategi mendapatkan yang terbaik, silakan baca: Ingin Pendapatan Adsense Naik 2 Kali Lipat dalam 4 Minggu? Ini Strateginya!

5. Pengunjung reguler lebih potensial memberikan klik

Banyak yang berpikir akan mendapat lebih banyak klik jika mereka memiliki basis pembaca reguler atau pembaca setia yang terus mengunjungi blog mereka berulangkali.

Kenyataannya justru sebaliknya. Pengunjung setia, yaitu mereka yang berlangganan artikel terbaru, atau mereka yang berkunjung lagi dan lagi, akan lebih familiar dengan desain blog Kamu. Mereka cenderung sudah tidak ‘peduli’ lagi dengan iklan yang tampil. Mereka juga biasanya hanya berkunjung membaca artikel terbaru, lalu pergi.

Potensi lebih besar justru datang dari pengunjung baru, terutama visitor yang berasal dari mesin pencari.

Lalu apakah dengan demikian, pembaca loyal menjadi tidak berguna? Tentu saja tidak. Mereka lah yang membuat blog Kamu tetap hidup. Mereka lah urat nadi blog Kamu! Mereka lah yang meramaikan blog Kamu, membagikannya ke sosial media, mengulasnya di blog mereka sendiri.

Merekalah yang membuat blog Kamu mendapatkan trafik lebih tinggi lagi! Saya hanya ingin menyatakan bahwa dalam hal potensi klik iklan Adsense, pengunjung baru lebih potensial dibandingkan mereka yang telah berulangkali mengunjungi blog Kamu.

Google Adsense adalah pemain utama dalam industri ini, jadi tidak heran banyak beredar rumor tentang mereka. Mulai dari proses pengajuan, sampai optimasi pendapatan. Beruntung Kamu telah berada di sini, di PortalUang, karena hampir semua tentang Adsense bisa Kamu dapatkan di sini. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

12 Komentar

  • Yah saya suka artikel anda,kadang kala pintar juga tak sepenuhnya mendukung keberhasilan,karena keberuntungan juga ikut campur di dalamnya..tapi tentu bila sudah diusahakan dengan semaksimal mungkin.

    Kalau saya sendiri masih belum bisa

    • maksudnya umur blog harus 6 bulan sebelum mendaftar Adsense tau bagaimana? JIka itu maksudnya memang betul, untuk negara2 tertentu ada ketentuan seperti itu oleh Adsense, dan setahu saya, Indonesia tdk termasuk di dalamnya.

  • saya dulunya beranggapan kalau penghasilan adsense adalah yang utama, namun banyak sekali potensi penghasilan yang dapat kita terima dengan blog yang memiliki traffic tinggi…..soal 5 mitosnya benar2 saya sudah alami sendiri. Itinya kesabaran dan ketekunan ya mas gee

  • @angger.
    betul mas Agus… memang banyak rumor ttg adsense yg blm tentu kebenarannya. Sukses selalu mas.

    @denny.
    sip, memang eksperimen adalah yg utama…. 🙂

  • mitos nomor 3 dan 4 pernah saya lakukan dan terbukti benar mitos tersebut tidak serta merta langsung banyak klik setelah menjalankan tetap harus eksperimen