Mudahkah Menjadi Freelancer?

Menjadi freelancer, mungkin sekarang sudah lebih umum dianggap sebagai pilihan karir dibandingkan tahun-tahun yang lalu.

Menjadi freelancer memang memiliki beberapa kelebihan, namun masih banyak orang salah persepsi tentang karir freelancer ini.

Pertanyaannya adalah: ‘Seberapa mudah untuk menjadi freelancer sukses?’

Orang-orang yang ‘kurang informasi’ menganggap pekerjaan sebagai freelancer adalah pekerjaan main-main, pekerjaan yang mudah dan santai, sehingga kadang hanya memandang sebelah mata terhadap mereka yang menjalaninya. Jujur, sebagai pekerja freelancer sendiri, saya kadang agak tersinggung dengan sentimen tersebut.

Dengan semua informasi yang diekspos secara luas oleh berbagai media tentang dunia freelancer, sedikit heran masih ada orang yang menganggap pekerjaan freelancer bukanlah ‘pekerjaan yang sesungguhnya’.

Nah, di artikel ini saya mencoba untuk menguraikan beberapa tantangan sulit yang dihadapi oleh para freelancer. Jika ada orang yang tidak mengetahui bahwa freelancer adalah sebuah ‘pekerjaan nyata’, bawa mereka ke tulisan ini.

Kembali ke pertanyaan dalam judul: Mudahkah menjadi freelancer?

Jika dilakukan dengan benar, maka tidak beda dengan pekerjaan apapun lainnya, freelancer adalah pekerjaan yang sulit dan butuh kerja keras. Mereka yang beranggapan sebaliknya, tidak akan bertahan lama dalam karirnya.


Dan inilah 7 tantangan bagi freelancer, yang tidak banyak orang menyadarinya:


1. Freelancer adalah kerja, bukan bermain

Mereka yang tidak tahu banyak, menggambarkan bahwa seorang freelancer adalah orang yang menghabiskan waktu untuk melakukan pekerjaan mudah dan ringan, projek yang menyenangkan.

Salah pengertian ini, berawal dari kenyataan bahwa seorang freelancer bisa menentukan waktu kerjanya kapanpun ia mau. Namun, tentu saja ini tidak berarti bahwa pekerjaannya itu sendiri hanya mudah dan ringan saja.

Nyatanya, banyak projek-projek freelancer, sama sekali bukanlah projek yang mudah. Mereka yang menyewa jasa seorang freelancer, biasanya mengerjakan hal-hal mudah dan menyenangkan oleh mereka sendiri. Klien, justru menyerahkan pekerjaan mereka yang tersulit untuk diberikan kepada freelancer, entah karena mereka tidak tahu bagaimana mengerjakannya atau karena mereka tidak mau mengerjakannya sendiri.

2. Punya banyak bos!

Jika Kamu cukup stres di kantor karena memiliki seorang bos yang menjengkelkan, maka bayangkan jika saya memiliki 5 klien yang sama menjengkelkannya!

Inilah salah persepsi tentang freelancer berikutnya, yaitu menganggap bahwa seorang freelancer tidak punya bos!

Meski secara teknis betul, namun bukan berarti freelancer tidak mendapatkan tekanan dan tidak harus bertanggung jawab kepada siapapun. Freelancer harus menjawab semua keinginan dari klien! Dan, untuk memperoleh projek yang cukup, biasanya freelancer mengerjakan beberapa projek sekaligus dari klien yang berbeda.

Jadi, kenyataannya adalah, alih-alih tidak memiliki bos, freelancer justru lebih banyak merasa mereka bekerja untuk banyak bos dalam satu waktu. Jika Kamu merasa 1 bos sulit diterima, bayangkan Kamu memiliki 5 bos sekaligus!

3. Banjir dan kemarau

Mungkin istilah ini kuranglah tepat, tapi yang saya maksud adalah, pekerjaan lain biasanya memberikan penghasilan tetap yang teratur. Bagi freelancer, segala sesuatunya berbeda.

Satu bulan, mereka bisa jadi memperoleh begitu banyak projek melebihi batas yang mampu dikerjakan, yang berimbas naiknya pendapatan. Tapi di bulan berikutnya, freelancer mungkin berusaha demikian keras untuk memperoleh pekerjaan yang cukup, yang berakibat menurun pula penghasilan.

Karena itu, menjadi amat penting bagi freelancer untuk mengelola keuangannya secara baik.

4. Tidak kerja, tidak dibayar

Bagi seorang karyawan, mereka biasanya tetap dibayar untuk hari liburan atau dalam kondisi sakit. Tidak demikian bagi freelancer. Jika, tidak bekerja di satu hari, maka ia tidak akan dibayar untuk hari itu!

5. Harus ‘menjual’

Apakah Kamu suka menjual atau menjadi sales? Jujur, saya pun tidak menyukainya. Nyatanya, bagi kebanyakan kita, menjual sesuatu adalah pilihan terakhir untuk dilakukan. Namun, ya… bagi mereka yang mau bertahan dan berhasil dalam karirnya sebagai freelancer, mau tidak mau harus menjual jika ingin meraih sukses.

Setiap klien potensial menghubungi Kamu, itu artinya Kamu telah berhasil menjual jasa yang ditawarkan. Mereka telah memiliki alasan mengapa Kamu orang yang tepat yang bisa memenuhi harapan mereka.

6. Selalu ada yang mesti dikerjakan

Jika Kamu seorang freelancer, anehnya selalu saja ada yang mesti Kamu lakukan. Pekerjaan Kamu tidak pernah benar-benar selesai.

Bahkan pada saat-saat cukup santai, ada saja yang perlu dilakukan. Kamu mungkin perlu memperbarui portfolio atau meng-update blog freelancer Kamu. Atau Kamu perlu memperbaiki profile di sosial media dan sebagainya.

Nah, itulah 6 ‘tantangan’ sulit yang dihadapi oleh freelancer. Jadi, jika ada yang mengatakan kepada Kamu bahwa menjadi freelancer itu mudah, atau menganggap Kamu tidak benar-benar bekerja, tunjukkan artikel ini.

Bagaimana pendapat Kamu?

Apakah menjadi freelancer itu lebih mudah, atau lebih sulit dari pekerjaan lainnya? Dan jika Kamu sudah menjadi seorang freelancer, bagaimana Kamu menjelaskan kepada mereka yang menganggap Kamu tidak memiliki pekerjaan yang real?

Bagikan pendapat melalui komentar. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

4 Komentar

  • wah saya baru tahu. soalnya saya sering membaca artikel bahwa pekerjaan freelancer mudah dan cocok untuk kalangan mahasiswa. ternyata oh ternyata. sulit ternyata.., ngga semudah membalikkan tangan.

    • memang kerja sebagai freelancer cocok bagi mereka yg punya kesibukan lain atau seorang mahasiswa, krn bisa mengatur jadwal kerjanya sendiri. namun itu tidak berarti kerja freelancer boleh berleha-leha… butuh dedikasi dan kemampuan mengelola waktu yang sangat baik untuk sukses sebagai freelancer.

      intinya, kerja freelancer, bukan pekerjaan yg mudah… 🙂

close