Bisnis Afiliasi

Tips Memilih Produk Afiliasi yang Tepat untuk Blog Kamu

Untuk menjadi pemasar sukses, Kamu perlu memilih dan mempromosikan produk yang tepat.Lima puluh persen lebih blogger gagal memperoleh hasil dari program afiliasi, sebenarnya karena gagal memilih produk yang tepat untuk dipromosikan.

Nah, sebelumnya saya telah menulis tips memilih program afiliasi yang tepat, sekarang giliran tips bagaimana memilih produk yang paling sesuai untuk blog Kamu.

Sukses menjalankan pemasaran afiliasi memang tidak mudah, namun sesungguhnya juga tidak terlalu sulit. Kamu hanya perlu kegigihan, konsistensi dan rencana pemasaran yang tepat untuk sukses dalam afiliasi. Seperti misalnya, produk apa yang dipilih serta cara apa yang Kamu gunakan untuk mempromosikannya.

Saya sendiri selalu memilih produk yang telah saya gunakan sehari-hari, lalu menulis tutorial, panduan, atau review guna membantu pemasaran produk tersebut.

Dan inilah tips bagaimana memilih produk afiliasi yang tepat untuk Kamu pasarkan melalui blog Kamu:

Mulailah dari marketplace afiliasi

Tempat terbaik untuk mulai berburu produk afiliasi adalah menuju ke marketplace, seperti ClickBank, Commission Juction, dan ShareASale. Untuk pasar lokal Kamu bisa menuju ke Ratakan, yang menyediakan cukup banyak produk bagus yang bisa Kamu pilih.

Berikutnya, tergantung dari niche blog, Kamu bisa memilih produk mana yang ingin Kamu promosikan. Proses pemilihan, bisa dimulai dengan produk afiliasi yang paling tinggi nilai pembayarannya di marketplace tadi. Baru kemudian dilanjutkan dengan faktor-faktor lainnya, seperti yang akan saya sampaikan di akhir artikel.

Bergabung ke program afiliasi secara terpisah

Hampir semua produk online memiliki program afiliasinya sendiri, seperti misalnya penyedia web-hosting dan sebagainya.

Nah, tinggal Kamu mencari produk yang sesuai topik blog Kamu. Sebagai contoh, misalkan blog Kamu adalah tentang kucing peliharaan, Kamu dapat mencari produk afiliasi berupa makanan kucing atau alat perawatan kucing peliharaan.

Setelah Kamu temukan produk yang diinginkan, biasanya pada website mereka tercantum link ‘Program Afiliasi”. Dari sana Kamu kemudian bisa bergabung.

Cara lainnya, Kamu dengan mudah mencarinya melalui Google dengan kata kunci: “site:domain.com affiliate” atau pun “nama produk + affiliate”. Ini memang cara manual, tapi seringkali bekerja dengan baik, khususnya bila Kamu mencari produk afiliasi untuk topik yang relatif jarang memiliki produk afiliasi.

Kesimpulannya, pilihlah produk yang sesuai dengan topik dan pembaca blog Kamu. Anggap, misalnya Kamu menulis tentang kesehatan, maka yang perlu Kamu promosikan adalah produk-produk kesehatan pula.Saya sarankan untuk memilih produk laris di niche Kamu, lalu tulislah tentangnya. Dengan begitu akan banyak membantu meningkatkan conversion rate.

Perbedaan antara pemasar afiliasi yang sukses dan yang gagal, ditentukan oleh nilai konversi ini. Jika Kamu berhasil mendapat 100 klik terhadap kampanye afiliasi Kamu, tapi memperoleh 0 – 1 penjualan, maka Kamu mengkaji ulang strategi pemasaran Kamu.

Terakhir, dan ini sesuatu yang amat penting dalam memilih suatu produk afiliasi: cobalah sendiri sebelum Kamu merekomendasikannya. Inilah kesalahan paling umum yang dilakukan banyak blogger.

Saya lihat banyak sekali blogger mereferensikan suatu produk tanpa pernah mencobanya sendiri, dan saya sangat menyarankan Kamu untuk tidak ikut-ikutan melakukannya. Yang benar adalah, cobalah dulu suatu layanan atau produk tertentu, lalu tulislah sebuah review tentangnya berdasarkan pengalaman pribadi. Sebuah review yang jujur, apa adanya, akan meningkatkan kredibilitas Kamu dan kepercayaan dari pembaca, selain tentu saja: conversion rate yang tinggi.

Jika memang Kamu tidak ‘sanggup’ menggunakannya secara penuh, untuk layanan-layanan online, aplikasi dan semacamnya, Kamu boleh mencoba masa uji coba (trial) yang diberikan, baru kemudian Kamu mereferensikannya.

Untuk produk fisik, jika memungkinkan mintalah sampel produk kepada pemilik produk, katakan Kamu ingin me-reviewnya di blog Kamu dan tertarik ingin ikut memasarkannya. Dengan sedikit keberuntungan, tidak tertutup kemungkinan Kamu akan menerima produk gratis untuk diuji coba.

Yang terakhir, dan ini langkah terbaik sebenarnya, belilah layanan atau produk yang ingin Kamu pasarkan, cobalah sendiri, lalu dengan suara kejujuran, Kamu referensikan kepada pembaca.

Tips tambahan, ketika Kamu mendaftarkan diri ke program afiliasi, perhatikan pula faktor-faktor berikut:

  • Banner yang tersedia
  • Bahan-bahan promosi lainnya
  • Kontrol panel afiliasi
  • Metode pembayaran
  • Pembayaran minimal, dan sebagainya

Faktor-faktor ini juga penting menjadi pertimbangan. Taruh kata Kamu memilih produk yang sudah terbukti laris-manis di niche Kamu, tapi dengan pembayaran minimum sebesar $1.000. Apakah Kamu masih mau mengikutinya? Kalau saya akan berpikir 10 kali sebelumnya.

Tips bonus: Berafiliasi dengan brand yang telah dikenal reputasinya dan punya nama besar, akan banyak membantu Kamu memasarkan suatu produk afiliasi.

Nah, bagaimana? Sudah ada gambaran produk apa yang cocok dengan blog Kamu dan segera ingin memasarkannya? Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

14 Komentar

  • Mas, kalau masukin produk afiliasi ke blog adsense apakah tdk menjadi masalah bagi adsense, denger2 katanya produk afiliasi kurang disukai sama adsense, bener gak sih? Mohon pencerahannya. 🙂

  • Terima kasih artikel bermanfaat ini..

    Saat ini marketplace lokal yang ada belum begitu banyak untuk menyediakan produk-produk afiliasi. Khususnya untuk produk digital. berharap ke depannya akan bisa lebih banyak dan lebih lengkap lagi. Jadi semakin banyak pilihan.

    Salam mas Gee…

    • sebenarnya topik apapun berpotensi berpenghasilan, meskipun memang ada topik tertentu yang lebih berpotensi dibanding topik lainnya. Dan ya, topik religi termasuk salah satu yg rendah dari sisi potensi pendapatan, tapi bukan berarti tidak bisa. Krn bagaimanapun, yg berperan adalah trafik.

      Jika trafik tinggi, topik apapun bisa potensi. Sukses selalu.

  • sip nih nambah ilmu kalau saya sih mas biasanya masang produk yang lagi hot aja dan kebetulan sama topiknya 🙂